Posts Tagged ‘makhluk’

https://tausyah.wordpress.com/Asy-Syaithan
Iblis Or Syaithan

Iblis adalah makhluk dari golongan bangsa jin (QS 18: 50). Sebagaimana kita ketahui, dia tidak mau melaksanakan perintah Tuhannya untuk sujud kepada nabi Adam (QS 7: 11). Ia enggan ikut bersama malaikat untuk sujud (QS 15: 31). Sehingga Allah SWT bertanya kepadanya, “Hai iblis, apakah yang menghalangimu untuk sujud kepada yang telah Ku-ciptakan dengan kedua tangan-Ku ini?” Kata Iblis: “Aku lebih baik darinya, sebab Engkau ciptakan aku dari api, sedangkan dia Engkau ciptakan dari tanah” (QS 38: 75-76).

Itulah iblis, makhluk pertama membangkang perintah Allah SWT. Kelancangan yang tak layak diperlihatkan di hadapan Sang Pencipta. Dan, apapun alasannya itu menjadikan ia terusir dari surga (QS 38: 77). Jadilah ia hina (QS 7: 13), terkutuk (QS 15: 34), sesat (QS 15: 39), dan bahkan termasuk golongan kafir (QS 2: 34).

Usai pembangkangan, iblis berdoa supaya tetap hidup hingga hari kiamat (QS 7: 14). Harapannya, agar dapat menyesatkan seluruh manusia (QS 38: 82). Tentu saja, semua tipu daya dijalankan. Segala rupa misi diterapkan, asalkan tercapai targetnya, yaitu menjadikan manusia sesat.

Mari, kita simak apa saja misinya:
1.    Menyeru manusia agar menjadi kafir (QS 59: 16).
2.    Menghalang-halangi manusia dari jalan Allah SWT yang lurus (QS 7: 16).
3.    Membisikkan pikiran manusia agar melanggar ketetapan Allah SWT (QS 7: 20).
4.    Bersumpah atas nama Allah SWT agar manusia berbuat ingkar (tafsir Ibnu Katsir QS 7: 21). (lebih…)

Bismillahirrohmanirrohim,

Selamat Rahmad dan Berkah ALLAH, Semoga Tetap Padamu..

Saudara – saudariku yang dimuliakan ALLAH, renungilah olehmu suatu perkara yang sebahgian daripada kita tidak mengetahui dan tidak pula memikirkannya. Sesungguhnya ALLAH itu Esa lagi berdiri sendiri, Ia tidak beranak dan tidak pula diperanakkan, oleh karena yang sedemikian itu adalah sifat dariapda makhluk-Nya. bermula pasal yang pertama yaitu kejadian tujuh petala langit dan tujuh petala bumi dengan segala gerangan perkara yang berada diantara keduanya.

Kemudian didalamnya terdapat beberapa pasal yang menyatakan Nur Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam dengan segala yang takluk daripadanya. Rasulullah Shalallahu Alaihi Wasallam bersabda:” Bahwa ALLAH Subhana Wa Ta’ala, tiadalah yang tiada beserta-Nya suatu juapun segala peristiwa.

Suatu ketika berkumpullah pengikutnya lagi berkata: “ya Rasulullah..Dimanakah Tuhan kita tat kala Ia belum menjadikan sekalian makhluk?, Rasulullah bersabda: artinya “bahwasanya tiadalah Ia dibawah dan tiada pula di atas” artinya; bahwa ALLAH berada pada ilmu-Nya, seperti Firman  ALLAH ta’ala dalam hadist qudsy, artinya; “Adalah Aku pada perbendaharaan yang tersembunyi,maka Aku kehendaki dengan dia (makhluk) perihal mengenal-Ku, maka Aku jadikan sekalian makhluk agar mengenali-Ku.

Firman ALLAH yang lain dalam hadist qudsy yang diriwayatkan oleh Ja’bar radhiallahu anhu, artix; bahwa “nyawa Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam, dijadikan ALLAH daripada zat-Nya & dijadikan ALLAH sekalian alam daripada nyawa Muhammad Shalallahu Alaihi Wasallam. Kemudian sabda Rasulullah yang lain, artinya; “Akulah yang dijadikan ALLAH yang pertama & sekalian mu’min itu ALLAH jadikan daripadaku. Dan lagi Firman ALLAH didalam hadis qudsy yang lain, artinya; Ku-jadikan segala sesuatu itu adalah karenamu.. ya Muhammad, dan Aku jadikan engkau karena-Ku.

Wahai sadara – saudariku sekaliannya, tiadalah kisah itu cukup jika dituliskan melainkan disisi ALLAH telah termaktub segala ilmu dan pengetahuan itu dalam genggaman-Nya. Ia memberi pada yang meminta dan sekali – kali tidak pada yang enggan. Ketahuilah..bahwasanya ilmu lagi pengetahuan itu, tiadalah habis dalam pencaharianmu sampai jasad tak lagi bernyawa dan jasad semesta alampun tiada jua.

Sumber : Tajul Muluk

Maka tuntutlah ilmu sejauh mata engkau memandang dan sedalam hatimu berbicara. Akan tetapi yang dituntut daripadamu hanyalah ilmu syar’i lebih baik, oleh karena ialah satu – satunya ilmu lagi pengetahuan yang kelak maupun kini membawa engkau pada jalan kebenaran yaitu “akhirat”. Sesungguhnya ilmu syar’i itu adalah satu derajat lebih tinggi daripada ilmu dunia (sosial,ekonomi,pengetahuan alam,matematika,fisika dan lain sebagainya). Sedang pengetahuan duniamu hanyalah semata untuk duniamu sedang pengetahuan akhirat (agama) engkau adalah untuk dunia lagi akhiratmu. jika engkau mengetahui.. Wallahu A’lam Bish Showab

Jika terdapat perkataan yang  kurang berkenan dalam artikel ini, maka..kepada ALLAH aku memohon ampun..sedang padamu sekaliannya..aku memohon maaf.. ^_^

https://tausyah.wordpress.com