Pakaian Untuk Berfoya-foya dan Kesombongan

Posted: 8 Juni 2010 in Pakaian dan Perhiasan
Tag:

Ketentuan secara umum dalam hubungannya dengan masalah menikmati hal-hal yang baik, yang berupa makanan, minuman ataupun pakaian, iaitu tidak boleh berlebih-lebihan dan untuk kesombongan.

Berlebih-lebihan, iaitu melampaui batas ketentuan dalam menikmati yang halal. Dan yang disebut kesombongan, iaitu erat sekali hubungannya dengan masalah niat, dan hati manusia itu berkait dengan masalah yang zahir. Dengan demikian apa yang disebut kesombongan itu ialah bermaksud untuk bermegah-megah dan menunjuk-nunjukkan serta menyombongkan diri terhadap orang lain. Padahal Allah samasekali tidak suka terhadap orang yang sombong. Seperti firmanNya:

“Allah tidak suka kepada setiap orang yang angkuh dan sombong.” (al-Hadid: 23)

Dan Rasulullah s.a.w. juga bersabda: “Barangsiapa melabuhkan kainnya kerana sombong, maka Allah tidak akan melihatnya nanti di hari kiamat.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Kemudian agar setiap muslim dapat menjauhkan diri dari hal-hal yang menyebabkan kesombongan, maka Rasulullah s.a.w. melarang berpakaian yang berlebih-lebihan, dimana hal tersebut akan dapat menimbulkan perasaan angkuh, membanggakan diri pada orang lain dengan bentuk-bentuk lahiriah yang kosong itu.

Di dalam hadisnya, Rasulullah s.a.w. bersabda sebagai berikut, “Barangsiapa memakai pakaian yang berlebih-lebihan, maka Allah akan memberikan pakaian kehinaan nanti di hari kiamat.” (Riwayat Ahmad, Abu Daud, Nasa’i dan Ibnu Majah dengan sanad yang dipercaya)

Ada seorang laki-laki bertanya kepada Ibnu Umar tentang pakaian apa yang harus dipakainya? Maka jawab Ibnu Umar: “iaitu pakaian yang kiranya kamu tidak akan dihina oleh orang-orang bodoh dan tidak dicela oleh kaum filsuf.” (Riwayat Thabarani)

Komentar
  1. […] seorang budak wanita yang beriman kepada ALLAH dan kepada beliau, lalu beliau menguji kebenaran keimanan wanita itu dengan berkata : “Dimanakah ALLAH?”, wanita itu menjawab : Dilangit..(Arsy […]

  2. […] : bercampurnya kaum perempuan dengan muhrimnya dari kaum laki-laki ( orang-orang yang tidak boleh ia nikahkan selama-lamanya, seperti ayah, saudara […]

  3. […] bawah ini terdapat sejumlah fatwa ulama besar yang berkedudukan di Saudi Arabia tentang berbagai masalah penting yang sangat dibutuhkan oleh setiap muslim dan […]

  4. […] kepada ALLAH dan tidak pula pada Rasul-Nya, yang sedemikian itu adalah lebih dekat kemudharatannya daripada kebaikannya bagi orang-orang yang […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s