Posts Tagged ‘Kaum Nasrani’

asma ALLAH di bulanDAFTAR URUT PERISTIWA-PERISTIWA PENTING YANG BERSEJARAH TERHADAP LAHIRNYA BANI ISRAIL SAMPAI ZAMAN IMPERIUM ROMAWI

3000 – 2700 S.M. Dynasti pertama di Mesir.

± 2400 S.M. Imperium Semitik pertama. Sargon I, raja Assyria.

2000 – 1500 S.M. Imperium-imperium Mesopotamia (kini Iraq) dan Mesir. Perpindahan-perpindahan besar diseluruh Hilal Subur (Fertile Cressent).

± 1750 S.M. Ibrahim di Kanaan (kini Palestina/Israel).

± 1700 S.M. “Code Hammurabi” (termasuk “lex talionis”) dari Babilonia, dari mana terbit hukum Kanaanit dan sebagian dari “Syariat Musa.”

1700 – 1550 S.M. Bangsa Hyksos dari Kanaan mengontrol Mesir dan mengizinkan Bani Israil mendiami muara (delta) sungai Nil; Bani Israil mulai menduduki Kanaan (Palestina).

± 1550 S.M. Bangsa Hyksos diusir dari Mesir. Bangsa Hittit menghancurkan Babilonia.

1500 – 1200 S.M. Masa paling jayanya Mesir. Kanaan adalah wilayah Mesir. “Armana Tablets” menceritakan tentang surat-surat kepada Firaun perihal serangan-serangan Bani Israil terhadap kota-kota di Kanaan.

± 1400 S.M. Yericho dihancurkan oleh “Yusak” yang membentuk konfederasi dari Bani Israil di Kanaan Utara. Ibukota Sechem (kini Nablus).

1377 – 1360 S.M. Pemerintahan Firaun IKHNATON (Armenophis IV), Monotheist. Aneka pembaharuannya disapuh setelah wafatnya.

± 1230 S.M. Keluarnya Bani Israil (suku Levi?) dari Mesir di bawah pimpinan Musa dan Harun a.s. Tahun tradisionil dari Decalogue (Kesepuluh Firman).

± 1200 S.M. Didudukinya negeri-negeri sebelah Timur sungai Yordan dan bagian-bagian Kanaan Selatan oleh suku-suku padang pasir, dipimpin oleh Bani Israil yang lolos dari Mesir.

1225 – 1020 S.M. Bani Israil menaklukkan bagian-bagian lebih banyak dari Kanaan. Pergulatan dengan bangsa Filistin. Pemerintahan oleh Syekh atau “hakim-hakim.” Percampuran hidup Bani Israil dan orang-orang Kanaani, peradaban Kanaanit diserapnya.

± 1020 S.M. Sebagian suku-suku Bani Israil berpadu di bawah raja pertama: Saul.

± 1004 S.M. Daud a.s. menjadi raja dari Israel Selatan yang dinamakan Yudah.

± 998 S.M. Daud menjadi raja dari seluruh Israel, dan merebut Yerusalem (kini Al-Qudus) yang menjadi ibukota. Perluasan daerah Israel hingga sebesar yang tidak pernah dicapainya, sedang keadaan internasional sangat menguntungkannya

965 – 926 S.M. Suleiman a.s., pemerintah dan kerajaan bersatu. Membangun Heikal pertama di Yerusalem. Pemerintahan sangat mewah, perdagangan maju, akan tetapi perpajakan berat menyebabkan kemarahan dan nyaris pemberontakan.

± 926 S.M. Kerajaan pecah: Israel di Utara dan Yudah di Selatan.

926 – 721 S.M. Kerajaan Utara. Pembaharuan-pembaharuan (Reforms) dari nabi Elia (Ilyas a.s.). Nabi-nabi Amos dan Hosea dan Samaria jatuh, dan berakhirlah kerajaan Utara.

926 – 586 S.M. Kerajaan Selatan, Nabi-nabi Yesaya dan Mikha (725 – 697 S.M.). Senakharib menyerang hendak merebut Yerusalem (701 S.M.).

696 – 642 S.M. Dewa-dewa bintang bangsa Assyria disembah di Yerusalem. Kultur Pembiakan (Fertility). Pengorbanan anak. Krisis agama mendekat.

621 S.M. Hukum Kitab Ulangan. Penerbitan pertama dari “Sepuluh Firman” (saduran Kitab Ulangan). Nabi-nabi Yerimia dan Yehezkiel. Bangunnya Babilonia.

