Posts Tagged ‘satu Tuhan’

Trinitas, adalah konsep ketuhanan yang khas dalam agama Kristen, yang maksudnya Tuhan itu satu tetapi mempunyai tiga pribadi, yang sangat populer mereka lafalkan sebagai : ‘tiga adalah satu dan satu adalah tiga’

Trinitas bagi umat Kristen tentu tidak asing lagi, tetapi pada umumnya, bila ditanyakan pada beberapa orang Kristen tentang Trinitas, hampir dapat dipastikan akan memberikan jawaban dan analogi (perumpamaan) yang berbeda-beda yang akibatnya berbeda pula makna Trinitas yang diberikan.

Dulu orang-orang Kristen mengambil analogi telor untuk menggambarkan konsep Trinitas, menurut mereka sebutir telor itu terdiri dari tiga komponen, yaitu kuning telor, putih telor dan kulit telor, gabungan ketiga komponen inilah yang disebut telor. Dengan analogi ini orang menjadi mempunyai penilaian bahwa Tuhannya orang Kristen itu terdiri dari Tuhan Bapa, Tuhan Yesus dan Tuhan Roh Kudus yang melebur menjadi satu, yang berarti Tuhannya orang Kristen itu memang ada tiga Tuhan cuma mereka bersatu padu seia sekata, akhirnya analogi ini tidak bertahan lama dan mereka terus mencari analogi yang tepat untuk memberikan gambaran konsep Trinitas.

Akhir-akhir ini penulis melakukan diskusi dengan orang-orang Kristen di dunia maya (internet) tentang konsep Trinitas, penulis memberikan analogi waria untuk menggambarkan konsep Trinitas, dan analogi ini sangat akurat dalam memberikan gambaran tentang konsep Trinitas, dan sangat akurat pula dalam menggambarkan kerancuan konsep Trinitas.

Dalam kajian ini, penulis akan memberikan gambaran konsep Trinitas dengan analogi waria yang Insya Allah akan memberikan pemahaman Trinitas secara lebih akurat, dengan memahami konsep Trinitas lebih akurat, tentunya akan sangat bermanfaat bagi umat Islam untuk dapat menjelaskan kerancuan konsep Trinitas secara ilmiah dan kitabiah (kitabiah kalau dalam Islam adalah sesuai dalil al-Qur’an dan al-Hadits) kepada umat Kristiani, dan akan bermanfaat pula dalam membentengi akidah agar tidak termakan oleh propaganda Trinitas.

Inilah Waria

Sebelum kita mulai kajian tentang Trinitas, mari kita simak ilustrasi tentang pribadi seorang waria :

Dalam sebuah operasi polisi pamong praja untuk menertibkan para waria yang beroperasi dikolong jembatan layang dan di taman-taman kota, para polisi tersebut berhasil menjaring beberapa waria. Malam itu juga salah seorang petugas menginterograsi salah seorang waria.

‘Siapa namamu ?’ tanya petugas
‘Donna ooomm,’ jawab waria tersebut centil.
‘Yang benar’ tanya petugas sekali lagi
‘Benar oooommm’
‘Lihat KTP-nya’, kemudian waria itu menyodorkan KTP yang kebetulan punya KTP, dan petugas itupun memeriksanya
‘Lho kok di sini namanya Donni bukan Donna?’
‘Kamu memalsukan KTP ya?

‘Ah Om ini kayak nggak tahu aja, saya kalau malam bernama Donna kalau siang Donni, tapi kalau om cari saya disalon orang-orang pada memanggil saya Ni-Na singkatan dari Donni dan Donna, karena mereka bingung saya ini cewek atau cowok.

Begini Om, saya sendiri bingung, kalau siang saya ini betul-betul sebagai seorang cowok om, pernah dorong truk, pernah ikut kerja bakti, pernah ngejar-ngejar anjing karena saya digigit, saya juga pernah berkelahi sama pak RT gara-gara mengganggu ketertiban dan saya menang berkelahinya, pokoknya saya ini disiang hari betul-betul sebagai seorang cowok, makanya orang-orang memanggil saya Donni.

Tetapi Om, kalau malam hari saya ini gemulai, jalan saya seperti foto model, terbukti om berhasil nangkep saya, karena pada malam hari saya betul-betul seperti wanita tulen, bahkan saya ini lebih cantik daripada wanita pada umumnya, bahkan perasaan saya pada malam hari selembut perasaan wanita, sesabar wanita, makanya temen-temen memanggil saya Donna, gitu Om.

