Arsip untuk 15 Agustus 2010

allah on grasshopperTetapi engkau, Daniel, sembunyikanlah segala firman itu, dan meteraikanlah Kitab itu sampai pada akhir zaman; banyak orang akan menyelidikinya, dan pengetahuan akan bertambah.” (Daniel 12:4)

Umat Kristen yang awam, kebanyakan percaya bahwa semua yang tertulis di dalam Alkitab merupakan tulisan-tulisan yang diilhamkan oleh Allah.

Benarkah seluruh isi kandungan yang tertulis di dalam Alkitab itu merupakan ilham dari Allah?

benarkah keyakinan dan keimanan umat Kristen mainstream bahwa semua yang tertulis di dalam ayat-ayat Alkitab itu adalah ilham dari Allah?

Di dalam Alkitab (I Kor 4:9, 7:12, 7:40, II Kor 8:10, 11:5), Paulus dengan terus terang mengatakan bahwa bukan semua yang tersurat itu merupakan ilham Allah, melainkan sebagiannya adalah berasal dari pemikiran dan pendapat dirinya sendiri.

Ada banyak sekali pertentangan antar-ayat di dalam Alkitab yang menunjukkan bahwa Alkitab sama sekali bukan sebuah kitab wahyu yang berisi kumpulan firman Tuhan, meski di dalamnya memuat serpihan-serpihan dari firman Tuhan yang sebenarnya. Contoh-contoh berikut mewakili sejumlah besar ayat-ayat Alkitab yang saling bertentangan:

Ketika Yesus bertemu Yairus, apakah anak perempuan Yairus sudah mati ?
a. Ya, sudah mati (Matius 9: 18)
Sementara Yesus berbicara demikian kepada mereka, datanglah seorang kepala rumah
ibadat, lalu menyembah Dia dan berkata: “Anakku perempuan baru saja meninggal, tetapi
datanglah dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, maka ia akan hidup.”

b. Belum mati, masih sakit dan hampir mati! (Markus 5: 23)
” Dan memohon dengan sangat kepada-Nya: “Anakku perempuan sedang sakit, hampir
mati
, datanglah kiranya dan letakkanlah tangan-Mu atasnya, supaya ia selamat dan
tetap hidup.”

Mana yang lebih dulu diciptakan, siang-malam atau matahari ?
a. Hari pertama, Tuhan menciptakan cahaya, lalu memisahkan terang dan gelap. DinamaiNya terang itu siang dan gelap itu malam (Kejadian 1: 3-5)
b. Pada hari ke empat, matahari baru diciptakan (Kejadian 1: 14-19)

Mana yang lebih dulu diciptakan, pohon atau manusia ?
a. Pohon diciptakan sebelum manusia diciptakan (Kejadian 1: 11-12, 26-27)
b. Manusia diciptakan sebelum pohon diciptakan (Kejadian 2: 4-9)

Mana yang lebih dulu diciptakan, hewan atau manusia ?
a. Burung diciptakan sebelum manusia diciptakan (Kejadian 1: 24-27)
b. Manusia diciptakan sebelum hewan diciptakan. (Kejadian 2: 7, 19)

Jika manusia mempunyai keturunan, berdosa atau tidak ?
a. Tuhan menyuruh manusia untuk berketurunan (Kejadian 1: 28)
b. Tuhan menganggap wanita yang melahirkan berdosa, sehingga anak yang lahir harus disucikan (Imamat 12: 1-8)

Tuhan puas atau tidak dengan ciptaanNya ?
a. Puas (Kejadian 1: 31)
b. Kecewa (Kejadian 6: 5-6)

Tuhan dikenal sebagai The Lord/Yahweh/Yehova pada era Musa atau sebelumnya ?
a. Jauh sebelum era Musa (Kejadian 2: 4, 4: 26, 12: 8, 22: 14-16, 26: 25)
b. Tuhan baru menyatakan diriNya kepada Musa, dan sebelumnya belum dikenal (Keluaran 6: 2-3)

Waktu Adam memakan buah larangan, seharusnya pada hari itu Adam mati atau tidak ?
a. Tuhan melarang Adam memakan buah larangan, jika dilanggar maka Adam akan mati hari itu juga (Kejadian 2: 17)
b. Adam memakan buah larangan itu, dan tetap hidup selama 930 tahun (Kejadian 5: 5)

Tuhan selalu menunjukkan keadilan atau tidak ?
a. Tuhan menerima korban persembahan dari Habel, tapi Tuhan menolak persembahan dari Kain tanpa sebab yang jelas (Kejadian 4: 4-5)
b. Tuhan selalu menunjukkan keadilan dan Dia tidak memandang semua manusia dengan sepihak (II Korintus 19: 7, Kisah Para Rasul 10: 34, Roma 2: 11)

Tuhan maha melihat atau tidak ?
a. Tuhan mencari dan bertanya lokasi seseorang (Kejadian 3: 8-10, 4: 9)
b. Tuhan dapat melihat semuanya dan tidak ada yang tersembunyi dari penglihatannya. (Amsal 15: 3, Yeremia 16: 17, 23: 24-25, Ibrani 4: 13)

Bisa sembunyikah manusia dari hadapan Tuhan ?
a. Manusia dapat pergi dari hadapan Tuhan (Kejadian 3: 8, 4: 16)
b. Setiap orang tidak dapat sembunyi dari hadapan Tuhan. Tuhan memenuhi langit dan bumi. (Yeremia 23: 23-24)

Berapa pasang hewan yang harus dibawa ke atas bahtera Nuh ?
a. Satu pasang dari segala hewan tanpa kecuali (Kejadian 6: 19-22, 7: 8-9, 7: 14-16)
b. Tujuh pasang dari segala hewan yang tidak haram dan sepasang dari segala hewan yang haram (Kejadian 7: 2-5)

Tuhan menghendaki kekacauan atau tidak ?
a. Di Babel, Tuhan mengkacaubalaukan bahasa di seluruh bumi (Kejadian 11: 9)
b. Paulus berkata bahwa Tuhan tidak menghendaki kekacauan (I Korintus 14: 33)

Siapakah anak Daud yang kedua?
a. Kileab (II Samuel 3: 2-3)
b. Daniel (I Tawarikh 3: 1)

Di Yerusalem, Daud mengambil beberapa gundik atau tidak?
a. Ya (II Samuel 5: 13-16)
b. Tidak (I Tawarikh 14: 3-7)

Berapa anak-anak Daud dari gundik di Yerusalem?
a. 11 orang yaitu Syamua, Sobab, Natan, Salomo, Yibhar, Elisua, Nefeg, Yafia, Elisama, Elyada dan Elifelet (II Samuel 5: 13-16)
b. 13 orang yaitu Syamua, Sobab, Natan, Salomo, Yibhar, Elisua, Elpelet, Nogah, Nefeg, Yafia, Elisama, Beelyada dan Elifelet (I Tawarikh 14: 3-7)

Di kota mana Daud mengambil tembaga?
a. Betah dan Berotai (II Samuel 8: 8)
b. Tibhat dan dari Kun (I Tawarikh 18: 8)

