Archive for the ‘Renungan’ Category

https://tausyah.wordpress.com/Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Syaikh Muhammad Nashiruddin Al-Albani

Nasihat Bagi Pemuda Islam dan Penuntut Ilmu

Pertama-tama aku menasihatimu dan diriku agar bertakwa kepada Allah جل جلا له, kemudian apa saja yang menjadi bagian/cabang dari ketakwaan kepada Allah Tabaaraka wa Ta’ala seperti:

1. Hendaklah kamu menuntut ilmu semata-mata hanya karena ikhlas kepada Allah dengan tidak menginginkan dibalik itu balasan dan ucapan terima kasih. Tidak pula menginginkan agar menjadi pemimpin di majelis-majelis ilmu. Tujuan menuntut ilmu hanyalah untuk mencapai derajat yang Allah جل جلا له telah khususkan bagi para ulama. Dalam Firman-Nya :

يَرْفَعِ اللَّهُ الَّذِينَ آمَنُوا مِنكُمْ وَالَّذِينَ أُوتُوا الْعِلْمَ دَرَجَاتٍ

“… Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di-antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat.. “(QS. Al-Mujaadilah : 11)

2. Menjauhi perkara-perkara yang dapat menggelincirkanmu, yang sebagian “Thalibul Ilmi” (para penuntut ilmu) telah terperosok dan terjatuh padanya. Diantara perkara-perkara itu :

  • Mereka amat cepat terkuasai oleh sifat ujub (kagum pada diri sendiri) dan terperdaya, sehingga ingin menaiki kepala mereka sendiri. (lebih…)
https://tausyah.wordpress.com/Arti Hidup

Arti Hidup

Adalah merupakan fitrah daripada ALLAH Tabaraka wa Ta’ala perihal suatu kelahiran dan kematian manusia, akan tetapi..dalam 8 perkara penting akan kelahiran dan kematian manusia tiadalah akan engkau temui melainkan hanya daripada syari’at ajaran agama ALLAH (Islam) yang merupakan ketentuan lagi ketetapan bagi para hamba-hamba-Nya.  Dan berikut adalah kedelapan perkara itu :

  1. Apabila seorang manusia terlahir ke muka bumi, niscaya azan dikumandangkan ketelinganya. Sedang apabila seorang manusia kembali guna memenuhi panggilan daripada ALLAH Tabaraka wa Ta’ala (meninggal dunia), niscaya adalah manusia itu disholatkan tanpa azan.
  2. Apabila seorang manusia terlahir ke muka bumi, tiadalah ia mengetahui akan sesiapakah yang mengeluarkan ia daripada rahim ibunya. Sedang apabila seorang manusia kembali guna memenuhi panggilan daripada ALLAH Tabaraka wa Ta’ala (meninggal dunia), niscaya tiadalah ia mengetahui bagi sesiapakah yang mengantarkannya kedalam kuburnya. (lebih…)
Istri Muslimah

Istri Muslimah

Hidup ini memang tidak begitu mudah, namun ALLAH akan memudahkan hidup bagi sesiapa yang selalu menerima keputusan dan ketetapan ALLAH dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur, hingga semuapun terpenuhi dengan semestinya. Simak Kisah Berikut :

Sore itu, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar.. seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk disampingku, mengucapkan salam, sambil berkenalan dan sampai pula pada pertanyaan itu. “anty sudah menikah?”. “Belum mbak”, jawabku. Kemudian akhwat itu .bertanya lagi “kenapa?” hanya bisa ku jawab dengan senyuman.. ingin ku jawab karena masih kuliah, tapi rasanya itu bukan alasan.

“mbak menunggu siapa?” aku mencoba bertanya. “nunggu suami” jawabnya. Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya- tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya “mbak kerja dimana?”, ntahlah keyakinan apa yg meyakiniku bahwa mbak ini seorang pekerja, padahal setahuku, akhwat2 seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.

“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi” , jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati. (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Pernikahan

Pernikahan

Budaya jahiliyah yang satu ini sudah seperti tradisi dikalangan manusia, bermula dari orang-orang kafir hingga menular ke golongan muslim itu sendiri.

