Posts Tagged ‘Fatwa-Fatwa’

https://tausyah.wordpress.com/Sholehah

Sholehah

Di bawah ini terdapat sejumlah fatwa ulama besar yang berkedudukan di Saudi Arabia tentang berbagai masalah penting yang sangat dibutuhkan oleh setiap muslim dan muslimah.

1. Alasan Diharamkannya Berjabat Tangan dengan Wanita Bukan Mahram

Tanya: Mengapa Islam mengharamkan laki-laki berjabatan tangan dengan wanita bukan mahram? Batalkah wudhu seorang laki-laki yang berjabat tangan dengan wanita tanpa syahwat?

Jawab : Islam mengharamkan hal itu karena termasuk salah satu fitnah yang paling besar. Jangan sampai seorang laki-laki menyentuh kulit wanita yang bukan mahram atau seluruh perkara yang memancing timbulnya fitnah. Karena itu, Allah memerintahkan menundukkan panda-ngan untuk mencegah mafsadat (kerusakan) ini. Ada pun orang yang menyentuh istrinya, maka wudhunya tidak batal, sekali pun hal itu dilakukan karena syahwat. Kecuali jika sampai mengeluarkan madzi atau mani. Jika ia sampai mengeluarkan mani, maka harus mandi dan jika yang dikeluarkan adalah madzi, maka ia harus berwudhu dan mencuci dzakarnya. (Syaikh Muhammad al-‘Utsaimin) (lebih…)

Bermacam pertanyaan dalam Salafitalk telah dijawab oleh Fadhilatus-Syaikh Ubayd bin Abdillah Al-Jabiry di bulan Dzul-qa’dah 1424 H

Pertanyaan:
Apakah diperbolehkan membeli beras, kurma, gandum, tepung, dan selain dari uang serta memberikannya sebagai Zakat Al-Fithr?
Jawaban Syaikh Ubayd:
1. Ya, diperbolehkan untuk membeli kurma, gandum, beras, tepung, untuk Zakat Al-Fithr tergantung dari kebutuhan dan kondisi di negara seseorang.
http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=24&Topic=2883

Pertanyaan:
Dapatkah seseorang memberikan informasi apapun tentang perencanaan perayaan Idul Fithri selama masa An-Naby (Shalallahu’alaihi wa sallam)? Apakah yang dilakukan oleh laki-laki dan apakah yang dilakukan oleh para wanitanya selama perencanaan Idul Fithri?
Jawaban dari Syaikh Ubayd:
2. Para shahabat, semoga Allah meridhoi mereka, mereka akan saling memeluk satu sama lain dengan ucapah yang terkenal: Taqabalallahu minna wa minkum selama ‘Id. Beberapa menyaksikan para prajurit Ethiopia menampilkan kemampuan fisik mereka dan memperlihatkan kemampuan mereka dengan tombak dan tameng.
http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=24&Topic=2860

Pertanyaan:
Saya memiliki pertanyaan berkaitan dengan hutang yang saya sedang mencari jawaban dari Ulama, InsyaAllah. Apa yang dapat atau harus dilakukan seseorang berkenaan dengan hutang yang mereka telah lupa? Apa yang dapat atau harus dilakukan seseorang berkenaan dengan hutang yang di luar kemampuan mereka untuk melunasinya? Apakah hutang mempengaruhi kemampuan seseorang untuk berumrah, berhaji, atau berhijrah ke negeri kaum muslimin? Jika ya, apa yang dapat atau harus dilakukan seseorang mengenai kesemuanya itu, sehingga mereka bisa berumrah, berhaji, atau hijrah ke negeri kaum muslimin? Adakah perbaikan untuk hutang-hutang?
Jawaban dari Syaikh Ubayd:
3. seseorang yang mengatakan tidak sanggup untuk melunasi hutangnya harus berdoa kepada Allah supaya membantunya. Dia harus mencoba sebisa mungkin untuk memenuhi pelunasan hutangnya sesuai dengan kemampuan terbaiknya.
http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=6&Topic=2851