586 S.M. Yerusalem jatuh dan mulainya pengasingan di Babilonia.

538 S.M. Firman Cyrus II yang mengizinkan kembalinya orang-orang dari Pengasingan. Saduran kedua dari “Sepuluh Firman” (Kitab Keluaran XX) disusun masa itu.

520 – 516 S.M. Heikal dibangun kembali oleh Zerubbabel.

458 – 444 S.M. Ezra (Uzair) dan Nehemya. Pemugaran Yudah dimulai, kini dinamakan Yudea.

444 S.M. Diterbitkan dan diterima Hukum disusun pada masa Pengasingan dan dikatakan dari Musa a.s., termasuk kedua saduran dari Sepuluh Firman.

333 S.M. Iskandar Agung masuk Yerusalem.

320 S.M. Palestina di bawah Ptolemy (Mesir).

198 S.M. Palestina di bawah Seleucid (Syria).

168 S.M. Antiochus IV (Epiphanes) berusaha menghilangkan agama Yahudi.

176 – 135 S.M. Pemberontakan Makkabe.

142 S.M. Kemerdekaan Yahudi dari Syria; Pemerintahan oleh raja-raja serentak Imam.

65 S.M. Pompeyus masuk Yerusalem dan Palestina menjadi wilayah Romawi.

2/2.2. PERKEMBANGAN DARI TAUHID KE TRINITAS [17]

Tahun 12 M
Tersurat dalam Yohanes 20:17 … “Aku naik kepada Bapaku dan Bapamu, dan kepada Tuhanku dan Tuhanmu.”

57 M
Paulus menulis “Tiada ada Allah lain, melainkan Yang Satu Bagi kita hanya ada satu Allah, Sang Bapa, dan satu Yesus Kristus.”

96 M
Clement I (Clemens Romanus), 88 – 97, uskup Roma, menulis “Kristus diutus oleh Tuhan dan para apostel (rasul) diutus oleh Kristus.”

120 M
Rukun Iman para apostel (Apostles’ Creed) mulai dikenal Gereja. Bunyinya “Saya percaya akan Allah, Sang Bapa Yang Maha Kuasa.”

50 M
Justin Martyr (juga dikenal dengan Justinus si Ahli Filsafah), kelahiran Syikhem di Palestina, 100 – 165, dengan ajaran Platonisme mulai merusak kesederhanaan Nasrani. Beliau adalah guru-besar Platonisme dan kemudian masuk Kristen tanpa membuang Platonisme, sebab perpaduan maka beliau dihukum mati.

170 M
Kata “Trias” pertama kali terdapat dalam literatur Nasara.

200 M
Kata “Trinitas” pertama kali digunakan oleh Tertullianus, seorang penulis tarikh gereja.

230 M
Origines gelar Adamantios, kelahiran Iskandaria 185-254, bapa Gereja, dan penulis Gereja, menentang doa-doa ditujukan kepada Kristus.

260 M
Sabellius, guru Nasrani, mengajar: Sang Bapa, Sang Putera dan Roh Kudus adalah tiga nama untuk Tuhan yang sama.

300 M
Bentuk Trinitas dan doa belum dikenal Gereja.

310 M
Lactantius Firmianus, bapa Gereja, menulis “Kristus tidak pernah menamakan dirinya Tuhan.”

320 M
Eusebius, ahli tarikh Gereja dan uskup Caesarea, dan kawan Arius 260 – 340, menulis “Kristus mengajar kita untuk menamakan bapanya Tuhan yang benar dan untuk beribadat kepadaNya.

325 M
Muktamar Iznik (Nicene Council) bersepakat menamakan Kristus “Allah dari Allah, Tuhan benar dari Tuhan benar.”

350 M
Pertentangan-pertentangan hebat dalam Gereja perihal ajaran Trinitas.

370 M
Doxology (puja-puji) bagi Sang Bapa, Sang Putera dan Roh Kudus, disusun dan disesalkan sebagai suatu bid’ah (novelty).

381 M
Muktamar Konstantinopel (kini Istambul) menyempurnakan ajaran “tiga oknum dalam satu Tuhan.”

383 M
Kaisar Theodosius I Agung (379-395) mengancam akan menghukum semua yang tidak percaya dan tidak ibadat terhadap Trinitas.

496 M
Firman Paus Gelasius I (492-496) menghukum Injil Barnabas. Barnabas adalah pembina jemaah di Antakia (Antiok).

TRINITAS tidak ada dalam Bible. Trinitas merupakan synthesis yang dihasilkan oleh Gereja. Hubungan dengan Trinitas dari bangsa-bangsa kafir yang melahirkan Trinitas faham Gereja. Perpaduan ini memudahkan Gereja menasranikan bangsa-bangsa jahiliyah (kafir) yang bertrinitas. Prof. Dr. G.J. Vossius [18] menerangkan bahwa Trinitasnya:

Orang-orang Indian Amerika: OTKON, MESSOU dan ATAHAUATA.