Betapa mudharatnya, bahkan kebanyakan kedua orang tua merestui anaknya berpacaran karena kedua orang tuanya pun dahulu melakukan hal yang sama seperti yang dilakukan oleh anak-anak mereka hingga bahkan seolah menjadi kebanggaan tersendiri bagi kedua orang tuanya. Naudjubillah..

Dari Abu Hurairah Radhiallahu Anhu  Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :

“Kedua mata itu bisa melakukan zinah, kedua tangan itu bisa melakukan zinah, kedua kaki itu bisa melakukan zinah sedang sekalian daripada itu akan dibenarkan atau diingkari oleh alat kelamin.” HR. Bukhari dan Muslim dari Ibnu  Abbas dan Abu Hurairah. (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Bidadari Penghuni Syurga

Bidadari Penghuni Syurga

Ibnu Abi Dunia rahimahullah menceritakan dari Abu Sulaiman ad-Darani rahimahullah . Tuturnya:“Seorang pemuda di Iraq berkhalwat untuk ibadah. Lalu ia pergi ke Mekkah dengan ditemani seorang rekannya. Setiap kali singgah di suatu tempat, ia melakukan shalat. Manakala orang-orang makan, ia malah puasa. Rekannya sabar menyertainya. Ketika akan berpisah, rekannya bertanya kepadanya: ‘Tolong beritahukan kepada aku mengapa engkau berbuat seperti yang kusaksikan?’

Pemuda itu memberi penjelasan: ‘Aku pernah mimpi melihat sebuah istana di surga yang batu batanya terbuat dari perak dan emas. Setelah seluruh sisi bangunan kulihat semuanya, lantas kudapati sebuah beranda yang terbuat dari mutiara zabarjad, dan yang satu lagi dari mutiara yaqut. Di antara keduanya terdapat seorang bidadari dengan rambut tergerai indah dan mengenakan pakaian yang lembut mengiringi kelenturan tubuhnya. Dan ia berujar: ‘Bersungguh-sungguh dalam menaati Allah jika menginginkan aku.’ Wallahi , aku telah bersungguh-sungguh menginginkanmu. Sang pemuda berkata kepada rekannya: ‘Aku lakukan ini untuk meraih dia’.” (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Membaca-Al-Qur'an

Membaca Al-Qur'an

Semoga   tulisan   ini   bisa   menjadi   bahan   Renungan   untuk   Kita   Tentang betapa Pentingnya menjaga Lisan Kita karena kelak semua yang terhujar dari lidah kita akan dimintai pertangungjawabannya.

Berkata Abdullah bin Mubarak Rahimahullahu Ta’ala :

Saya berangkat menunaikan Haji ke Baitullah Al-Haram, lalu berziarah ke makam Rasulullah sallAllahu ‘alayhi wasallam. Ketika saya berada disuatu sudut jalan, tiba-tiba saya melihat sesosok tubuh berpakaian yang dibuat dari bulu. Ia adalah seorang ibu yang sudah tua. Saya berhenti sejenak seraya mengucapkan salam untuknya. Terjadilah dialog dengannya beberapa saat.

Dalam dialog tersebut wanita tua itu , setiap kali menjawab pertanyaan Abdulah bin Mubarak,  dijawab dengan menggunakan ayat-ayat Al-Qur’an. Walaupun jawabannya tidak tepat sekali, akan tetapi  cukup memuaskan, karena tidak terlepas dari konteks pertanyaan yang diajukan kepadanya.

Abdullah : “Assalamu’alaikum warahma wabarakaatuh.”

