Asal Usul Perayaan Natal Serta Legenda / Mitos Pernak Pernik Natal Seperti Pohon Natal (cemara), Cristmas Stockings, Mistletoe, Holly, Ivy & Greenry, The Candy Cane, Cristmas Cards dan Pointsettias

Posted: 27 Agustus 2010 in Kristologi
Tag:, , , , , , ,

semut membuat sarang Membentuk asma ALLAHSeperti yang telah kita ketahui bersama, bahwa Yesus lahir bukan pada bulan Desember, sehingga merayakan Natal pada bulan Desember untuk merayakan hari kelahiran Yesus sebenarnya adalah perayaan yang salah alamat, apalagi tanggal 25 Desember adalah hari lahirnya dewa matahari yaitu dewa yang diagungkan oleh para penyembah berhala –pagan- di kawasan Mediterania.

Natal adalah hasil adopsi (sinkretisasi) dari ritual keagamaan agama para pagan -penyembah berhala-. Perayaan Natal yang seperti sekarang ini adalah perayaan yang sama sekali tidak berasal dari ajaran Yesus, Yesus dan murid-muridnya sama sekali tidak pernah melakukannya, dalam kitab suci agama Kristen tidak satu ayatpun yang berbicara tentang perayaan Natal.

Biasanya dalam perayaan Natal ada pernak-pernik yang menghiasinya, di-antaranya : Pohon Natal (cemara), Cristmas Stockings, Mistletoe, Holly, Ivy & Greenry, The Candy Cane, Cristmas Cards dan Pointsettias, hampir semuanya dari perayaan Natal dan pernak-perniknya tidak bersumber dari ajaran Yesus, dan yang paling mencengangkan ada beberapa yang bersumber dari kebiasaan orang-orang musyrik dan yang lainnya dari mitos-mitos atau legenda-legenda belaka.Dalam kajian kali ini, kita akan mencoba mencari tahu tentang mitos-mitos atau legenda-legenda yang ada di seputar Natal, dengan maksud agar umat Islam tidak ikut-ikutan merayakan Natal yang dapat menggiring umat Islam kepada kebiasaan-kebiasaan para penyembah berhala yang tidak dapat memberikan manfaat yang berarti bagi kehidupan keagamaan tetapi justru keburukan.

1. NATAL

Perkataan Natal sendiri berasal dari bahasa portugis yang artinya maulid, kelahiran, seperti dalam istilah Dies Natalis (Hari Kelahiran), sedang kata Christmas berasal dari kata Cristes maesse, frase dalam bhs Inggris yg berarti Mass of Christ (Misa Kristus). Kata Christmas sering disingkat menjadi Xmas. Sebab abjad “X” adalah abjad pertama dalam bahasa Yunani untuk nama Kristus (Yesus).

Natal adalah ritual keagamaan yang diadopsi dari ritual keagamaan para penyembah berhala di era Romawi. Natal sama sekali tidak pernah diajarkan dan dilakukan oleh Yesus serta murid-muridnya, Natal baru ada 500 tahun setelah masa dakwah Yesus.

2. POHON NATAL

Dari mana asal mula tradisi memasang pohon Natal? Kelihatannya tak seorang pun tahu dengan pasti siapa yang memulai tradisi tersebut untuk merayakan Natal, namun ada cukup banyak Legenda yang beredar di kalangan orang Kristen sendiri, di antaranya adalah:

Bangsa Mesir
Seperti layaknya perayaan Natal, pohon natal juga bila dirunut berasal dari salah satu budaya disana yang kemudian diadopsi oleh bangsa Roma, simbol tanda kemenangan hidup diatas kematian, perayaan bagi dewa Osiris

Pohon Natal dan Bangsa Roma
Pada jaman dahulu bangsa Romawi menggunakan pohon cemara untuk perayaan Saturnalia (perayaan bagi dewa Saturnus / dewa Agrikultur), mereka menghiasinya dengan hiasan-hiasan kecil dan topeng-topeng kecil, karena pada tanggal 25 Desember ini adalah hari kelahiran dewa matahari, Mithras, yang asal mulanya dari Dewa Matahari Iran yang kemudian dipuja di Roma. Perayaannya mengdopsi gaya mesir.

