Riba Merajalela

Posted: 13 Juni 2010 in Kiamat Dan Tanda - Tandanya
Tag:

OlehYusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil

MUKADIMAH
Artikel ini diambil dari sebagian kecil Tanda-Tanda Kiamat Shugro, yang dimaksud dengan tanda-tanda kiamat shugro (kecil) ialah tanda-tandanya yang kecil, bukan kiamatnya. Tanda-tanda ini terjadi mendahului hari kiamat dalam masa yang cukup panjang dan merupakan berbagai kejadian yang biasa terjadi. Seperti, terangkatnya ilmu, munculnya kebodohan, merajalelanya minuman keras, perzinaan, riba dan sejenisnya.

Dan yang penting lagi, bahwa pembahasan ini merupakan dakwah kepada iman kepada Allah Ta’ala dan Hari Akhir, dan membenarkan apa yang disampaiakan oleh Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam, disamping itu juga merupakan seruan untuk bersiap-siap mencari bekal setelah mati nanti karena kiamat itu telah dekat dan telah banyak tanda-tandanya yang nampak.
________________________________

Di antara tanda-tanda semakin dekatnya kiamat lagi ialah munculnya riba secara merajalela di tengah-tengah masyarakat dan ketidakpedulian mereka terhadap makanan yang haram. Di dalam suatu hadits yang diriwayatkan dari Ibnu Mas’ud radhiyallahu anhu dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, beliau bersabda.

“Artinya : Menjelang datangnya hari kiamat akan merajalela riba”. [Diriwayatkan oleh Thabrani sebagaimana termaktub dalam At-Targhib Wat-Tarhib karya Al-Mundziri 3:9, dan beliau berkata, “Perawi-perawinya adalah perawi-perawi shahih”]

Dan di dalam kitab Shahih diriwayatkan dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda.

“Artinya : Sungguh akan datang pada manusia suatu zaman yang pada waktu itu orang tidak memperdulikan lagi harta yang diperolehnya, apakah dari jalan halal atau dari jalan haram”. [Shahih Bukhari, Kitab Al-Buyu’, Bab Qaulil-Lah Azza wa Jalla : “Yaa ayyuhal-ladziina aamanuu ta’kuluu ar-ribaa” 4 : 313, dan Sunan Nasa’i 7 : 234, Kitab Al-Buyu’, Bab Ijtinaabi Asy-Syubuhaat fi Al-Kasbi].

Kandungan atau isi hadits-hadits ini telah terbukti pada banyak kaum muslimin pada masa sekarang ini. Mereka tidak memilih yang halal lagi dalam berusaha, bahkan mereka kumpulkan saja harta baik dari jalan halal maupun dari jalan haram. Dan kebanyakan hal ini karena keterlibatan mereka dalam muamalah riba. Banyak bank yang berpaktik secara ribawi, dan banyak pula orang yang terjerembab ke dalammnya.

Betapa jelinya Imam Bukhari hingga beliau memasukkan hadits ini dalam Bab Firman Allah Azza wa Jalla “Yaa ayyuhal-ladziina amanuu laa ta’kulur-ribaa adh’aafan mudhoo’affah” ayat 130 surat Ali Imran (Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan riba secara berlipat ganda), untuk mejelaskan, bahwa praktik memakan riba secara berlipat ganda itu akan terjadi secara leluasa, yakni apabila manusia tidak mempedulikan cara mencari harta serta tidak membedakan antara yang halal dan yang haram.

[Disalin dari buku Asyratus Sa’ah Fasal Tanda-Tanda Kiamat Kecil oleh Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA Edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat hal. 108. terbitan Pustaka Mantiq. Penerjemah Drs As’ad Yasin dan Drs Zaini Munir Fadholi]
Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=mo re&article_id=646&bagian=0

Komentar
  1. […] yang berjalan dalam malam yang gelap untuk pergi menunaikan shalat Isyak berjamaah, Allah S.W.T haramkan dirinya daripada terkena nyala api neraka dan diberikan kepadanya cahaya untuk menyeberangi Titian […]

  2. […] barang kali ALLAH hendak mensucikan dirinya besertamu hingga ia berbaik-baik diri dalam hal akhlak, aqidah lagi keimanannya disisimu. ALLAH mengetahui apa-apa yang ada pada geranganmu sedang kamu tiada […]

  3. […] barang kali ALLAH hendak mensucikan dirinya besertamu hingga ia berbaik-baik diri dalam hal akhlak, aqidah lagi keimanannya disisimu. ALLAH mengetahui apa-apa yang ada pada geranganmu sedang kamu tiada […]

  4. […] barang kali ALLAH hendak mensucikan dirinya besertamu hingga ia berbaik-baik diri dalam hal akhlak, aqidah lagi keimanannya disisimu. ALLAH mengetahui apa-apa yang ada pada geranganmu sedang kamu tiada […]

  5. […] barang kali ALLAH hendak mensucikan dirinya besertamu hingga ia berbaik-baik diri dalam hal akhlak, aqidah lagi keimanannya disisimu. ALLAH mengetahui apa-apa yang ada pada geranganmu sedang kamu tiada […]

  6. […] barang kali ALLAH hendak mensucikan dirinya besertamu hingga ia berbaik-baik diri dalam hal akhlak, aqidah lagi keimanannya disisimu. ALLAH mengetahui apa-apa yang ada pada geranganmu sedang kamu tiada […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s