Posts Tagged ‘Bahwa’

lafal Nabi Muhammad Robert Morey, seorang orientalis barat, memuntahkan ekspresi antiislamnya dalam buku The Islamic Invasion: Confronting the World?s Fastest Growing Religion. Buku 221 halaman ini sarat dengan tuduhan, hujatan, adu-domba, fitnah, dan sumpah serapah terhadap islam, Allah SWT, Nabi Muhammad SAW, Al-Qur’an, dan hadits Nabi. Drs. H Amidhan, Ketua majelis ulama Indonesia (MUI) menyebutkan The Islamic Invasion sebagai buku yang lebih kejam dari buku Ayat-ayat setan tulisan Salman Rushdie.

Ironisnya, buku yang sangat berbahaya ini menjadi lahan bisnis oleh oknum penerbit Muslim. The Islamic Invasion diterjemahkan utuh lalu diterbitkan dengan tambahan ?catatan pinggir? (142 halaman) tentang teologi Kristen. Catatan pinggir ini sama sekali tidak membantah berbagai hujatan Robert terhadap Islam. Seharusnya, jika penerbit berorientasi dakwah, seharusnya mereka menerbitkan catatan pinggir itu saja, tanpa menerbitkan terjemahan utuh The Islamic Invasion karya orientalis.

Seandainya terjemah buku The Islamic Invasion ini diterbitkan oleh pihak Kristen, maka bisa dipastikan akan muncul reaksi keras dari ormas islam. Tetapi, karena terjemah The Islamic Invasion ini diterbitkan oleh penerbit muslim, maka tidak ada reaksi protes dari ormas islam. Terlebih, buku ini diberi kata pengantar oleh Rektor IAIN Jakarta.

Nazri Adlani, Ketua MUI Pusat, turut prihatin dengan beredarnya buku terjemah ini. Dengan arif, ia berkomentar ?beredarnya terjemah buku The Islamic Invasion tulisannya Robert Morey di Indonesia adalah ciri-ciri keteledoran kita semua. Karena, buku yang isinya menjelek-jelekkan islam, Nabi Muhammad SAW dan Al-Qur’an, jika dibaca oleh umat islam yang jauh dari kegiatan pengajian, mereka akan terpengaruh oleh berbagai fitnah dan image yang keliru tentang islam.?

Walhasil, pihak walan tandho bertepuk tangan kegirangan. Mereka tidak usah repot-repot mengeluarkan dana untuik melancarkan hujatan kepada Al-Qur’an. Untuk mengedarkan buku hujatan terhadap islam, mereka tidak usah pusing kepala berhadapan dengan pendemo FPI, atau berurusan dengan polisi karena pasal ?Penodaan Agama.?

Sekarang, siapapun bisa belajar merancukan islam dengan membeli buku terjemahan The Islamic Invasion ini di toko buku islam.

Untungnya, masih ada mujahid islam yang peduli. Salah satunya adalah Abujamin Roham. Untuk menetralisir buku berbahaya tersebut, pakar kristologi yang juga pengurus Majelis Tabligh PP Muhammadiyah ini menulis buku Abujamin Rohan Menggugat Islamic Invasion (382 halaman).

Salah satu senjata Robert Morey untuk mendangkalkan akidah umat adalah tuduhan bahwa Al-Qur’an kehilangan 73 ayat dalam proses pembukuannya. Robert menulis:

?Some verses missing. According to Professor Guillamume in his book, Islam, (p.191 ff), some of the original verses of the Quran were lost. For example, one Sura originally had 200 verses in the days of Ayesha. But by the time Utsman standardized the text of the Quran, it had only 73 verses! A total of 127 verses had been lost, and they have never been recovered.? (The Islamic Invasion: Confronting the World?s Fastest Growing Religion, Harvest House Publisher, Eugene Oregon, p.121).

(Beberapa ayat hlang, menurut Professor Guillamume dalam bukunya yang berjudul, Islam, pada halaman 191 ff disebutkan bahwa beberapa ayat Al-Qur’an yang asli telah hilang. Contohnya adalah salah satu surat yang aslinya terdiri dari 200 ayat pada zaman Aisyah. Akan tetapi anehnya sesaat sebelum Utsman membukukan teks Al-Qur?an, jumlah ayatnya tersisa hingga 73 ayat! Sedangkan 127 ayat lainnya telah hilang begitu saja dan tidak pernah ditemukan lagi hingga sekarang).

Umat islam tidak akan pernah terpengaruh oleh gugatan orientalis terhadap otentitas Al-Qur’an. Karena Allah sudah menjamin akan melakukan penjagaan terhadap Al-Qur’an. Allah berfirman: ?sesungguhnya Kami lah yang menurunkan Al-Qur’an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya? (Qs. Al-Hijr 9).

