Posts Tagged ‘Nasrani’

https://tausyah.wordpress.com/3d-Islami-Art

3d Islami

Abdullah berkata, Saya mendengar Abu Burdah menceritakan kepada Umar bin Abdul Aziz dari ayahnya Abu Musa al-Asy’ari, dia berkata, Rasulullah saw. Bersabda, “Jika hari kiamat tiba, maka para nabi dan umatnya diseru.

Maka diserulah Isa. Allah telah menuturkan nikmat yang telah dianugerahkan kepadanya dan Isa pun mengakuinya.

Allah berfirman, “Hai Isa putra Maryam, ingatlah akan nikmat-Ku yang diberikan kepadamu dan kepada ibumu.’

Kemudian Allah berfirman, `Adakah kamu mengatakan kepada manusia, `Jadikanlah aku dan ibuku dua tuhan selain Allah.” Isa menolak bahwa dirinya mengatakan demikian. Lalu ditampilkan kaum Nasrani dan ditanya.

Maka mereka menjawab, `Benar, Isa menyuruh kami berbuat demikan.’ Nabi bersabda, `Maka rambut Isa menjadi panjang. Lalu setiap malaikat memegang sehelai rambut kepala dan bulu tubuh Isa. (lebih…)

Lafal-Allah-di-awanTHE CREED OF NICAEA – Piagam Nicaea

“We believe in one God the Father, Almighty, maker of all things visible and invisible; and in one Lord Jesus Christ, the Son of God, begotten of the Father, only begotten that is, from the substance of the Father; God from God, light from light, Very God from Very God”..” #7 (The History of Christianity, a Lion handbook, p. 177).

Council tersebut juga membuat keputusan untuk membakar semua gospel/versi Injil yang mengandung pertentangan dengan piagam diatas. Dengan keputusan yang demikian memiliki kitab yang memuat ajaran yang berbeda dengan yang telah disetujui oleh council merupakan tindakan yang melanggar hukum. Hasilnya adalah sebuah kesadisan maximum yang pernah terjadi pada umat manusia, pada tahun tahun itu jutaan umat Kristen dibantai dengan biadab, keji dan tanpa rasa perikemanusiaan oleh orang-orang pendukung Piagam Nicaea.

Untuk mengetahui implikasi lebih jauh dari Piagam tersebut, orang pasti akan bertanya dengan pertanyaan sbb:

Jika Yesus diciptakan dengan Zat yang sama dengan Zat Tuhan, seperti yang disebut dalam piagam, maka Yesus pasti juga Tuhan; dan jika Ia adalah Tuhan, apakah Ia merupakan Tuhan yang berbeda? Jika ya, maka berati ada dua Tuhan, tetapi Piagam tsb juga menyebutkan , Kita hanya percaya satu Tuhan. “We believe in one God” . Jika Yesus adalah tuhan yang sama dengan Tuhan, maka Dia pasti Tuhan itu sendiri. Kalau hal ini benar, bagaimana mungkin dia diturunkan (begotten), bukankah Tuhan itu abadi?

Dua kemungkinan diatas, yang mana kedua-duanya tidak masuk akal (Irasional), sangat bertentangan dengan Bible/ Injil.

Kemungkinan pertama, dimana Yesus adalah tuhan yang berbeda dengan Tuhan bertentangan dengan :

“The first of all the commandments is Hear, O Israel, the Lord our God is One.” #8 (Mark 12:29)

Kemungkinan kedua adalah bahwa Tuhan itu hanya satu dan datang ke dunia dalam bentuk manusia. Jika ini benar, dan karena Tuhan itu satu maka kita bisa menyimpulkan bahwa Tuhan dan Yesus itu Satu kesatuan bukan dua yang terpisah sendiri-sendiri, Namun hal ini tidak sesuai dengan banyak ayat Injil yang secara jelas menyebutkan bahwa Tuhan dan Yesus itu merupakan dua hal hidup yang berbeda.

Jika Tuhan turun ke Bumi sebagai manusia, orang tentu akan mengharapkan bahwa setelah mati dari kehidupanya di Bumi, dan ketika Dia pulang ke surga, Dia tentu akan menjadi satu bukan dua. Hal ini bertentangan dengan ayat di Injil:

“So then after the Lord had spoken unto them, he was received up into heaven, and sat on the right hand of God” #9 (Mark 16:19)

Ayat ini yang menyebutkan kejadian setelah Yesus diangkat ke surga, dengan jelas mengindikasikan bahwa Tuhan dan Yesus bukan satu yang sama, karena bagaimana mungkin Tuhan duduk di atas tangannya sendiri.