Pertanyaan:
Apakah diperbolehkan menjajakan (barang) di acara-acara non-salafy? Maksudnya apakah tidak mengapa untuk pergi menetap di dalam atau di luar acara-acara ini untuk melakukan transaksi bisnis?
Jawaban dari Syaikh Ubayd:
4. Saya tidak melihat kamu harus membuat stand pada konferensi yang diadakan oleh Hizbiy karena aku takut mereka akan meremehkan kitab-kitab As-Sunnah sehingga kita menemukan buku-buku itu di tempat sampah. Karena kita tidak bisa mempercayai Ahlul Ahwa.
http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=6&Topic=2971

Pertanyaan:
Apakah seseorang memiliki informasi tentang kedudukan Kufi dalam Islam, atau dapatkah seseorang menanyakan kepada Ulama tentang status Kufi dalam Islam, InsyaAllah?
Jawaban Syaikh Ubayd:
5. Saya tidak melihat adanya masalah dalam memakai itu atau tidak, akupun tidak mengetahui adanya seseorang berbicara menentang topi dan turbin. Bahkan dalam beberapa daerah tidak dikenal kebiasaan memakainya, dan dalam beberapa daerah merupakan suatu kebiasaan yang telah ada dengan baik untuk memakainya, dan akan nampak memalukan kalau tidak memakainya.
http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=6&Topic=2859

NB: Syaikh Utsaimin dalam muhadhoroh beliau di hadapan para pemuda pramuka di negeri Saudi tidak membolehkan topi yang ada lidahnya, karena memberi mudharat bagi kesehatan dan menyerupai orang kafir.

Pertanyaan:
Bisakah seseorang memberitahu saya tentang sejarah DASI dan apakah para Ulama telah berbicara tentangnya. Apakah itu haram ataukah tidak disukai?
Jawaban Syaikh Ubayd:
6. Prinsipnya adalah telah diketahui bahwa kaum Muslim tidak diperbolehkan untuk memakai yang dikenal dari pakaian khas orang-orang kafir dan dasi adalah khas dari pakaian mereka.
http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=10&Topic=1656

Pertanyaan:
Saya sedang bekerja mengendarai bus, ketika bus tersebut rusak. Maka aku harus menunggu sampai truk toko datang. Sementara menunggu, aku saat itu sedang berbicara dengan seorang penumpang pria, ketika aku menyebutkan bahwa aku seorang muslim, dia menyebutkan kepadaku bahwa dia telah mempelajari Islam selama 4 tahun dan mulai mengatakan sesuatu berkaitan dengan Islam. Entah bagaimana, dia berusaha mengucapkan Syahadat dalam bahasa Arab. Aku memintanya untuk mengulangi syahadat tersebut, untuk melihat apakah dia telah mengucapkan semuanya dan dia mengulanginya dan dia memang telah mengucapkan syahadatain. Kemudian aku menanyakan padanya apakah dia percaya dengan apa yang baru saja dia ucapkan dengan seluruh hatinya dan aku bertanya apakah ada seseorang yang memaksanya mengucapkan Syahadat dan dia katakan tidak. Aku beritahukan kepadanya bahwa karena dia telah mengucapkan Syahadat dengan mulutnya dan percaya dengan hatinya maka dia seorang Muslim. Tapi aku katakan bahwa aku akan menanyakan terlebih dahulu kepada orang lain untuk mengetahui apakah dia memang seorang muslim. Aku mengucapkan salam kepadanya dan dia membalas salam tersebut. Apa yang ingin aku ketahui adalah apakah dia memang baru mengucapkan Syahadat?
Syaikh Ubayd menjawab:
7. Untuk orang ini, dia harus diajari maksud dari kalimat Laa Ilaaha Illallaah Muhammadur Rasuulullaah dan jika dia menerima bahwa dia telah menerima Islam, maka ajarilah dia kategori Iman dan Islam.
http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=17&Topic=2918

Pertanyaan:
Apakah diperbolehkan untuk mengangkat tangan kananmu dan mengambil sumpah di pengadilan Amerika Serikat untuk berjanji atau menegaskan untuk mengatakan kebenaran?
Jawaban dari Syaikh Ubayd:
8. Jika seseorang khawatir bahwa dia tidak akan mendapatkan haknya dan dia akan kalah maka dengan begitu tidak ada pilihan kecuali untuk mengangkat tangannya dan mengatakan bahwa dia bersumpah akan mengatakan kebenaran meskipun seandainya mereka tidak mengkhususkan kepada siapa dia bersumpah. Dan dia tidak seharusnya pergi ke pengadilan hukum mereka kecuali dia diinginkan (untuk pergi ke sana), karena ada orang-orang yang pergi ke sana sebagai penoton.
http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=15&Topic=2943