Orang-orang Hindu: BRAHMA, VISYNU dan SIVA, yang dirupakan satu badan berkepala tiga.

Orang-orang Mesir Kuna: EICTON, CNEPH (DEMIURGUS) dan PHTHA atau PTAH.

Bangsa-bangsa Greka (Yunani):

a)Orpheus: PHANES, URANOS dan KRONOS.

b)Plato: AGATHON, NOUS dan PSUCHE.

c)Pythagoras: MONAD, NOUS dan PSUCHE.

Orang-orang Parsi: OROMASDES. MITHRAS dan ARIMENES

Orang-orang Rumawi Kuna: JUPITER, MINERVA dan JUNO, Amor ac Delicium, Jovis, yaitu Roh Suci.

Orang-orang Skandinavia (Norse, Anglo-Saxon, Jerman). ODIN (OTHIN atau WODAN), HAENIR dan LODUR.

DAFTAR URUT DARI PERISTIWA-PERISTIWA PENTING YANG BERSEJARAH TERHADAP KELAHIRAN GEREJA

63 S.M
Pompeyus masuk Yerusalem. Palestina dibawah kekuasaan Romawi.

37 – 4 S.M
Herodes Agung raja boneka di Palestina.

27 S.M
Oktavianus menjadi Kaisar Augustus.

6 S.M.
Kelahiran Yesus. Yudea menjadi propinsi Romawi, diperintah oleh para procurator. Sensus dari Quirinus. Pemberontakan Yudas (Si Zealot = fanatik).

4 S.M
Sekta “Lautan Mati” kembali ke biara di Qumran dari Damascus. Tulisan-tulisan mereka tidak dimasukkan dalam Bible; diketahui dan dipergunakan oleh Kelompok Baru (New Covenanters) di Yerusalem.

4 S.M.- 6 M.
Archeolus ethnarch dari Yudea; 4 S.M.-39 M. Herodes Antipas tetrarch dari Galilea;

4 S.M. – 34 M.
Philip tetrarch dari Palestina sebelah Utara.

14 M
Tiberius menjadi Kaisar.

18 – 36
Kayafas, Imam Agung Yahudi.

26 – 36
Pontius Pilatus, Gubernur (procurator) dari Yudea.

28
Yahya Pembaptis dihukum mati oleh Herodes Antipas.

29
Yesus disalib (?) oleh Pontius Pilatus.

32
Kira-kira pada waktu ini tercatat: “Aku naik kepada Bapaku dan Bapamu; dan kepada Tuhanku dan Tuhanmu.”

34
Paulus di Yerusalem. Perjalanannya ke Damascus. Berbaliknya menjadi pengikut Yesus.

36
Marcellus, procurator dari Yudea. Lima belas hari dengan Petrus dan Yahya di Yerusalem.

37
Gayus Caligula naik tahta Kaisar, Marullus, procurator dari Yudea.

38
Pengejaran terhadap orang-orang Yahudi di Alexandria, di mana mereka merupakan suatu kaum yang besar.

40-41
Caligula perintahkan agar arcanya dibangun di dalam Heikal di Yerusalem. Perintah ini gagal; hal ini dan “tanda-tanda” lain menarik orang-orang yang bukan Yahudi ke Yudaism dan ke para pengikut “Kelompok Baru” (New Covenanters). Barnabas membawa Paulus ke Antiok untuk membantunya bertabligh (menjadikan orang-orang yang percaya).

41
Claudius naik tahta. Herodes Agrippa, raja boneka dari Yudea. Pemberontakan dari Theudas.

42-43
Paulus meninggalkan Antiok untuk bertabligh di Siprus dan Asia Kecil.

45-50
Paulus berwawancara di Kota-kota Asia dan Eropa sekitar Laut Greka (Aegean Sea).

50
Orang-orang Yahudi diusir dari Roma. Paulus dituduh sebagai penghasut pemerintah Romawi. Disiarnya Surat Yakub.

51
Paulus di Korintus. Beliau balik ke Antiok. Perundingan dengan Yakub, saudara Yesus, di Yerusalem tentang pelaksanaan syariat Musa dan khitan terhadap orang-orang yang percaya, tapi bukan Yahudi. Tidak tercapai persetujuan pasti, tetapi Paulus mengumpulkan uang sadakah (zakat) dari jemaah-jemaah bukan Yahudi untuk kaum induk (patriarchal community) di Yerusalem.

