Gugurnya Dosa Bersama Tetesan Air Wudhu

Posted: 7 Juni 2010 in Renungan
Tag:,

“Abu Nadjih (Amru) bin Abasah Assulamy r.a berkata : Pada masa Jahiliyah, saya merasa bahwa semua manusia dalam kesesatan, karena mereka menyembah berhala. Kemudian saya mendengar berita ; Ada seorang di Mekkah memberi ajaran-ajaran yang baik. Maka saya pergi ke Mekkah, di
sana saya dapatkan Rasulullah SAW masih sembunyi-sembunyi, dan kaumnya sangat congkak dan menentang padanya.
Maka saya berdaya-upaya hingga dapat menemuinya, dan bertanya kepadanya : “Siapakah kau ini ?
Jawabnya : Saya Nabi.
Saya tanya : Apakah nabi itu ?
Jawabnya : Allah mengutus saya.
Diutus dengan apakah ?
Jawabnya : Allah mengutus saya supaya menghubungi famili dan menghancurkan berhala, dan meng-Esa-kan Tuhan dan tidak menyekutukan-Nya dengan sesuatu apapun.
Saya bertanya : Siapakah yang telah mengikuti engkau atas ajaran itu ?
Jawabnya : Seorang merdeka dan seorang hamba sahaya ( Abubakar dan Bilal ).
Saya berkata : Saya akan mengikuti kau. Jawabnya : Tidak dapat kalau sekarang, tidakkah kau perhatikan keadaan orang-orang yang menentang kepadaku, tetapi pulanglah kembali ke kampung, kemudian jika telah mendengar berita kemenanganku, maka datanglah kepadaku. Maka segera saya
pulang kembali ke kampung, hingga hijrah Rasulullah SAW ke Madinah, dan saya ketika itu masih terus mencari berita, hingga bertemu beberapa orang dari familiku yang baru kembali dari Madinah, maka saya bertanya : Bagaimana kabar orang yang baru datang ke kota Madinah itu ? Jawab mereka : Orang-orang pada menyambutnya dengan baik, meskipun ia akan dibunuh oleh kaumnya, tetapi tidak dapat. Maka berangkatlah saya ke Madinah dan bertemu pada Rasulullah S.A.W. Saya berkata : Ya Rasulullah apakah kau masih ingat pada saya ?
Jawabnya : Ya, kau yang telah menemui saya di Mekkah. Lalu saya berkata : Ya Rasulullah beritahukan kepada saya apa yang telah diajarkan Allah kepadamu dan belum saya ketahui.
Beritahukan kepada saya tentang shalat ? Jawab Nabi : Shalatlah waktu Shubuh, kemudian hentikan shalat hingga matahari naik tinggi sekadar tombak, karena pada waktu terbit matahari itu seolah-olah terbit di antara dua tanduk syaitan, dan ketika itu orang-orang kafir menyembah sujudkepadanya.

Kemudian setelah itu kau boleh shalat sekuat tenagamu dari sunnat, karena shalat itu selalu disaksikan dan dihadiri Malaikat, hingga matahari tegak di tengah-tengah, maka di situ hentikan shalat karena pada saat itu dinyalakan Jahannam, maka bila telah telingsir dan mulai ada bayangan, shalatlah, karena shalat itu selalu disaksikan dan dihadiri Malaikat, hingga shalat Asar. Kemudian hentikan shalat hingga terbenam matahari, karena ketika akan terbenam matahari itu seolah-olah terbenam di antara dua tanduk syaithan dan pada saat itu bersujudlah orang-orang kafir.

Saya bertanya : Ya Nabiyullah : Ceriterakan kepada saya tentang wudlu’ ! Bersabda Nabi : Tiada seorang yang berwudlu’ lalu berkumur dan menghirup air, kemudian mengeluarkannya dari hidungnya melainkan keluar semua dosa-dosa dari mulut dan hidung. Kemudian jika ia membasuh mukanya menurut apa yang diperintahkan Allah, jatuhlah dosa-dosa mukanya dari ujung jenggotnya bersama tetesan air. Kemudian bila membasuh kedua tangan sampai kedua siku, jatuhlah dosa-dosa dari ujung jari-jarinya bersama tetesan air. Kemudian mengusap kepala maka jatuh semua dosa dari ujung rambut bersama tetesan air, kemudian membasuh dua kaki ke mata kaki, maka jatuhlah semua dosa kakinya dari ujung jari bersama tetesan air. Maka bila ia shalat sambil memuja dan memuji Allah menurut lazimnya, dan membersihkan hati dari segala sesuatu selain Allah, maka keluar dari semua dosanya bagaikan lahir dari perut ibunya ” ( HR. Muslim )

https://tausyah.wordpress.com

 

