Posts Tagged ‘Nabi Isa Al Masih ( Yesus )’

dikening bayi baru lahir bertuliskan Nama ALLAHSejarah kelahiran Yesus didalam Bible tercatat dalam Matius 1:18 adalah sebagai berikut :

“Kelahiran Yesus Kristus adalah seperti berikut: Pada waktu Maria, ibu-Nya, bertunangan dengan Yusuf, ternyata ia mengandung dari Roh Kudus, sebelum mereka hidup sebagai suami isteri.”
(Matius 1:18)

Lebih detil lagi, Lukas memaparkan kelahiran Yesus ini dalam Injilnya :

“Dalam bulan yang keenam Allah menyuruh malaikat Gabriel pergi ke sebuah kota di Galilea bernama Nazaret, kepada seorang perawan yang bertunangan dengan seorang bernama Yusuf dari keluarga Daud; nama perawan itu Maria.” (Lukas 1:26-27)

“Ketika malaikat itu masuk ke rumah Maria, ia berkata: “Salam, hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau.” Maria terkejut mendengar perkataan itu, lalu bertanya di dalam hatinya, apakah arti salam itu.” (Lukas 1:28-29)

Kata malaikat itu kepadanya: “Jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus. Ia akan menjadi besar dan akan disebut Anak Allah Yang Mahatinggi. Dan Tuhan Allah akan mengaruniakan kepada-Nya takhta Daud, bapa leluhur-Nya, dan Ia akan menjadi raja atas kaum keturunan Yakub sampai selama-lamanya dan Kerajaan-Nya tidak akan berkesudahan.” (Lukas 1:30-33)

“Kata Maria kepada malaikat itu: “Bagaimana hal itu mungkin terjadi, karena aku belum bersuami?” Jawab malaikat itu kepadanya: “Roh Kudus akan turun atasmu dan kuasa Allah Yang Mahatinggi akan menaungi engkau; sebab itu anak yang akan kaulahirkan itu akan disebut kudus, Anak Allah.”
(Lukas 1:34-35)

“…Sebab bagi Allah tidak ada yang mustahil. Kata Maria: “Sesungguhnya aku ini adalah hamba Tuhan; jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” Lalu malaikat itu meninggalkan dia.”
(Lukas 1:37-38)

Dalam pasalnya, Lukas telah menceritakan kepada kita, bahwa disebuah kota bernama Nazareth, Allah telah mengutus seorang malaikat bernama Gabriel (didalam Islam disebut dengan nama Jibril) untuk mengabarkan kepada seorang perawan bernama Maria (didalam Islam dikenal dengan nama Maryam) perihal kelahiran seorang putra yang akan diperanakkan oleh Maria.

Maria dalam hal ini terkejut, betapa dirinya yang seorang perawan, belum memiliki seorang suami bisa melahirkan seorang anak. Namun sang malaikat dengan bijak mengatakan bahwa bagi Allah tidak ada yang mustahil untuk dilakukan dengan kekuasaan-Nya.

Disini kita belum akan membahas perihal status sang anak pada kalimah terakhir yang dilontarkan oleh sang malaikat kepada perawan Maria.

Marilah sekarang kita melihat konteks kelahiran manusia agung ini di AlQur’an yang dijabarkan dalam 2 Surah, yaitu Surah Ali Imran dan Surah Maryam.

Kisah yang terdapat dalam surah Maryam (surah ke-19) dimulai pada ayat ke-16 :

“Dan ingatlah Maryam yang tersebut didalam Kitab, yaitu ketika ia menjauhkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur, dan ia mengadakan perlindungan dari mereka, lalu Kami mengirimkan kepadanya Ruh dari Kami, lalu ia menjelma dihadapannya sebagai seorang manusia yang sempurna.”

Ia (Maryam) berkata: ‘Sesungguhnya aku berlindung diri kepada Yang Maha Pemurah darimu, jika engkau adalah seorang yang bertaqwa’

Ia (Jibril) menjawab: ‘Aku ini tidak lain adalah utusan Tuhanmu, untuk memberi kepadamu seorang anak yang suci’

Ia (Maryam) berkata:”Bagaimana aku bisa mempunyai anak, padahal belum pernah seorangpun menyentuhku dan aku bukan seorang penzinah ?”

Ia (Jibril) menjawab: “Demikianlah. Tuhanmu berfirman:”Hal itu adalah mudah bagi-Ku, karena Kami hendak menjadikannya suatu tanda untuk manusia dan sebagai suatu rahmat dari Kami, dan hal itu adalah suatu perkara yang sudah ditetapkan”.

Maka ia (Maryam) mengandungnya, lalu ia pergi dengan kandungannya itu ke satu tempat yang jauh.”