2- “””””and he often withdrew into the wilderness and prayed” #10 (Luke 5:16)

“And when he had sent the multitudes away, he went up on a mountain by himself to pray” #11 (Mathew 14:23)

Dua ayat diatas merupakan ayat yang sangat penting. Bagaimana mungkin Yesus itu Tuhan jika dia menyembah Tuhan seperti orang biasa. Kepada siapa dia berdoa?

Gereja bisa saja mengatakan bahwa Yesus hanya berdoa secara symbolis untuk mengajarkan bagaimana orang seharusnya berdoa. Namun argumen ini tidak bisa diterima karena kata “Wilderness” (tempat yang terpencil sunyi) dan kata “himself” (sendiri) menunjukkan waktu yang spesifik, bahwa Yesus melakukan berdoa sendirian. Dia tidak sedang melakukan pengajaran thd orang lain.

3- “and Jesus “””.for forty days in the wilderness was tempted by the devil” #12 (Luke 4:1)

Di dalam Injil juga bisa dibaca:
“God cannot be tempted by the devil” #13 (James 1:13)

Jika Tuhan tidak bisa kemasukan setan, dan Yesus kemasukan setan maka Yesus pasti bukan Tuhan.

4- Yesus sendiri menolak untuk disebut sebagai anak Tuhan pada beberapa kesempatan, Jesus himself refused to be called son of God on a number of occasions. Pada ayat yang tertulis dalam Injil dibawah ini, Yesus melarang orang yang memanggil dia sbg anak Tuhan, tetapi memilih dipanggil msbg seorang pembawa peringatan (Messiah).

“And devils came out of many, crying out and saying, “You are the son of God!” And he, rebuking them, did not allow them to speak, for they knew that he was the Messiah” #14 (Luke 4:41).

Penolakan Yesus untuk disebut sebagai anak Tuhan dan memilih dipanggil sbg anak manusia biasa juga terjadi pada saat persidangan di Sanhedrian. Ketika dia ditanya bahwa dia mengklaim sebagai anak Tuhan, dia menjawab:

“So you say. But I tell you this: from now you shall see the son of man seated at the right hand of God” #15 (Mathew 26:64) (in some Bibles the words “the words are yours” instead of “so you say”)

Pada banyak sekali kesempatan, Yesus memperkenalkan diri sebagai seorang Nabi:

“A prophet is not without honour except in his home town and his own house” #16 (Mathew 13:57) (Mark 6:4) and (Luke 4:24) Seorang Nabi akan selalu dihormati, kecuali di Kota dan di Rumahnya sendiri.

Kita juga membaca:
“I must journey today, tomorrow and the day following for it cannot be that a prophet should perish outside of Jerusalem” #17 (Luke 13:33)

“This is the prophet Jesus” #18 (Mathew 21:11) ( Ini adalah seorang Nabi, Yesus)

Yesus juga mengatakan bahwa dia adalah utusan Tuhan:

“Whoever welcomes me welcomes the one who sent me. Whoever welcomes God”s messenger because he is God”s messenger will share in his reward.” #19 (Mathew 10:40)

“No messenger is greater than the one who sent him” #20 (John 13:16)

Pada ayat ini Yesus dengan jelas membedakan antara dirinya dan Yang mengutusnya. Perbedaan ini lagi dijelaskan pd ayat berikut

“And this is eternal life, that they may know you, the only true God, and Jesus Christ whom you have sent.” #21 (John 17:3)

Ayat ini dengan jelas menyebutkan tentang dua hal yang berbeda., dengan demikian mengatakan Yesus dan Tuhan itu satu sama dengan mengatakan bahwa ayat di Injil ini cuma bualan yang tidak ada artinya sama-sekali.

7- Di bagian-bagian lain di Injil, Yesus di katakan sebagai hamba Tuhan:

“Here is my servant whom I have chosen” #22 (Mathew 12:18)

“To you first, God having raised up His servant Jesus, sent him to bless you” #23 (The Acts 3:26).

Dua ayat diatas yang merupakan pelengkap Isaiah 42:1-4, menyatakan bahwa YESUS ADALAH HAMBA TUHAN dan BUKAN Tuhan itu sendiri.