 

 

Komentar
  1. […] Aku menerima (pembai’at­an itu) jika didasarkan kepada Kitab Allah, Sunnah Rasul s.a.w. dan ijtihadku […]

  2. […] yang dengan gigih dan setia mengikuti tauladan Nabi Muhammad s.a.w. Ia seorang zahid yang penuh taqwa kepada Allah dan Rasul-Nya, tidak berpangku tangan membiarkan kebatilan melanda […]

  3. […] Ismail melalui Muhammad Saw akan menjadi suatu bangsa yang besar dan menghasilkan banyak orang yang beriman kepada Allah secara penuh dan totalitas sebagai yang dimaksud dengan buah kerajaan itu (yaitu kerajaan […]

  4. […] pertentangan antara kehidupan yang terangsang oleh kenikmatan-­kenikmatan duniawi dengan kehidupan zuhud. Hal ini akan ter­bukti kebenarannya pada babak-babak terakhir dari proses per­tentangan antara […]

  5. […] siksa berat. Orang yang paling mulia di sisi Allah dan yang terdekat hubungannya dengan Dia, ialah orang yang paling taqwa dan patuh kepada perintah dan larangan-Nya, yang paling setia kepada-Nya, yang paling ikhlas […]

  6. […] MATIUS 19: 16, 17 – Maka tiba-tiba datanglah seorang kepadanya, serta berkata: “Ya Guru, kebajikan apakah patut hamba perbuat, supaya beroleh hidup yang kekal?” Maka kata Yesus kepadanya: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepadaku dari hal kebajikan? Ada Satu yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi jikalau engkau mau masuk kepada hidup, turutlah hukum-hukum itu.” Dari ayat-ayat tersebut, kita perhatikan pengakuannya tentang penyerahan dirinya, taatnya kepada Tuhan. […]

  7. […] obyektif. Thalhah me­mang dipandang telah berbuat salah, tetapi kesalahannya tidak menghilangkan kebajikan-kebajikan dan jasa-jasanya bagi Islam dan kaum muslimin. Fikiran-fikiran seperti itu layak dimiliki oleh seorang pemimpin […]

  8. […] M) adalah salah seorang murid utama Lucian berbangsa Libya yang juga bersama-sama dengan gurunya menegakkan ajaran Tauhid kepada Allah, Arius merupakan seorang presbyter (ketua majelis agama /gereja) digereja Baucalis Alexandria, […]

  9. […] kepada Tuhannya hanya secara fisik.. Tujuan penurunan ayat adalah untuk memberi inspirasi agar manusia bisa mendekatkan diri secara bathin kepada Tuhannya, dan bukan Tuhan datang sendiri kedunia secara fisik untuk meyakinkan […]

  10. […] itu adalah orang-orang yang sangat dendam terhadap dirimu. Mereka akan menumpahkan darahmu, dan akan bertaqarrub kepada Allah me­lalui perjuangan melawanmu. Mereka telah bersumpah hendak membunuhmu. Seandainya mereka tidak […]

  11. […] benar, untuk dimenangkan atas agama-agama lain, walau ka­um musyrikin tidak menyukainya. Kemudian shalatku, ibadahku, hidup dan matiku, semuanya kupersembahkan kepada Allah, Tuhan penguasa alam semesta, tanpa sekutu apa pun bagi-Nya. […]

  12. […] tetapi memakai Taurat Perjanjian Lama yang telah diperbaharui menjadi “Injil Perjanjian Baru” yang membawa manusia kepada iman, kebenaran dan kasih; artinya Taurat dalam bentuk “hukum […]

  13. […] وَاجْتَنِبُوا الطَّاغُوتَ Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus Rosul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Alloh (saja), dan jauhilah Thoghut itu”. […]

  14. […] saya sangat berharap agar ketiga saudara saya bisa mengikuti jejak saya. Saya ingin mereka seiman dan seagama dengan saya. Namun, keinginan itu hanya sebuah kesia-siaan belaka. Saya menemui kendala yang tak […]

  15. […] kepadaku ada suatu keanehan yang ia rasakan di saat melawat masjid tersebut. Ia dapat merasakan adanya kehidupan ruhani dan ketenangan jiwa di […]

  16. […] mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus.” (Al-Bayyinah: […]