Pertanyaan:
Apa nasehat yang anda berikan dalam bagaimana mengadakan sebuah masjd?
Jawaban Syaikh Ubayd:
9. Nasehat yang aku berikan untuk mereka yang ingin mengadakan masjid adalah pertama untuk memilih seorang Imam yang diketahui tulus berada di atas As-Sunnah, kemudian menempatkan beberapa pelajaran penting yang mengajarkan Tauhid dan As-Sunnah dan terakhir mengadakan As-Shalat pada waktu-waktu yang telah ditentukan termasuk shalat Jum’ah.

Pertanyaan:
Seorang ibu pergi berhaji dengan anaknya, dapatkah dia menggunakan parfum basah untuk membersihkan bayinya?
Jawaban Syaikh Ubayd:
10. Berkenaan dengan ibu tersebut yang pergi berhaji dengan seorang anak bayi, maka dia harus menjauhi tisu parfum (seperti tisu basah) dan sabun wangi dan lotion wangi.

(Diterjemahkan dari bahasa Arab oleh Abu Musa ibn Wendall Ball, diposting di http://www.salafitalk.net/st/viewmessages.cfm?Forum=14&Topic=3153)

Di bawah ini terdapat sejumlah fatwa ulama besar yang berkedudukan di Saudi Arabia tentang berbagai masalah penting yang sangat dibutuhkan oleh setiap muslim dan muslimah.

1. Alasan Diharamkannya Berjabat Tangan dengan Wanita Bukan Mahram

Tanya: Mengapa Islam mengharamkan laki-laki berjabatan tangan dengan wanita bukan mahram? Batalkah wudhu seorang laki-laki yang berjabat tangan dengan wanita tanpa syahwat?

Jawab : Islam mengharamkan hal itu karena termasuk salah satu fitnah yang paling besar. Jangan sampai seorang laki-laki menyentuh kulit wanita yang bukan mahram atau seluruh perkara yang memancing timbulnya fitnah. Karena itu, Allah memerintahkan menundukkan panda-ngan untuk mencegah mafsadat (kerusakan) ini. Ada pun orang yang menyentuh istrinya, maka wudhunya tidak batal, sekali pun hal itu dilakukan karena syahwat. Kecuali jika sampai mengeluarkan madzi atau mani. Jika ia sampai mengeluarkan mani, maka harus mandi dan jika yang dikeluarkan adalah madzi, maka ia harus berwudhu dan mencuci dzakarnya. (Syaikh Muhammad al-‘Utsaimin)

2. Hukum Seorang Laki-laki Berjabat Tangan dengan Saudara Ipar Perempuan

Tanya : Bolehkah seorang laki-laki berjabat tangan dengan saudara ipar perempuan, jika itu dilakukan tanpa khalwat, di hadapan sanak saudara dan orang tua, yang sering kali terjadi dalam kesempatan-kesempatan seperti hari raya dan sebagainya ?

Jawab : Tidak boleh seorang laki-laki berjabat tangan dengan istri saudaranya atau istri pamannya, sebagaimana larangan berjabat tangan dengan wanita-wanita ajnabiyyah (asing bukan mahram) yang lain. Sebab, seorang laki-laki bukanlah mahram bagi istri saudaranya, dan begitu juga paman dari pihak ayah bukan mahram bagi istri keponakannya dan paman dari pihak ibu juga bukan mahram bagi isteri keponakannya. Dan begitu juga anak-anak paman bukan mahram bagi istri-istri sepupunya. Hal itu berdasar-kan sabda Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam , “Sesungguhnya, aku tidak berjabat tangan dengan wanita.” Aisyah Radhiallaahu anha berkata, “Demi Allah, tangan Rasulullah Shallallaahu’alaihi wa Salam tidak pernah menyentuh tangan wanita. Beliau tidak membai’at kaum wanita, kecuali dengan ucapan.”
Di samping itu, karena berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahram bisa menjadi penyebab tim-bulnya fitnah, misalnya memandang atau yang lebih berbahaya dari itu. Adapun dengan orang-orang yang memiliki hubungan mahram, maka tidak mengapa berjabat tangan. Wallahu waliyyut taufiq. (Syaikh Abdul Aziz Ibnu Baz)

3. Hukum Berjabat Tangan dengan Wanita Ajnabiyyah (Non Mahram-adm) Jika Memakai Penutup

Tanya : Bolehkah saya berjabat tangan dengan wanita ajnabiyah jika ia mengenakan kain penutup di tangan- nya ? Apakah hukum wanita yang telah berusia lanjut sama dengan hukum wanita yang masih muda ?