Terus , ketika petang saya kerja di salon untuk nambah income, temen-temen salon pada memanggil saya Ni-Na om, mereka bingung, karena saya ini Donna sekaligus Donni Om, jadi jangan menuduh saya memalsukan KTP om ya, karena memang seperti itu pribadi saya, satu tubuh mempunyai tiga pribadi, sebagai Donna, sebagai Donni dan sebagai Ni-Na. Tapi saya hanya satu om.

Kalau om nagkep Donna seperti sekarang ini, berarti om juga nangkep Donni dan Ni-Na ,saya nggak bisa minta tolong sama Donni om, karena Donni itu ya saya ini, dan saya juga nggak bisa minta tolong sama Ni-Na, karena Ni-Na itu ya saya om,Moga-moga om ngerti tentang pribadi saya dan memaklumi dan tidak menuduh saya memalsukan KTP.

Ya..ya..ya.., sahut petugas termanggut-manggut.

Inilah Trinitas

Sebenarnya ajaran Trinitas tidak ada dalam Bible, bila orang-orang Kristen mengatakan bahwa ajaran Trinitas ada dalam Bible, itu hanyalah tafsiran belaka, berikut ini ayat-ayat yang diklaim oleh orang-orang Kristen sebagai ayat-ayat tentang Trinitas.

Menurut iman ke-Kristen-an, Yesus itu terjelma dari firman, berdasarkan tafsiran ayat berikut ini :
Firman itu telah menjadi manusia, dan diam di antara kita, dan kita telah melihat kemuliaan-Nya, yaitu kemuliaan yang diberikan kepada-Nya sebagai Anak Tunggal Bapa, penuh kasih karunia dan kebenaran. Injil Yohanes 1:14

dan masih menurut iman ke-Kristen-an, firman itu adalah Allah itu sendiri
Pada mulanya adalah Firman, Firman itu bersama-sama dengan Allah dan Firman itu adalah Allah. Injil Yohanes 1:1

Jadi Yesus itu adalah firman dan firman itu adalah Allah, secara singkat Yesus adalah Allah. Penafsiran ini didukung oleh ayat berikut ini :

Aku dan Bapa adalah satu. Injil yohanes 10:30

Ayat yang lainnya yang ditafsirkan untuk mendukung Trinitas adalah ayat berikut :

Sebab ada tiga yang memberi kesaksian [di dalam sorga: Bapa, Firman dan Roh Kudus; dan ketiganya adalah satu] Yohanes 5:7

Kalimat yang diklaim sebagai penguat konsep Trinitas adalah ‘Bapa, Firman dan Roh Kudus keti-ganya adalah satu’. Yang dimaksud Bapa adalah Allah Bapa, Firman adalah Yesus.

Jadi yang dimaksud makna Trinitas tiga adalah satu dan satu adalah tiga yaitu :

‘Tuhan-nya orang Kristen itu adalah satu tetapi mempunyai tiga pribadi,

pertama sebagai pribadi Allah Bapa yang ada di langit yang perkasa yang menciptakan langit dan bumi dan mengatur alam semesta, kedua kemudian menjelma menjadi Yesus turun ke bumi melalui perawan Maryam dan berkomunikasi dengan manusia secara langsung seperti komunikasinya Allah dalam sorga kepada Adam secara langsung, ketiga sebagai Roh Kudus yaitu Tuhan yang membimbing manusia kepada kebenaran.

Inilah Persamaan Pengertian antara Waria dan Trinitas

Dari uraian di atas pengertian Trinitas mempunyai kesamaan dengan pengertian Waria, yaitu :

– Yesus adalah jelmaan Allah Bapa begitu juga Donna adalah jelmaan dari Donni
– Yesus dan Allah Bapa adalah satu begitu juga dengan Donna dan Donni adalah Satu
– Yesus sama dengan Allah Bapa begitu juga Donna sama dengan Donni
– Yesus adalah jelmaan Allah Bapa yang turun ke bumi begitu juga Donna adalah jelmaan Donni yang keluar pada waktu malam hari.