52
Felik, procurator dari Yudea. Antara tahun 50 dan 54 ditulisnya surat-surat Paulus dari Korinthus kepada orang Tesalonika; dari Efesus kepada orang Korinthus dan Galalonika; dari Efesus kepada orang Korinthus dan Galatia, dan dari Korinthus kepada orang Rum.

54
Nero menjadi Kaisar. Paulus ditahan oleh penjaga Romawi ketika ada keributan didalam Heikal di Yerusalem.

57
Kira-kira pada waktu ini Paulus menulis “Tidak ada Tuhan lain hanya Satu … Bagi kita hanya ada Satu Tuhan, sang Bapa dan satu Yesus Kristus.”

58
Festus, procurator dari Yudea. Paulus mohon apel kepada Kaisar dan diperintah ke Roma. Tibanya Paulus di Roma pada tahun 58 atau 59. Dalam penjara Paulus menulis surat-surat kepada orang Philipi, orang Kolose dan kepada Philemon.

62
Pembunuhan Yakub Si Adil (saudara Yesus) atas perintah Ananas, Imam Agung Yahudi.

64
Roma kebakaran. Pengejaran pengikut Masehi oleh Nero. Dibunuhnya Petrus dan Paulus (menurut riwayat).

65
Surat-kiriman kepada orang Iberani (salah dituduhnya oleh Paulus).

66
Pemberontakan Yahudi di Palestina. Perang melawan orang-orang Romawi; 66-73.

68-69
Perang para warga Romawi, Galba, Otho, Vitellius.

69
Vespasianus menjadi Kaisar.

70
Jatuhnya Yerusalem.

75
Pengedaran Injil Markus dalam bentuk awal.

79
Titus naik tahta. Kira-kira pada waktu ini atau beberapa tahun sebelumnya Injil Matius diedarkan.

81
Domitian menjadi Kaisar. Pengejaran orang-orang yang percaya di Roma dan Asia Kecil. Surat Petrus yang pertama dan surat Yahuda yang pertama.

90
Pengejaran umum terhadap orangsrang Yahudi dan orang-orang Kristen. Muktamar Yamnia membuat Bible Yahudi (Perjanjian Lama) menurut tradisi.

95
Pengedaran Buku Wahyu pada saat pengejaran atau sebelumnya.

96
Nerva menjadi Kaisar. Clement menulis “Kristus diutus oleh Tuhan dan para apostel (rasul) diutus oleh Kristus.”

98
Trayanus naik tahta.

100
Pliny (yang lebih muda/Junior) tulis-menulis surat dengan Trayan tentang hak-hak para warganegara Kristen yang dihebohkan.

105
Pengedaran dua jilid dari satu buku mengenai Perbuatan-perbuatan para Rasul karangan Lukas.

110
Himpunan surat-surat Paulus, digalakkan oleh Perbuatan-perbuatan Rasul dari Lukas, mungkin semula oleh Gereja Efesus. Muqadimahnya dibuat oleh penyusun yang menulis atas nama Paulus, kemudian disebut surat kepada orang-orang Efesus.

113
Pemberontakan-pemberontakan Yahudi di Siprus dan tempat-tempat lain.

115
Mati syahid dari St. Ignatius. Diedarkannya surat-surat kiriman (pastoral epistels) atas nama Paulus yang pertama dan yang kedua kepada Timotius dan Titus, dan yang pertama dari Yahya.

117
Hadrianus menjadi Kaisar. Pemberontakan Yahudi di Palestina. Pengedaran surat-surat yang kedua dan yang ketiga dari Yahya.

120
Rukun iman para Rasul mulai diketahui bagi Gereja, yang bunyinya: “Saya percaya akan Tuhan, Sang Bapa Yang Maha Kuasa.”

135
Roma padamkan pemberontakan orang-orang Yahudi di Palestina dibawah pimpinan “Masih” Bar Kochba. Yerusalem menjadi jajahan (colony) Romawi; “Aelia Capitolina.” Orang-orang Yahudi dikeluarkan dari Aelia atas ancaman hukuman mati. Pengedaran Injil Yahya (atau barangkali lebih dulu), dan surat kiriman dari Barnabas (tidak terdapat dalam Perjanjian Baru).

138
Atonius Pius menjadi Kaisar.

145-155
Bida’ah Marcion menyebabkan kekacauan dalam gereja-gereja. Yustin Martyr mulai dengan ajaran Plato untuk merusak kesederhanaan Kristen (± 150). Injil Marcion (Lukas) dan Apostolican (sepuluh surat dari Paulus diterbitkan oleh Marcion).

