Posts Tagged ‘Insya ALLAH’

Istri Muslimah

Istri Muslimah

Hidup ini memang tidak begitu mudah, namun ALLAH akan memudahkan hidup bagi sesiapa yang selalu menerima keputusan dan ketetapan ALLAH dengan penuh keikhlasan dan rasa syukur, hingga semuapun terpenuhi dengan semestinya. Simak Kisah Berikut :

Sore itu, menunggu kedatangan teman yang akan menjemputku di masjid ini seusai ashar.. seorang akhwat datang, tersenyum dan duduk disampingku, mengucapkan salam, sambil berkenalan dan sampai pula pada pertanyaan itu. “anty sudah menikah?”. “Belum mbak”, jawabku. Kemudian akhwat itu .bertanya lagi “kenapa?” hanya bisa ku jawab dengan senyuman.. ingin ku jawab karena masih kuliah, tapi rasanya itu bukan alasan.

“mbak menunggu siapa?” aku mencoba bertanya. “nunggu suami” jawabnya. Aku melihat kesamping kirinya, sebuah tas laptop dan sebuah tas besar lagi yang tak bisa kutebak apa isinya. Dalam hati bertanya- tanya, dari mana mbak ini? Sepertinya wanita karir. Akhirnya kuberanikan juga untuk bertanya “mbak kerja dimana?”, ntahlah keyakinan apa yg meyakiniku bahwa mbak ini seorang pekerja, padahal setahuku, akhwat2 seperti ini kebanyakan hanya mengabdi sebagai ibu rumah tangga.

“Alhamdulillah 2 jam yang lalu saya resmi tidak bekerja lagi” , jawabnya dengan wajah yang aneh menurutku, wajah yang bersinar dengan ketulusan hati. (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Sujud

Sujud

Dari Shuhaib Radhiallahu Anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Dahulu ada seorang raja dari golongan ummat sebelum engkau (Masa kaum nasrani yang masih beriman lagi mentauhidkan ALLAH Ta’ala dan sebelum turunnya Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam dan ajaran-ajaran beliau), ia mempunyai seorang ahli sihir.

Sang penyihir itupun telah tua, iapun berkata kepada raja:

“Sesungguhnya saya ini telah tua, maka itu hampirkanlah padaku seorang anak yang akan saya beri pelajaran ilmu sihir.”

Kemudian raja itu mengirimkan padanya seorang anak untuk diajarinya. Anak ini di tengah perjalanannya apabila seseorang rahib (pendeta nasrani) ia jumpai dalam perjalanannya, ia pun duduklah padanya dan mendengarkan ucapan-ucapannya.

Setelah ia kembali dari belajar sihir, ia pun melalui tempat rahib tadi dan terus duduk di situ untuk mendengarkan ajaran- ajaran ALLAH yang disampaikan olehnya. Selanjutnya apabila ia datang ketempat si penyihir, iapun dipukul oleh karena senantiasa datang terlambat. (lebih…)