Wanita tua : “Salaamun qoulan min robbi rohiim.” (QS. Yaasin : 58) (artinya : “Salam sebagai ucapan dari Tuhan Maha Kasih”)

Abdullah : “Semoga Allah merahmati anda, mengapa anda berada di tempat ini?” (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Sakratul-Maut

Sakratul Maut

Saudara – saudariku sekalian, inilah suatu perkara yang sebahagian kamu selalu ingin lari daripadanya yaitu KEMATIAN. Sesungguhnya tiap – tiap yang bernyawa mesti merasai mati, walau ia tengah berada dirumah yang kokoh sekalipun, atau kiranya memiliki ribuan prajurit yang kuat dan tangguh niscaya tiadalah  ia dapat berlindung daripadanya. Hilanglah sudah gemerlap dunianya pada kala itu, rumah  mewah dan kokoh dengan jerih payah yang telah bertahun – tahun dibangun, istri / suami dan anak – anak tercinta yang melekat padanya baik darah maupun daging kedua orang tuanya dan yang selama ini menyertai kebahagiaan si jasad yang tak lagi bernyawa itu. Perusahaan yang mati – matian kita habiskan waktu untuknya, mobil mewah yang selalu ia bangga – banggakan sedang pada saat itu hari yang sedemikian berarti adanya itupun telah pergi demikian pula masa – masa dimana ia tidak lagi bisa menikmatinya.

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ الْعَبْدَ الْمُؤْمِنَ إِذَا كَانَ فِى انْقِطَاعٍ مِنَ الدُّنْيَا وَإِقْبَالٍ مِنَ الآخِرَةِ نَزَلَ إِلَيْهِ مَلاَئِكَةٌ مِنَ السَّمَاءِ بِيضُ الْوُجُوهِ كَأَنَّ وُجُوهَهُمُ الشَّمْسُ مَعَهُمْ كَفَنٌ مِنْ أَكْفَانِ الْجَنَّةِ وَحَنُوطٌ مِنْ حَنُوطِ الْجَنَّةِ حَتَّى يَجْلِسُوا مِنْهُ مَدَّ الْبَصَرِ ثُمَّ يَجِىءُ مَلَكُ الْمَوْتِ عَلَيْهِ السَّلاَمُ حَتَّى يَجْلِسَ عِنْدَ رَأْسِهِ فَيَقُولُ أَيَّتُهَا النَّفْسُ الطَّيِّبَةُ اخْرُجِى إِلَى مَغْفِرَةٍ مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانٍ – قَالَ – فَتَخْرُجُ تَسِيلُ كَمَا تَسِيلُ الْقَطْرَةُ مِنْ فِى السِّقَاءِ فَيَأْخُذُهَا فَإِذَا أَخَذَهَا لَمْ يَدَعُوهَا فِى يَدِهِ طَرْفَةَ عَيْنٍ حَتَّى يَأْخُذُوهَا فَيَجْعَلُوهَا فِى ذَلِكَ الْكَفَنِ وَفِى ذَلِكَ الْحَنُوطِ وَيَخْرُجُ مِنْهَا كَأَطْيَبِ نَفْحَةِ مِسْكٍ وُجِدَتْ عَلَى وَجْهِ الأَرْضِ – قَالَ – فَيَصْعَدُونَ بِهَا فَلاَ يَمُرُّونَ – يَعْنِى بِهَا – عَلَى مَلأٍ مِنَ الْمَلاَئِكَةِ إِلاَّ قَالُوا مَا هَذَا الرُّوحُ الطَّيِّبُ فَيَقُولُونَ فُلاَنُ بْنُ فُلاَنٍ بِأَحْسَنِ أَسْمَائِهِ الَّتِى كَانُوا يُسَمُّونَهُ بِهَا فِى الدُّنْيَا

“Sesungguhnya bila seorang yang beriman hendak meninggal dunia dan memasuki kehidupan akhirat, ia didatangi oleh segerombol malaikat dari langit. Wajah mereka putih bercahaya bak matahari. Mereka membawa kain kafan dan wewangian dari surga. Selanjutnya mereka akan duduk sejauh mata memandang dari orang tersebut. (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Hati

Hati

Dalam sebuah kitab karangan ‘Ustman bin Hasan bin Ahmad Asy-Syaakir Alkhaubawiyi, seorang ulama yang hidup dalam abad ke XIII Hijrah, menerangkan bahawa sesungguhnya Allah S.W.T telah menciptakan akal, maka Allah S.W.T telah berfirman yang bermaksud :

“Wahai akal menghadaplah engkau.” Maka akal pun menghadap kehadapan Allah S.W.T., kemudian Allah S.W.T berfirman yang bermaksud :

“Wahai akal berbaliklah engkau!”, lalu akal pun berbalik.

