Posts Tagged ‘Raja’

https://tausyah.wordpress.com/Kerajaan

Kerajaan

Adalah ini bukan seberkas kisah yang hilang, melainkan adalah perihal suatu perkara  yang ada pada diri manusia. Apabila kehidupan akhirat telah lenyap daripada manusia dan alam diripun tersungkur jatuh kedalam lembah kebinasaan, sedang kehidupan mereka dimuka bumi semakin di agung-agungkan dan kampung akhirat adalah teramat jauh daripada mereka sehingga merugilah mereka dengan sebenar – benar kerugian.

Maka..wahai diri-diri yang bangkit apabila sebelumnya telah terkubur, bersyukurlah kamu..bahwa sebenar-benar diri daripadamu itu adalah hidup. Sekali-kali janganlah kamu jenuh lagi lengah akan perkara kehidupan akhirat, sedang sesungguhnya kampung akhirat itu adalah lebih baik bagi orang-orang yang taqwa jika kamu mengetahui.

Kerajaan Pertama :

Bermula ia adalah seorang raja yang teramat mulia lagi agung gerangannya, seorang Raja yang Alim dan teramat cinta kepada ALLAH dan Rasul-Nya dan senantiasalah orang-orang yang tunduk pada kebenaran dan kemuliaan menyebut-nyebut akan gerangan diri sang Raja itu sebagai “Iman”. Sedang sang Raja tiadalah hidup bersendirian, melainkan disisinya senantiasa terdapat sang Ratu yang cantik jelita, (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Menulis-Membaca-Al-Qur'an

Membaca Al-Qur'an

Sambungan dari artikel sebelumnya..

Sahabat-sahabatnya itu pergi membawanya, kemudian menaiki gunung, lalu anak itu berkata:

“Ya Allah, lepaskanlah hamba dari orangorang ini dengan kehendakMu.” Kemudian gunung itu pun bergerak keras dan orang- orang itu jatuhlah semuanya. Anak itu lalu berjalan menuju ke tempat raja.

Raja berkata: “Apa yang dilakukan oleh kawan-kawanmu?”

Ia menjawab: “Allah Ta’ala telah melepaskan aku dari tindakan mereka.

Anak tersebut terus diberikan kepada sekelompok sahabat-sahabatnya yang lain lagi dan berkata:

“Pergilah dengan membawa anak ini dalam sebuah tongkang dan belayarlah sampai di tengah lautan. Jikalau ia kembali dari agamanya – maka lepaskanlah ia, tetapi jika tidak, maka lemparkanlah ke lautan itu.”

Orang-orang bersama sama pergi membawanya, lalu anak itu berkata:

“Ya Allah, lepaskanlah hamba dari orang-orang ini dengan kehendakMu.” Tiba-tiba tongkang itu terbalik, maka tenggelamlah semuanya. Anak itu sekali lagi berjalan ke tempat raja. (lebih…)