Kontradiksi-Kontradiksi Trinitas

Kontradiksi-kontradiksi yang akan kita kaji adalah sebagai bukti bahwa konsep Trinitas adalah sebuah konsep yang lahir dari salah tafsir terhadap ayat-ayat yang sejatinya bukan ayat-ayat Trinitas tetapi dipaksakan sebagai ayat-ayat Trinitas. Kontradiksi-kontradiksi itu antara lain sebagai berikut :

1. Kenapa Yesus Memperkenalkan Allah
Ada sebuah ayat yang hampir mirip dengan syahadatnya orang Islam *):

Inilah hidup yang kekal itu, yaitu bahwa mereka mengenal Engkau, satu-satunya Allah yang benar, dan mengenal Yesus Kristus yang telah Engkau utus. Injil Yohanes 17:13

Dalam ayat itu Yesus menyebut bahwa satu-satunya Tuhan hanyalah Allah, mengapa dia tidak menyebut bahwa satu-satunya Tuhan yaitu aku, bahkan Yesus menyebut bahwa dia hanyalah utusan Allah. Ayat tersebut menyangkal penafsiran bahwa Yesus adalah jelmaan Allah dan menyangkal bahwa Yesus adalah Allah.

Bila kita analogikan dengan kasus waria Donna dan Donni, mungkinkah akan terjadi pernyataan sebagai berikut :

‘Om..om harus tahu bahwa Donni adalah seorang laki-laki perkasa dan om harus tahu bahwa Donna adalah seorang wanita utusan Donni untuk kerja malam hari’

Tentu saja tidak akan mungkin terjadi pernyataan seperti itu, karena Donna adalah Donni, tidak mungkin Donna mengatakan aku adalah utusan Donni kecuali Donna sudah lupa ingatan. Kalau diklaim bahwa Yesus adalah Allah mungkinkah Yesus mengatakan aku adalah utusan Allah ?

2. Kenapa Yesus Memohon Pertolongan
Dalam hidup-Nya sebagai manusia, Ia telah mempersembahkan doa dan permohonan dengan ratap tangis dan keluhan kepada Dia, yang sanggup menyelamatkan-Nya dari maut, dan karena kesalehan-Nya Ia telah didengarkan. Ibrani 5:7

Ayat itu mengisahkan bahwa Yesus selalu berdoa dan memohon kepada Allah. Kalau diklaim bahwa Yesus adalah Allah, mungkinkah Yesus memohon kepada dirinya sendiri atau Yesus lupa bahwa Allah itu adalah dirinya sendiri ?. Tidak mungkin, yang paling mungkin adalah Allah itu bukan Yesus tetapi Tuhannya. Seperti kasus Donna dan Donni, mungkinkah ketika Donna ditangkap oleh petugas lalu me-minta pertolongan kepada Donni.? Tentu tidak mungkin karena Donni adalah dia sendiri, kecuali Donna sudah gila sehingga dia menganggap Donni adalah orang lain.

3. Kenapa Yesus Duduk Berdampingan
…Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.” Matius 26:64

Yesus mengatakan kepada orang-orang Yahudi bahwa setelah Yesus terangkat ke langit, Yesus akan duduk disebelah kanan Allah yang Maha Kuasa. Kalau Allah adalah Yesus mungkinkah Yesus mengatakan akan duduk disebelah kanan Allah ? tentu tidak mungkin, hal ini hanya mungkin bila Yesus dan Allah beda Dzat.

Dalam kasus Donna dan Donni, mungkinkah Donna mengatakan aku akan duduk di samping Donni ?, tentu saja tidak mungkin kecuali Donni adalah orang lain.

Kisah Tiga Orang Yang Masuk Kristen

Ada cerita yang menarik tentang tiga orang manusia yang masuk agama Kristen. Sebagian dari pendeta Kristen kemudian menga-jarkan doktrin-doktrin penting kepada tiga orang itu. Terutama sekali doktrin tentang Trinitas yang merupakan doktrin terpenting agama Kristen. Selang beberapa waktu datang orang yang dipertuan oleh pendeta itu. Orang itu bertanya kepada pendeta tentang ketiga orang yang baru masuk agama itu. Kata pendeta itu,

“Tiga orang manusia telah masuk agama Kristen.”,
Lalu orang yang dipertuan itu bertanya kepada sang pendeta,

“apakah kamu mengajarkan sesuatu pada ketiga orang ini?”
“Ya” Jawab pendeta,

Lalu dipanggilnya ketiga orang itu satu persatu untuk diuji oleh sang tuan.