Dalam sejarah pembukuan Al-Qur’an, tidak pernah terjadi ayat yang yang hilang, karena sejak zaman Nabi, Al-Qur’an sudah dihafal oleh para sahabat. Ketika hendak dibukukan, pernah terselip ayat (ingat: bukan ayat hilang). Misalnya, surat Al-Ahzab 33 belum ditemukan catatannya, sementara ayat tersebut sudah dihafal di luar kepala oleh para sahabat. Maka ayat yang dimaksud dicari-cari terus, hingga akhirnya diketemukan pada catatan sahabat Abu Khuzaimah bin Aus Al-Anshary. Demikian pula yang diketemukan di kediaman sahabat Khuzaimah bin Tsabit.

Tidak pernah ada perbedaan naskah Al-Qur’an milik Aisyah dengan naskah Al-Qur’an yang dibukukan oleh panitia Zaid bin Tsabit. Tudingan Robert bahwa ada perbedaan naskah milik Aisyah dengan Al-Qur’an yang beredar sekarang ini adalah isapan jempol. Terbukti, dia tidak bisa menunjukkan ayat yang dikatakan telah hilang.

Tidak ada ayat Al-Qur’an yang hilang, karena ayat-ayat itu langsung dihafal oleh para sahabat setelah diwahyukan kepada Nabi SAW. Selain itu, ayat-ayat tersebut juga ditulis oleh para sahabat di atas kulit binatang, batu tulis yang tipis, pelepah korma, tulang binatang, dsb.

Umat islam sedunia tidak akan guncang imannya terhadap otentisitas Al-Qur’an. Karena sejak zaman Nabi sampai kapan pun, Al-Qur’an sedunia tetap serupa dan sama tak ada beda satu titik-koma pun. Dimanapun berada, Al-Qur’an tetap satu, dalam bahasa Arab yang sudah dihafal oleh jutaan huffadz.

Hal inilah yang membedakan otentisitas Al-Qur?an dengan Alkitab (bibel). Keaslian Alkitab tidak bisa terjaga karena di samping naskahnya telah hilang, bahasa yang digunakan juga bukan bahasa asli ketika ayat tersebut diwahyukan. Selain itu, Bibel tidak pernah dihafal oleh satu orang pun sepanjang sejarah. Akibatnya, berbagai penyisipan dan pengurangan ayat tidak bias dihindari oleh Bibel.

Alkitab Reader Digest terbit lebih tipis dan ringkas dari Alkitab standar umum. Dalam Alkitab ini, kitab perjanjian Baru diringkas 50 persen, sedangkan dan perjanjian Lama diringkas 25 persen.

Bahkan dalam Alkitab terbitan Jerman ?Die Gute Nachricht Altes und Neues Testament?, jumlah ayatnya berkurang belasan ribu ayat dibanding Alkitab standar Protestan (Revised Standard Version, King James Version, New International Version, Tyndale Bible, Zonderfan Bible) maupun standar Katolik (Revised Standard Version Catholic Edition, New American Bible, dan New Jerusalem Bible).

Dalam Alkitab yang diterbitkan oleh Deutsche Biblestifung Stuttgart, Germany tahun 1978 ini, terdapat lebih kurang 18.666 ayat dari ratusan pasal yang hilang. Jumlah ini cukup mencengangkan, karena berarti tiga kali lipat jumlah ayat kitab suci Al-Qur’an.

Bagian 2
Dalam Alkitab terbitan Jerman ?Die Gute Nachricht Altes und Neues Testament? terbitan deutsche Bibelstifung Stuttgart, Germany tahun 1978, jumlah ayat dalam Perjanjian Lama (PL) berkurang 18.666 ayat. Jumlah ini diperoleh dari perbandingan dengan Alkitab standar Protestan maupun standar Katolik.

Menurut Ev Jansen Litik, Alkitab Perjanjian Lama terdiri dari 22.465 ayat. (Tanya jawab Dogmatika Kristologi, hlm.18). Dengan demikian berarti Alkitab PL kehilangan sekitas 83 persen. Bila dibuka dengan cermat, dari lembaran pertama sudah terlihat mencolok adanya ayat-ayat yang raib itu. Bermula dari kitab Kejadian (Das Erste Buch Mose), terdapat 8 pasal 5, pasal 10, pasal 20, pasal 23, pasal 26, pasal 31, pasal 34, dan pasal 36.