Siapa anak Tou yang diutus untuk mengucapkan selamat kepada Daud?
a. Yoram (II Samuel 8: 10)
b. Hadoram (I Tawarikh 18: 9-10)

Dari orang bangsa apa saja Daud mengambil perak dan emas
untuk Tuhan?
a. Aram (II Samuel 8: 11-12)
b. Edom (I Tawarikh 18: 11-12)

Siapakah panitera (sekretaris) Daud?
a. Seraya (II Samuel 8: 15-17)
b. Sausa (I Tawarikh 18: 14-16)

Berapakah tentara berkuda tawanan Daud?
a. 1700 orang (II Samuel 8: 4)
b. 7000 orang (I Tawarikh 18: 4)

Berapa ekor kuda kereta yang dibunuh Daud?
a. 700 ekor (II Samuel 10: 18)
b. 7000 ekor (I Tawarikh 19: 18)

Yang dibunuh Daud, pasukan berkuda atau pasukan jalan kaki?
a. 40.000 pasukan berkuda (II Samuel 10: 18)
b. 40.000 pasukan berjalan kaki (I Tawarikh 19: 18)

Siapakah panglima musuh yang tewas di tangan Daud?
a. Sobakh (11 Samuel 10: 18)
b. Sofakh (I Tawarikh 19: 18)

Daud memerangi Israel atas hasutan Tuhan atau atas bujukan ibiis ?
a. Tuhan murka lalu menghasut Daud (II Samuel 24: 1)
b. Setan bangkit lalu membujuk Daud (I Tawarikh 21: 1)

Siapakah kepala Triwira pengiring Daud?
a. Isybaal, orang Hakhmoni (II Samuel 23: 8)
b. Yasobam bin Hakhmoni (I Tawarikh 11: 11)

Kepala Triwira Daud membunuh berapa orang?
a. 800 orang (II Samuel 23: 8)
b. 300 orang (I Tawarikh 11: 11)

Berapakah angkatan perang Daud dari orang Israel?
a. 800 orang (II Samuel 24: 9)
b. 1.100.000 orang (I Tawarikh 21: 5)

Berapakah angkatan perang Daud dari orang Yehuda?
a. 500.000 orang (II Samuel 24: 9)
b. 470.000 orang (I Tawarikh 21: 5)

Berapakah kandang kuda milik Salomo (Sulaiman)?
a. 40.000 kandang (I Raja-raja 4: 26)
b. 4000 kandang (II Tawarikh 9: 25)

Berapa mandor pengawas kerajaan Salomo (Sulaiman)?
a. 3300 mandor (I Raja-raja 5: 16)
b. 3600 mandor (II Tawarikh 2: 2)

Berapa bat air di Bait Suci buatan Salomo?
a. 2000 bat air (I Raja-raja 7: 26)
b. 3000 bat air (II Tawarikh 4: 5)

Berapakah jumlah keturunan Yakub seluruhnya?
a. 66 jiwa (Kejadian 46: 26)
b. 70 jiwa (Keluaran 1: 5)

Berapa lama Yoyakhin menjadi raja di Yerusalem?
a. 3 bulan (II Raja-raja 24: 8)
b. 3 bulan 10 hari (II Tawarikh 36: 9)

Berapa anak Yesua dan Yoab yang pulang kembali ke Yerusalem dan Yehuda dari pembuangan Nebukadnezar?
a. 2812 orang (Ezra 2: 6)
b. 2818 orang (Nehemia 7: 11)

Berapa anak-anak Benyamin dan siapa nama mereka ?
a. 10 orang yaitu Bela, Bekher, Asybel, Gera, Naaman, Ehi, Rosh, Mupim, Hupim dan Ared (Kejadian 46: 21)
b. 5 orang yaitu Bela, Asybel, Ahiram, Sefufam dan Hufam (Bilangan 26: 38-39)
c. 3 orang yaitu Bela, Bekher dan Yediel (I Tawarikh 7: 6)
d. 5 orang yaitu Bela, Asybel, Ahrah, Noha, dan Adar (I Tawarikh 8: 1-5)

Berapa cucu Benyamin (anak-anak Bela) dan siapa nama mereka ?
a. 5 orang yaitu Ezbon, Uzi, Uziel, Yerimot dan Iri (I Tawarikh 7: 7)
b. 9 orang yaitu Adar, Gera, Abihud, Abisua, Naaman, Ahoah, Gera, Sefufan dan Huram (I Tawarikh 8: 3-5)
c. 2 orang yaitu Ared dan Naaman (Bilangan 26: 40)

Berapa batasan umur manusia?
a. Tuhan membatasi umur manusia hanya 120 tahun saja atau tidak lebih dari itu (Kejadian 6: 3)
b. Umur manusia bisa lebih dari 120 tahun : Adam 930 tahun (Kej. 5: 3-5), Set 912 tahun (Kej. 5: 6-8), Enos 905 tahun (Kej. 5: 9-11), Kenan 910 tahun (Kej. 5: 12-14), Mahalaleel 895 tahun (Kej. 5: 15-17), Yared 962 tahun (Kej. 5: 18-20), Henokh 365 tahun (Kej. 5: 21-23), Metusalah 969 tahun (Kej. 5: 25-27), Lamekh 777 tahun (Kej. 5: 28-32), Nuh 950 tahun (Kej. 9: 29), Sem 600 tahun (Kej. 11: 10-11), Arpakhsad 438 tahun (Kej. 11: 12-13), Selah 433 tahun (Kej. 11: 14-15), Eber 464 tahun, (Kej. 11: 16-17), Meg 239 tahun (Kej. 11: 18-19), Rehu 239 tahun (Kej. 11: 20-21), Serug 230 tahun (Kej. 11: 22-23), Nahor 148 tahun (Kej. 11: 24-25), Sara 127 tahun (Kej. 23: 1-2), Ismael 137 tahun (Kej. 25: 17), Yakub selanu 147 tahun (Kej. 47: 28), Lewi 137 tahun (Kel. 6: 15), Kehat 133 tahun (Kel. 6: 17), Amram 137 tahun (Kel. 6: 19), Harun 123 tahun (Bil. 33: 39), Ayub 140 tahun lebih (Ayub 42: 16-17)

Tuhan menyesal atau tidak?
a. Tuhan tidak punya sifat menyesal (I Samuel 15: 29,Bilangan 23: 19)
b. Tuhan menyesal (Kejadian 6: 5-6, I Samuel 15: 10-11,35, Samuel 24: 16, Yeremia 26:3, Yeremia 42:10, Keluaran 32: 14)

Tuhan bisa dilihat atau tidak?
a. Tuhan tidak bisa dilihat dan didengar (Yohanes 5: 37, I Timotius 1: 17, 6: 16, Keluaran 33: 20, I Yohanes 4: 12)
b. Tuhan bisa dilihat oleh mata(Keluaran 33: 11, 33: 20, Kejadian 18: 1, 26: 24, Yohanes 5: 37, ; I Timotius 6: 16, 1: 17, I Yohanes 4: 12 )
c. Tuhan kelihatan kaki-Nya (Keluaran 24: 9-10)
d. Tuhan kelihatan sedang duduk (Yesaya 6: 1)
e. Tuhan bisa dilihat dari jauh (Yeremia 31: 3)