Kebiasaan Kaum Pagans Kuno di Inggris dan Jerman/Skandinavia
Legenda yang palilng mendekati adalah tradisi Kaum Druids di Inggris, berupa perayaan Soltice, juga perayaan Yule Log (Kayu/pohon Oak) kaum Pagans di Jerman, berupa kepercayaan bahwa tumbuhan hijau melambangkan keabadian hidup, maka Cemara, yang juga tumbuh di Musim dingin dipuja sebagai lambang keabadian dan mistletoe (lingkaran daun) dipasang di depan pintu sebagai simbol anti roh jahat. Pihak gereja skandinavia kemudian mengubah perayaan ini menjadi tradisi kristen degan menambah adegan drama natal.

Pengalaman “supranatural” St. Boniface
Menurut sebuah Legenda, ada seorang pendeta Inggris bernama St. Boniface yang memimpin beberapa gereja di Jerman dan Perancis. Suatu hari dalam perjalanannya dia bertemu dengan sekelompok orang yang akan mempersembahkan seorang anak kepada dewa Thor di sebuah pohon oak. Untuk menghentikan perbuatan jahat mereka, secara ajaib St. Boniface merobohkan pohon oak tsb dengan pukulan tangannya. Setelah kejadian yang menakjubkan tersebut di tempat pohon oak yang roboh tumbuhlah sebuah pohon cemara.

Martin Luther dan pohon cemaranya
Cerita lain mengisahkan kejadian saat Martin Luther, tokoh Reformasi Gereja, sedang berjalan-jalan di hutan pada suatu malam. Terkesan dengan keindahan gemerlap jutaan bintang di angkasa yang sinarnya menembus cabang-cabang pohon cemara di hutan, Martin Luther menebang sebuah pohon cemara kecil dan membawanya pulang pada keluarganya di rumah. Untuk menciptakan gemerlap bintang seperti yang dilihatnya di hutan, Martin Luther memasang lilin-lilin pada tiap cabang pohon cemara tersebut.

3. CHRISTMAS STOCKINGS

Berasal dari Legenda Sinterklas, tentang seorang miskin yang hendak menjual ke 3 anak perempuannya, st. Ni-cholas yang mengetahui hal tersebut lalu diam-diam datang dan memasukkan beberapa keping uang emas kedalam sebuah stocking milik salah satu anak gadis tersebut yang sedang dikeringkan dekat perapian.

4. MISTLETOE

Juga berasal dari tradisi kaum Druid, krena dipercaya mempunyai daya magis untuk kesehatan, kesuburan dan pengu-siran setan, Mistletoe merupakan simbol perdamaian dan kesehatan.

5. HOLLY, IVY & GREENERY

Juga berasal dari tradisi Druid, ditujukan untuk menambah semangat, baunya yang harum membuat semangat saat menantikan musim dingin, merupakan simbol anti setan (rasa dingin).

6. THE CANDY CANE

Salah Satu tradisi yang bukan dari tradisi bangsa lain adalah permen tongkat gembala, diambil dari kisah saat kelahiran kristus. Tapi tujuan sebenarnya dari ide pembuatan permen ini sebetulnya berasal dari seorang pemimpin Koor gereja sekitar abad 17. dan tujuan aslinya adalah … agar anak-anak yang ikut kegereja disibukkan dengan permen yang lucu ini (dan tidak mengganggu jalannya misa (dan koor)).

baru sekitar 1927, seorang imigran Belanda, August Imgard, membuatnya sebagai bagian dari hiasan pohon natalnya.

7. CHRISTMAS CARDS

Bertukar kartu, memang sudah menjadi bagian umum dari natal (dan lain lainnya). berasal dari Inggris tahun 1843, oleh Sir Henry Cole, seorang direktur museum. Karena kesibukkannya, ia meminta seorang pelukis, John Calcott Horsley, untuk membuat sebuah pesan bergambar, yang akan ia tanda tangani dan akan dikirimkan ke teman-temannya.

8. POINSETTIAS

Adalah nama dari sebuah tumbuhan Mexico, diambil dari nama Joel R. Poinsett, duta besar Amerika yang membawa tanaman tersebut tahun 1828. tapi tumbuhan ini berasal dari Legenda mexico.

——————————————————————————–

Demikianlah sedikit informasi yang telah kita telusuri jejaknya tentang Natal dan pernak-perniknya, ternyata semuanya itu sebagian berasal dari perayaan orang-orang musyrik, mencontoh kebiasaan seseorang, mitos dan legenda belaka, hanya satu yang diaku-aku berasal dari tradisi Kristen sendiri yaitu The Candy Cane atau permen tongkat gembala.