Dalam Surah Ali Imran (surah ke-3) dimulai pada ayat ke-45 hingga ayat 47:

“Ketika Malaikat berkata:”Wahai Maryam, sesungguhnya Allah mengabarkan kepadamu bahwa engkau akan dapat satu kalimah daripadaNya, namanya Almasih, ‘Isa putra Maryam, yang mulia didunia dan akhirat dan seorang dari mereka yang dihampiri. Dan dia akan berbicara kepada manusia dalam buaian dan ketika sudah dewasa dan dia termasuk di antara orang-orang yang saleh” (QS. Ali Imran 3:45-46)

Ia (Maryam) menjawab: “Ya Tuhanku, betapa mungkin aku mempunyai anak, padahal aku belum pernah disentuh oleh manusia ?”. Allah berfirman (dengan perantaraan Jibril):”Demikianlah Allah menciptakan apa yang dikehendaki-Nya. Apabila Allah berkehendak menetapkan sesuatu, maka Allah hanya cukup berkata kepadanya:”Jadilah”, lalu jadilah dia.”
(QS. Ali Imran 3:47)

“Dan sebagai Rasul kepada Bani Israil …” (QS. Ali Imran 3:49)

Dari ayat-ayat AlQur’an, kita dapati satu keterangan, bahwa sebagaimana juga diceritakan oleh Lukas, seorang perawan bernama Maryam telah dikunjungi oleh seorang malaikat untuk mengabarkan kehendak Allah akan kelahiran seorang anak yang suci (kudus) yang diberi nama Almasih, ‘Isa putra Maryam yang akan dimuliakan oleh Allah sebagai seorang Nabi dan Rasul kepada Bani Israel dengan tanda-tanda kenabiannya.

Dalam perbandingan Injil Lukas yang dihadapkan dengan ayat-ayat AlQur’an, kita bisa menemukan bahwa anak yang akan dilahirkan tersebut adalah karena kekuasaan dari Allah, dan anak tersebut lahir dalam keadaan suci (kudus)

Penyebutan bahwa Yesus alias ‘Isa al-masih adalah seorang anak yang kudus tidak bisa langsung berarti bahwa dia merupakan anak Tuhan.

Disebut sebagai anak yang suci, adalah bahwa sang anak tersebut lahir bukan dari hasil perzinahan sebagaimana yang dituduhkan oleh umat Yahudi masa itu atas perawan Maria(m) dan juga bantahan atas dakwahan umat Yahudi yang telah mengubah isi kitab Taurat yang berisikan kecabulan para Nabi dan Rasul Allah yang diantaranya adalah leluhur Yesus, seperti Nabi Daud dan Nabi Sulaiman.

Sebagaimana yang diceritakan oleh kitab II Samuel 11:2-5 bahwa Nabi Daud sudah berzinah dengan istri Uria yang bernama Batsyeba binti Eliam sehingga hamil dan selanjutnya pada kitab yang sama pada ayat ke-14 hingga 17, Nabi Daud mengirimkan surat kepada Yoab agar menempatkan Uria kebarisan depan dalam upaya membunuhnya sehingga istri Uria yang sudah ditiduri oleh Daud dapat dipersuntingnya sebagai istri resmi.

Dalam Injil riwayat Matius dituliskan bahwa Yesus adalah keturunan dari Nabi Sulaiman, sementara pada kitab Raja-raja pertama pasal 11:1-4 diceritakan betapa sang Nabi Sulaiman ini adalah manusia yang rakus wanita dan durhaka kepada Tuhan.

Jadi cukup beralasan sekali bahwa Allah melalui malaikat-Nya, menyebut bayi yang keluar dari perawan Maria(m) adalah bayi yang suci (kudus), bahwa dia itu bersih dari segala fitnahan Bani Israel, baik yang menyangkut tentang perzinahan ibunya maupun fitnahan mengenai perzinahan para leluhurnya.

Jika Yesus tetap dipandang sebagai anak Tuhan hanya karena dilahirkan tidak berbapak, mestinya secara logika, Adam jauh lebih tepat disebut sebagai anak Tuhan atau Tuhan itu sendiri, sebab terjadinya Adam tanpa berbapak dan tanpa beribu, apalagi Adam diciptakan dengan rupa Tuhan itu sendiri.

Ge 1:26 Berfirmanlah Allah: “Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita…”

Selain dari itu, perhatikan ulang jawaban malaikat pada Lukas 1:35 dan juga 1:37 bahwa kelahiran Yesus itu adalah berkat kuasa Allah yang tidak ada kata mustahil bagi-Nya, ini kembali bersesuaian dengan AlQur’an Surah Ali Imran ayat ke 47 dan Surah Maryam ayat 21 yang sudah kita tuliskan diatas.

Penyebutan anak Tuhan terhadap diri dan pribadi Yesus alias ‘Isa ini dalam sejarah Bible tidak pernah sekalipun dibenarkannya, malah Yesus berulang kali menyatakan bahwa dia hanyalah anak manusia dan sekaligus juga merangkap sebagai utusan Allah kepada Bani Israil yang memiliki Tuhan.