Berapa nama silsilah dari Abraham sampai dengan Daud?
a. Lukas 3: 31-34 mencatat 15 nama dari Daud sampai dengan Yesus
b. Matius 1: 2-6 hanya mencatat 14 nama dari Daud sampai dengan Yesus

Dalam silsilah dari Abraham sampai dengan Daud, siapakah anak Hezron?
a. Anak Hezron adalah Arni (Lukas 3:33)
b. Anak Hezron adalah Ram (Matius 1:3)

Berapa nama silsilah dari Daud sampai dengan Yesus?
a. Lukas mencatat 43 nama dari Daud sampai dengan Yesus (Lukas 3: 23-31)
b. Matius hanya mencatat 28 nama dari Daud sampai dengan Yesus (Matius 1: 6-16)

Siapakah anak Daud yang menurunkan Yesus?
a. Salomo (Matius 1: 6)
b. Natan (Lukas 3: 31)

Yesus memasuki Yerusalem naik apa?
a. Seekor keledai (Markus 11: 7; Lukas 19: 35)
b. Seekor keledai betina dan seekor anak keledai (Matius 21: 7)

Bolehkah membawa tongkat dan kasut dalam perjalanan?
a. Ya, boleh (Markus 6: 7-9)
b. Tidak boleh (Matius 10: 9-10, Lukas 9: 1-3)

Kesaksian Yesus tentang dirinya, benar atau salah?
a. Tidak benar (Yohanes 5: 31)
b. Benar (Yohanes 8: 14)

Berapa jumlah orang buta yang bertemu Yesus di Yerikho?
a. Dua orang buta (Matius 20: 29-30)
b. Hanya satu orang buta saja (Markus 10: 46)

Dimana Yesus menemui orang kerasukan setan?
a. Di Gedara (Matius 8: 28)
b. Di Gerasa (Markus 5: 1-2)

Berapa jumlah orang kerasukan setan yang ditemui Yesus?
a. Ada 2 orang (Matius 8: 28)
b. Hanya 1 orang saja (Markus 5: 1-2)

Apa yang diucapkan Yudas di hadapan Yesus?
a. Salam Rabi (Matius 26: 49)
b. Rabi (Markus 14: 45)
c. Yudas tidak mengucapkan apa-apa/diam (Lukas 22: 47)

Ketika Yesus berjalan di atas air, bagaimana respon para muridnya?
a. Mereka menyembah Yesus (Matius 14: 33)
b. Mereka tercengang dan bingung (Markus 6: 51-52)

Jam berapa Yesus disalibkan ?
a. Jam sembilan (Markus 15: 25)
b. Jam 12 Yesus belum disalibkan (Yohanes 19: 14)

Yesus membawa damai dan keselamatan atau onar ?
a. Yesus menyelamatkan dunia (Matius 5: 9, Yohanes 3: 17, Yohanes 12: 47)
b. Yesus membawa onar, pedang dan kekacauan keluarga (Matius 10: 34-36)

Selain Yesus, adakah yang naik ke sorga?
a. Tidak ada, hanya Yesus saja yang pernah naik ke sorga (Yohanes 3: 13)
b. Henokh dan Elia telah naik ke sorga (Kejadian 5: 24, II Raja-raja 2: 11)

Tuhan menepati janji atau tidak ?
a. Tuhan berjanji akan memberikan tanah Kanaan kepada Abraham (Kejadian 17: 8)
b. Abraham meninggal pada umur 175 tahun tetapi janji Tuhan belum terpenuhi (Kejadian 25: 8, Kisah Para Rasul 7: 2-5, Ibrani 11: 13)

Lot adalah orang yang benar atau tidak ? atau apakah Perzinahan dibenarkan ?
a. Ketika Lot mabuk, kedua anaknya tidur dengannya, lalu hamil dan memiliki anak dari ayah mereka (Kejadian 19: 30-38)
b. Lot adalah orang yang benar (II Petrus 2: 7)

Siapa nama anak dari Elifaz ?
a. Teman, Omar, Zefo, Gaetam, dan Kenaz (Kejadian 36: 11)
b. Teman, Omar, Zefo, Kenaz (Kejadian 36: 15-16)
c. Teman, Omar, Zefi, Gaetam, Kenaz, Timna, and Amalek (I Tawarikh 1: 35-36)

Siapakah bapak-bapak 12 bangsa Israel ?
a. Ruben, Simeon, Lewi, Yehuda, Zebulon, Isakhar, Dan, Gad, Asyer, Naftali, Yusuf, dan Benyamin (Kejadian 49: 2-28)
b. Semuanya kecuali Dan diganti Manasye (Wahyu 7: 4-8)

Dimanakah Yakub dikuburkan ?
a. Dalam sebuah gua di Makhpela, yang dibeli dari Efron orang Het (Kejadian 50: 13)
b. Di makam daerah Sikhem, yang dibeli dari anak-anak Hemor (Kisah Para Rasul 7: 15-16)

Benar atau salahkah jika meminjamkan uang dengan minta bunga atau riba?
a. Salah (Imamat 25: 37, Mazmur 15: 5)
b. Benar (Matius 25: 27, Lukas 19: 23-27)

Dimanakah Harun menemui ajalnya ?
a. Di gunung Hor (Bilangan 33: 38)
b. Di Mosera (Ulangan 10: 6)

Kemana orang Israel pergi setelah kematian Harun ?
a. Dari gunung Hor ke Zalmona lalu ke Funon dst. (Bilangan 33: 41-42)
b. Dari Mosera ke Gudgod lalu ke Yotbata (Ulangan 10: 6-7)

Sisera dibunuh oleh Jael ketika Sisera sedang tidur atau berdiri ?
a. Tidur (Hakim-hakim 4: 21)
b. Berdiri (Hakim-hakim 5: 25-27)

Berapa jumlah anak Isai ?
a. 7 plus Daud, jadi semuanya ada 8 (I Samuel 16: 10-11, 17: 12)
b. Semuanya ada 7 (I Tawarikh 2: 13-15)

Kenalkah Saul dengan Daud ketika Daud melawan Goliat ?
a. Sangat kenal (I Samuel 16: 19-23)
b. Tidak kenal sama sekali (I Samuel 17: 55-58)

Siapakah yang membunuh Goliat ?
a. Daud (I Samuel 17: 50)
b. Elhanan (II Samuel 21: 19)

Siapa nama imam besar yang memberi Daud roti ?
a. Ahimelekh (I Samuel 21: 1-6)
b. Abyatar (Markus 2: 26)

Siapa yang membunuh Saul ?
a. Saul bunuh diri dengan merebahkan dirinya di atas pedang (I Samuel 31: 4-6)
b. Atas permintaan Saul sendiri, seorang Amalek membunuh Saul (II Samuel 1: 2-10)
c. Saul dibunuh oleh orang Filistin di Gilboa (II Samuel 21: 12)

Berapa Daud membayar barang peternakan ?
a. 50 syikal perak (II Samuel 24: 24)
b. 600 syikal emas (I Tawarikh 21: 22-25)

