Posts Tagged ‘Hadist Riwayat Muslim’

https://tausyah.wordpress.com/Dajjal-Nabi-Isa-Yakjuj-Makjuj

Dajjal, Nabi Isa, Yakjuj Dan Makuj

sambungan dari kisah dalam hadist sebelumnya..

Dalam keadaan sebagaimana di atas itu, tiba-tiba Allah Ta’ala mengutus Isa al- Masih putera Maryam. la turun di menara (rumah tinggi) putih warnanya, yang terletak di sebelah selatan Damsyik, iaitu mengenakan dua lembar pakaian yang bersumba, dengan meletakkan kedua tapak tangannya atas sayap dua malaikat. Jikalau ia menundukkan kepalanya, maka mencucurlah air dari kepalanya itu, sedang apabila ia mengangkatnya, maka berjatuhan-lah daripadanya permata-permata besar bagaikan mutiara.

Maka tiada seorang kafirpun yang berdiam di sesuatu tempat yang dapat mencium bau tubuhnya itu, melainkan ia pasti mati dan jiwanya itu terhenti sejauh terhentinya pandangan matanya. Selanjutnya al-Masih mencari Dajjal itu sehingga dapat menemukannya di pintu gerbang negeri Luddin, kemudian ia membunuhnya.Seterusnya Isa a.s. mendatangi kaum yang telah dilindungi oleh Allah dari kejahatan Dajjal itu, lalu ia mengusap wajah-wajah mereka (maksudnya melapangkan kesukaran-kesukaran yang mereka alami selama kekuasaan Dajjal tersebut) dan ia memberitahukan kepada mereka bahawa mereka akan memperolehi derajat yang tinggi dalam syurga. Dalam keadaan yang sedemikian itu lalu Allah memberikan wahyu kepada Isa a.s. bahawasanya Aku (ALLAH Subhana wa Ta’ala) telah mengeluarkan beberapa orang hambaKu yang tiada kekuasaan bagi siapapun untuk menentang serta berlawanan perang dengan mereka itu. (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Dajjal

Dajjal

Dari Anas r.a., berkata: “Rasulullah s.a.w. bersabda: “Tiada suatu negeri pun melainkan akan diinjak oleh Dajjal, kecuali hanya Makkah dan Madinah yang tidak. Tiada suatu lorong-pun dari lorong-lorong Makkah dan Madinah itu, melainkan di situ ada para malaikat yang berbaris rapat untuk melindunginya. Kemudian Dajjal itu turunlah di suatu tanah yang berpasir – di luar Madinah – lalu kota Madinah bergoncanglah sebanyak tiga goncangan dan dari goncangan- goncangan itu Allah akan mengeluarkan akan setiap orang kafir dan munafik.” (Riwayat Muslim)

Dari Annawwas bin Sam’an r.a., katanya: “Rasulullah s.a.w. menyebut- nyebutkan perihal Dajjal pada suatu pagi. Beliau s.a.w. menghuraikan Dajjal itu kadang-kadang suaranya direndahkan dan kadang-kadang diperkeraskan – dan Dajjal itu sendiri oleh beliau s.a.w. kadang-kadang dihinanya, tetapi kadang- kadang di-perbesarkan hal ihwalnya sebab amat besarnya fitnah yang akan ditimbulkan olehnya itu, sehingga kita semua mengira seolah-olah Dajjal itu sudah ada di kelompok pohon kurma. Setelah pada suatu ketika kita pergi ke tempatnya, beliau s.a.w. kiranya telah mengetahui apa yang ada di dalam perasaan kita, lalu bertanya: “Ada persoalan apakah engkau semua ini?” (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Menulis-Membaca-Al-Qur'an

Membaca Al-Qur'an

Sambungan dari artikel sebelumnya..

Sahabat-sahabatnya itu pergi membawanya, kemudian menaiki gunung, lalu anak itu berkata:

“Ya Allah, lepaskanlah hamba dari orangorang ini dengan kehendakMu.” Kemudian gunung itu pun bergerak keras dan orang- orang itu jatuhlah semuanya. Anak itu lalu berjalan menuju ke tempat raja.

Raja berkata: “Apa yang dilakukan oleh kawan-kawanmu?”

Ia menjawab: “Allah Ta’ala telah melepaskan aku dari tindakan mereka.

Anak tersebut terus diberikan kepada sekelompok sahabat-sahabatnya yang lain lagi dan berkata:

“Pergilah dengan membawa anak ini dalam sebuah tongkang dan belayarlah sampai di tengah lautan. Jikalau ia kembali dari agamanya – maka lepaskanlah ia, tetapi jika tidak, maka lemparkanlah ke lautan itu.”

Orang-orang bersama sama pergi membawanya, lalu anak itu berkata:

“Ya Allah, lepaskanlah hamba dari orang-orang ini dengan kehendakMu.” Tiba-tiba tongkang itu terbalik, maka tenggelamlah semuanya. Anak itu sekali lagi berjalan ke tempat raja. (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Sujud

Sujud

Dari Shuhaib Radhiallahu Anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Dahulu ada seorang raja dari golongan ummat sebelum engkau (Masa kaum nasrani yang masih beriman lagi mentauhidkan ALLAH Ta’ala dan sebelum turunnya Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam dan ajaran-ajaran beliau), ia mempunyai seorang ahli sihir.

Sang penyihir itupun telah tua, iapun berkata kepada raja:

“Sesungguhnya saya ini telah tua, maka itu hampirkanlah padaku seorang anak yang akan saya beri pelajaran ilmu sihir.”

Kemudian raja itu mengirimkan padanya seorang anak untuk diajarinya. Anak ini di tengah perjalanannya apabila seseorang rahib (pendeta nasrani) ia jumpai dalam perjalanannya, ia pun duduklah padanya dan mendengarkan ucapan-ucapannya.

Setelah ia kembali dari belajar sihir, ia pun melalui tempat rahib tadi dan terus duduk di situ untuk mendengarkan ajaran- ajaran ALLAH yang disampaikan olehnya. Selanjutnya apabila ia datang ketempat si penyihir, iapun dipukul oleh karena senantiasa datang terlambat. (lebih…)