Posts Tagged ‘Beliau’

https://tausyah.wordpress.com/Rasulullah-Muhammad-Saw

Rasul ALLAH Nabi Muhammad

Mukjizat teragung dan kejelasannya telah terbukti  adalah al-Qu’ar al- Karim; yang tidak datang padanya kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji; yang menjadikan para  ahli Bahasa dan orang-orang yang fasih harus  bertekuk  lutut;  mereka  tidak  mampu   membuat  kalimatkalimat serupa  dengan  alQur’an  walau  hanya  10 surat, atau 1  surat, bahkan hanya  1  ayat.  Orang-orang  musyrik  pun  mengakui  kemukjizatannya, bahkan  para  penentang Islam  orang-orang atheis pun  meyakini kebenarannya.

-Orang-orang musyrik pernah meminta Rasulullah SAW  untuk menunjukkan  satu  mukjizat,  maka  beliau  pun  menunjukkan  dengan terbelahnya  bulan  hingga  hampir  terpisah  menjadi  dua  bagian. itulah maksud ayat Allah di surat al-Qomar ayat 1: (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/muhammad

Nabi Muhammad

Ciri-Ciri Rasulullah saw

Anas  bin  malik  ra  berkata:  “Abu  Bakar  as-Shiddik  ra  jika  melihat

Rasulullah saw datang, ia melantunkan syair:

Orang jujur, pilihan Allah, mengajak pada kebaikan

Habis gelap, terbitlah terang

Abu Hurairah ra berkata: Umar bin Khattab melantunkan syair Zuhair bin Abi Salma, (seorang Penyair Jahiliah) berisi tentang pujian pada Harim bin Sinan:

Andai boleh kuserupakan dengan benda

Kau adalah penerang di bulan purnama

Lalu Umar dan teman-teman duduknya berkata: “Itulah Rasulullah saw, tiada seorang pun menyerupainya

Ali bin Abi Thalib berkata:

Warna  kulit  Rasulullah  saw  putih  kemerah-merahan;  matanya  sangat hitam; rambut dan jenggotnya sangat lebat; halus bulu dadanya; lehernya bagai teko dari perak; dari dada atas hingga pusarnya terdapat bulu yang memanjang seperti pedang, tidak terdapat bulu lain di perut dan dadanya selain itu; telapak tangan dan kakinya tebal;bila  berjalan, melakukannya dengan cepat (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Nabiku-Muhammad-Saw

Nabi Muhammad Saw

Kisah ini merupakan lanjutan daripada artikel berikut, klik disini.

Pada hari Senin penyakit Rasulullah SAW bertambah berat, setelah Bilal ra. menyelesaikan azan subuh, maka Bilal ra. pun pergi ke rumah Rasulullah SAW.

Sesampainya Bilal ra. di rumah Rasulullah SAW maka Bilal ra. pun memberi salam, “Assalaamualaika ya rasulullah.” Lalu dijawab oleh Fathimah ra., “Rasulullah SAW masih sibuk dengan urusan beliau.” Setelah Bilal ra. mendengar penjelasan dari Fathimah ra. maka Bilal ra. pun kembali ke masjid tanpa memahami kata-kata Fathimah ra. itu.

Apabila waktu subuh hampir hendak tiba, lalu Bilal pergi sekali lagi ke rumah Rasulullah SAW dan memberi salam seperti permulaan tadi, kali ini salam Bilal ra. telah di dengar oleh Rasulullah SAW dan baginda berkata, “Masuklah wahai Bilal, sesungguhnya penyakitku ini semakin berat, oleh itu kamu suruhlah Abu Bakar mengimamkan shalat subuh berjemaah dengan mereka yang hadir.” Setelah mendengar kata-kata Rasulullah SAW maka Bilal ra. pun berjalan menuju ke masjid sambil meletakkan tangan di atas kepala dengan berkata: “Aduh musibah.” (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Rasulullah-Muhammad-Saw

Rasulullah Muhammad Saw

Sejarah singkat Suka Duka kenabian Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, yang berikut ini adalah sambungan dari artikel sebelumnya, dan untuk  membacanya klik disini.

Tanggal 16 Juli 622 M adalah permulaan perhitungan dan penanggalan baru, bertepatan dengan awal bulan Muharram tahun pertama Hijrah Nabi Muhammad Saw dari kota Mekkah kekota Madinah yang waktu itu masih bernama Yatsrib.

Hijrah itu sendiri terjadi untuk menghindari penyiksaan demi penyiksaan dan pembunuhan demi pembunuhan yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy terhadap para pengikut Rasulullah.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an

“Sungguh Aku tidak akan menyia-nyiakan amalan dari antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung-kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang terbunuh, akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan akan Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir padanya sungai-sungai. Sebagai ganjaran dari Allah, karena Allah itu pada sisi-Nya ada ganjaran yang baik“. (QS. 3195) (lebih…)

Arabic Camel Memang betul, Khalifah Umar bin Khaththab telah berubah ingatan. Banyak yang melihatnya dengan mata kepala sendiri. Barangkali karena Umar di masa mudanya sarat dengan dosa, seperti merampok, mabuk-mabukan, malah suka mengamuk tanpa berperi kemanusiaan, sampai orang tidak bersalah banyak yang menjadi korban. Itulah yang mungkin telah menyiksa batinnya sehingga ia ditimpa penyakit jiwa.

Dulu Umar sering menangis sendirian sesudah selesai menunaikan salat. Dan tiba-tiba ia tertawa terbahak-bahak, juga sendirian. Tidak ada orang lainyang membuatnya tertawa. Bukankah hal itu merupakan isyarat yang jelas bahwaUmar bin Kaththab mengidap penyakit kejiwaan? (lebih…)