Teguran Rasulullah Pada Abubakar r.a

Posted: 7 Juni 2010 in Renungan
Tag:,

Dikeluarkan oleh Ahmad dan At-Tabarani dari Abu Hurairah r.a. bahawa seorang lelaki telah mencerca Abu Bakar r.a. Ketika itu, Rasulullah SAW juga sedang duduk di sana. Baginda SAW tersenyum dan keheranan melihatkan keadaan lelaki tersebut. ketika lelaki itu mula bersikap kurang ajar terhadap dirinya, Abu Bakar r.a. pun membalas beberapa kata lelaki tersebut. Dengan yang demikian, Rasulullah SAW menjadi marah lalu bangun dan dibuntuti oleh Abu Bakar r.a.. Abu Bakar berkata kepada Rasulullah SAW: “Lelaki itu bersikap kurang ajar terhadap diriku, oleh kerana itu aku membalasnya.
Ketika aku mulai membalasnya, kamu meninggalkan kami di tempat itu”.
Rasulullah SAW bersabda: “Apabila kamu tidak membalas kata-katanya, terdapat malaikat yang membalasnya untuk kamu. Walau bagaimanapun apabila kami mulai membalas kata-kata kasarnya itu syetan mula mengambil tempat dan duduk di antara kamu. yang demikian itu aku tidak mau
duduk bersama-sama dengan syaitan”.
Kemudian Rasulullah SAW bersabda lagi: “Ya Abu Bakar ! Terdapat tiga perkara yang benar yaitu:
1) Apabila seorang hamba itu dizalimi dengan satu kezaliman, maka dia meninggalkan tempat itu semata-mata kerana Allah, Allah akan menguatkan dan membantunya.
2) Apabila seseorang itu membuka pintu kedermawanannya dan memberi hadiah, maka Allah akan menambahkan kekayaannya.
3) Apabila seseorang itu mula meminta-minta untuk menambahkan kekayaannya, maka Allah akan mengurangkan kekayaannya.

https://tausyah.wordpress.com

Komentar
  1. […] Ali r.a., para sababat Rasul Allah s.a.w. lainnya, dan semua yang hadir dalam masjid itu tanpa ragu-ragu menerima Us­man bin Affan r.a. […]

  2. […] terkenal dengan sebutan “Dzun Nurain” (pemilik dua cahaya). Ia memeluk Islam di tangan Abu Bakar r.a. dan setelah menjadi orang beriman, ia sangat besar taqwanya kepada Allah dan setia kepada […]

  3. […] da­lam keadaan beliau selalu bersyukur. Sepeninggal beliau s.a.w. kaum muslimin membai’at Abu Bakar Ash Shiddiq sebagai Kha­lifah. Abu Bakar telah bekerja tanpa menghemat tenaga. Setelah wafat ia diganti oleh Umar. Umar pun telah […]

  4. […] bisu. Ayahnya juga mengatakan bahwa dia buta dan lumpuh tetapi ternyata dia menyambut kedatanganku dengan ramah dan mengulurkan tangan dengan mesra pula”, Kata Tsabit dalam hatinya. Tsabit berpikir, […]

  5. […] bila engkau pergi kepada ayahmu dan meminta pelayan darinya.” Kemudian Fatimah datang kepada Nabi SAW. Maka  beliau  bertanya  kepadanya  : “Apa  sebabnya engkau  datang,  wahai  anakku  […]

  6. […] bila engkau pergi kepada ayahmu dan meminta pelayan darinya.” Kemudian Fatimah datang kepada Nabi SAW. Maka  beliau  bertanya  kepadanya  : “Apa  sebabnya engkau  datang,  wahai  anakku  […]

  7. […] harinya Abu bakar r.a. pergi ke pasar dengan membawa makanan untuk diberikannya kepada pengemis itu. Abu bakar r.a mendatangi pengemis itu dan memberikan makanan itu kepada […]

  8. […] anak dan ayahnya dan ayah dengan anaknya. Ibrahim berkata, `Hai Ismail, sesungguhnya Allah memberiku sebuah perintah.’ Ismail berkata, `Lakukanlah apa yang diperintahkan oleh Tuhanmu.’ Ibrahim berkata, […]

  9. […] pasir dan dijemur di tengah terik matahari dengan badan ditindihi batu. Untung Bilal ditebus oleh Saiyidina Abu Bakar Assidiq dan dimerdekakan. Orang Habsyi ini kemudian terkenal sebagai sahabat dekat Rasulullah s.a.w. dan […]

  10. […] dan karena dekatnya mereka dengan barisan kaum wanita yang mengganggu konsetrasi dan mungkin dapat merusak ibadah mereka, dan mengganggu niat dan kekhusyu’an mereka, oleh karena itu jika Syari’ […]

  11. […] dari lingkungan sekitar hingga merasuk kedalam hati, akan bagaiamana sebuah hati menerjemahkan arti hidup ini. Jika hati itu baik, maka baiklah seluruh gerangan diri si pemilik hati itu, sedang jika ia […]

  12. […] pernah terjadi pada saya. Meskipun saya suka berdoa dan sejak kecil sudah mendengar cerita tentang yesus dan para nabi sebelumnya. Saya dibesarkan dalam keluarga yang sangat […]

  13. […] bila engkau pergi kepada ayahmu dan meminta pelayan darinya.” Kemudian Fatimah datang kepada Nabi SAW. Maka  beliau  bertanya  kepadanya  : “Apa  sebabnya engkau  datang,  wahai  anakku  […]

  14. […] bila engkau pergi kepada ayahmu dan meminta pelayan darinya.” Kemudian Fatimah datang kepada Nabi SAW. Maka  beliau  bertanya  kepadanya  : “Apa  sebabnya engkau  datang,  wahai  anakku  […]

  15. […] bisu. Ayahnya juga mengatakan bahwa dia buta dan lumpuh tetapi ternyata dia menyambut kedatanganku dengan ramah dan mengulurkan tangan dengan mesra pula”, Kata Tsabit dalam hatinya. Tsabit berpikir, mengapa […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s