Posts Tagged ‘Pembunuh’

https://tausyah.wordpress.com/Taubatan-Nasuha

Taubatan-Nasuha

Bertaubat adalah sesuatu yang wajib hukumnya bagi setiap muslimin dan muslimah paling tidak sekali dalam seumur hidupnya, karena manusia hidup selalu berada dalam kerugian dan tidak pernah luput dari dosa dan kesalahan.

Sebagaimana Firman ALLAH Ta’ala yang berbunyi :

وَالْعَصْرِإِنَّ الْإِنسَانَ لَفِي خُسْرٍ

Demi masa, Sesungguhnya manusia itu benar-benar berada dalam kerugian. QS. Al-‘Ashr : 001-002.

Karenanya wahai akhi lagi ukhti sekalian..tiap-tiap manusia selalu hidup dalam kerugian, oleh karena dosa-dosa kecil yang dianggap tak jadi masalah dalam hidupnya, seperti halnya berdusta, mengumpat, mengeluh, dan sebagainya. Terlebih lagi dengan dosa-dosa besar yang pernah diperbuat, seperti halnya seorang pembunuh, pezinah, peminum-minuman keras, mencuri, penjudi dan sebagainya. Adalah semua dosa-dosa ini masih di ampuni oleh ALLAH Tabaraka wa Ta’ala, selagi ia dengan bersungguh – sungguh datang kepada kepada ALLAH dengan bertaubat yaitu dengan taubatan nasuha dan berjanji bahwa ia tidak akan pernah melakukan dosa-dosanya yang telah lalu. (lebih…)

Rasulullah s.a.w. menilai, bahawa membunuh seorang muslim sebagai satu bahagian daripada kufur dan salah satu perbuatan jahiliah yang suka melancarkan peperangan dan mengalirkan darah kendati hanya kerana seekor unta atau kuda. Maka kata Rasulullah s.a.w.:

“Memaki seorang muslim adalah fasik, dan memeranginya adalah kufur.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dan sabdanya pula: “Jangan kamu kembali kafir sesudah aku meninggal, iaitu sebahagian kamu memukul leher sebahagiannya.” (Riwayat Bukhari dan Muslim)

Dan pernah juga ia bersabda: “Apabila ada dua orang Islam, salah satunya membawa senjata untuk membunuh saudaranya, maka kedua-duanya berada di tepi jahanam; dan apabila salah satunya membunuh kawannya, maka kedua-duanya masuk jahanam. Kemudian Rasulullah s.a.w. ditanya: Ya Rasulullahl Ini yang membunuh memang mungkin, tetapi mengapa yang terbunuh sampai begitu? Jawab Nabi: kerana dia bermaksud akan membunuh saudaranya juga.” (Riwayat Bukhari)

Oleh kerana itulah Rasulullah s.a.w. melarang setiap perbuatan yang dapat membawa kepada pembunuhan atau peperangan, kendati hanya sekadar berisyarat dengan senjata. Seperti sabdanya:

“Janganlah salah seorang di antara kamu berisyarat kepada saudaranya dengan pedang, sebab dia tidak tahu barangkali syaitan akan melepaskan dari tangannya, maka dia akan jatuh ke jurang neraka.” (Riwayat Bukhari)

Dan sabdanya pula: “Barangsiapa mengisyaratkan besi kepada kawannya, maka Malaikat akan melaknatnya sehingga ia berhenti, sekalipun dia itu saudara sekandung.” (Riwayat Muslim)

Bahkan ia bersabda: “Tidak halal seorang muslim menakut-nakuti orang lain.” (Riwayat Abu Daud dan Thabarani dan rawi-rawinya kepercayaan)

Dosa ini tidak terbatas kepada si pembunuhnya saja, bahkan semua orang yang terlibat dalam pembunuhan itu, baik dengan perkataan ataupun perbuatan akan mendapat murka dari Allah sebesar dosa keterlibatannya itu. Sampai pun orang yang menyaksikan pembunuhan itu akan mendapat bahagian dosa juga. Seperti disebutkan dalam hadis Nabi yang mengatakan:

“Jangan sampai salah seorang dari antara kamu berdiri di suatu tempat yang dilakukan pembunuhan terhadap seseorang dengan penganiayaan. Sebab laknat akan turun kepada orang yang menyaksikan sedangkan dia tidak mahu membelanya.” (Riwayat Thabarani dan Baihaqi dengan sanad hasan)