Orang pertama dipanggil dan ditanya tentang teologi Trinitas, maka orang pertama menjawab :

“Anda telah mengajari saya bahwa Tuhan ada tiga. Tuhan pertama yang ada di langit, Tuhan kedua yang dilahirkan dari perut Maria si perawan itu, dan Tuhan ketiga yang turun dalam bentuk burung merpati kepada Tuhan kedua setelah berusia tiga puluh tahun.” Mendengar jawaban itu, maka pendeta itu marah dan mengusir orang itu.

Kemudian dipanggilnya orang kedua dan ditanyakan kepadanya tentang Trinitas. Maka orang kedua itu berkata :

“Anda telah mengajar saya bahwa Tuhan itu ada tiga. Dari tiga Tuhan itu satu telah mati disalib dan tinggal dua Tuhan.” Mendengar kata-kata itu pendeta itupun marah dan mengusirnya.

Kemudian dipanggillah orang ketiga dan orang yang ketiga ini nampaknya lebih cerdas daripada kedua orang yang sebelumnya. Lalu orang tersebut ditanya tentang Trinitas, maka ia menjawab :

“Wahai tuan, saya hafal betul apa-apa yang dikatakan tuan, dan saya paham betul keutamaan Tuhan Yesus.

Saya tahu bahwa satu adalah tiga dan tiga adalah satu. Saya juga tahu bahwa satu dari tiga Tuhan itu mati disalib. Dengan matinya Dia, maka Tuhan yang lainnya pun mati karena persekutuan mereka. Dan demikian sampai sekarang tidak ada Tuhan, sebab kalau masih dipandang ada Tuhan, maka konsep penyatuan Trinitas tidak ada.”

Para sarjana Kristen kebingungan dalam menyikapi teologi Trinitas, mereka meyakini teologi Trinitas meski mereka sendiri sesungguhnya tidak memahami teologi ini. Bukti ketidak-pahaman mereka terhadap teologi ini dapat dilihat dari ketidak mampuan mereka dalam memberikan klarifikasi serta aplikasi teologi itu.

Pernyataan tokoh-tokoh Kristen

Dr.R. Soedarmo dalam bukunya menyatakan : bahwa Trinitas tidak dapat dimengerti: ‘Agama Islam bercorak rasionalitas, artinya rasio, akal budi, memberi tekanan sungguh-sungguh. Oleh sebab itu Trinitas ditolak, sebab tidak dapat dimengerti, bahwa 3 adalah 1 dan bahwa 1 adalah 3. Kita tentu insyaf bahwa Trinitas memang tidak dapat dimengerti’ Ikhtisar Dogmatika hal 114

Adolf Heuken SJ mengakui Trinitas sebagai puncak misteri keimanan : ’Pengakuan Allah tritunggal merupakan kekhasan iman Kristiani. Pengakuan inilah dasar dan puncak misteri. Misteri Allah tritunggal adalah misteri iman yang mutlak. Ensiklopedi Gereja hal 221

Sesungguhnya kafirlah orang-orang yang mengatakan:”Bahwanya Allah salah satu dari yang tiga” QS. 5:73

*) Bandingkan ayat tersebut dengan syahadat ‘Aku bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah dan aku bersaksi bahwa Muhammad adalah utusan Allah’, Dalam Injil Yohanes 17:13 dikatakan bahwa untuk mencapai sorga orang harus mengakui bahwa Allah adalah satu-satunya Tuhan dan Yesus adalah utusan-Nya.

Dikutip dari :
– Kitab Izhar Al-haq hal 438 penerbit Cendekia
– Karya Syekh Muhammad Rahmatullah al-Kairanawi al-‘Utsmani,
– Masa hidup beliau 9 -3-1818 s/d 1-5-1891 (al-islahonline)

https://tausyah.wordpress.com

Sesungguhnya orang-orang yang beriman, orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin, siapa saja diantara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta mengerjakan amal yang baik, maka mereka akan mendapat ganjaran dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka berduka cita. – Qs. al-Baqarah 2: 62

Mari kita bahas :

1. Sesungguhnya orang-orang yang beriman

Sudah jelas disini orang-orang yang beriman adalah umatnya Nabi Muhammad Saw, yaitu orang yang mengakui Allah Tuhannya dan Muhammad Nabi-Nya, termasuk didalamnya orang kafir yang akhirnya menerima Islam.