Disiarkannya surat Petrus yang kedua, yang sebagian merupakan dan sumber Paulus atau para rawi Aneka Injil Petrus, Thomas dan seterusnya. Perbuatan-perbuatan Paulus dan Thecla, dan banyak lagi tulisan-tulisan lain tidak termasuk dalam Perjanjian Baru, disiarkan pada masa itu.

161
Markus Aurelius. Bentuk awal dari Iman para Apostel.

170
Kata “Trias” mulai masuk dalam literatur Kristen

200
Kata “Trinitas” pertama kali digunakan oleh Tertullianus.

230
Origenes menentang doa-doa ditujukan kepada Kristus.

260
Sabellius mengajar: Bapa, Putera dan Rohul-Kudus adalah tiga nama untuk Tuhan yang sama.

300
Belum dikenal oleh gereja bentuk Trinitas untuk berdoa.

310
Lactianus menulis: “Kristus tidak pernah menyebutkan dirinya Tuhan.”

320
Eusebius menulis; “Kristus mengajar untuk menyebut nama Bapa, Tuhan yang benar dan menyembahyang kepadaNya.

325
Muktamar Iznik (Council of Nicaea) setuju menyebut Kristus “Tuhan dari Tuhan, Tuhan yang betul dari Tuhan yang betul.” Orthodoxy Kristen didirikan.
Tulisan-tulisan suci dalam bahasa Aramiya dibakar, hanya dalam bahasa Yunani (Koine) diselamatkan. Pada pertemuan itu, Kaisar Konstantin Yang Agung (sebagai Pontifex Maximus) memerintahkan agar semua Injil dalam bahasa dan huruf Aramiya yang disusun oleh Levi dan Yahya dan dimiliki Arius, dibakar habis.
Hal ini adalah karena Konstantin Yang Agung menganut dan menyokong ajaran dari Athanasius (Uskup dari Iskandaria) yang mengajar bahwa Kristus sama dengan Tuhan dan dengan demikian menentang ajaran Arius yang mengajar bahwa Kristus adalah makhluk. Hingga kini Injil Barnabas dianggap kanonik. Kaisar Konstantin mengeluarkan Firman bahwa pada siapa terdapat Injil-injil yang sama yang dimiliki Arius dan tidak membakarnya, akan lantas dihukum mati.

350
Percekcokan besar dalam tubuh gereja tentang ajaran Trinitas.

370
Pemujian (doxology) “Mahasuci sang Bapa, Putera dan Rohul-Kudus” tersusun dan dituduh sebagai bid’ah.

381
Muktamar Konstantinopel menyempurnakan ajaran “tiga oknum dalam Satu Tuhan.”

383
Kaisar Theodosius mengancam akan menghukum semua orang yang tidak percaya dan menyembahyang Trinitas. Sebuah Injil Barnabas yang disembunyikan, diserahkan kepada Paus Damasus.

496
Paus Gelasius berfirman pengulangan hukuman atas Injil Barnabas.

609
Pantheon Kuil dewa-dewi Romawi yang dibangun oleh Marcus Agrippa pada tahun 27 S.M. kemudian diubah menjadi gereja “Madonna of the Martyrs” pada tahun 609 oleh Paus Bonicius ke-IV (608-615).

1094-1291
Penyerang-penyerang Kristen bersalib hendak merebut Palestina yang berakhir atas kegagalannya.

Sumber :
ALKITAB (BIBLE)
Sejarah Terjadinya dan Perkembangannya
Serta Hal-hal yang Bersangkutan

Prof. H.S. Tharick Chehab

https://tausyah.wordpress.com

Lafaz ALLAH disenja hariKebanyakan orang tentu mengetahui makna dari pesan berikut ini : Untuk 17 Tahun Ke atas.
yang seringkali ditempel pada film-film yang hanya boleh ditonton bagi yang sudah berumur 17 tahun ke atas atau sudah dewasa. Banyak alasan lembaga sensor film memberikan label tersebut, di antaranya adanya adegan dewasa.

Begitu juga dalam Alkitab, ternyata, ada cukup banyak ayat yang hanya pantas dibaca oleh orang-orang yang sudah berumur 17 tahun ke atas atau su-dah dewasa, alasannya, ayat-ayat tersebut dinilai dapat memberikan efek bio-logis dan psikologis pada orang-orang yang membacanya, maka perlu adanya seleksi pembaca yaitu 17 tahun ke atas atau sudah dewasa.