Untuk pernyataan bahwa Yesus juga mengakui akan bertuhankan kepada Allah yang Esa :

“And Yahshua answered him, The first of all the commandments is, Hear, O Israel; Yahweh is our Elohim, Yahweh is one”. (Mark 12:29)

Pernyataan Yesus pada ayat Bible diatas ini bisa ditemukan pula didalam kitab suci AlQur’an pada Surah Ali Imran ayat 51, dimana ‘Isa al-masih putra Maryam berkata :

“Sesungguhnya Allah itu Tuhanku dan Tuhan kamu…” (QS. 3:51)

Jelas sekali, masing-masing kitab, Bible maupun al-Qur’an menyatakan akan keabsahan Allah selaku satu-satunya Tuhan yang diakui oleh Yesus al-masih.

“Whosoever shall receive one of such children in my name, receiveth me: and whosoever shall receive me, receiveth not me, but him that sent me.” (Mark 9:37)

“Aku tidak dapat berbuat apa-apa dari diri-ku sendiri; Aku menghakimi sesuai dengan apa yang Aku dengar, dan penghakiman-ku adil, sebab Aku tidak menuruti kehendak-ku sendiri, melainkan kehendak Dia yang mengutus Aku.” (Yohanes 5:30)

Kedua ayat Bible diatas juga merupakan pernyataan Yesus akan dirinya selaku utusan Allah yang tidak mampu berbuat apapun, bahkan terhadap dirinya sendiri sekalipun kecuali di-izinkan oleh Allah.

Hal ini juga memiliki padanan yang pas sekali didalam al-Qur’an, seperti pada Surah Ali Imran ayat 49 serta Surah Ar-Ra’d ayat 38 dibawah ini :

Dan Rasul kepada Bani Israil : “Sesungguhnya aku bawa kepada kamu satu mukjizat dari Tuhanmu, aku dapat membuat untuk kamu dari tanah seperti rupa burung; lalu aku tiup padanya, maka ia menjadi seekor burung Dengan SEIZIN ALLAH; dan aku menyembuhkan orang yang buta dan yang sopak; dan menghidupkan orang-orang yang mati Dengan SEIZIN ALLAH; dan aku bisa kabarkan kepada kamu apa yang kamu makan dan apa yang kamu simpan di rumah-rumah kamu. Sesungguhnya pada yang demikian itu adalah satu tanda bagimu, jika kamu beriman”. (QS. 3:49)

“Tidak ada kekuasaan bagi seorang Rasul mendatangkan suatu petunjuk melainkan dengan izin Allah.” (QS. 13:38)

Bahwa Yesus merupakan seorang Nabi Allah, juga diakui oleh seorang perempuan dari Samaria yang melakukan dialog dengan beliau sebagaimana yang diriwayatkan oleh Yohanes dalam Injilnya pada pasal 4:19 :

“The woman saith unto him, Sir, I perceive that thou art a prophet.”
(John 4:19)

Bahwa Yesus harus diakui sebagai anak manusia :

“Yesus mendengar bahwa ia telah diusir ke luar oleh mereka. Kemudian Ia bertemu dengan dia dan berkata: “Percayakah engkau kepada Anak Manusia?” (Yohanes 9:37)

“Aku berkata kepadamu: Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Anak Manusia juga akan mengakui dia di depan malaikat-malaikat Allah.”
(Lukas 12:5)

Yesus menolak dirinya disebut sebagai anak Allah dan dia menyatakan dirinya adalah anak manusia.

Tetapi Yesus tetap diam. Lalu kata Imam Besar itu kepada-Nya: “Demi Allah yang hidup, katakanlah kepada kami, apakah Engkau Mesias, Anak Allah, atau tidak.” Jawab Yesus: “Engkau telah mengatakannya. Akan tetapi, Aku berkata kepadamu, mulai sekarang kamu akan melihat Anak Manusia duduk di sebelah kanan Yang Mahakuasa dan datang di atas awan-awan di langit.”
(Matius 26:63-64)

Dan setelah hari siang berkumpullah sidang para tua-tua bangsa Yahudi dan imam-imam kepala dan ahli-ahli Taurat, lalu mereka menghadapkan Dia ke Mahkamah Agama mereka, katanya: “Jikalau Engkau adalah Mesias, katakanlah kepada kami.” Jawab Yesus: “Sekalipun Aku mengatakannya kepada kamu, namun kamu tidak akan percaya; dan sekalipun Aku bertanya sesuatu kepada kamu, namun kamu tidak akan menjawab. Mulai sekarang Anak Manusia sudah duduk di sebelah kanan Allah Yang Mahakuasa.” Kata mereka semua: “Kalau begitu, Engkau ini Anak Allah?” Jawab Yesus: “Kamu sendiri mengatakan, bahwa Akulah Anak Allah.” Lalu kata mereka: “Untuk apa kita perlu kesaksian lagi? Kita ini telah mendengarnya dari mulut-nya sendiri.” (Lukas 22:66-71)

Betapa jelas sekali penolakan Yesus ini, dia tidak pernah membenarkan sebutan orang yang mengatakan dirinya sebagai putra Allah dan dia mempertegas bahwa dia hanyalah anak manusia. Jikapun orang menyebutnya sebagai anak Tuhan, maka dilontarkannya kalimat bahwa merekalah yang sudah mengatakan yang demikian, namun dia sendiri tidak mengatakannya melainkan sebagai anak manusia semata.