Kapankah Baesa meninggal ?
a. Baesa meninggal ketika masa 26 tahun pemerintahan Raja Asa (I Raja-raja 16: 6-8)
b. Baesa mendirikan sebuah negeri ketika masa 36 tahun pemerintahan Raja Asa (II Tawarikh 16: 1)

Berapa umur Ahazia ketika menjadi raja ?
a. 22 tahun (II Raja-raja 8: 25-26)
b. 42 tahun (II Tawarikh 22: 1-2)

Kemanakah Yusuf dan Maria ketika menunggu kelahiran Yesus ?
a. Lari ke Mesir menunggu sampai Herodes meninggal, karena Herodes membunuh semua bayi lelaki berusia dua tahun atau kurang (Matius 2: 13-16)
b. Menetap di Yerusalem sampai Yesus lahir lalu ke Nazaret, tidak pernah ke Mesir (Lukas 2: 22-40)

Siapakah yang melihat roh turun dari langit ?
a. Yesus (Matius 3: 16, Markus 1: 10)
b. Yohanes (Yohanes 1: 32)

Kemanakah Yesus setelah dibaptis ?
a. Langsung dibawa roh ke ke padang gurun selama 40 hari dan dicobai Iblis (Matius 4: 1-11, Markus 1: 12-13)
b. Hari ketiga setelah dibaptis, Yesus pergi ke perkawinan di Kana (Yohanes 2: 1-11)

Kemana iblis membawa Yesus ?
a. Ke bubungan bait Allah lalu ke atas gunung (Matius 4: 5-8)
b. Ke atas gunung lalu ke bubungan bait Allah (Lukas 4: 5-9)

Haruskah kita melawan terhadap musuh ?
a. Kasihilah musuhmu (Matius 5: 39, 44)
b. Yesus ingin semua musuhnya dibunuh (Lukas 19: 27)

Bolehkah para rasul mendatangi kaum selain Israel ?
a. Tidak boleh (Matius 10: 2, 5-6)
b. Petrus -salah seorang rasul, mendatangi kaum selain Israel (Kisah Para Rasul 15: 7)

Anak siapakah Zakharia ?
a. Anak Berekhya (Matius 23: 35)
b. Anak imam Yoyada (II Tawarikh 24: 20)

Siapa yang menegur wanita pembawa minyak ?
a. Para rasul (Matius 26: 8)
b. Beberapa rasul (Markus 14: 4)
c. Yudas Iskariot (Yohanes 12: 4-5)

Apa dulu yang dilakukan dalam perjamuan kudus ?
a. Roti lalu anggur (Matius 26: 26-29, Markus 14:22-25)
b. Anggur lalu roti (Lukas 22: 17-20)

Siapa yang membeli tanah ?
a. Imam-imam kepala (Matius 27: 3-7)
b. Yudas (Kisah Para Rasul 1: 16-19)

Apa yang dilakukan Yudas dengan uang peraknya ?
a. Melemparnya ke dalam bait suci lalu pergi (Matius 27: 5)
b. Untuk membeli tanah (Kisah Para rasul 1: 16-19)

Bagaimana Yudas menemui ajalnya ?
a. Gantung diri (Matius 27: 5)
b. Jatuh tertelungkup, dan perutnya terbelah sehingga semua isi perutnya tertumpah ke luar (Kisah para Rasul 1: 18)

Berapa jarak para perempuan dari Yesus di kayu salib ?
a. Melihat dari kejauhan (Matius 27: 55, Markus 15: 40, Lukas 23: 49)
b. Cukup dekat sehingga Yesus bisa berbicara dengan ibunya (Yohanes 19: 25-26)

Siapa yang pertama kali datang ke kuburan Yesus ?
a. Maria Magdalena dan Maria ibu Yakobus (Matius 28: 1)
b. Keduanya dan ditambah dengan Salome (Markus 16: 1)
c. Keduanya dan ditambah dengan Yohana dan perempuan lain (Lukas 24: 10)
d. Maria Magdalena sendirian (Yohanes 20: 1)

Apa yang terjadi ketika orang-orang pertama datang ke kuburan Yesus ?
a. Terjadi gempa karena datangnya malaikat yang menggulingkan batu dan duduk di atasnya, di luar kuburan (Matius 28: 2)
b. Tidak ada gempa, ada seorang pemuda duduk di dalam kuburan (Markus 16: 5)
c. Tidak ada gempa, ada dua orang berdiri di dalam kuburan (Lukas 24: 2-4)
d. Tidak ada gempa, ada dua malaikat duduk di dalam kuburan (Yohanes 20: 12)

Bisakah Yesus disentuh ketika menampakkan diri setelah kematiannya ?
a. Maria Magdalena dan Maria yang lain memeluk kakinya (Matius 28: 9)
b. Yesus melarang Maria memegangnya karena Yesus belum pergi ke Bapa (Yohanes 20: 17)
c. Delapan hari kemudian, Yesus menyuruh Tomas menyentuhnya walau Yesus belum pergi ke Bapa (Yohanes 20: 27)

Yesus mengajar sesudah atau sebelum Yohanes ditangkap ?
a. Sesudah (Markus 1: 14)
b. Sebelum (Yohanes 6: 17-25)

Kemana Yesus dan para rasul pergi setelah memberi makan 5000 orang ?
a. Genesaret (Markus 6: 53)
b. Kapernaum (Yohanes 6 : 16-17)

Bolehkah memberitakan Injil di Asia ?
a. Roh Kudus melarang (Kisah Para Rasul 16: 6)
b. Paulus memberitakan Injil di Asia (Kisah Para Rasul 19: 8-10)

Bolehkah para malaikat menghanguskan rumput ?
a. Seluruh rumput dihanguskan para malaikat (Wahyu 8: 7)
b. Mereka diperintahkan untuk tidak merusak rumput (Wahyu 9: 4)

https://tausyah.wordpress.com

muslim_praying_madina_al_munawaraUmmul Mukminin Kembali Ke Tempat Kediamannya

Perang Unta atau Perang Jamal telah selesai. Tibalah saat yang tepat untuk segera mengembalikan Ummul Mukminin Sitti Aisyah r.a. ke Madinah. Untuk keperluan itu Imam Ali r.a. mempersiap­kan segala sesuatu yang dipandang perlu guna menjamin keama­nan dan keselamatan Ummul Mukminin selama dalam perjalanan pulang.

Persiapan dilakukan dengan sebaik-baiknya karena ia menge­tahui, bahwa di kalangan pasukannya terdapat anasir-anaisr eks­trim, yang jika tidak diadakan tindakan-tindakan pencegahan dapat berbuat onar dan mengganggu perjalanan Sitti Aisyah r.a. Bagaimana pun juga Ummul Mukminin harus dihormati dan di­lindungi.