Karna alasan tersebut, ayat-ayat ini tidak pernah dibacakan dalam kebak-tian di gereja, tidak pernah dibacakan dihadapan sekumpulan orang, tidak pernah ditemui dalam kartu ucapan Natal atau kartu undangan perkawinan, dan tidak akan pernah ada orang Kristen baik pastor, pendeta atau orang-orang awam yang mau menghafalkan atau menjadikan dalil. Padahal ayat-ayat tersebut diklaim sebagai ayat-ayat suci bagian dari sebuah kitab suci.

Bagi orang tua yang mengetahui ayat-ayat tersebut, tentu akan menyem-bunyikan rapat-rapat dari jangkauan anak-anak, agar jangan sampai mereka membacanya, kekuatiran ini sangat beralasan karena adanya efek biologis dan psikologis pada anak, yang dapat menyebabkan kedewasaan dini.

Mari kita lihat ayat-ayat tersebut mengapa bisa demikian ?, dan untuk adik-adik di bawah 17 tahun sebaiknya tidak membaca artikel ini.

Kitab Kidung Agung

Kiranya ia mencium aku dengan kecupan!
Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur1 KA 1:2

Tangan kirinya ada di bawah kepalaku,
Tangan kanannya memeluk aku. KA 2:6

Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu,3
Seperti dua anak rusa buah dadamu,
Seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput
Di tengah-tengah bunga bakung.5 KA 4:3,5

Pusarmu seperti cawan yang bulat,
Yang tak kekurangan anggur campur.
Perutmu timbunan gandum, berpagar bunga-bunga bakung.2
Seperti dua anak rusa buah dadamu,
Seperti anak kembar kijang.3 KA 7:2-3

Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan
Buah dadamu gugusannya.7
Aku ingin memanjat pohon korma itu dan
Memegang gugusan-gugusannya.
Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan
Nafas hidungmu seperti buah apel,8 KA 7:7-8

Ayat-ayat di atas terdapat dalam kitab yang dinamakan sebagai kitab Kidung Agung, kitab ini terdapat dalam Bible/Alkitab yaitu kitab ke-22, Ayat-ayat dalam Kidung Agung berbentuk syair atau puisi yang di atas namakan buatan raja Solomon. Namun penisbahan ini sama sekali tidak tepat, karena orang-orang Yahudi sama sekali tidak mengetahui siapa penulis kitab ini dan untuk apa kitab ini ditulis. Kitab Kidung Agung adalah kitab yang memuja cinta demi cinta dan untuk cinta.

Dalam Tafsir Alkitab Perjanjian Lama yang diter-bitkan oleh Lembaga Biblika Indonesia halaman 502, disebutkan, kitab Kidung Agung ini sangat diragukan sebagai kitab suci dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan sejarah suci, hukum-hukum atau nabi-nabi. orang-orang Yahudi sendiri sangat ragu-ragu memasukkan kitab ini sebagai kitab suci. Namun umat Kristiani secara bulat menerima Kidung Agung sebagai kitab suci.

Ayat-ayat tersebut dilihat dari teksnya, berisi puisi-puisi cinta yang penuh gairah, yang tentu tidak pantas untuk dibaca oleh anak-anak berumur 17 tahun ke bawah dan sangat tidak mungkin diba-cakan dalam gereja yang jemaatnya terdiri dari laki-laki dan perempuan, siapapun dapat menerka apa yang terjadi bila ayat-ayat tersebut dibacakan di dalam kebaktian di dalam gereja.

Bahkan Biarawan Spanyol Fray Luis de Leon, dijebloskan ke dalam penjara pada tahun 1562 oleh lembaga inkuisi karena menyusun sebuah terjemahan Kidung Agung yang asli dari kitab berba-hasa Ibrani, tentu saja karena isinya terlalu vulgar. Ayat-ayat yang saya kutipkan di atas adalah dari Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) tahun 2004 yang isinya sudah diperhalus yang disesuaikan dengan adat ketimuran.

Ayat-ayat yang sudah diperhalus tersebut, masih saja terasa vulgar, bagaimana jika ayat-ayat tersebut diterjemahkan apa adanya seperti bahasa aslinya ? tentu jauh lebih vulgar dan lebih membangkitakan gairah. Semestinya, kalau ayat-ayat itu diklaim sebagai ayat-ayat suci, maka tidak diperlukan lagi usaha untuk memperhalus bahasanya, biarkan saja seperti aslinya. Bukankah ayat-ayat suci itu firman Tuhan, bukankah firman Tuhan akan hilang kesuciannya kalau ayat-ayat tersebut dirubah-rubah, ditambah, dikurangi atau direvisi. ?????