Al-Qur’an menggariskan :

Dan ketika Allah berfirman:”Hai ‘Isa putera Maryam, adakah kamu mengatakan kepada manusia:”Jadikanlah aku dan ibuku dua orang Tuhan selain Allah ?”. ‘Isa menjawab:”Maha Suci Engkau, tidaklah patut bagiku mengatakan apa yang bukan hakku. Jika aku pernah mengatakannya maka tentulah Engkau telah mengetahui apa yang ada pada diriku dan aku sama sekali tiada mengetahui apa yang ada pada diri Engkau. Sesungguhnya Engkau Maha Mengetahui perkara yang ghaib-ghaib, Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku yaitu:”Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu”, dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka.”. (QS. Al-Ma’idah 5:116-117)

Selain itu bantahan akan keTuhanan Yesus al-masih ini bisa juga ditemukan dalam Surah 4:171, 5:72-73-75.

Dengan demikian betapa banyak persamaan yang diungkapkan oleh al-Qur’an dan Bible mengenai status Yesus alias ‘Isa al-Masih ini.

Disatu sisi lainnya, pernyataan Bible yang menyebutkan akan keanakan Tuhan yang ada pada diri Yesus, sebaiknya kita ambil dalam makna kias dengan menarik satu benang merah diantara ayat-ayat Bible lainnya.

Ayat yang cukup sering dijadikan dasar fondasi akan ketuhanan Yesus oleh umat Nasrani beberapa diantaranya adalah sebagai berikut :

“Tetapi jikalau Aku melakukannya dan kamu tidak mau percaya kepada-ku, percayalah akan pekerjaan-pekerjaan itu, supaya kamu boleh mengetahui dan mengerti, bahwa Bapa di dalam Aku dan Aku di dalam Bapa.” (Yohanes 10:38)

Ayat ini bisa kita tarik benang merah dengan ayat yang terdapat didalam Yohanes 17:21 dan 23 :

“Supaya mereka semua menjadi satu, sama seperti Engkau, ya Bapa, di dalam Aku dan Aku di dalam Engkau, agar mereka juga di dalam Kita, supaya dunia percaya, bahwa Engkaulah yang telah mengutus Aku. ”

“Aku di dalam mereka dan Engkau di dalam Aku supaya mereka sempurna menjadi satu, agar dunia tahu, bahwa Engkau yang telah mengutus Aku dan bahwa Engkau mengasihi mereka, sama seperti Engkau mengasihi Aku.”

Kalimat “Bapa dalam aku”, dan muridnya pun jadi satu dengan Allah dan Yesus mempunyai pengertian bahwa Allah selalu menyertai Yesus dan para muridnya dimana dan kapan saja, sebagaimana pula sabda Nabi Muhammad Saw seperti : “Janganlah takut, sesungguhnya Allah beserta kita.” Didalam Al-Qur’an juga dikatakan :

“Sesungguhnya Allah beserta orang-orang yang sabar.” (QS. 2:153 dan 8:46)

Bahkan para penyair sufi sering juga melantunkan syair “Dihatiku ada Allah”, kalimah ini bukan berarti bahwa Allah bertempat didalam diri sang sufi, analogi ini juga bisa kita nisbatkan pada kalimat Yesus tersebut, sebab Allah tidak membutuhkan ruang, waktu dan tempat.

Selain itu, untuk menambah kelengkapan penjelasan bahwa anak Tuhan yang dipakaikan terhadap Yesus hanyalah satu kiasan, kita tarik lagi benang merah antar ayat-ayat Bible.

Kalimat anak Tuhan ini juga bisa kita temukan dalam berbagai ayat Bible lainnya yang merujuk pada pribadi atau golongan selain dari Yesus.

Daud disebut sebagai anak Allah yang sulung berdasarkan Mazmur 89:27
Yakub alias Israil adalah anak Allah yang sulung berdasarkan Keluaran 4:22 dan 23
Afraim adalah anak Allah yang sulung berdasar pada Yeremia 31:9
Adam disebut sebagai anak Allah berdasar Lukas 3:38

Selanjutnya tercatat pula adanya anak-anak Allah dalam :
Kitab Kejadian 6:2 dan 6:4,
Kitab Job 1:6 dan Job 2:1 serta Job 38:7

Bahkan salah satu kriteria untuk menjadi anak-anak Allah adalah sebagaimana diriwayatkan oleh Matius pasal 5 ayat 9 dan juga Yohanes pasal 1 ayat 12:

“Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah.”