Gereja biasanya mengatakan bahwa perkataan Nabi & Hamba hanya merupakan kata simbolis yang tidak bisa di telan atau diartikan seperti apa adanya. Argumen ini tentunya tidak apa-apa dan bisa diterima, asalkan diberlakukan untuk hal-hal penting yang lain.namun demikian kita bertanya, kenapa jika pada saat Injil menyebut “anak Tuhan” Gereja selalu memaksakan bahwa kalimat tsb harus diterima apa adanya!

Ayat-ayat yang menyatakan bahwa Yesus adalah seorang Nabi, seorang utusan Tuhan dan bahkan hambanya Tuhan, merupakan bukti kuat bahwa Yesus adalah manusia biasa, kecuali kalau Injilnya sendiri salah.

Yesus tidak pernah berpikir bahwa dirinya itu sempurna, dia menyatakan sendiri hal ini, karena dia mengetahui bahwa yang sempurna itu hanya lah Tuhan

“Why do you call me good? No one is good but one, that is God.” #24 (Mark 10:18) (kenapa kamu katakan bahwa aku sempurna? Tidak ada seorangpun sempurna kecuali satu, yaitu Tuhan)

Kalimat ini jelas sekali bukan diucapkan oleh orang yang merasa dirinya sebagai Tuhan yang datang ke dunia sebagai manusia, bahkan dikalimat tersebut Yesus dengan tegas membuat perbedaan antara dirinya dan Tuhan.

9- Didalam Injil TIDAK ADA satupun ayat yang menyatakan bahwa Yesus adalah Tuhan yang turun ke dunia, bahwa dia sempurna atau bahwa dia harus disembah. Namun Yesus malah kebalikanya menyuruh orang untuk menyembah Tuhan yang ada di Surga.

“You shall worship the Lord your God, and him only you shall serve” #25 (Luke
4:8) (kamu semua seharusnya menyembah Yang Maha Kuasa, Tuhanmu, dan hanya kepada-Nya kamu harus mengabdi)

Apakah Yesus Tuhan yang datang ke dunia dan tidak menyadari dirinya sendiri? Yang jelas ajaran tentang ketuhanan Yesus tidak pernah diajarkan oleh Yesus itu sendiri dan tidak berasal dari Injil, tetapi diadopsi lama setelah Yesus meninggal dunia/wafat.

Sebagai tambahan terhadap bukti dari perjanjian baru yang menetang ketuhanan Yesus di atas, dapat pula dikemukakan bahwa ketuhanan Yesus merupakan hal yang sangat bertolak belakang dengan ajaran Messiah/ juru selamat yang ada di perjanjian lama.

Yesus adalah seorang yahudi yang hidup dan menyembah Tuhan sesuai dengan Hukumnya Musa. Yesus sendiri mengatakan:

“Think not that I am come to destroy the law, I am not come to destroy, but to fulfil” #26 (Mathew 5:17-18) (Jangan berfikir bahwa aku datang untuk mengganti hukum yang ada, aku datang tidak untuk menghancurkan tetapi untuk melengkapi)

Kata melengkapi ditujukan oleh Yesus terhadap Kitab sucinya orang Yahudi.kitab ini mengajarkan akan datangnya sang Messiah /Juru selamat, raja orang Yahudi. Kita tidak mendapatkan ajaran yang menyatakan akan datangnya Tuhan dalam bentuk manusia atau orang suci anak dari Tuhan. Semua ajaran menyatakan akan datangya Raja Yahudi bukan Tuhan.

The “God Incarnate” concept (Konsep Reinkarnasi Tuhan)

Konsep reinkarnasi Tuhan yang datang kedunia sebagai seorang manusia, mungkin diterima oleh sebagian besar orang Kristen karena merupakan bayangan Tuhan yang nyata, konsep ini jauh lebih mudah untuk dimengerti daripada konsep Tuhan yang abstrak yang tidak mungkin bisa di lihat. Berfikir dengan konsep Tuhan sebagai manusia paling tidak bisa membantu untuk mendapatkan sesuatu untuk bergantung.

