Arsip untuk Juni, 2011

https://tausyah.wordpress.com/Allah-Ta'ala

ALLAH Ta'ala

Maha Suci ALLAH atas persangkaan para hamba-Nya, tiadalah ALLAH menghadirkan sesuatu yang batil daripadamu, melainkan ALLAH Subhana wa Ta’ala telah mengabarkan segala sesuatu yang hendaknya diketahui oleh manusia melalui suatu ketetapan dari sisi-Nya Yang Maha Mulia yaitu Al-Qur’an. Maka sekali-kali janganlah engkau mengambil dalil tentang sesuatu yang diluar dari pada ketetapan itu, barang siapa yang mengambil jalan yang lain selain daripada Al-Qur’an dan Sunnah Rasul niscaya mereka itulah orang-orang yang merugi.

Sesungguhnya ALLAH telah mengabarkan kepada manusia pada ummat yang terdahulu dan yang kemudian bahwa ALLAH Subhana wa Ta’ala berada di atas arasy-Nya yang agung di atas lapisan langit yang tertinggi. Sebagaimana Firman ALLAH Ta’ala yang berbunyi : 

Allah-lah Yang meninggikan langit tanpa tiang (sebagaimana) yang kamu lihat, kemudian Dia bersemayam di atas `Arsy, dan menundukkan matahari dan bulan. Masing-masing beredar hingga waktu yang ditentukan. Allah mengatur urusan (makhluk-Nya), menjelaskan tanda-tanda (kebesaran-Nya), supaya kamu meyakini pertemuan (mu) dengan Tuhanmu.Al-A’raaf : 002. (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Animasi-Cinta

Animasi Cinta ALLAH

Umar bin Khothob pernah berkata kepada Rasulullah : ”Wahai Rasulullah sesungguhnya Engkau lebih aku cintai daripada seluruh manusia kecuali diriku sendiri.”

Rasulullah menjawab : ”Tidak wahai Umar. Hingga aku lebih engkau cintai daripada dirimu sendiri.” Rasulullah memberi petunjuk agar Umar mencintai Allah dan Rasul-Nya dengan puncak cintanya. Dan inilah cinta yang sempurna.

Setelah memahami makna cinta, untuk itu marilah menelusuri tingkatan-tingkatan cinta.

Al-Imam Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah berkata sesungguhnya cinta memiliki 7 tingkatan, di antaranya adalah :

’Alaqoh

Makna ’alaqoh adalah ikatan atau bisa juga diartikan dengan kecenderungan hati.

Disebut ’alaqoh karena orang tersebut memiliki hubungan atau ikatan dengan yang dicintainya.

Pada sebuah syair disebutkan :

Engkau telah membuatku terpikat, tertambat dan terikat, sejak pertama aku melihat. (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/al-mujahidin

Al-Mujahidin

Dalam kegemparan terjadinya peperangan Yarmuk, salah seorang panglima Romawi yang bermana George memanggil Khalid bin Walid. Kedua orang panglima itu saling mendekat sampai kedua kepala kuda mereka saling bertemu. Kepada Khalid, George bertanya: “Wahai Khalid, aku meminta kamu berbicara dengan jujur dan jangan berdusta sedikitpun, kerana Tuhan Yang Maha Mulia tidak pernah berdusta, dan jangan pula kamu menipuku, karana sesungguhnya orang yang beriman itu tidak akan berdusta di sisi Allah.”

“Tanyalah apa yang ingin engkau tanyakan,” kata Khalid.

“Apakah Allah menurunkan kepada Nabi-Nya Muhammad SAW sebuah pedang dari langit kemudian diberikannya kepadamu sehingga jika kamu pakai pedang itu untuk berperang, pasti kamu akan menang?”

“Tidak!” Jawab Khalid.

“Apakah sebabnya kamu digelar dengan Saifullah (Pedang Allah)?” Tanya George.

Khalid menjawab: “Ketika Allah SWT mengutus Nabi Muhammad SAW, seluruh kaumnya sangat memusuhinya termasuk juga aku, aku adalah orang yang paling membencinya. Setelah Allah SWT memberikan hidayah-Nya kepadaku, maka aku pun masuk Islam. Ketika aku masuk Islam Rasulullah SAW menerimaku dan memberi gelaran kepadaku “Saifullah” (pedang Allah).” (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Bismillah

Bissmillah

sambungan dari kisah Masa Kecil Nabi Muhammad sebelumnya..

Pada suatu  kali, Muhammad  kecil turut  berdagang  bersama  pamannya,   Abu  Talib,  ke Syam. Muhammad  mulai  mengenal  pasar- pasar, berjalan  bahumembahu  dengan  pedagang-pedagang lainnya. Di suatu  dataran  tinggi di Syam, tinggallah  seorang   pendita  bernama Buhaira. Ia memperhatikan   setiap orang yang  lalu dan pergi  ke  daerahnya  itu.  Ia seorang yang amat  tekun beribadat menyembah  ALLAH sebagai pengikut nabi Isa Al – Masih yang  masih lurus ajarannya,  serta membaca  kitab- kitab lama.   Di  antaranya  ia   membaca Injil  Barnaba,   dimana   tertulis   bahawa  Nabi Isa  al-Masih  pernah   berkata, bahawa akan  datang  seorang Rasul   sesudahku  bernama  Ahmad,  dan apabila  Rasul  yang bernama Ahmad ini berjalan akan dilindungi oleh awan.