“Tetapi semua orang yang menerima-Nya diberi-Nya kuasa supaya menjadi anak-anak Allah, yaitu mereka yang percaya dalam nama-Nya”.

Dengan demikian maka sebagai kesimpulan akhir dari semua ini adalah : Bahwa yang disebut selaku anak Allah itu merupakan manusia yang dicintai atau diridhoi Allah yang lazim juga dikenal sebagai para kekasih Allah atau mereka yang taat kepada perintah-perintah Tuhan.

Dalam hal ini, Allah menyatakan firman-Nya di Qur’an sebagai berikut :

“Dan mereka berkata: ‘Allah mempunyai anak.”, Mahasuci Dia !
Bahkan Dia-lah yang mempunyai apa-apa yang dilangit dan dibumi.”
(QS. 2:116)

Mereka berkata:”Allah mempunyai anak”. Maha Suci Allah; Dia-lah Yang Maha Kaya; kepunyaan-Nya apa yang ada di langit dan apa yang di bumi. Kamu tidak mempunyai pengetahuan tentang ini. Pantaskah kamu mengatakan terhadap Allah apa yang tidak kamu ketahui? (QS. 10:68)

Dan telah berkata orang-orang Yahudi dan Nasrani: “Kami ini adalah anak-anak Allah dan kekasih-kekasih-Nya”. Tanyalah: “Kalau begitu, kenapa Allah menyiksa kamu karena dosa-dosamu ?” Kamu adalah manusia (biasa) yang telah diciptakan-Nya.” (QS. 5:18)

“Katakan: Dialah Allâh yang Esa. Allâh tempat bergantung. Tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada bagi-Nya kesetaraan dengan apapun.” (QS Al-Ikhlash 112:1-4)

Catatan Tambahan :

1. Ayat-ayat Bible terjemahan Bahasa Indonesia yang dipergunakan dalam artikel ini diambil dari Software SABDA(c)/OLB versi 7.03/Win32 yang bisa didownload pada alamat http://www.sabda.org/sabda, sementara ayat-ayat Bible terjemahan Bahasa Inggris dicuplik dari “The Restored Name King James Version of the Scriptures” yang bisa didownload dari alamat web site http://www.eliyah.com/Scripture/

2. Bagi yang belum mendapatkan artikel Isa al-Masih jilid 1 s/d 7, silahkan menghubungi via Japri atau silahkan merujuk kesitus saya dibagian Perbandingan Agama (Islam-Kristen) sub menu Seputar Isa al-Masih dan Maryam

(shortcut : http://armansyah.swaramuslim.net/isa_almasih.htm )

https://tausyah.wordpress.com

Batu Sujud Menghadap KiblatDi dalam sebuah kisah dalam Perjanjian Baru (Yohanes 20:28), disebutkan bahwa Tomas mengatakan, “My Lord and my God” (Tuanku dan Tuhanku). Orang Kristen bersikukuh bahwa Tomas menyebut Yesus dengan kedua sebutan itu. Istilah “lord” karena kata tersebut (sebagaimana dijelaskan di dalam Alkitab) mempunyai arti “tuan”, kecuali bagian2 tertentu dalam Perjanjian Lama, kata “lord” bisa disetarakan dengan “God”. Misalnya, dalam Mazmur 110:1 terdapat dua kata “lord”, yang pertama berarti “Tuhan”, sedang yang kedua berarti “tuan”. Sara juga memanggil suaminya dengan sebutan “Lord” (1 Petrus 3:6). Pendapat Tomas yang menyatakan bahwa Yesus adalah “Tuhan” adalah masalah lain. Yesus menunjukkan bahwa kitab2 Perjanjian Lama sendiri menyebut orang2 sebagai “Allah” atau “God” (Yohanes 10:34, Mazmur 82:6), bahkan Musa diangkat Tuhan sebagai “Allah” atau “God” (Keluaran 7:1).

Menurut “doktrin trinitas”, perbedaan antara Bapa dan Anak adalah esensial. Namun, prinsip ini dikaburkan oleh Yohanes 14:9. Di sini Yesus berkata kepada seseorang bernama Filipus, “…Barangsiapa telah melihat Aku, ia telah melihat Bapa…” Pernyataan yang secara harfiah sangat tegas itu mengandung sebuah doktrin yang sulit diterima, yaitu Yesus adalah Bapa. Para penafsir mengatakan bahwa “Bapa” adalah sinonim “Tuhan”. Kita bisa memahami maksud ucapan yang dinisbahkan ke dalam mulut Yesus sebagai “melihat dia adalah sama dengan melihat Tuhan karena ia adalah Tuhan”. Padahal, penulis yang sama juga menuturkan di dalam Yohanes 5:37, yang merupakan pernyataan Yesus sebaliknya. Dalam ayat ini, Yesus berkata mengenai Bapa kepada orang banyak, “…Kamu tidak pernah mendengar suara-Nya, rupa-Nya pun tidak pernah kamu lihat.” Jelaslah, bahwa Yohanes 14:9 adalah bukti yang lemah.