Konsep reinkarnasi Tuhan ini bagaimana sempurnanya kelihatan di permukaan, pada kenyataanya tidak benar/konsisten secara filosofi ketuhanan karena alasan-alsan sbb:

Konsep Inkarnasi Tuhan merupakan kesalahan, karena konsep ini mengarahkan pendekatan manusia kepada Tuhannya hanya secara fisik.. Tujuan penurunan ayat adalah untuk memberi inspirasi agar manusia bisa mendekatkan diri secara bathin kepada Tuhannya, dan bukan Tuhan datang sendiri kedunia secara fisik untuk meyakinkan manusia.

Merupakan suatu ketidak adilan jika Tuhan harus datang sendiri hanya kepada seklompok manusia tertentu, sedangkan untuk manusia-manusia yang lain Tuhan hanya mengutus utusanya. Kita selalu diajarkan bahwa Tuhan mencintai semua orang tanpa membeda-bedakan, tetapi kenapa Tuhan harus menurunkan seseorang sebagai anugerah bagi sekelompok orang sedangkan yang lainya tidak?

Rencana global pengiriman utusan-utusan Tuhan ke dunia sepanjang sejarah adalah untuk memberi peringatan kepada manusia. Oleh karena itu turunya Tuhan kedunia dan menjelma sebagai seorang manusia merupakan bentuk pengakomodasian kesalahan-kesalahan manusia dengan mengadakan perubahan rencana yang mendasar disisi Tuhan. Bahkan dengan mengadopsi perbuatan hanya untuk meng akomodasi keperluan manusia, merupakan tindakan yang menyebabkan Tuhan itu menjadi mempunyai sifat yang lemah.

Konsep Tuhan datang ke dunia dan mengalami penderitaan sendiri bertentangan dengan sifat Maha tinggi Tuhan itu sendiri. Alasan bahwa Tuhan sangat cinta kepada manusia sehingga Dia yang harus memikul penderitaan manusia karena kesalahanya, merupakan alasan yang sukar diterima, karena cinta Tuhan pada manusia tdk berarti bertambah dengan Menukar penderitaan manusia kpd diri Tuhan itu sendiri. Konsep ini merupakan konsep ortodock dan tdk perlu, karena Cinta Tuhan pada manusia sudah diberikan dengan sifatNya Yang Maha Pengasih, Maha Penyayang dan Maha Pengampun. Konsep ini sama dengan seorang ayah yang karena cinta pada anaknya dan ingin memaafkan kesalahan anaknya mengatakan: anakku aku sangat mencintaimu, oleh karena kamu telah melakukan kesalahan terhadap diriku , maka aku akan memaafkan kamu dengan cara memukuli diriku sendiri”

Konsep Tuhan ber Inkarnasi, merupakan konsep yang bertentangan, karena orang yang diimajinasikan sebagai reinkarnasi tuhan yaitu Yesus, mempunyai dua sifat yang sangat bertolak belakang. Perbedaan ini antara dunia disini yaitu Bumi dengan Dunia sana”Surga” pertama dikemukakan oleh Plato. Ia menyatakan bahwa Dunia itu berubah, tdk sempurna dan terbatas, sedangkan Surga tidak. Konsep sama juga berlaku untuk perbandingan manusia dan Tuhan. . #27 (The Debate about Christ, Don Cuppit, p.25)

Pada konsep Yesus sebagai inkarnasi Tuhan, Yesus dianggap sebagai pemersatu dua kutub yang berbeda. Sebagai Tuhan dia adalah tidak terbatas, sempurna dan Maha kuasa, tetapi sebagai manusia dia adalah terbatas, tidak sempurna dan tidak Maha Kuasa. Karena Yesus itu satu orang, maka dia menyandang dua sifat berurutan yang bertentangan sebagai orang yang terbatas dan tak terbatas, tidak mampu mengatasi semua keinginan dan mampu mengatasi semua keinginan, tidak sempurna dan sempurna dan seterusnya. Jika ajaran itu sendiri mengandung pertentangan didalamnya, maka konsep bahwa Tuhan Berinkarnasi menjadi Yesus, bukan cuma sekedar salah, tetapi merupakan bentuk kebohongan yang besar.

Konsep Inkarnasi Tuhan menjadi Yesus sebagai juru selamat yang mengajarkan bahwa penebusan dosa hanya bisa dicapai jika mempercayai Yesus, juga merupakan konsep yang tidak adil, karena berarti orang yang hidup sebelum Yesus mirip orang-orang tidak beruntung yang tidak bisa ditebus dosanya.