Pertanyaannya, apakah pantas ayat-ayat ter-sebut yang membangkitkan gairah dan fantasi dimasukkan sebagai ayat-ayat suci ?, Hikmah apa yang dapat diambil dari ayat-ayat tersebut ??

KITAB YEHEZKIEL


Ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya sambil teringat kepada masa mudanya, waktu ia bersundal di tanah Mesir.19

Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda.10

Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu.21 Yehezkiel 23:19-21

Kisah tersebut di atas terdapat dalam Perjanjian lama yaitu kitab ke-26 dalam Alkitab. Semua ayat dalam kitab tersebut, di klaim sebagai ajaran seseorang yang bernama Yehezkiel, menurut iman Kristiani Yehezkiel adalah seorang nabi yang hidup pada tahun 593 SM. Ajaran-ajaran Yehezkiel dibukukan dalam sebuah kitab yang kemudian diberi nama sesuai dengan namanya sendiri.

Sekarang mari kita kembali kepada teks ayat di atas. Kalau kita amati, ternyata isinya jauh lebih vulgar dari ayat-ayat dalam kitab Kidung Agung, bahkan ada kecondongan kasar dan sangat tidak pantas bagi bahasa ketimuran.

Kalimat ‘zakarnya seperti zakar kuda’ dan ‘meme-gang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu’ betul-betuli sulit diterima akal bila dima-sukkan dalam ayat-ayat suci, kata-kata dalam ka-limat itu lebih condong atau lebih tepat disebut se-bagai untaian kata-kata sensual dan erotis bahkan menurut adat ketimuran, bila ada seseorang yang mengatakan seperti kata-kata itu, maka masyara-kat akan mengatakan dia berkata-kata kotor.

Ayat-ayat yang saya contohkan di atas ada-lah ayat-ayat yang saya ambil dari Alkitab yang dikeluarkan oleh LAI tahun 2004, ayat-ayat terse-but sudah mengalami revisi yang cukup banyak guna menghilangkan kesan sensual, erotis dan ko-tor. Padahal kalau ayat-ayat tersebut diklaim sebagai ayat-ayat suci firman Tuhan, untuk apa lagi harus dirubah-rubah, bukankah Tuhan jauh lebih sempurna dalam memilihkan kalimat dari pada manusia ?

Mari kita lihat ayat-ayat tersebut pada Alki-tab terbitan LAI tahun 1970,

Dan melampiaskan hasratnja dengan petjinta mereka, jang pelirnja seperti pelir keledai dan jang pantjarannja laksana pantjaran kuda djantan.20 Yehezkiel 23:20

Kalimat yang bergaris bawah pada ayat tersebut yaitu pelirnya seperti pelir keledai telah diperhalus menjadi auratnya seperti aurat keledai pada Alkitab terbitan LAI 2004, padahal kata pelir dan aurat memiliki arti yang sangat berbeda, tentu saja pe-rubahan ini dimaksudkan untuk menghilangkan kesan kasar dan kotor, tetapi perubahan tersebut memberikan efek perubahan makna. Dan ini melanggar larangan yang terdapat dalam Alkitab :

Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu laku-kan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya. Ulangan 12:32

Kalau ayat-ayat itu adalah firman Tuhan, untuk apalagi harus dirubah-rubah, apakah manusia lebih sempurna dari Tuhan dalam hal bertata-ba-hasa ?, tetapi kalau itu firman Tuhan mengapa kalimatnya sangat mengganggu norma-norma ketimuran, apakah Tuhan tidak tahu bahwa firmannya tidak cocok untuk orang timur, pasti tidak mungkin, karena Tuhan Maha Mengetahui. Bahkan di baratpun ayat-ayat tersebut juga mendapat kritikan karena dinilai tidak pantas untuk dipublikasikan.

Para penginjil Bandung sangat risih dengan ayat-ayat yang demikian, sehingga mereka perlu merevisi ayat-ayat tersebut agar layak untuk dibaca, hasil-nya sebagai berikut :

Tetapi bagi dia sendiri hal itu tidak seberapa, ia malah melakukan persundalan yang lebih menjijikkan lagi dengan mengenang masa mudanya, ketika ia bersundal di Mesir dengan orang-orang yang besar hawa nafsunya.20

Demikian engkau merindukan kehidupan masa lalumu, masa engkau masih gadis, ketika engkau menyerahkan tubuhmu kepada orang-orang di Mesir.21 Yehezkiel 23:20-21, Penerbit Kalam Hidup Bandung

Hasil revisi tersebut cukup mengagumkan, sopan, halus dan lembut, cukup seimbang dengan nilai-nilai ketimuran. Namun sayang, sebagus apa-pun yang namanya merevisi firman Tuhan maka hasil yang didapat adalah bukan ayat yang asli lagi. Dan bagi pemeluk agama Kristen Bandung, harus rela dengan hilangnya ayat tersebut.