Namun tradisi permen tongkat gembala tidak pernah dilakukan oleh Yesus atau murid-muridnya, pengakuan tersebut hanya karena kata tongkat gembala yang memang ada dalam Bible, tetapi hal itu tidak berkaitan sama sekali.

Semestinya orang-orang Kristen mengkritisi ritual-ritual semacam itu yang notabene bukan ajaran Yesus padahal mereka mengaku sebagai pengikut Yesus, karena dalam Bible ada ancaman bagi mereka :

Yesus berkata pula kepada mereka: “Sungguh pandai kamu mengesampingkan perintah Allah, supaya kamu dapat memelihara adat istiadatmu sendiri” Markus 7:9

Inilah perintah dalam Bible yang dikesampingkan :

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Injil Yohanes 17:13

Semestinya umat Kristen meng-Esa-kan Allah seperti sabda Yesus tersebut dan membersihkan ajarannya dari pengaruh orang-orang penyembah berhala, tidak malah mengadopsinya.

Bagi umat Islam ikut-ikutan merayakan Natal adalah sebuah kebodohan yang mungkin karena tidak tahu-menahu tentang ritual-ritual tersebut yang ikut saja ketika kaum intelektual Islam mengatakan :

‘tidak masalah bagi umat Islam memberikan ucapan Natal dan ikut dalam perayaan Natal, bukankah hal itu berarti menghormati nabi Isa as ?.’

Mungkin yang mengatakan demikian karena tidak belajar Kristologi sehingga tidak mengetahui secara ilmiah bahwa peringatan Natal adalah hasil adopsi dari agama pagan.

Ibn al-Qayyim mengatakan tentang ucapan Natal :

Adapun mengucapkan selamat berkenaan dengan syi’ar-syi’ar kekufuran yang khusus bagi mereka adalah haram menurut kesepakatan para ulama. Dikutip dari kitab “Ahkâm Ahl adz-Dzimmah”

Memberi ucapan Natal pada hakekatnya bukanlah menghormati keharian nabi Isa as tetapi lebih tepat sebagai tanda persetujuan terhadap syi’ar-syi’ar kekufuran/kesyirikan yang mereka lakukan.

Sikap ini juga sama pernah disampaikan oleh Syaikh Muhammad bin Shalih al-‘Utsaimin sebagaimana dikutip dalam Majmû’ Fatâwa Fadlîlah asy-Syaikh Muhammad bin Shâlih al-‘Utsaimîn, (Jilid. III, h.44-46, No.403). Wallahu a’lam. (al-islahonline)

Untuk lebih jelasnya silahkan baca buku

“The Plain Truth About Christmast”

buku sejarah Natal

https://tausyah.wordpress.com

Komentar
  1. […] Asal Usul Perayaan Natal Serta Legenda / Mitos Pernak Pernik Natal Seperti Pohon Natal (cemara), Cri… […]

  2. […] ada jalan bagi Dajjal untuk dapat membunuhnya. Seterusnya Dajjal lalu mengambil orang tadi, yaitu kedua tangan serta kedua kakinya, lalu melemparkannya. Orang-orang sama mengira bahwasanya orang itu akan […]

  3. […] Messiah itu (Nabi yang dijanjikan), dan petanda apakah akan membuka… rahasia kedatangannya?”—Yesus menjawab, “Nama dari Messiah itu adalah terpuji” (terpuji dalam bahasa Arab artinya […]

  4. […] dua Uskup Besar Uniate-Khaldean dari Urmia dan Salmas untuk mewakili Katholik TImur pada Kongres Ekaristik yang diselenggarakan di Paray-le-Monial, Prancis, di bawah pimpinan Kardinal Perraud. Tentu saja […]

  5. […] kepada kita tentang kematian!. Ka’abpun berkata: Wahai Amirul Mukminin! Gambaran sakitnya kematian adalah bagaikan sebatang dahan yang banyak berduri tajam, tersangkut di kerongkongan anda, […]

  6. […] Ceritakan kepada kita tentang kematian!. Ka’abpun berkata: Wahai Amirul Mukminin! Gambaran sakitnya kematian adalah bagaikan sebatang dahan yang banyak berduri tajam, tersangkut di kerongkongan anda, […]

  7. […] laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s