2. orang-orang Yahudi, orang-orang Nasrani dan orang-orang Shabiin

Yahudi, Nasrani dan Shabi’in adalah gelar bagi mereka yang bukan umat Muhammad Saw.

Orang Yahudi jelas merujuk pada umatnya Nabi Musa, dimana mereka-mereka ini menolak menerima Isa dan Muhammad sebagai Nabi.

Orang Nasrani merujuk pada umatnya Nabi Isa as, baik mereka itu dari kalangan Israel (termasuk Yahudi) atau diluarnya, yang jelas disini orang-orang Nasrani adalah mereka yang mengakui akan kenabian Musa dan juga Isa al-Masih.

Orang-orang shabiin adalah gelar bagi orang-orang yang beragama diluar umat Muhammad, Isa dan Musa, ada juga yang mengartikannya sebagai orang yang gemar bertukar agama, ada juga yang berpendapat bahwa Shabiin ini gelar bagi orang-orang penyembah bintang, namun saya pribadi lebih memilih pendapat yang pertama.

Satu catatan awal, bahwa orang yang kafir lalu Islam tidak lagi disebut Yahudi, Nasrani atau Shabiin tetapi ia disebut orang yang beriman alias Muslim, sehingga ketiga istilah tersebut kontekstualnya merujuk pada orang-orang yang belum atau tidak mengakui Islam secara kaffah sesuai ajaran Muhammad Saw.

3. siapa saja diantara mereka yang beriman kepada Allah dan hari kemudian serta mengerjakan amal yang baik, maka mereka akan mendapat ganjaran dari Tuhan mereka, tidak ada kekhawatiran atas mereka, dan tidak pula mereka berduka cita

Ayat ini sambungan dari ayat sebelumnya, kita lihat bahwa disini konteksnya hanya beriman kepada Allah, hari kemudian dan mengerjakan amal yang baik.

Ayat ini sama sekali tidak disebutkan mengenai keimanan terhadap apa yang diturunkan kepada Nabi Muhammad Saw (Islam Kaffah, totalitas).

Maksudnya, siapa saja diantara ketiga golongan tersebut (Yahudi, Nasrani dan Shabiin) yang bersih Tauhidnya, tidak mengadakan sekutu bagi Tuhan, percaya adanya hari pembalasan, hari dimana semua rahasia dibuka, semua perbuatan baik dan buruk akan mendapat balasan dan selama hidupnya mereka senantiasa mengerjakan amal kemanusiaan, berbuat baik kepada semua orang, semua makhluk maka mereka-mereka dari ketiga golongan tersebut akan menerima ganjaran dari sisi Allah.

Jadi esensi yang ditekankan adalah esensi monotheisme atau esensi Tauhid, kesimpulan ini berhubungan erat dengan kenyataan yang terjadi dalam sejarah ketika Nabi berhadapan dengan para pendeta Najran, mari kita analisa dialog antara keduanya yang direkam oleh al-Qur’an :

“Hai Ahli Kitab, marilah kepada suatu kalimat (ketetapan) yang obyektif antara kami dan kamu, yaitu janganlah kita menyembah melainkan Allah dan janganlah kita menyekutukan sesuatupun dengan Dia, dan jangan pula sebagian dari kita dijadikan sebagai Tuhan-tuhan selain dari Allah. ; Jika mereka berkhianat maka hendaklah kamu katakan : ‘Lihatlah, kami sesungguhnya adalah orang-orang yang berserah diri ‘ – Qs. ali Imron 3:64

Kita baca dari dialog diatas, Nabi sama sekali tidak mengejar pengakuan para pendeta ahli kitab itu terhadap klaim kenabiannya, setelah ajakan kepada seruannya tidak diterima, Nabi akhirnya mengajak pada nilai-nilai luhur monotheisme, artinya kira-kira : tidak apa anda tidak mengakui saya sebagai Nabi Tuhan asalkan anda tetap memegang prinsip satu Tuhan.

Dan bila kita kembalikan konsep ini pada semua cerita yang ada dalam al-Qur’an akan semakin jels betapa masalah monotheisme ini sangat memegang dominasi kitab suci. Nyaris semua ayat berupa seruan terhadap ketunggalan Allah tanpa sekutu, dan disisi lain, konsep ini pun selaras dengan ajakan para Nabi dan Rasul sebelum Muhammad Saw diutus.