Jawab : Seorang pria tidak boleh berjabat tangan dengan wanita ajnabiyah yang tidak memiliki hubungan mahram, baik jabat tangan itu dilaksa-nakan secara langsung maupun dengan menggunakan penutup tangan, karena hal itu merupakan salah satu bentuk fitnah. Sedangkan Allah Subhannahu wa Ta’ala telah berfirman,
“Dan janganlah kamu mendekati zina; sesungguhnya zina itu suatu perbuatan keji dan suatu jalan yang buruk.” (Al-Isra’ : 32).
Ayat ini menunjukkan bahwa kita berkewajiban untuk meninggalkan segala sesuatu yang menghantarkan kepada perzinaan, baik berupa zina kemaluan yang merupakan zina yang paling besar atau lainnya. Tidak diragu-kan bahwa persentuhan antara tangan seorang pria dengan tangan seorang wanita ajnabiyyah bisa membangkitkan syahwat, apalagi terdapat hadits-hadits yang melarang keras tindakan tersebut dan yang menyatakan ancaman keras terhadap siapa saja yang berjabat tangan dengan wanita yang bukan mahramnya. Dalam hal itu, tidak ada perbedaan antara wanita yang masih muda maupun yang sudah tua. Kita harus berhati-hati karena setiap barang bergeletakan pasti ada pemungutnya. Di samping itu, persepsi orang sering berbeda mengenai batasan wanita yang masih muda dan yang sudah tua. Bisa jadi seseorang menganggap wanita anu sudah tua, tetapi yang lain menganggap ia masih muda. (Syaikh Muhammad al-Utsaimin)

4.Berduaan dengan Wanita Ajnabiyyah adalah Haram

Tanya : Sebagian orang ada yang menganggap remeh masalah perbincangan antara seorang laki-laki dengan wanita ajnabiyyah. Misalnya, jika seseorang datang ke rumah sahabatnya, tetapi ternyata sahabatnya itu tidak ada, maka istrinya akan menemuinya dan berbincang-bincang dengannya. Ia membuka majelis serta menghidangkan kopi atau teh kepadanya. Apakah tindakan ini dibolehkan, mengingat bahwa ketika itu tidak ada seorang pun yang berada di rumah selain istri orang tersebut ?

Jawab : Seorang wanita tidak dibolehkan mengizinkan pria bukan mahram memasuki rumah suaminya, ketika suaminya bepergian, meskipun orang tersebut adalah kawan akrab suaminya dan sekalipun ia seorang yang dapat dipercaya, sebab tindakan ini merupakan khalwat (menyendiri) antara seorang pria dengan seorang wanita ajnabiyyah. Padahal disebutkan di dalam hadits, “Sungguh tidaklah seorang laki-laki menyendiri dengan seorang wanita, kecuali syetan akan menjadi pihak yang ke tiga.”
Sebaliknya, seseorang diharamkan meminta kepada istri sahabatnya agar mengizinkannya masuk rumahnya dan memperlakukannya sebagai tamu, meski ia yakin akan mampu menjaga sifat amanat dan ketaatan kepada agama, di dalam dirinya; Karena dikhawatirkan setan akan menggodanya dan mempengaruhi kedua-keduanya.
Sang suami juga berkewajiban untuk mengingatkan istrinya agar tidak memasukkan laki-laki ajnabi ke rumah, sekalipun ia kerabat si suami sendiri. Karena Nabi Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, “Janganlah kamu sekalian masuk ke rumah kaum wanita!” Para sahabat bertanya, “Ya Rasulullah, bagaimana dengan al-hamwu´(ipar)? Beliau menjawab, “Al-hamwu itu maut.”
Al-hamwu adalah saudara atau kerabat suami. Jika al-hamwu dilarang masuk ke rumah wanita, maka apalagi selainnya. (Syaikh Abdur Rahman Al-Jibrin)

https://tausyah.wordpress.com