Kemudian Allah S.W.T. berfirman lagi yang bermaksud : “Wahai akal! Siapakah aku?”. Lalu akal pun berkata, “Engkau adalah Tuhan yang menciptakan aku dan aku adalah hamba-Mu yang daif dan lemah.”

Lalu Allah S.W.T berfirman yang bermaksud : “Wahai akal tidak Ku-ciptakan makhluk yang lebih mulia daripada engkau.”

Setelah itu Allah S.W.T menciptakan nafsu, dan berfirman kepadanya yang bermaksud :

“Wahai nafsu, mengadaplah kamu!”. Nafsu tidak menjawab sebaliknya mendiamkan diri. Kemudian Allah S.W.T berfirman lagi yang bermaksud : “Siapakah engkau dan siapakah Aku?”. Lalu nafsu berkata, “Aku adalah aku, dan Engkau adalah Engkau.” (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Neraka-Jahannam

Neraka Jahannam

Dikisahkan dalam sebuah hadis bahawa sesungguhnya neraka Jahannam itu adalah hitam gelap, tidak ada cahaya dan tidak pula ia menyala. Dan ianya memiliki 7 buah pintu dan pada setiap pintu itu terdapat 70,000 gunung, pada setiap gunung itu terdapat 70,000 lereng dari api dan pada setiap lereng itu terdapat 70,000 belahan tanah yang terdiri dari api, pada setiap belahannya pula terdapat 70,000 lembah dari api.

Dikisahkan dalam hadis tersebut bahawa pada setiap lembah itu terdapat 70,000 gudang dari api, dan pada setiap gudang itu pula terdapat 70,000 kamar dari api, pada setiap kamar itu pula terdapat 70,000 ular dan 70,000 kalajengking, dan dikisahkan dalam hadis tersebut bahwa setiap kalajengking itu mempunyai 70,000 ekor dan setiap ekor pula memiliki 70,000 ruas. Pada setiap ruas kalajengking tersebut  mempunyai 70,000 qullah bisa.

Dalam hadis yang sama menerangkan bahawa pada hari kiamat nanti akan dibuka penutup neraka Jahannam, maka ketika pintu neraka Jahannam itu terbuka, akan keluarlah asap datang mengepung mereka di sebelah kiri, lalu datang pula sebuah kumpulan asap mengepung mereka disebelah hadapan muka mereka, serta datang kumpulan asap mengepung di atas kepala dan di belakang mereka. (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Pacaran

Pacaran Adalah Zinah

Alangkah mudharatnya kehidupan jahiliyah yang terulang kembali dimasa ini, masing-masing muda mudi semakin marak dalam melakukan perzinahan. mereka mengambil hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahromnya yang disebut “pacaran”, budaya jahiliyah kembali menutupi cahaya-cahaya langit membuat seisi langit dan bumi menjadi gelap gulita. yang lebih memprihatinkan..bahkan kedua orangtua si pemuda maupun si wanita menyetujui anak-anak mereka berpacaran, apa yang terjadi..sang anak patah hati hingga stress, hubungan dengan status yang tidak jelas dan tidak islami, anak perempuannya hamil di luar nikah, pacaran budaya jahiliyah yang menular dari luar diri bangsa dan mengotori masing – masing hati sipelakunya.

Allah Ta’ala Berfirman :

]وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً سورة الإسراء [ (سورة الإسراء 32)

Artinya : “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek” (Al Qur’an Surat Al Isra :32)

Dalam tafsir Kalamul Mannan, Syaikh Abdurrahman Nashir As Sa’di berkata : “Larangan Allah untuk mendekatii zina itu lebih tegas dari pada sekedar melarang perbuatannya, karena berarti Allah melarang semua yang menjurus kepada zina dan mengharamkan seluruh faktor-faktor yang mendorong kepadanya,” (lebih…)