Tak mungkin Ummul Mukminin dilepas seorang diri me­nempuh perjalanan jarak jauh di tengah padang pasir belantara. Ia harus dikawal. Tetapi siapakah yang harus mengawalnya? Apakah seregu pasukan dapat diserahi tugas pengawalan Ummul Muk­minin? Tentu saja dapat. Tetapi kemungkinan resikonya pun ada. Lebih-lebih mengingat Ummul MuKminin itu baru saja dianggap sebagai salah seorang pemimpin. Setelah ia gagal dan keluar dari peperangan sebagai fihak yang kalah, kemudian dipulangkan ke Madinah dengan pengawalan pasukan yang baru saja berhenti memusuhinya, kemungkinan apakah yang bisa terjadi di tengah perjalanan?

Sebagai seorang pemimpin yang sudah biasa berkecimpung dalam peperangan menghadapi tipu muslihat musuh, Imam Ali r.a. tidak kehilangan akal. Sejumlah wanita dari Bani Qies diajak bermusyawarah dan diberi petunjuk tentang apa yang harus dilakukan dalam melaksanakan tugas. Mereka diminta kesediaan­nya untuk bertindak sebagai regu pengawal Ummul Mukminin.

Imam Ali r.a. juga mengerti, bahwa karena mereka itu se­muanya wanita mungkin tidak akan disegani atau ditakuti oleh orang-orang yang hendak berbuat jahat di perjalanan. Agar tidak sampai dipandang “remeh” oleh orang lain, mereka harus ber­pakaian sebagai pria. Lengkap dengan jubah dan serban serta pe­dang tersandang di pinggang. Para pengawal khusus ini harus dapat bertindak seperti pria selama dalam perjalanan..

Selain wanita-wanita yang bertugas itu sendiri, seorang pun tidak boleh mengetahui rencana itu. Perahasiaannya dilakukan dengan ketat.

Setelah semua persiapan selesai, di bawah lindungan Ilahi Ummul Mukminin diberangkatkan pulang ke Madinah. Selama dalam perjalanan, Sitti Aisyah r.a. yang berada di dalam haudaj, sama sekali tidak mengetahui, bahwa para pengawalnya terdiri dari kaum wanita. Segala yang diperlukan selama perjalanan sudah di­sediakan dalam haudaj, sehingga Sitti Aisyah r.a. tidak perlu turun untuk suatu keperluan. Begitu juga “para prajurit”, tak seorang pun dari mereka yang berhadapan muka dengan Sitti Aisyah r:a. dan tak seorang pun yang bercakap-cakap dengan suara yang bisa di dengar dari haudaj. Semuanya diatur sedemikian rapi dan sem­purna.

Sepanjang perjalanan Ummul Mukminin bersungut-sungut, karena dikiranya Imam Ali r.a. mempercayakan pengawalan atas dirinya kepada orang-orang pria. Bukankah itu tidak sesuai de­ngan tatakrama yang semestinya? Ia bersungut-sungut dan terus bersungut-sungut karena tidak menduga sama sekali, bahwa rom­bongan pengawal yang tampak gagah itu semuanya terdiri dari kaum wanita!

Baru setelah tiba di Madinah, yaitu setelah Ummul Mukmi­nin turun dari haudaj, ia melihat sendiri semua prajurit pengawal­nya menanggalkan jubah, sorban dan sabuk gantungan pedang. Ia terpukau keheran-heranan, mengapa semuanya itu tidak diketahui, padahal perjalanan sedemikian jauh? Sambil menanggalkan pa­kaian pria “prajurit-prajurit” itu terkekeh-kekeh dan berkata ke­pada Ummul Mukminin: “Lihatlah, kami ini semuanya wanita!”

Ummul Mukminin Sitti Aisyah r.a kini telah kembali ke tem­pat kediaman semula dengan penuh kenangan pahit. Sejak itu sampai akhir hayatnya, ia tidak lagi melibatkan diri dalam kegiatan politik apa pun. Seluruh sisa hidupnya yang masih panjang itu di­pergunakan sebaik-baiknya untuk menekuni kehidupan taqwa kepada Allah s.w.t. dan patuh kepada pesan-pesan suaminya, Nabi Muhammad s.a.w.

Sebuah Penilaian

Seusai Perang Unta, Imam Ali r.a. bersama pasukannya me­nuju ke sebuah dusun di Bashrah, Dzi-qar. Di dusun itu dulu per­nah terjadi pertempuran seru antara pasukan muslimin melawan pasukan Persia.

Abu Minhaf menyajikan keterangan Zaid bin Shuhan, sa­habat Imam Ali r.a. yang menyaksikan dan mendengarkan sen­diri apa yang dikatakan olehnya dalam khutbah yang diucapkan di dusun Dzi-qar sehabis perang Unta.

Dengan serban berwarna hitam terlilit di sekitar kepala, kata Zaid bin Shuhan, Imam Ali r.a. mengucapkan sebuah Khut­bah yang berisi penilaian tentang Perang Unta.

“Alhamdulillah dalam segala hal dan segala keadaan, sepan­jang hari dan sepanjang malam. Aku bersaksi bahwa tiada tuhan selain Allah, dan bahwa Muhammad adalah Rasul Allah serta ham­ba-Nya. Beliau diutus sebagai rahmat kepada segenap manusia hamba Allah. Pada saat bumi ini penuh dengan fitnah, goyah ika­tan peraturan penghuninya, di mana setan-setan disembah dan di­puja, iblis musuh Allah menyelinap ke dalam aqidah semua pen­duduk.”

“Pada saat seperti itulah Muhammad bin Abdullah bin Abdul Mutthalib s.a.w. memadamkan kobaran apinya dan memudarkan percikan baranya. Dengan Rasul-Nya itu Allah s.w.t. mencabut tongak-tonggak penghalang dan menegakkan semua yang miring serba bengkok. Beliau s.a.w. adalah pembimbing ke jalan hidayat, seorang Nabi pilihan Allah s.w.t. Beliau telah menunaikan apa yang telah diperintahkan Allah kepadanya dan telah pula menyam­paikan risalah Tuhannya kepada ummat manusia. Dengan Rasul-­Nya itu Allah s.a.w memperbaiki semua yang rusak, mengamankan semua jalan menuju ke arah kebenaran, memulihkan kerukunan dan mempersatukan semua orang yang dahulu dadanya dibakar oleh perasaan dendam dan dengki.”

“Setelah semuanya itu terwujud menjadi kenyataan yang be­nar, Allah s.a.w. memanggil beliau s.a.w. kembali ke sisi-Nya, da­lam keadaan beliau selalu bersyukur. Sepeninggal beliau s.a.w. kaum muslimin membai’at Abu Bakar Ash Shiddiq sebagai Kha­lifah. Abu Bakar telah bekerja tanpa menghemat tenaga. Setelah wafat ia diganti oleh Umar. Umar pun telah bekerja dengan se­penuh tenaga. Setelah wafat, kaum muslimin menggantinya de­ngan membai’at Utsman sebagai Khalifah. Ia telah mendapatkan sesuatu dari kalian dan kalian pun telah memperoleh sesuatu dari dia, sampai akhirnya terjadi apa yang telah terjadi.”