7- Konsep Tuhan berinkarnasi menjadi Yeus bertentangan dengan ayat sebagai berikut:
“No man shall see me and live” #28 (Exodus 33:20) (Tdk seorangpun bisa melihatku dan hidup)

Jika Tuhan datang kedunia menjelma sebagai seorang manusia, terlihat oleh manusia, bisa diraba oleh manusia, maka ayat diatas harusnya salah serta tidak ada mempunyai arti.

8- Konsep Yesus sebagai reinkarnasi Tuhan, juga mengundang pertanyaan serius tentang kemampuan Tuhan. Tuhan sebagai Yang Maha Sempurna, tidak pernah gagal dalam melakukan sesuatu. Dia hanya perlu mengatakan Jadi maka Jadilah. Dengan mengatakan Yesus adalah Tuhan yang datang ke dunia untuk membebaskan manusia dari dosa dan menjadikan semua orang-orang yang berdosa menjadi orang yang beriman, kita dengan segera akan mendapatkan delima baru:

Tak seorangpun menyangkal tentang ajaran yang dibawa Yesus untuk semua manusia, impact serta pengaruhnya dalam kehidupan manusia, ataupun kitab sucinya yang dibawanya dari Tuhan. Namun demikian kenyataanya sampai sekarang di dunia masih banyak orang yang tidak percaya pada Yesus. Esensi dari Kebebasan Tuhan adalah berbeda dengan esensi dari kebebasan manusia, seperti yang ditulis Don Cupitt. #29 (The Debate about Christ, Don Cuppit, p. 19).

Tuhan disebut bebas/Kuasa esensinya bahwa Tuhan tidak pernah melakukan kegagalan dalam menjalankan keinginanya, Kemampuan-Nya tidak pernah sekalipun tertandingi, tergantung ataupun terbatasi. Jika Tuhan Berkata: Saya akan berinkarnasi dan menyelamatkan manusia, maka tidak ada sesuatu pun yang bisa menyetopnya. Kegagalan dalam bentuk apapun ataupun betapa kecilnyapun merupakan bentuk tidak konsistent yang bertentangan dengan sifat kesempurnaan Tuhan.

Lebih jauh Gereja mempunyai tiga lagi alasan untuk mendukung konsep “Yesus Anak Tuhan” yaitu:

1- Yesus diberkahi dengan Roh- Kudus atau Roh Suci.
2- The virgin birth / Kelahiran dari Sang Prawan
3- The nature of his miracles/ Sifat alam dari Mukjiyatnya

Injil memang dengan jelas mnyatakan bahwa Yeus diberkahi dengan Roh Kudus. Namun demikian Injil juga ternyata menyebutkan bahwa bukan cuma Yesus yang diberkahi dengan Roh Kudus, ayat berikut menyatakan bahwa John (Yahya) juga diberkahi dengan Roh Kudus:

“He will also be filled with the Holy Spirit.” #30 (Luke 1:15) (Dia juga diberkahi dengan Roh Kudus)

Kita juga di ajari hal yang sama tentang Zakaria , ayah Yahya yang lurus. Dia juga diberkahi dengan Roh Kudus

“filled with the Holy Spirit” #31 (Luke 1:67)

Sekarang marilah kita lihat apa arti sebenarnya dari Roh Kudus. Pada waktu 200 tahun pertama setelah Yesus wafat, ketika Konsep trinitas belum dipakai / diadopsi oleh Gereja, Roh Kudus masih dimengerti sebagai Malaikat yang berkedudukan tinggi, bukan sebagai salah satu unsur dari Tuhan. Definisi ini didukung oleh beberapa ayat didalam Injil . Ayat-ayat tsb antara lain adalah :

“Now the birth of Jesus Christ was as follows: After his mother Mary was betrothed to Joseph, before they came together, she was found with child of the Holy Spirit” #32 (Mathew 1:18)

Sekarang perhatikan ayat ini:
“Now in the sixth month the angel Gabriel was sent by God to a city of Galilee called Nazareth, to a virgin betrothed to a man called Joseph of the house of David. The virgin’s name was Mary.” #33 (Luke 1:26-27)

Dari dua ayat tsb kita mengetahui bahwa Roh Kudus dan Jibril merupakan dua hal yang sama.