Ayat – ayat Yang Lain
Ayat-ayat berikut serupa bahasanya :

Kejadian 19:30-36 : Perzinahan ayah – anak
Kejadian 35:22 : Perzinahan ibu – anak
Kejadian 38:15-30 : Perzinahan ayah-menantu
2 Samuel 13:5-14 : Perzinahan kakak-adik
2 Samuel 16:21-23 : Anak memperkosa Ibu
Yehezkiel 16:23-24 : Pelacur tak pernah puas
Amsal 7:7-22 : Istri berselingkuh
Hakim-hakim 16:1 : Berzinah dengan sundal

Tapi..Pertanyaannya adalah “Masa sih Tuhan Berfirman seperti itu??”

Komenter – komentar dari Pihak Kristen Sendiri

George Bernard Shaw
Budayawan dan Kritikus Kaliber International dan pemenang Nobel tahun 1925, dia berpendapat :
“Alkitab adalah kitab yang paling berbahaya di muka bumi, simpanlah kitab ini di laci dan kuncilah”

The Plain Truth, Oktober 1977
“Membacakan cerita-cerita dari Injil kepada anak-anak bisa membuka kesempatan untuk mendiskusikan moral seks. Kitab Injil yang belum dibersihkan pasti mendapat rating X dari badan sensor”

Majalah Time 31 Maret 2001
“Alkitab merupakan kitab orang dewasa yang penuh sekali dengan erotisme”

Romo Don Bruno Maggioni
“Alkitab adalah sebuah karangan untuk orang dewasa. Bukan hanya karena-halaman seksualnya tetapi karena jenis masalah yang muncul di seputar seks manusia”

AL-QUR’AN LEMBUT DAN SANTUN
Penggambaran Cinta
Al-Qur’an memberikan gambaran cinta dan kasih dengan bahasa yang indah, santun dan mudah dimengerti makna dan hikmanya :

Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung,dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, QS. 56:35-37

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan Sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. QS. 30:21

Ayat QS. 30:21 seringkali dicantumkan dalam kartu undangan pernikahan, tanpa tafsiran, hal ini menunjukkan ayat ini indah, sopan dan mudah dimengerti. Bandingkan dengan ayat-ayat dalam Kidung Agung, cari kartu undangan perkawinan orang Kristen yang memuat ayat ini, pasti tidak ada, karena akan dinilai tidak sopan, vulgar dan tidak ada makna apa-apa yang dapat diambil dari ayat-ayat Kidung Agung.

Penggambaran Hubungan suami-Istri
Al-Qur’an telah mengatur kehidupan suami istri dengan bahasa yang mudah, lembut, santun dan indah, walaupun tanpa kevulgaran namun sangat mudah untuk dipahami maksudnya :

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah:”Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintakan Allah kepadamu…. QS. 2:222

Allah SWT memilihkan kata mendekati dan mencampuri untuk mewakili kata berhubungan badan, siapapun dapat mengerti maksud ayat tersebut dan mengambil pelajarannya, mudah, lembut, santun, indah dan tidak vulgar. Mari kita lihat lagi firman Allah SWT yang menggambarkan kebolehan menggunakan metode apa saja untuk hubungan suami istri :

Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki….. QS. 2:223

Sebuah kalimat yang lembut dan santun, memberikan gambaran yang indah, yang sangat menghargai wanita dan laki-laki, yang wanita merasa seperti sawah yang memberikan manfaat bagi kehidupan, dan yang laki-laki merasa mempunyai kebebasan yang luas untuk bercocok tanam. Tidak ada keharmonisan yang seindah keharmonisan antara petani dengan sawahnya. Begitulah firman Allah SWT mengalir begitu indah bersama hikmahnya, tidak ada satu katapun yang tidak mempunyai arti.

Sekarang bandingkan dengan ayat-ayat dalam Kidung Agung dan Yeheskiel 23:19-21, apakah ada hikmah atau pelajaran yang dapat diambil dari ayat-ayat tersebut ?, dan bagaimana dengan cara penyajian bahasanya ? indah ? lembut ? atau vulgar dan kasar ?.

Sampai di sini uraian kami, semoga bermanfaat bagi kita dan keluarga kita, amin.

Sumber : Buletin al-islah edisi 24

https://tausyah.wordpress.com