YESUS DAN SYAITAN DALAM BIBLE
——————————————-

Dalam MATIUS 4:6 dan 7 jelaslah diterangkan bahwa Yesus itu taat dan Allah adalah Rab dan Tuhan menurut sabdanya dalam ayat 7: “Telah tersurat pula: janganlah engkau mencobai Allah Tuhanmu.”

Dalam ayat itu kita baca bahwa Iblis membawa Al-Masih dari tempat ke tempat … Bagaimana Iblis apat membawa-bawa Tuhan? Mahasuci Allah; Ia adalah di atas segala fitnah (blasphemy).

Kemudian Iblis memerintah Yesus menyembah sujud kepadanya, lebih lagi membujuk dengan sekalian kerajaan serta kemuliaan dunia … Bagaimana Iblis sampai berani mengemukakan keberanian yang demikian kepada Khaliknya?…, dan sesungguhnya ketika Iblis menghendaki Yesus melaksanakan aneka perintahnya, Yesus menjawab dan bersabda bahwa telah
tersurat (dalam Kitab-kitab yang terdahulu): “Hendaklah engkau menyembah Allah Tuhanmu, dan beribadah hanya kepadaNya saja.” (Matius 4 10) …

ANAK-ANAK ALLAH
————————————————————

Yesus belum pernah menamakan dirinya “Putera Allah” , tetapi beliau biasanya menamakan dirinya “Anak-manusia” (Lihat Markus 2:1), dan walaupun beliau mendengar orang-orang memanggilnya “Putera Allah” dan menurut Bible, tidak berkeberatan, beliau tidak menganggap bahwa panggilan itu bukan semata-mata bagi dia sendiri, karena memang istilah Perjanjian Lama dan Baru itu, yakni “Putera Allah,” untuk orang yang taqwa dan salih … begitu pula dalam Matius 5:59 kita baca: “Berbahagialah segala orang yang mendamaikan orang, karena mereka itu akan disebut anak-anak Allah” … dan dalam Matius 5:45: “Supaya kamu menjadi anak-anak Bapamu yang disurga;” Yahya 1:12 – “kepada mereka itulah diberinya hak akan menjadi anak-anak Allah, yaitu kepada segala orang yang percaya akan namanya.”

Dan dalam Lukas 3:38 menamakan Adam, I-Tarikh 28:6 menamakan Soleiman, Lukas 3:22 menamakan Yesus, Keluaran 4:22 menamakan Israel dan Yermia 3:9 menamakan Efrayim: “anak Allah,” ada kalanya “anak Sulung Allah.” Dalam Rum 8:14 tertulis: “Karena seberapa banyak orang yang dipimpin oleh Roh Allah, maka itulah anak-anak Allah.” Dalam I Yahya 3:10- “Di dalam hal ini telah nyata segala anak Allah dengan Iblis”

Ayat-ayat terakhir ini jelas menafsir istilah yang diwariskan dari orang Yahudi, “Anak Allah” secara kias (allegorical).

ALLAH SANG BAPA
—————————-

MATIUS 5:48: “Sebab itu hendaklah kamu ini sempurna, sama seperti Bapamu yang di surga sempurna adanya.”

Matius 6:1 ” … jikalau demikian, tiadalah kamu mendapat pahala dari pada Bapamu yang di surga.” …

Matius 7:21 – “Bukannya tiap-tiap orang yang menyeru Aku, Tuhan, Tuhan akan masuk ke
dalam kerajaan surga; hanyalah orang yang melakukan kehendak Bapaku yang di surga.”
(N.B. Disini dipersamakan Kristus dengan Allah).

Nyatalah dari saduran-saduran tersebut dalam Bible bahwa istilah “Bapa” di banyak tempat digunakan untuk Allah dan tak pernah semata-mata untuk Al-Masih (Yesus)

Matius 11:25 – “Pada waktu itu berkatalah Yesus demikian: Ya Bapa, Tuhan Langit dan Bumi. Aku memuji Engkau sebab Engkau melindungkan perkara ini dari pada orang budiman dan
berpengetahuan
, dan menyatakan dia kepada kanak-kanak” …

YESUS YANG BERDOA
————————————————————

MATIUS 14:23 – “Setelah sudah disuruhkannya orang banyak itu pulang, Ia pun naik ke atas gunung hendak berdoa (pray).” Jika Yesus adalah Tuhan atau sebagian dari Tuhan, maka
kenapa beliau berdoa? Sebenarnya, berdoa itu selalu merupakan suatu permohonan dari seseorang yang menyerahkan diri, karena memerlukan dan bergantungan kepada
belas-kasihan dari Tuhan Yang Maha Kuasa.