“Kemudian sesudah itu kalian datang kepadaku untuk. me­nyatakan bai’at, padahal aku sama sekali tidak pernah membutuh­kan hal itu. Waktu itu kalian kutinggal masuk ke dalam rumah, tetapi kalian mendesak supaya aku keluar. Aku menahan tangan, tetapi kalian menarik-narik dan berdesak-desakan memperebut­kan tanganku, sampai kukira kalian akan membunuhku atau hen­dak saling bunuh di antara kalian sendiri. Namun ternyata kalian membai’at diriku, sedang aku sendiri tidak merasa senang atau gembira.”

“Allah s.w.t. mengetahui bahwa aku tidak suka memim­pin pemerintahan atau memegang kekuasaan di kalangan ummat Muhammad s.a.w. Sebab aku mendengar sendiri, beliau s.a.w. per­nah menyatakan: “Tidak ada seorang penguasa pun yang memerin­tah ummatku, yang kelak tidak akan dihadapkan kepada rakyat­nya, untuk diperlihatkan catatan-catatan tentang perbuatannya. Jika ia seorang yang berlaku adil, akan selamatlah. Tetapi jika ia seorang yang berlaku dzalim, akan tergelincirlah ke dalam neraka.”

“Kalian bersama orang banyak membai’atku. Begitu juga Thalhah dan Zubair. Dua orang itu pun menyatakan bai’atnya ma­sing-masing kepadaku. Waktu itu kulihat ada tanda-tanda lain yang memperlihatkan niat cidera dalam pandangan mata mereka. Tak lama kemudian dua orang itu minta izin kepadaku untuk mela­kukan umrah. Mereka berdua kuberitahukan terus terang, bahwa sebenarnya mereka itu tidak berniat melakukan umrah. Tetapi mereka berangkat juga. Lalu secara diam-diam menghubungi Sit­ti Aisyah. Bersama orang lain yang mau mengikuti kedua orang itu, Sitti Aisyah dikelabui. Pengikut-pengikut mereka itu terdiri dari orang-orang Makkah yang baru memeluk Islam setelah kota Makkah dibebaskan oleh Rasul Allah s.a.w. dari kekuasaan kaum musyrikin.”

“Kemudian mereka semua berangkat menuju Bashrah. Di­sanalah mereka melakukan perbuatan tercela dan merugikan kaum muslimin. Alangkah anehnya dua orang itu. Dulu mereka bersi­kap loyal (setia) kepada Abu Bakar dan Umar, tetapi kepadaku mereka bersikap membangkang dan memberontak. Padahal mere­ka tahu benar, bahwa aku ini tidak kurang dibanding dengan Abu Bakar dan Umar. Jika aku mau, tentu hal itu sudah kukatakan sejak dulu.”

“Yang pasti ialah bahwa Muawiyah bin Abi Sufyan telah me­nulis surat kepada dua orang tersebut dari Syam untuk berusaha membujuk. Dua orang itu merahasiakan surat Muawiyah terhadap­ku, lalu keluarlah mereka mengelabui orang banyak dengan alas­an seolah-olah dua orang itu hendak menuntut balas atas terbu­nuhnya Khalifah Utsman. Demi Allah, dua orang itu tidak dapat mengingkari kenyataan, bahwa aku ini memang tidak melakukan perbuatan yang sangat tercela seperti itu. Tetapi dua orang itu ti­dak mau bersikap adil terhadap diriku dan terhadap diri para pem­bunuh Utsman.”

“Sebenarnya dua orang itulah yang langsung terlibat dalam penumpahan darah Utsman, dan dua orang itulah yang seharusnya dimintai pertanggunganjawab. Alangkah kosongnya tuduhan mereka itu! Demi Allah, dua orang itu benar-benar sesat dan tidak dapat mendengar, tidak mau mengerti dan tidak dapat melihat. Hanya setan-setan sajalah yang telah menggiring pasukan berkuda dan pejalan kaki di belakang dua orang itu untuk mengembalikan kedzaliman kepada tempatnya dan mengembalikan kebatilan kepada asal mulanya.”

[1]Ibnu Abil-Hadid: Syarh Nahjil-Balaghah VI/224-229, dan Lubabun-nuqul Fi Asbabin-nuzul: Imam Jalaluddin Assayuthi.

Disadur dari buku :

Sejarah Hidup Imam Ali bin Abi Thalib r.a.
Oleh H.M.H. Al Hamid Al Husaini
Penerbit: Lembaga Penyelidikan Islam

https://tausyah.wordpress.com

Asma ALLAH terlihat dibumi dari pesawat Apollo

” Maka celakalah bagi orang-orang yang menulis Alkitab dengan tangan mereka, kemudian berkata: Alkitab ini adalah dari Allah, untuk dijual dengan murah. Maka celakalah bagi mereka disebabkan tulisan tangan mereka, karena ulah dan perbuatan mereka.” (QS Al Baqarah:79)

Kitab Suci merupakan hal yang vital dalam kehidupan beragama. Dalam Islam, kitab suci merupakan kitab yang memuat firman Allah swt yang digunakan sebagai panduan bagi orang-orang yang bertaqwa, sebagaimana dijelaskan dalam ayat-ayat Al Quran:
“Kitab ini (Al Quran) tidak ada keraguan atasnya, petunjuk bagi mereka yang bertaqwa.” (QS Al Baqarah:2-5)

Sebelum masa Rasulullah Muhammad saw, Allah telah mengutus beberapa Rasul untuk mengajarkan keesaan Allah. Di antara mereka, ada yang dibekali dengan kitab suci, termasuk di antaranya adalah Nabi Ibrahim as, Nabi Musa as, Nabi Daud as, dan Nabi Isa as.

Agama Kristen, yang mengaku sebagai pengikut nabi Isa as., mengimani keberadaan kitab-kitab nabi Musa (Taurat), nabi Daud (Zabur atau yang mereka sebut dengan Mazmur), dan nabi Isa (Injil). Kitab Taurat, Zabur, dan Injil tersebut dipadukan dalam sebuah kitab, bersama beberapa surat-surat pendek lainnya, menjadi Bibel yang kemudian diakui umat Kristen sebagai kitab suci agama mereka.

Seiring dengan pengaruh Kaisar Romawi dan Konsili Gereja pada masa kekaisaran Romawi, maka kesucian dan keaslian kitab suci agama Kristen pun mulai ternodai. Noda-noda yang mencemari kesucian kitab suci inilah yangakan kita kupas bersama.

PENJELASAN MENGENAI KITAB BIBEL

Kitab Perjanjian Lama

Bibel terdiri dari dua kitab utama yaitu Kitab Perjanjian Lama (The Old Testament) dan Kitab Perjanjian Baru (The New Testament). Kitab Perjanjian Lama sering disebut sebagai Kitab TENAKH, terdiri dari tiga bagian yaitu Tora, Nebi’im, dan Ketubim.

Tora atau Taurat berarti pengajaran. Kitab Taurat ini memuat lima kitab, yaitu Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Nebi’im berarti kitab nabi-nabi terkemudian, yang terdiri dari kitab nabi Yesaya, Yeremia, Yehezkiel, Hosea, Yoel, Amos, Obaja, Yunus, Mikha, Nahum, Habakuk, Zefanya, Hagai, Zakaria, dan Maleakhi. Ketubim berarti pujian, terdiri dari kitab-kitab Zabur atau Mazmur, Amsal Sulaiman, Ayub, Kidung Agung, Rut, Ratapan, Pengkhotbah, Ester, Daniel, Ezra, Nehemia, Tawarikh I, dan Tawarikh II.