Kami tidak mengutus seorang Rasul sebelum kamu, melainkan Kami wahyukan kepadanya : “Bahwa tidak ada Tuhan melainkan Aku, maka sembahlah Aku oleh kamu semua” – Qs. 21 al-anbiya : 25

Jika ini digambarkan sebagai pluralisme dalam beragama, mungkin benar, tetapi ingat, pluralisme yang kita bahas adalah pluralisme yang sifatnya monotheisme, bukan pluralisme campur aduk semua konsep ketuhanan.

Lebih jelas lagi, konsep Trinitas, Trimurti dan sejenisnya tidak termasuk dalam tatanan ini karena mereka jelas bukan bersifat monotheisme. Secara matematika yang sederhana bahwa monotheisme itu kurang lebih hitungan 1 + 2 = 3 dan bukan 1 + 2 = 1. Jika dia sudah menyalahi konsep rasionalisme standar seperti itu maka dia disebut menyimpang.

Untuk itu maka hal ini bisa diselaraskan dengan ayat Allah berikut :

Sesungguhnya agama di sisi Allah hanyalah Islam. Tetapi orang-orang yang diberi kitab itu tidak berselisihan kecuali sudah datang pengetahuan kepada mereka dan karena sifat dengki diantara mereka. Siapa saja yang tidak percaya kepada Allah, maka sungguh Allah itu sangat cepat penghitungannya. – Qs. ali Imron 3: 19

Islam artinya berserah diri, damai dan pelakunya disebut Muslim dan Muslimah.

Maksud berserah diri disini berserah diri kepada Allah yang lam yalid walam yulad, Allah yang Qiyamuhu Binafsihi ataupun Allah yang Ahad.

Saat Allah menyebut agama disisi-Nya hanya Islam, maka siapa saja dari golongan yang meyakini akan ke Ahadan Allah, ke- lam yalid walam yuladnya Allah, ke-Qiyamuhu Binafsihi-nya Allah maka mereka termasuk dalam defenisi Islam pada ayat ini sekalipun mereka misalnya tidak mengakui akan kenabian Muhammad.

Lalu bagaimana bisa orang yang tidak mengakui kenabian Muhammad dimasukkan dalam golongannya Allah ?

Kita harus ingat bahwa Allah itu bersifat adil, dan adilnya Allah itu tidak bisa kita batasi dengan keadilan menurut permodelan peradilan para penegak hukum kita.

Sekarang, bagaimana Allah bisa kita sebut adil jika Dia menyiksa umat yang notabene hidup dipedalaman, jauh dari jangkauan orang luar dan peradaban modern apalagi sampai bisa mengenal dan memeluk Islam sebagaimana umat Muhammad ? Sementara fakta bahwa diantara mereka belum ada Rasul yang diutus Allah ? baik Rasul dalam makna Nabi maupun Rasul dalam makna luas seperti ustadz, ulama, cendikiawan muslim dan sebagainya.

Apa salah mereka sehingga harus menerima hukuman Tuhan atas ketidak tahuannya itu ? padahal dalam al-Qur’an ditulis :

Kami tidak akan mengazab suatu kaum sebelum Kami mengutus seorang Rasul – Qs. 17 al-israa’ : 15

Tidak ada suatu umatpun melainkan telah ada padanya seorang pemberi peringatan – Qs. 35 faathir : 24

Kami tidak mengutus seorang Rasulpun, melainkan dengan bahasa kaumnya supaya ia dapat memberi penjelasan dan dimengerti oleh mereka – Qs. 14 Ibrahim : 4

Karena itulah kenapa Islam tidak sesempit yang dipahami banyak orang, Islam itu begitu universal sehingga saking universalnya Islam disebut sebagai rahmatan lil ‘alamin, Islam pembawa rahmat bagi alam semesta, bagi seluruh makhluk. Hanya orang pandir saja yang ribut mengenai Islam malah gontok-gontokan saling berebut mengkafirkan antar jemaah padahal mereka sendiri umumnya sama-sama Islam, sama-sama bertauhid.

Lalu, dalam realitas sekarang ini, masih adakah orang-orang yang dimaksud oleh Qs. al-Baqarah 3 ayat 62 diatas ?

