Posts Tagged ‘Riwayat’

Bulan Suci Ramadhan

Bulan Suci Ramadhan

لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat Rahmad dan Berkah ALLAH, semoga tetap padamu..

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Seiring bulan suci ramadhan yang akan segera tiba dan hanya tinggal beberapa hari lagi, banyak di antara kita ummat Muslim di Indonesia yang memakai do’a berbuka puasa yang hakikatnya tidak boleh di amalkan karena hadist – hadist yang meriwayatkannya adalah dlo’if / lemah. Seperti halnya do’a berbuka puasa yang lazim bagi kita yaitu “Allahumma Laka Shumtu Wa Alla Rizqika Aftartu dst” hadist yang meriwayatkannya adalah dlo’if. Karenanya, saya ingin mengingatkan kepada Akhi / Ukhti sekalian agar lebih memahami Do’a berbuka puasa yang tidak boleh di amalkan dan yang boleh di amalkan, dan berikut pencerahannya :

1. Do’a Berbuka Puasa : “Allahumma Laka Shumna wa ala Rizqika Aftharna, Allahumma Taqabbal Minna Innaka Antas Samiul ‘Alim” penjelasan sebagai berikut :

A). “Dari Ibnu Abbas, ia berkata : Adalah Nabi SAW apabila berbuka (puasa) beliau mengucapkan : Allahumma Laka Shumna wa ala Rizqika Aftharna, Allahumma Taqabbal Minna Innaka Antas Samiul ‘Alim (artinya : Ya Allah ! untuk-Mu aku berpuasa dan atas rizkqi dari-Mu kami berbuka. Ya Allah ! Terimalah amal-amal kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha Mengetahui). (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/setelah-tawaf

Sesudah Tawaf

Dari Abu Abdur Rahman, iaitu Abdullah bin Umar bin al-Khaththab radhiallahu ‘anhuma, katanya: Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Ada tiga orang dari golongan orang-orang sebelummu sama berangkat berpergian, sehingga terpaksalah untuk menempati sebuah gua guna bermalam, kemudian merekapun memasukinya. Tiba-tiba jatuhlah sebuah batu besar dari gunung lalu menutup gua itu atas mereka. Mereka berkata bahawasanya tidak ada yang dapat menyelamatkan engkau semua dari batu besar ini melainkan jikalau engkau semua berdoa kepada Allah Ta’ala dengan menyebutkan perbuatanmu yang baik-baik.

Seorang dari mereka itu berkata: “Ya Allah. Saya mempunyai dua orang tua yang sudah tua-tua serta lanjut usianya dan saya tidak pernah memberi minum kepada siapapun sebelum keduanya itu, baik kepada keluarga ataupun hamba sahaya. Kemudian pada suatu hari amat jauhlah saya mencari kayu – yang dimaksud daun-daunan untuk makanan ternak. Saya belum lagi pulang pada kedua orang tua itu sampai mereka tertidur. Selanjutnya saya pun terus memerah minuman untuk keduanya itu dan keduanya saya temui telah tidur. Saya enggan untuk membangunkan mereka ataupun memberikan minuman kepada seseorang sebelum keduanya, baik pada keluarga atau hamba sahaya. (lebih…)