Meskipun umat Kristen Protestan dan Katolik Roma sama-sama mengakui Bibel sebagai kitab suci mereka, namun  Bibel yang mereka gunakan berbeda. Bible Katolik Roma lebih tebal dibandingkan dengan Bibel Kristen Protestan karena jumlah kitab pada Kitab Perjanjian Lama Katolik Roma lebih banyak 9 buah dibandingkan yang digunakan Kristen Protestan. 9 kitab tersebut dianggap oleh Gereja Protestan tidak layak dianggap sebagai kitab suci.

(Subhanallah, ini yang salah apakah karena 9 kitab tersebut sebenarnya buatan manusia biasa atau manusianya yang merasa bisa menentukan kesucian firman Tuhan?!)

Perjalanan panjang kitab Taurat berawal dari wafatnya Nabi Sulaiman tahun 992 SM. Kerajaan beliau selanjutnya terpecah menjadi dua, di utara dinamakan Kerajaan Israel dengan ibukota Samaria, dan di selatan dinamakan Kerajaan Yehuda dengan ibukota Yerusalem. Yerusalem adalah tempat penyimpanan naskah asli Taurat sehingga warga Israel sering beribadah di Yerusalem.

Tindakan itu membuat raja Israel tersinggung, dan mengubah kota Bethel sebagai pusat peribadatan baru dan membuat patung-patung anak lembu untuk dijadikan sesembahan. Akhirnya, rakyat Israel kembali pada ajaran paganisme (menyembah berhala).

Karena rakyat Israel sudah kembali terbiasa menyembah berhala, maka mereka pun lambat laun melupakan kitab Taurat. Allah memberikan adzab kepada mereka melalui bangsa Asyur yang melakukan pembuangan masyarakat Israel dan melakukan kawin campur secara paksa sehingga terjadi asimilasi keturunan dan kepercayaan.

Bangsa Yehuda sendiri juga mulai melanggar banyak hukum Taurat sehingga Allah menghancurkan mereka, melalui raja Babylonia, Nebukanedzar. Tempat-tempat ibadah mereka, termasuk tempat penyimpanan naskah asli Taurat dihancurkan. Nebukanedzar juga memaksa bangsa Yehuda melakukan kawin campur sehingga terjadi pula asimilasi kebudayaan. Karena dua kejadian ini, maka baik masyarakat Israel maupun Yehuda banyak yang melupakan bahasa Ibrani.

Nabi Uzair as pernah mencoba menulis ulang kitab Taurat nabi Musa as dalam bahasa Aram, karena bangsa Yahudi sudah banyak yang tidak bisa berbahasa Ibrani lagi. Naskah berbahasa Aram ini sempat diterjemahkan ke dalam bahasa Yunani yang dikenal sebagai Naskah Septuaginta. Namun kedua naskah tersebut hilang pada abad 2SM.

Dari penjelasan di atas, jelas bahwa kitab Taurat nabi Musa as sudah lenyap sejak abad ke-6 SM. Begitu pula salinan Nabi Uzair dan naskah Septuaginta. Lalu siapa yang menulis Ktab Perjanjian Lama yang sekarang digunakan umat Kristen Protestan dan Katolik Roma? Tdak ada umat Kristen yang dapat menjawab pertanyaan sederhana ini.

Kitab Perjanjian Baru

Kitab Perjanjian Baru terdiri dari empat kitab Injil (karangan Matius, Markus, Lukas, dan Yohannes), 13 surat yang ditulis Paulus, 3 surat Yohannes, 1 surat Yakobus, 1 surat Yudas, 2 surat Petrus, 1 surat Lukas kepada orang Ibrani, dan Wahyu kepada Yohannes. Semua surat yang ditulis Paulus, Yakobus, Yohannes, Yudas, Petrus, dan lain-lain jelas bukan firman Tuhan. Bagaimana dengan empat kitab Injil tersebut?

Nama yang melekat di belakang kata Injil adalah nama penulis Injil tersebut, yaitu Matius, Markus, Lukas, dan Yohannes. Namun siapakah keempat orang tersebut? Tidak ada keterangan yang jelas. Matius dan Yohannes penulis Injil bukanlah Matius dan Yohannes, dua dari 12 murid pilihan Yesus. Matius dan Yohannes sendiri yang menyatakan secara eksplisit dalam Injil mereka bahwa mereka bukan murid-murid Yesus. Bagaimana dengan Markus dan Lukas? Sama saja, tidak ada yang mengetahui siapa mereka sebenarnya. Matius, Markus, Yohannes, dan Lukas benar-benar sosok misterius dalam sejarah penulisan Injil. Betapa anehnya, kitab suci yang seharusnya digunakan sebagai pedoman hidup ternyata ditulis oleh sosok-sosok manusia yang tdak jelas identitasnya!! Apabila penulisnya saja sudah tidak jelas, bagaimana mungkin kita dapat meyakini kebenaran isinya?

Lalu, bagaimana asal mula umat Kristen menetapkan keempat Injil tersebut sebagai kitab suci kalau memang penulisnya tidak diketahui? Hal ini tidak terlepas dari kondisi penyebaran agama Kristen sekitar abad 2-3M. Saat itu begitu banyak Injil yang beredar dan digunakan sebagai kitab suci. Konsili di Nicea tahun 325M mengumpulkan puluhan Injil yang ditulis oleh penulis yang berbeda-beda, kemudian dipilih empat Injil secara random yang kemudian ditetapkan oleh Konsili dan Kaisar sebagai kitab suci yang resmi digunakan. Sedangkan puluhan Injil yang lain dimusnahkan.

Melihat sejarahnya yang seperti itu, tidak heran apabila Ahmed Deedat menyatakan bahwa ada 50.000 kesalahan dan pertentangan dalam Kitab Bibel Revised Standard Version terbitan tahun 1952 dan 1971. (Meskipun pada Bibel New Revised Standard Version kesalahan tersebut sudah dikurangi dan direvisi oleh manusia biasa.)

BUKTI-BUKTI KEPALSUAN AYAT-AYAT BIBEL

Begitu banyak pertentangan ayat dalam Bibel. Ayat-ayat yang saling bertentangan ini begitu banyaknya sehingga sulit untuk dipercaya bahwa ayat yang lain pun terjamin kebenarannya. Salah satu pertentangan ayat yang bisa disajikan di sini adalah, apakah Yesus diutus sebagai Rasul dengan membawa damai atau membuat peperangan?

“Sebab Allah mengutus AnakNya ke dunia bukan untuk menghakimi dunia, tapi untuk menyelamatkannya oleh Dia.” (Yohannes 3:17)

“Jangan kamu menyangka bahwa Aku datang untuk membawa damai di atas bumi. Aku datang bukan untuk membawa damai, melainkan pedang. Sebab aku datang untuk memisahkan orang dari ayahnya, anak perempuan dari ibunya, menantu perempuan dari mertuanya, dan musuh orang ialah orang seisi rumahnya.” (Matius 10:34-36)

Dalam satu kesempatan dialog dengan Pendeta dari Sekte Kristen Ortodoks Syria sekitar tahun 2001, penulis menanyakan tentang banyaknya pertentangan dalam Bibel dan dijawab,“Kami memang menyadari bahwa dalam Bibel terdapat ayat-ayat yang saling bertentangan. Namun dalam Bibel edisi yang akan datang, kami sudah merevisi ayat-ayat tersebut.”