Saya jawab – MASIH -.

Kita tahu orang-orang Yahudi masih hidup dan sebagian besar dari mereka bukan pemeluk ajaran Isa entah ajaran monotheismenya maupun ajaran penyimpangan model Paulus dengan polytheismenya, mayoritas orang Yahudi yang hidup sekarang adalah mereka yang menjunjung tinggi kenabian Musa as., mereka adalah orang-orang yang bertauhid kepada Allah.

Namun memang sayang, dari jumlah sekian itu banyak pula orang-orang Yahudi yang menjadikan alim ulamanya, para pemimpinnya sebagai tuhan-tuhan yang harus ditaklidkan yang harus di-ikuti sekalipun mereka salah sebagaimana hal ini sudah disinggung oleh al-Qur’an sendiri :

Mereka menjadikan orang-orang alimnya dan rahib-rahib mereka sebagai Tuhan-Tuhan selain Allah – Qs. at-Taubah 9:31

Tetapi fakta juga bahwa selalu ada peluang 1 dari 100 orang Yahudi yang bejat adalah seorang Yahudi yang tauhidnya oke, tingkah lakunya oke, gemar berbuat kebaikan dan percaya akan hari berbangkit.

Itu untuk kaum Yahudi, lalu bagaimana dengan kaum Nasrani ?

Sudah menjadi rahasia umum bahwa tidak semua pemeluk Kristen dewasa ini setuju dengan paham Trinitas, fakta bahwa ada juga yang menyebut diri mereka orang-orang Kristen Yehovah dengan Watch Towernya. Jemaah ini menolak keras penuhanan al-Masih, bagi mereka Isa adalah Isa, seorang manusia dan Isa bukan Tuhan. Bagi mereka Tuhan adalah satu, tidak beranak dan tidak juga menjelmakan diri sebagai makhluk.

Golongan ini jelas secara prinsip memenuhi standar Tauhid pada surah al-Baqarah ayat 62.

Lalu bagaimana pula dengan kaum Shabiin ?

Saya ingat pernah membaca pengalaman pengembaraan almarhum Ahmad Deedat ke Afrika Selatan ditengah masyarakat Zulu, disana ia menemukan kaum yang menyebut Tuhan mereka dengan nama UMVELINQANGI, lalu di India menurut beliau ada juga yang menyembah Tuhan bernama PRAMATMA, Bangsa Aborigin di Australia Selatan memanggil Tuhannya dengan istilah ATMATU dan semua Tuhan-tuhan tersebut berdasarkan penyelidikan Ahmad Deedat tidak mencerminkan sistem polytheisme, artinya itu adalah konsep Tauhid atau monotheismenya masing-masing kaum (Lihat : Ahmed Deedat, Allah dalam dalam Yahudi, Masehi, Islam, terj.H. Salim Basyarahil, H. Mul Renreng, Penerbit Gema Insani Press, Jakarta, 1994, hal. 21-28), dan ini mengindikasikan terpenuhinya kriteria Qs. al-Baqarah ayat 62.

Dengan demikian, terbukti bahwa ayat al-Qur’an memang benar dan selalu uptodate, tidak ada kontradiksi antara satu dengan lain ayat atau konflik antar ayat dengan kenyataan.

Pertanyaan susulan : Kalau begitu untuk apa Muhammad diutus ? orang cukup monotheisme saja selesai … masuk syurga.

Saya jawab, bahwa sebelum pengutusan Muhammad, semua Nabi dan Rasul diutus bersifat kedaerahan, artinya mereka diutus untuk masing-masing lokasi dimana mereka berdomisili, belum ada Rasul yang mencakup semua wilayah jikapun Isa disebut-sebut sebagai orangnya maka ini hanyalah karang-karangan orang saja, sebab sepanjang hidupnya Isa al-Masih tidak pernah berdakwah diluar bangsa Israel bahkan termasuk gerakan dakwah para murid-muridnya.

Kedua belas murid itu diutus oleh Yesus dan Ia berpesan kepada mereka: “Janganlah kamu menyimpang ke jalan bangsa lain atau masuk ke dalam kota orang Samaria, melainkan pergilah kepada domba-domba yang hilang dari umat Israel.” – Matius 10:5-6

Faktor lain diluar masalah kedaerahan tadi, pengutusan Muhammad berfungsi juga sebagai pelurus jalan, pembaik akhlak.

