Posts Tagged ‘Mesin Terbang’

Capung memiliki kemampuan terbang yang tanpa cacat, sedemikian sehingga dapat berhenti tiba-tiba dan mulai terbang ke arah berlawanan pada kecepatan berapapun atau ke arah manapun yang dipilihnya. Lebih lanjut lagi, capung dapat bergantung di udara di dalam posisi yang tepat untuk menyerang mangsanya. Lagi pula, capung dapat menuju langsung kepada mangsanya, berbelok dengan tangkas untuk melakukan hal itu. Hal ini hanya sebagian kemampuan manuver capung yang telah mengilhami pembuatan helikopter, produk perkembangan teknologi masa kini.

Tubuh capung memiliki struktur berbentuk terpilin (spiral) yang dibungkus dengan lapisan logam. Capung, yang memiliki warna bervariasi, dari biru es sampai merah tua, memiliki dua pasang sayap pada punggungnya, sepasang di depan dan sepasang lagi di belakang. Sayap bekerja secara terkoordinasi. Dengan kata lain, sewaktu kedua sayap depan terangkat, kedua sayap di belakang pun turun. Gerakan sayap dilaksanakan dengan gerakan dua kelompok otot yang saling berlawanan. Salah satu ujung otot melekat ke tonjolan tubuh berbentuk tuas. Sewaktu satu kelompok otot berkontraksi dan menyebabkan terangkatnya sepasang sayap, kelompok otot lainnya mengendur dalam derajat yang setara dan menyebabkan pasangan sayap yang kedua turun. Sebenarnya, helikopter yang diproduksi dengan menggunakan capung sebagai modelnya, turun dan naik menggunakan prinsip yang sama.

Penerbangan capung yang sempurna dimungkinkan oleh keempat sayap bebas yang besar ini yang menahan berat tubuhnya. Keistimewaan tersebut memungkinkan serangga ini membuat gerakan yang tiba-tiba, meningkatkan kecepatannya dan terbang pada kecepatan yang mencapai 10 meter (33 feet) per detik.36

Kemampuan penglihatan capung, yang sanggup membuat gerakan tiba-tiba pada berbagai kecepatan yang amat tinggi, juga sempurna. Mata capung diperhitungkan, dalam lingkungan ilmuwan, sebagai mata serangga terbaik di dunia. Setiap mata mengandung 30.000 lensa tersendiri. Mata ini tampak seperti dua kubah (hemisphere) yang menutupi setengah bagian kepalanya, dan mata ini memberikan bidang pandangan yang sangat luas bagi serangga. Dengan mata yang luar biasa ini, capung hampir dapat melihat apa yang terjadi di belakangnya.37

Seperti yang ditunjukkan di atas, capung memiliki sistem khas tersendiri yang tersusun dengan sempurna. Sedikit saja kekurangan di bagian manapun dari sistem ini akan menyebabkan sistem yang lainnya menjadi tidak berguna. Namun demikian, semua sistem telah diciptakan dengan sempurna sehingga makhluk-makhluk bertahan hidup dengan semua itu. Rancangan yang khas pada capung adalah milik Allah. Dia memiliki pengetahuan tentang segala ciptaan.