Posts Tagged ‘Pelaksanaan’

https://tausyah.wordpress.com/Islam

Islam Pray

Ahlus Sunnah meyakini kewajiban amar ma’ruf dan nahi mungkar atas setiap muslim sesuai dengan kemampuannya. Ma’ruf adalah semua yang diperintahkan oleh syariat, Ahlus Sunnah memerintahkannya. Munkar adalah semua yang dilarang oleh syariat, Ahlus Sunnah melarangnya. Hal itu sebagaimana perintah Allah Ta’ala, artinya, “Dan hendaklah ada di antara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma’ ruf dan mencegah dari yang munkar.” (Ali Imran : 104).

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Kamu harus beramar ma’ruf, bernahi mungkar, mencegah orang berbuat zhalim dan membela kebenaran dengan sungguh2.”(HR. Abu Dawud dan Ibnu Majah).

Beramar ma’ruf dan bernahi mungkar hendaknya berdasarkan tuntutan dan konsekuensi syariat, yaitu :

Pertama : Hendaknya dia mengetahui hukum syari’at terkait dengan hal yang diperintahkan dan dilarangnya. Dia tidak memerintahkan dan melarang kecuali yang dia ketahui bahwa hal itu ada dasarnya dari syari’at. (lebih…)

Sebagaimana yang pernah kita bahas sebelumnya, bahwa perintah sholat merupakan tradisi yang diwariskan semua Nabi dan Rasul sebagai salah satu bentuk ibadah kepada Allah. Ibadah Sholat ini disebutkan juga dalam al-Qur’an dilakukan dengan cara ruku dan sujud. Meski demikian, al-Qur’an tidak memberikan detil lebih jauh mengenai teknis pengerjaan sholat dalam mewujudkan ruku dan sujud tersebut.

Tradisi sholat yang ada dan berlaku didunia Islam dewasa ini pada dasarnya dipercaya merupakan sebuah tradisi yang pernah ada dijaman Nabi yang diajarkan dari generasi kegenerasi. Sejauh mana keakuratan tradisi ini bisa mengacu juga pada catatan-catatan yang ada dari para perawi hadis, baik mereka dari kalangan ahlussunnah maupun syiah sebagai dua aliran keagamaan terbesar didunia Islam.

Kaum ahlussunnah sangat terkenal dengan kepercayaan mereka terhadap kitab-kitab hadis catatan dari Imam Bukhari, Imam Muslim, Imam Abu Daud, Imam Tirmidzi, Imam Ahmad, Imam an-Nasa’i dan Imam Ibnu Majah serta beberapa nama perawi hadis lainnya. Begitupula halnya dengan kaum Syiah yang terkenal karena kefanatikannya terhadap Imam-imam dari kalangan ahli bait Nabi secara turun menurun yang diambil dari garis keturunan puteri beliau Fatimah dan Ali bin Abu Thalib. (lebih…)