YESUS SEORANG NABI TUHAN
————————————————————

MATIUS 19: 16, 17 – Maka tiba-tiba datanglah seorang kepadanya, serta berkata: “Ya Guru, kebajikan apakah patut hamba perbuat, supaya beroleh hidup yang kekal?” Maka kata
Yesus kepadanya: “Apakah sebabnya engkau bertanya kepadaku dari hal kebajikan? Ada Satu yang baik, yaitu Tuhan. Tetapi jikalau engkau mau masuk kepada hidup, turutlah hukum-hukum itu.” Dari ayat-ayat tersebut, kita perhatikan pengakuannya tentang penyerahan dirinya, taatnya kepada Tuhan.

MATIUS 21:45, 46 – “Apabila kepala-kepala imam dan orang Parisi itu mendengar segala perumpamaannya, maka diketahuinya bahwa mereka itu sendiri yang disindirkannya.
Maka tatkala mereka itu mencari jalan hendak menangkap Dia, datanglah takut mereka itu akan orang banyak, karena orang banyak itu menilik Dia seorang nabi.”

Ini sebetulnya ada satu dari pada aneka bukti melawan mereka yang percaya akan Ketuhanan Yesus (Penjelmaan Tuhan, the incarnation of God). Jika mereka ingin merenungkan saja.

YESUS SEORANG HAMBA ALLAH
——————————————–

MATIUS 23:8 – “Tetapi janganlah kamu ini dipanggil orang “Guru Besar” karena Satu sahaja Guru kamu kendatipun Kristus, maka kamu sekalian ini bersaudara” Di sini jelaslah terbukti bahwa Yesus adalah hamba Allah, dan hanya ada satu guru, yaitu Dia adalah Allah (Terjemahan Inggeris lebih terang dari pada saduran dalam bahasa Indonesia).

MATIUS 23:9 – ,,Dan janganlah kamu memanggil “Bapa” akan barang seorang pun di dalam dunia ini, karena Satu sahaja Bapa kamu, yaitu yang ada di surga.” Dari ayat ini kita dapat mengerti bahwa “bapa dan anak” hanya mengandung maksud akan hubungan Tuhan dan para hambaNya dalam makna umum, dan bukannya hanya bagi Yesus.

Matius 24:36 – “Tetapi akan hari dan ketikanya tiada diketahui oleh seorang juapun, meskipun malaikat yang di surga atau anak itu, melainkan hanya Bapa sahaja.”

Dengan lain kata, pengetahuan Yesus tidak sempurna seperti halnya dengan lain-lain orang, dan hanya Allah Yang Maha Mengetahui.

Matius 26:39 – “Maka berjalanlah Ia (Yesus) ke hadapan sedikit, lalu sujudlah Ia berdoa, katanya: “Ya Bapaku, jikalau boleh, biarlah kiranya cawan ini lepas dari padaku …”

Teranglah bahwa Yesus tidak mengetahui kehendak Ilahi, dan kita melihat bahwa beliau adalah seorang hamba Allah, dan semata-mata Allah-lah yang dapat menyebabkan perubahan …

PENGHIMPUNAN DARI BIBLE
—————————————

MATIUS 27: 7, 8 – “Lalu bersepakatlah mereka itu membeli dengan uang itu sebidang tanah tukang periuk, akan menjadi tempat pekuburan orang keluaran. Itulah sebabnya tanah itu dinamakan Tanah Darah, hingga hari ini.” ...

Dari kedua ayat ini kita mengerti bahwa Perjanjian Baru tidak ditulis sewaktu hayatnya Yesus, tetapi lama setelah timbulnya aneka kejadian tersebut dan sekedar perkara-perkara itu diputarbalik teringat pada orang-orang …

Matius 27:46 –
“Maka sekira-kira pukul tiga itu berserulah Yesus dengan suara yang nyaring: “Eli, Eli, lama sabachtani” artinya: Ya Tuhanku, Ya Tuhanku, apakah sebabnya Engkau meninggalkan aku?”

Penerimaan orang Nasara Yesus yang berteriak kata-kata tersebut sedangkan beliau lagi disalib, merupakan satu penghinaan besar baginya, karena kata-kata itu hanya dapat
diucap oleh orang yang tidak percaya Tuhan.

Selanjutnya, tidak bisa dipercaya bahwa kata-kata demikian datangnya dari seorang Nabi, karena Allah tidak pernah ingkar janjinya dan para Nabi semua tahu benar akan hal ini.

YESUS PENDAKWA KEESAAN TUHAN
————————————————————

YOHANES 17:3 – “Inilah hidup yang kekal, yaitu supaya mereka itu mengenal Engkau, Allah yang Esa dan Benar, dan Yesus Kristus yang telah Engkau suruhkan itu.”