Fakta juga berbicara bahwa tidak ada ajaran Nabi dan Rasul sebelumnya yang masih murni tak bernoda, semuanya sudah dimanipulasi, semua sudah didistorsi tangan-tangan jahil manusia sehingga tercampurlah antara ajaran langit dengan ajaran bumi, antara benar dan salah, mitos berbaur dengan fakta. Jika sudah demikian adanya, bagaimana bisa konsep monotheisme Tuhan menyebar keseluruh dunia sebagai sifat Rahman dan Rahimnya Allah ? Fakta, berapa banyak orang jawa yang ber-KTP Islam tetapi mereka tetap percaya, tetap takut, tetap hormat, tetap memberikan sajen pada setan penghuni laut selatan ? berapa sih jumlah total orang Yehovah seluruh dunia ? berapa prosentase orang Yahudi yang bertauhid diantara milyaran manusia didunia ?

Ini artinya tanpa pengutusan Muhammad, secara kausalita, secara hukum alam sebab akibat, tidak ada jaminan konsep-konsep Monotheisme Tuhan menyebar dan merangkul keberbagai benua. Bukti harus ada wadah yang mempersatukan, dan wadah itulah Islam.

Pertanyaan lagi : okelah kita akui Muhammad, tetapi lantas apa beda orang Islam yang mengikuti Muhammad dengan kaum monotheisme diluar umat Muhammad ? toh semuanya menurut surah al-Baqarah tadi sama-sama mendapat ganjaran dari sisi Allah ?

Saya jawab : Susu saja ada yang standar dan ada yang gold.

Misal saya ambil contoh susu anak saya bermerek Chil-Kid, ada 2 versi, Chil-Kid biasa dan Chil-Kid Platinum.

Dua-duanya sama-sama susu pertumbuhan, sama-sama produksi Morinaga tetapi berbeda, yang satu standar artinya apa yang biasanya ada dalam susu pertumbuhan merek lain pun terkandung didalamnya dan yang Platinum ada beberapa penambahan nutrisi, peningkatan gizi dan sebagainya. Jadi ada perbedaan value.

Anda mau yang biasa-biasa saja ya beli saja Chil-Kid standar, tapi kalau anda mau yang lebih … maka belilah Chil-Kid yang Platinum.

Itu makanya syurga Allah itu bertingkat, tidak hanya tingkat dalam kedudukan antar umat Muhammad berdasarkan takwa mereka tetapi juga tingkat dengan diluar umat Muhammad.

Sekarang, kalau anda bisa menjangkau tingkat Platinum … kenapa masih harus memilih yang biasa saja ?

Atasan saya dikantor paling benci dengan orang yang kerjanya hanya bersifat standar, artinya karyawan yang bersangkutan tidak punya nilai lebih, kerja ya masuk pas jam masuk, pulang pas jam pulang, akhir bulan dapat gaji. Tapi sama sekali tidak ada Value Add darinya.

Dunia ekonomi pun berprinsip sama, ingin mendapatkan nilai tambah.

Bahkan menurut Nabi sendiri, orang yang harinya sama dengan kemarin adalah orang yang rugi. Maknanya : setiap hari setiap orang itu harus memiliki nilai tambah, minimal bagi dirinya sendiri.

Inilah salah satu maksud dari ayat :

Demi masa, sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian kecuali orang-orang yang beriman – Qs. al-‘Ashr 103: 1 s/d 3

Saat seseorang tidak mempunyai nilai tambah, maka di rugi.

Saat seseorang hanya menginginkan monotheisme standar, dia juga rugi.

Kecuali dia menerima konsep monotheisme platinum, yaitu menjadi orang yang beriman, maksudnya beriman tidak hanya kepada monotheisme Tuhan namun juga mengikut konsep monotheisme Kaffah yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw.

Terakhir … jika anda digaji standar Rp. 1.000.000 / bulan terus selama bertahun-tahun tidak mengalami peningkatan apa keluhan anda ? intinya anda merasa dirugikan. Lalu ada kesempatan bagi anda untuk mendapatkan gaji diatas itu dan terus bertambah berdasarkan nilai lebih anda diperusahaan… masih tidak maukah anda mendapatkannya ? Jika jawaban anda mau, maka mari sama-sama kita mengikuti apa yang diajarkan oleh Muhammad.