Dengan demikian arti bahwa seseorang itu diberkahi dengan Roh Kudus sama dengan arti bahwa Tuhan menolong/mensuport orang tsb dengan Malaikat Jibril sebagai pelindungnya.

https://tausyah.wordpress.com

Di negeri tempat saya kerja, Brunei, sekarang sedang santer berita tentang Aceh pasca tsunami. Yaitu tentang adanya tanda-tanda missionaris yang masuk ke wilayah propinsi tersebut. Berita itu agak sedikit dibesar-besarkan memang. Dalam arti supaya dapat diketahui banyak orang. Terutama rakyat Brunei Darussalam. Supaya mereka yang berduit mau jadi bapak angkat, atau minimal jadi penyumbang tetap tiap bulan bagi anak-anak umur sekolah yang ditinggal pergi selama-lamanya oleh orang tua mereka.

Mendengar berita tersebut, apalagi berhubungan dengan hal kristenisasi, saya jadi ingat semasa masih jadi penghuni tempat penampungan calon TKI yang akan diberangkatkan ke luar negri, di Jakarta. Disana, memang banyak sekali cerita-cerita yang sebelumnya tidak pernah saya dengar, apalagi saya alami. Dan anehnya, di tempat komunitas orang-orang kampung yang akan mengais rezeki di luar negeri itu, rupanya ada juga semacam misi untuk pindah agama. Mengapa tidak?

Suatu hari seorang teman perempuan menyodorkan pasport kepada saya. Saya kaget luar biasa. Bukan karena namanya yang panjang dan berliku-liku, tapi karena di boks agama tertulis bukan Islam, tapi Kristen. Kaget karena dalam kesehariannya di tempat itu, ia shalat, ia baca buku agama kecil dari kampung dan ketika ia mau berangkat ke Brunei, ia juga pakai kerudung, layaknya muslimah taat. Ketika saya tanya ia menjawab: Ini semua perbuatan si pencari tenaga kerja di kampung. Alasannya, kalau mau cepat berangkat, ganti dulu biodata aslinya. Sebab, calon yang sedang membutuhkan pembantu adalan non muslim.

Saya hanya bisa garuk kepala saja mendengar ulah para pencari TKI ke luar negri dikampung-kampung. Rupanya begitu mudah mereka mempermainkan orang-orang yang sedang lemah dalam ekonomi. Sampai akidah pun tak perlu dipikirkan secara serius. Inikah agen Nasrani itu?

Tak hanya itu, sebelum saya berangkat merantau, ada seorang ibu penjual makanan, datang ke rumah saya. Ia bertanya pada saya. Bagaimana hukumnya di doakan oleh seorang pendeta, sedang kita adalah muslim. Saya tak langsung menjawab. Bagi saya ini pertanyaan berat. Saya tak punya kapasitas untuk menjawabnya. Ini masalah fiqih serius. Saya belum mampu menjawab hal yang berhubungan dengan hukum Islam ini.

Saya justru lebih tertarik pada persoalan, mengapa ia bertanya seperti itu. Selidik punya selidik, ternyata di desanya sudah beberapa minggu ini ada pengobatan gratis dari sebuah organisasi tertentu. Yang aktifitasnya adalah memberi pongobatan percuma kepada desa yang agak tetinggal itu. Dan setelah mereka mendapatkan pengobatan, lantas mereka didoakan agar cepat sembuh oleh seorang pendeta.

Saya sedikit banyak tahu tentang desa tempat tinggal perempuan itu. Desa yang terletak di lereng sebuah gunung terbesar di pulau Jawa itu, di tahun 60-an, memang jadi basis partai terlarang di Indonesia. Sebuah partai yang berhaluan komunis, yang sudah barang tentu atheis, alias anti Tuhan. Dan tahun 80-an ada kristenisasi disana, walau ahirnya tak berhasil. Karena tak lama kemudian banyak yang sudah masuk Kristen, ahirnya bersyahadat kembali.

Namun, mereka tak jera. Beberapa waktu kemudian, saya mendengar para missionaris membeli tanah berhektar-hektar, setelah misi mereka tak berhasil. Dan sekarang ini ditanah tersebut telah berdiri sebuah bangunan megah dan mewah. Dan di depan gedung tersebut tertulis dengan huruf besar: Sekolah Al-Kitab/Sekolah Theologi. Dan konon dari sinilah calon-calon ‘ulama’ mereka digodog. Dan mereka datang dari seluruh Indonesia.