Pada suatu hari  Pendita  Buhaira  melihat serombongan kafilah  Arab datang  menuju   Syam   yang  selalu   diikuti   oleh awan  di  atasnya. Kafilah  ini didatanginya,  dipersilakannya  mampir  di rumah   kediamannya.   Kafilah  ini  adalah kafilah   yang   dipimpin  oleh   Abu  Talib, dimana  Muhammad    turut serta  di dalamnya. Pendita   Buhaira   memperhatikan   gerak- gerik   anak  yang  bernama   Muhammad  itu, akhirnya  ia  yakin  bahawa anak itulah yang akan diutus  Allah menjadi  Nabi dan Rasul  sesudah Isa al-Masih  a.s.  memberi nasihat  kepada Abu  Talib  agar  anak  ini dijaga   baik   baik,  jangan  terlengah  dari penjagaan,  sebab ia  kelak  akan menjadi seorang maha penting. Dengan  nasihat  dan  keyakinan   Pendita Buhaira   ini, Abu  Talib    semakin  cinta terhadap  anak  saudaranya   yang bernama   Muhammad  ini.   Bukan    saja cinta,  melainkan ditambah    dengan  perasaan harap  dan hormat. (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Islam

Islam

Dari Abu Said al-Khudri r.a. dari Nabi Shallallahu Alaihi wa Sallam  sabdanya:

“Dajjal keluar lalu ada seseorang dari golongan kaum mu’minin, ia ditemui oleh beberapa orang penyelidik (mata-mata) yakni para penyelidik dari Dajjal. Mereka berkata kepada orang itu:

“Ke manakah engkau hendak bersengaja pergi?”

la menjawab: “Saya sengaja akan pergi ke tempat orang yang keluar – yakni yang baru muncul dan yang dimaksudkan ialah Dajjal.”

Mereka berkata: “Adakah engkau tidak beriman dengan Tuhan kita.”

la menjawab: “Tuhan kita tidak samar-samar lagi sifat-sifat keagungannya – sedangkan Dajjal itu tampaknya saja menunjukkan kedustaannya.”

Orang-orang itu sama berkata: “Bunuhlah ia.”

Sebahagian orang berkata kepada yang lainnya: “Bukankah engkau semua telah dilarang oleh Tuhanmu kalau membunuh seseorang tanpa memperoleh persetujuannya.”

Mereka pun pergilah dengan membawa orang itu ke Dajjal.

Setelah Dajjal dilihat oleh orang mu’min itu, lalu orang mu’min tadi berkata: (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Dajjal-Nabi-Isa-Yakjuj-Makjuj

Dajjal, Nabi Isa, Yakjuj Dan Makuj

sambungan dari kisah dalam hadist sebelumnya..

Dalam keadaan sebagaimana di atas itu, tiba-tiba Allah Ta’ala mengutus Isa al- Masih putera Maryam. la turun di menara (rumah tinggi) putih warnanya, yang terletak di sebelah selatan Damsyik, iaitu mengenakan dua lembar pakaian yang bersumba, dengan meletakkan kedua tapak tangannya atas sayap dua malaikat. Jikalau ia menundukkan kepalanya, maka mencucurlah air dari kepalanya itu, sedang apabila ia mengangkatnya, maka berjatuhan-lah daripadanya permata-permata besar bagaikan mutiara.

Maka tiada seorang kafirpun yang berdiam di sesuatu tempat yang dapat mencium bau tubuhnya itu, melainkan ia pasti mati dan jiwanya itu terhenti sejauh terhentinya pandangan matanya. Selanjutnya al-Masih mencari Dajjal itu sehingga dapat menemukannya di pintu gerbang negeri Luddin, kemudian ia membunuhnya.Seterusnya Isa a.s. mendatangi kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari kejahatan Dajjal itu, lalu ia mengusap wajah-wajah mereka (maksudnya melapangkan kesukaran-kesukaran yang mereka alami selama kekuasaan Dajjal tersebut) dan ia memberitahukan kepada mereka bahawa mereka akan memperolehi derajat yang tinggi dalam syurga. Dalam keadaan yang sedemikian itu lalu Allah memberikan wahyu kepada Isa a.s. bahawasanya Aku (ALLAH Subhana wa Ta’ala) telah mengeluarkan beberapa orang hambaKu yang tiada kekuasaan bagi siapapun untuk menentang serta berlawanan perang dengan mereka itu. (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Dajjal

Dajjal

Dari Anas r.a., berkata: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tiada suatu negeri pun melainkan akan diinjak oleh Dajjal, kecuali hanya Makkah dan Madinah yang tidak. Tiada suatu lorong-pun dari lorong-lorong Makkah dan Madinah itu, melainkan di situ ada para malaikat yang berbaris rapat untuk melindunginya. Kemudian Dajjal itu turunlah di suatu tanah yang berpasir – di luar Madinah – lalu kota Madinah bergoncanglah sebanyak tiga goncangan dan dari goncangan- goncangan itu Allah akan mengeluarkan akan setiap orang kafir dan munafik.” (Riwayat Muslim)

Dari Annawwas bin Sam’an r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. menyebut- nyebutkan perihal Dajjal pada suatu pagi. Beliau s.a.w. menghuraikan Dajjal itu kadang-kadang suaranya direndahkan dan kadang-kadang diperkeraskan – dan Dajjal itu sendiri oleh beliau s.a.w. kadang-kadang dihinanya, tetapi kadang- kadang di-perbesarkan hal ihwalnya sebab amat besarnya fitnah yang akan ditimbulkan olehnya itu, sehingga kita semua mengira seolah-olah Dajjal itu sudah ada di kelompok pohon kurma. Setelah pada suatu ketika kita pergi ke tempatnya, beliau s.a.w. kiranya telah mengetahui apa yang ada di dalam perasaan kita, lalu bertanya: “Ada persoalan apakah engkau semua ini?” (lebih…)