  17. […] Fatimah lalu melepas kain kerudungnya, lalu memberikannya kepada Salman, dengan permintaan agar Salman membawanya barang itu ke Shamoon, seorang Yahudi, untuk ditukar dengan jagung.  Salman  dan  orang  yang  baru  saja  memeluk  agama Islam itu sangat terharu. Dan orang Yahudi itu pun sangat terkesan atas kemurahan hati putri Nabi, dan ia juga memeluk agama Islam dengan menyatakan  bahwa  Taurat  telah memberitahukan kepada golongannya tentang berita  akan lahirnya sebuah keluarga yang amat berbudi luhur. […]

  18. […] Fatimah lalu melepas kain kerudungnya, lalu memberikannya kepada Salman, dengan permintaan agar Salman membawanya barang itu ke Shamoon, seorang Yahudi, untuk ditukar dengan jagung.  Salman  dan  orang  yang  baru  saja  memeluk  agama Islam itu sangat terharu. Dan orang Yahudi itu pun sangat terkesan atas kemurahan hati putri Nabi, dan ia juga memeluk agama Islam dengan menyatakan  bahwa  Taurat  telah memberitahukan kepada golongannya tentang berita  akan lahirnya sebuah keluarga yang amat berbudi luhur. […]

  19. […] Fatimah lalu melepas kain kerudungnya, lalu memberikannya kepada Salman, dengan permintaan agar Salman membawanya barang itu ke Shamoon, seorang Yahudi, untuk ditukar dengan jagung.  Salman  dan  orang  yang  baru  saja  memeluk  agama Islam itu sangat terharu. Dan orang Yahudi itu pun sangat terkesan atas kemurahan hati putri Nabi, dan ia juga memeluk agama Islam dengan menyatakan  bahwa  Taurat  telah memberitahukan kepada golongannya tentang berita  akan lahirnya sebuah keluarga yang amat berbudi luhur. […]

  20. […] Nabi!” Ke­mudian dengan khidmat ia berkata lebih lanjut: “Sekarang aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasul Allah. Ya Amiral Mukminin, memang benarlah baju besi ini ke­punyaan anda. Waktu anda berangkat ke […]

  21. […] yang dengan gigih dan setia mengikuti tauladan Nabi Muhammad s.a.w. Ia seorang zahid yang penuh taqwa kepada Allah dan Rasul-Nya, tidak berpangku tangan membiarkan kebatilan melanda […]

  22. […] yang dengan gigih dan setia mengikuti tauladan Nabi Muhammad s.a.w. Ia seorang zahid yang penuh taqwa kepada Allah dan Rasul-Nya, tidak berpangku tangan membiarkan kebatilan melanda […]

  23. […] yang dengan gigih dan setia mengikuti tauladan Nabi Muhammad s.a.w. Ia seorang zahid yang penuh taqwa kepada Allah dan Rasul-Nya, tidak berpangku tangan membiarkan kebatilan melanda […]

  24. […] yang dengan gigih dan setia mengikuti tauladan Nabi Muhammad s.a.w. Ia seorang zahid yang penuh taqwa kepada Allah dan Rasul-Nya, tidak berpangku tangan membiarkan kebatilan melanda […]

  25. […] yang dengan gigih dan setia mengikuti tauladan Nabi Muhammad s.a.w. Ia seorang zahid yang penuh taqwa kepada Allah dan Rasul-Nya, tidak berpangku tangan membiarkan kebatilan melanda […]

  26. […] kaum laki-laki, sehingga terhindar dari bercampur dengan mereka, melihat mereka dan keterkaitan hati ketika melihat gerak-gerik mereka dan mendengar perkataan mereka dan Rasulullah shallallahu […]

  27. […] dari lingkungan sekitar hingga merasuk kedalam hati, akan bagaiamana sebuah hati menerjemahkan arti hidup ini. Jika hati itu baik, maka baiklah seluruh gerangan diri si pemilik hati itu, sedang jika […]

  28. […] Setelah keislamannya juga banyak orang yang beranggapan bahwa dia menjadi seorang muslim hanyalah untuk mencari popularitas alias untuk mencari perhatian publik semata. […]

  29. […] para Nabi!” Ke­mudian dengan khidmat ia berkata lebih lanjut: “Sekarang aku bersaksi, bahwa tiada Tuhan selain Allah dan Muhammad Rasul Allah. Ya Amiral Mukminin, memang benarlah baju besi ini ke­punyaan anda. Waktu anda berangkat ke […]

  30. […] Aku menerima (pembai’at­an itu) jika didasarkan kepada Kitab Allah, Sunnah Rasul s.a.w. dan ijtihadku […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s