Terbayang di otak saya, bahwa orang-orang Nasrani memang tidak akan senang melihat kami orang muslim terus istiqamah memegang akidah kuat-kuat. Sehingga dengan cara apapun mereka ingin menempuh segala jalan, supaya ada di atara kami yang ikut dalam jamaahnya.

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak akan senang kepada kamu, hingga kamu mengikuti agama mereka. Katakanlah: Sesungguhnya petunjuk Allah itulah yang benar. Dan sesungguhnya jika kamu mengikuti kemauan mereka setelah pengetahuan datang kepadamu, maka Allah tidak lagi menjadi pelindung dan penolong bagimu. (Al Baqarah: 120)

Dan baru saja saya membaca kabar dari sebuah majalah terbitan Kuala Lumpur Malaysia. Bahwa di negri jiran itupun agen Yahudi dan Nasrani tak kalah cerdiknya. Bahkan mereka sudah berani masuk kampus dan juga-tempat-tempat hiburan berkelas.

Majalah muslimah yang terbit bulanan tersebut juga menceritakan tentang seorang gadis muda, cantik, modis, yang sedang enjoy di sebuah tempat hiburan terkenal di ibukota Malaysia itu. Dan suatu saat, gadis itu disodori sebuah buku kecil cantik oleh seorang perempuan beretnis Cina. Sambil melempar senyum manis, perempuan itu berkata, “Yesus son of Allah. If you love him, he will help you. Please, come to our church

Membaca tulisan itu, saya jadi khawatir, jangan-jangan suatu saat, saudara-saudara saya di daerah-daerah yang terisolasi pun akan disodori hal semacam itu. Atau mungkin dalam bentuk bahasa yang lebih halus dan menyentuh lagi. Tidak mustahil. Dan tentunya kami-kami inilah yang harus lebih solid lagi untuk mau turun ke daerah-daerah tersebut untuk menjaga datangnya agen-agen Yahudi dan Nasrani tersebut. Sebab mereka tak pernah patah semangat seperti yang telah difirmankan Allah di atas (Eramuslim).

Brunei, Mei 2005,
Sus Woyo

Dalam pandangan agama Yahudi dan Nasrani (kitabi), Allah mengharamkan kepada orang-orang Yahudi beberapa binatang laut dan darat. Penjelasannya dapat dilihat dalam Taurat (Perjanjian Lama) fasal 11 ayat 1 dan seterusnya Bab: Imamat Orang Lewi.

Dan oleh al-Ouran disebutkan sebahagian binatang yang diharamkan buat orang-orang Yahudi itu serta alasan diharamkannya, iaitu seperti yang kami sebutkan di atas, bahawa diharamkannya binatang tersebut adalah sebagai hukuman berhubung kezaliman dan kesalahan yang mereka lakukan. Firman Allah:

“Dan kepada orang-orang Yahudi kami haramkan semua binatang yang berkuku, dan dari sapi dan kambing kami haramkan lemak-lemaknya, kecuali (lemak) yang terdapat di punggungnya, atau yang terdapat dalam perut, atau yang tercampur dengan tulang. Yang demikian itu kami (sengaja) hukum mereka. Dan sesungguhnya Kami adalah (di pihak) yang benar.” (al-An’am: 146)

Demikianlah keadaan orang-orang Yahudi. Sedangkan orang-orang Nasrani sesuai dengan ketentuannya harus mengikuti orang-orang Yahudi. Kerana itu Injil menegaskan, bahawa Isa a.s. datang tidak untuk mengubah hukum Taurat (Namus) tetapi untuk menggenapinya.

Tetapi suatu kenyataan, bahawa mereka telah mengubah hukum Taurat itu. Apa yang diharamkan dalam Taurat telah dihapus oleh orang-orang Nasrani –tanpa dihapus oleh Injilnya– mereka mahu mengikuti Paulus yang dipandang suci itu dalam masalah halalnya semua makanan dan minuman, kecuali yang memang disembelih untuk berhala kalau dengan tegas itu dikatakan kepada orang Kristian: “Bahawa binatang tersebut disembelih untuk berhala.”

Paulus memberikan alasan, bahawa semua yang suci halal untuk orang yang suci, dan semua yang masuk dalam mulut tidak dapat menajiskan mulut, yang dapat menajiskan mulut ialah apa yang keluar dari mulut.

Mereka juga telah menghalalkan babi, sekalipun dengan tegas babi itu diharamkan oleh Taurat sampai hari ini.