Cinta Di Atas Cinta Dua Orang Sahabat Rasulullah, Alangkah Baiknya Menjadi Seorang Pecinta Sejati Dan Masing-Masing Manusia Akan Kembali Dengan Membawa Kecintaannya

Posted: 14 Mei 2011 in Renungan
Tag:, , , , , , , , , ,
https://tausyah.wordpress.com/Animasi-Cinta-ALLAH-Rasulullah

Animasi Cinta ALLAH dan Rasulullah

Sejati adalah Kekal, dan pecinta sejati terhadap ALLAHlah kekekalan itu. Sedang para pecinta sejati terhadap dunia tiadalah haq dan kebenarannya sebab semua pasti akan binasa.

Menjelang perang uhud, Abdullah bin Jahsy mengajak sahabatnya, Sa’d bin Abi Waqqash untuk berdo’a. Ajakan itu disetujui oleh Sa’d. Keduanya mulai berdo’a. Sa’d berdo’a terlebih dahulu: “Tuhanku, jika nanti aku berjumpa dengan musuhku, berilah aku musuh yang sangat perkasa. Aku berusaha membunuh dia dan dia pun berusaha membunuhku. Engkau berikan kemenangan kepadaku sehingga aku berhasil membunuhnya dan kemudian mengambil miliknya (sebagai rampasan perang).”

Abdullah mengaminkannya. Tiba giliran Abdullah berdo’a: Tuhanku, berilah aku musuh yang gagah perkasa. Aku berusaha membunuhnya, dan ia berusaha membunuhku. Kemudian ia memotong hidung dan telingaku. Kalau nanti aku bertemu dengan-Mu. Engkau akan bertanya, ‘man jada’a anfaka wa udzunaka?’ (Siapa yang telah memotong hidung dan telingamu?). Aku akan menjawab bahwa keduanya terpotong ketika aku berjuang di jalan-Mu dan jalan Rasulullah (fika wa fi rasulika). Dan Engkau, ya Allah akan berkata, “kamu benar!” (shadaqta).Sa’d mengaminkan do’a Abdullah tersebut. Keduanya berangkat ke medan Uhud dan do’a keduanya dikabulkan oleh Allah.
Sa’d bercerita kepada anaknya, “Duhai anakku, do’a Abdullah lebih baik daripada do’aku. Di senja hari aku lihat hidung dan telinganya tergantung pada seutas tali.”

Kisah ini telah melukiskan sebuah cara untuk mengukur cinta kita pada Allah. Sementara banyak orang yang berdo’a agar mendapat ini dan itu, seorang pencinta sejati akan berdo’a agar dapat bertemu dengan kekasihnya sambil membawa sesuatu yang bisa dibanggakan.

Ketika di padang mahsyar nanti Allah bertanya pada anda: “Dari mana kau peroleh hartamu di dunia?” Anda akan menjawab, “harta itu kuperoleh dengan kolusi dan korupsi, dengan memalsu kuitansi, dengan mendapat cipratan komisi.”

Allah bertanya lagi, “apa saja yang telah engkau lakukan di dunia?”

“Kuhiasi hidupku dengan dosa dan nista, tak henti-hentinya kucintai indah dan gemerlapnya dunia hingga aku dipanggil menghadap-Mu.” Allah dengan murka akan menjawab, “kamu benar!”

Bandingkan dengan seorang hamba lain yang ketika di padang mahsyar berkata pada Allah: “Telah kutahan lapar dan dahaga di dunia, telah kubasahi bibirku dengan dzikir, dan telah kucurahkan waktu dan tenagaku untuk keagungan nama-Mu, telah kuhiasi malamku dengan ayat suci-Mu dan telah kuletakkan dahiku di tikar sembahyang bersujud di kaki kebesaran-Mu.”

Dan Allah akan menjawab, “kamu benar!”

Duhai…. adakah kebahagian yang lebih dari itu; ketika seorang hamba menceritakan amal-nya dan Allah akan membenarkannya.

Maukah kita pulang nanti ke kampung akherat dengan membawa amal yang bisa kita banggakan? Maukah kita temui “kekasih” kita sambil membawa amalan yang akan menyenangkan-Nya?

Komentar
  1. […] sains dan modern, demikian pula dengan sunnah – sunnah Rasulullah yang menerangkan atas kalimat-kalimat wahyu dari ALLAH Subhana wa Ta’ala Rabb sekalian alam. Wallahu Ta’ala […]

  2. […] sains dan modern, demikian pula dengan sunnah – sunnah Rasulullah yang menerangkan atas kalimat-kalimat wahyu dari ALLAH Subhana wa Ta’ala Rabb sekalian alam. Wallahu Ta’ala […]

  3. […] mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada … […]

  4. […] mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali yang (biasa) nampak dari mereka.Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka, kecuali kepada … […]

  5. […] Padahal jika anda kembali melihat tulisannya dalam ilmu yang mulia ini, anda akan jumpai sekedar kumpulan nukilan-nukilan dari sini dan dari sana, lalu jadilah sebuah karya tersebut. Nah, apakah faktor […]

  6. […] Padahal jika anda kembali melihat tulisannya dalam ilmu yang mulia ini, anda akan jumpai sekedar kumpulan nukilan-nukilan dari sini dan dari sana, lalu jadilah sebuah karya tersebut. Nah, apakah faktor […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s