Subhanallah, betapa hebatnya manusia yang sanggup merevisi firman Tuhan!! Dan mereka berterus terang mengaku kalau mereka melakukan perubahan-perubahan tersebut!! Lebih jauh lagi, ketika penulis menanyakan nasib umat Kristen yang sudah meninggal dan beriman pada ayat-ayat yang salah tersebut, Pendeta tersebut dengan enteng menjawab,“Kalau masalah itu, saya tidak tahu. Itu urusan mereka dengan Tuhan.”

Begitu banyak ayat yang menghina keagungan Allah swt sebagai Dzat yang Maha Agung dan Maha Perkasa.

“Ketika dilihat Tuhan, bahwa kejahatan manusia besar di bumi dan segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata, maka menyesallah Tuhan bahwa ia telah menjadikan manusia di bumi. Dan itu memilukan hatiNya.” (Kejadian 6:5-6)

“Namamu tidak akan disebutkan lagi Yakub, tapi Israel, sebab engkau telah bergumul melawan Allah dan manusia, dan engkau menang.” (Kejadian 32:28)

Dalam ayat pertama dijelaskan bahwa Allah swt menyesal dan sedih karena telah menciptakan manusia. Tidakkah Allah Maha Pencipta dan Maha Mengetahui segala yang telah, sedang, dan akan terjadi? Dan pada ayat kedua diceritakan bahwa Allah bergumul melawan Nabi Yakub, dan Allah kalah. Subhanallah, Maha Suci Allah atas apa-apa yang mereka sangka-sangkakan!! Tidakkah mengherankan akal sehat kita bahwa Tuhan yang diimani oleh umat Kristen berkali-kali tidak berdaya melawan manusia, sekali kalah duel melawan Nabi Yakub dan tidak berkutik saat disiksa dan dibaptis di kayu salib oleh kaum Yahudi!!

Begitu banyak ayat yang menghina kemuliaan para Nabi dan Rasul Allah.
Ayat-ayat tersebut menuduh mereka melakukan perbuatan yang hina dan tercela, seperti Nabi Nuh yang dituduh mabuk dan bertelanjang bulat (Kejadian 9:20), Nabi Luth yang dituduh berzinah dengan dua anak kandungnya hingga melahirkan anak-anak hasil perzinahan (Kejadian 19:30-38), Nabi Yehuda yang berzinah dengan mantan menantunya (Kejadian 38:16-18), Nabi Daud yang dituduh menipu Uria dan berzinah dengan istri Uria (II Samuel 11;2-5), dan Nabi Sulaiman dituduh gila wanita dan mendurhakai Tuhan (Raja-Raja I 11:1-4).

Dengan kata-kata yang begitu kasar dan joroknya hingga penulis tidak berani mengutipnya dalam tulisan ini, Bibel menceritakan kisah-kisah yang sangat tidak masuk akal mengenai Nabi dan Rasul Allah yang mulia. Mungkinkah kitab suci mengandung tulisan yang bahasanya bahkan lebih jorok dibandingkan buku-buku cerita porno yang dijual di kaki lima?

Begitu banyak perubahan atas Bibel yang dilakukan secara terang-terangan oleh Gereja. Perubahan-perubahan ini dilakukan secara periodic, pada ayat-ayat yang sering dijadikan bahan perdebatan panas antara umat Islam dan umat Kristen. Perubahan ini dilakukan baik berupa penambahan, pengurangan, maupun penggantian ayat dan dilakukan oleh baik Dewan Gereja di luar negeri maupun oleh Lembaga Alkitab Indonesia. Yang menarik untuk diketahui adalah perubahan ayat mengenai hukum halal haramnya memakan daging babi bagi umat Kristen Indonesia.

“Demikian juga babi, meskipun berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu.” (Imamat 11:7, Bibel terbitan Lembaga Alkitab Indonesia tahun 1968)

“Demikian juga babi hutan, meskipun berkuku belah, yaitu kukunya bersela panjang, tetapi tidak memamah biak, haram itu bagimu.” (Imamat 11:7, Bibel terbitan Lembaga Alkitab Indonesia tahun 1979)

PENDAPAT UMAT KRISTEN TENTANG KEPALSUAN BIBEL

David F. Hinson dalam buku The History of Israel (2001) menyatakan,“Dalam mempelajari sejarah Israel hendaknya selalu diingat bahwa kita berhadapan dengan legenda dan bukan sejarah. Cerita-cerita itu bukanlah laporan-laporan yang ditulis segera setalah peristiwa itu terjadi namun ditulis beberapa abad kemudian sebagai hasil ingatan seorang ayah yang bercerita kepada anak-anaknya dari satu generasi ke generasi berikutnya.”

Dr.GC van Niftrik dan DS BJ Boland dalam buku Dogmatika Masa Kini (1967) menyatakan terus terang,“Kita tidak usah malu-malu mengakui bahwa terdapat berbagai kekhilafan dalam Alkitab, kekhilafan tentang angka-angka perhitungan, tahun dan fakta. Dan tak perlu kita pertanggungkan kekhilafan itu pada caranya.”

Prof. Alvar Ellegard dalam bukunya Jesus 100 Years Before Christ (1999) mengatakan, “Tujuan mereka adalah untuk menyebarkan cerita tentang Yesus yang dikemas sesuai dengan ajaran yang telah ditetapkan Gereja mereka, yang dipungut dari berbagai sumber yang cocok dengan keinginan mereka, baik dari sumber sejarah, cerita dongeng, maupun khayalan.”

KESIMPULAN

Dari tulisan di atas, jelas bisa disimpulkan bahwa tudingan mengenai kepalsuan Bibel ternyata bukan saja terbukti dari ayat-ayat Bibel sendiri, namun juga diakui oleh para pemuka agama Kristen di seluruh dunia dan juga dari perubahan-perubahan ayat yang niscaya masih terjadi sampai saat ini. Mudah-mudahan, tulisan ini dapat membuat kita terus bersyukur atas nikmat Iman dan Islam yang Allah berikan kepada kita. Kita juga bisa merasa lega dan aman atas kebenaran Al Quran karena Allah telah berjanji untuk tetap menjaga kemurnian dan kebenarannya.

“Sesungguhnya Kami (Allah) yang menurunkan Al Quran dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya.” (QS Al Hijr:9)

Referensi Tambahan:
* Attaurrahim, Muhammad, Misteri Yesus dalam Sejarah, 1996, Pustaka Dai
* Deedat, Ahmed, Is the Bible God’s Word?, 1987, IPCI South Africa
* Ridenour, Fritz, Dapatkah Alkitab Dipercaya?, 1985, BPK Gunung Mulia


https://tausyah.wordpress.com