Markus 12:28 -30 – “Maka datanglah seorang ahli Torat; setelah didengarnya bagaimana mereka itu berbalah-balah sedang diketahuinya bahwa Yesus sudah memberi jawab yang baik, lalu ia pula menyoal Dia, katanya: “Hukum yang manakah dikatakan yang terutama sekali? Maka jawab Yesus kepadanya: “Hukum yang terutama inilah: Dengarlah olehmu, hai Israil, adapun Allah Tuhan kita, ialah Tuhan yang Esa; maka hendaklah engkau mengasihi Allah Tuhanmu dengan sebulat-bulat hatimu, dan dengan segenap jiwamu, dan dengan sepenuh akal-budimu, dan dengan segala kuatmu”: ini merupakan rukun yang pertama

Markus 12:32 – “Lalu kata ahli Torat kepadanya: “Ya Guru, amat benarlah segala kata Guru, bahwa Allah itu Esa adanya, dan tiada yang lain, melainkan Allah”

Markus 12:34 –
“berkatalah Yesus kepadanya: “Engkau tiada jauh lagi dari pada kerajaan Allah” … Dari ayat-ayat ini, Yesus menyaksikan bahwa Tuhan adalah Allah yang Esa, tiada ada lain dari Allah, dan siapa saja yang percaya akan Ke-EsaanNya, maka ia dekat dengan kerajaan Allah. Oleh karena itu siapa yang menyekutukan Tuhan dengan sekutu-sekutu atau percaya akan Trinitas, ia jauh sekali dari Kerajaan Allah, dan siapa yang jauh dari Kerajaan Allah ia adalah musuh Allah

Matius 24:36 – “Tetapi akan hari dan ketikanya tiada diketahui oleh seorang juapun, meskipun malaekat yang di surga atau Anak itu, melainkan hanya Bapa sahaja.” (Cf. Quran 33:63).

Ayat tersebut menyatakan bahwa Yesus tunduk kepada Allah dan bahwa beliau tidak ada bagiannya dalam Ketuhanan dan sangkaan bahwa beliau adalah penjelmaan Allah merupakan satu bid’ah dari orang-orang Kanaan … Yahya 20:16-18 – “Lalu berkatalah Yesus kepada Maryam; Maka berpalinglah Maryam sambil sembahnya dengan bahasa Ibrani: “Rabbuni” artinya Guru. Maka Yesus pun bersabda kepadanya: “Janganlah engkau menyentuh aku, karena belum aku naik kepada Bapa, tetapi pergilah engkau kepada segala saudaraku, dan katakanlah pada mereka itu: Aku naik kepada Bapaku dan Bapamu, dan kepada Tuhanku dan Tuhanmu. “Maka pergilah Maryam Magdalena dan mengkhabarkan kepada murid-murid itu, katanya: “Aku sudah berjumpa dengan Tuhan. Dan lagi katanya kepada mereka itu bahwa ia sudah mengatakan segala perkara itu kepadanya.” …Dari cerita di atas, Yesus jelas menyaksikan bahwa Allah adalah Allahnya dan Allah mereka, tidak membedakan sedikitpun antara beliau dan mereka dalam melaksanakan ibadat terhadap Allah yang Esa. Siapa yang percaya bahwa Yesus Kristus adalah Allah membuat sesungguhnya suatu fitnah (blasphemy) terhadap Allah, dan mengkhianati Al-Masih dan semua para Nabi dan Rasul Allah …

Bukti secara Menyeluruh.

Orang Kristen bersandar pada ayat di dalam Yohanes 5:18, “…karena ia mengatakan bahwa Allah adalah Bapanya sendiri dan dengan demikian menyamakan dirinya dengan Allah.” Mereka melewatkan ayat2 selanjutnya yang menjelaskan bahwa Yesus menundukkan dirinya di hadapan Tuhan dan menjelaskan kerendahan posisinya di hadapan Tuhan, bahkan secara tegas Yesus menyatakan dirinya sebagai rasul/utusan Tuhan (Yohanes 5:30-31).

Di dalam Matius 2:5, Yesus berkata kepada seorang yang lumpuh, “Hai anak-Ku, dosamu sudah diampuni.” Beberapa orang ahli Taurat yang hadir di situ merasa kaget dan bertanya2 di dalam hati, “Siapakah yang dapat mengampuni dosa selain dari Allah sendiri?” Sementara itu, di dalam ayat Yohanes 12:49 Yesus menafikan inisiatif pribadi dengan berkata, “Sebab Aku berkata-kata bukan dari diri-Ku sendiri, tetapi Bapa, yang mengutus Aku, Dialah yang memerintahkan Aku untuk mengatakan apa yang harus Aku katakan dan Aku sampaikan.” Lihat juga Yohanes 8:40-42 yang sangat tegas menyatakan bahwa Yesus hanyalah seorang rasul/utusan Tuhan untuk umat Israel.

https://tausyah.wordpress.com