Dari seluruh kitab Perjanjian Lama (PL), yang paling banyak kehilangan ayat adalah kitab Mazmur (Das Buch Psalmen). Umumnya, kiotab ini terdiri dari 150 pasal. Tetapi dalam Alkitab terbitan Jerman ini hanya terdapat 41 pasal saja. Sedangkan 109 pasal lainnya tidak dimuat sama seklai. Di samping itu, bebrapa bagian di antaranya kehilangan searoh pasal. Jika dihitung, jumlah seluruh ayat yang hilang dari kitabMazmur berjumlah 1.830 ayat.

Nasib yang sama juga dialami oleh kitab Tawarikh yang terdiri dari Tawarikh I dan Tawarikh II. Kitab Tawarikh I umumnya terdiri dari 29 pasal dan 891 ayat, sedangkan kitab Tawarikh II terdiri dari 36 pasal dan 822 ayat. Kedua kitab ini sama sekali disunat dari Alkitab. Jika dikalkulasi, terdapat 1.713 ayat yang tidak dimuat dalam kitab Tawarikh.

Selain Tawarikh, kitab lain yang dipangkas habis tanpa menyisakan satu ayat pun adalah Kitab Ester, Ratapan(nudub Yeremia), Obaja, Nahum, Habakuk, Zefanya, Tobit, Tambahan Ester, Kebijakan Alomo, Sirakh, Barukh, dan Tambahan Kitab Daniel. Total jumlah ayat dari kitab-kitab yang hilang ini adalah 3.006 ayat.

Kitab Yehezkiel (Der Prophet Ezechiel) hilang 30 pasal, antara lain: pasal 6-7, pasal 12-15, pasal 17, pasal 19-30, pasal 32, pasal 35, pasal 38-42, pasal 44-46, dan pasal 48. Selain itu, ada bebrapa bagian yang hilang separoh pasal, sehingga total ayat yang hilang berjumlah 871 ayat.

Kitab Yesaya (das Buch Jesaya) yang seyogianya berjumlah 66pasal, kini tinggal 37 pasal saja,lantaran kehilangan 29 pasal. Dari 37 pasal yang tersisa itu pun sebagian hilang separoh pasal. Jumlah seluruh ayat yang hilang dari kitabYesaya adalah 687 ayat.

Kitab Bilangan (Das vierte Buch Mose) hanya ada 10 pasal, setelah kehilangan 26 pasal, antara lain: pasal 1-2, pasal 4-5, pasal 7-9, pasal 11-12, pasal 15-19, dan pasal 25-36. Jumlah ayat yang hilang dalam kitab Bilangan adalah 1.057 ayat.

Demikian pula yang dialami oleh Kitab Yeremia (Der Prophet Jeremia). Kitab ini hanya memiliki 25 pasal setelah kehilangan 27 pasal. Jumlah ayat yang hilang dalam kitab Bilangan adalah 869 ayat.

Dalam Dua Halaman raib Ribuan Ayat:
Menurut urutan yang baku, seharusnya setelah kitab Tibit adalah kitab Yudit (339 ayat), Tambahan Ester (91 ayat), Kebijakan Salomo (435 ayat), Sirakh (1.401 ayat), barukh (213 ayat), dan Tambahan KItab Daniel (196 ayat). Tetapi, enam kitab yang terdiri dari 2.675 ayat ini hilang semua. Setelah kitab Tobit, langsung loncat ke kitab Makabe.

DAFTAR AYAT-AYAT YANG HILANG DARI ALKITAB
No Nama Kitab Jumlah
01. Kitab Kejadian (Das Erste Buch Mose) 391
02. Kitab Keluaran (Das Zweite Buch Mose) 539
03. Kitab Imamat (Das Dritte Buch Mose) 764
04. Kitab Bilangan (Das Vierte Buch Mose) 1,057
05. Kitab Ulangan (Das Funfte Buch Mose) 698
06. Kitab Yosua (Das Buch Josua) 528
07. Kitab Hakim-hakim (Das Buch Von Den Richtern) 386
08. Kitab l Samuel (Das Erste Buch Samuel) 304
09. Kitab ll Samuel (Das Zweite Buch Samuel) 363
10. I Raja-raja (Das Ersste Buch von den Konigen) 375
11. II Raja-raja (Das Zweite Buch von den Konigen) 343
12. Kitab Tawarikh I 891
13. Kitab Tawarikh II 822
14. Kitab Ezra (Das Buch Esra) 125
15. Kitab Nehemia (Das Buch Nehemia) 289
16. Kitab Ester 167
17. Kitab Ayub (Das Buch Ijob) 672
18. Kitab Mazmur (Das Buch Psalmen) 1,830
19. Kitab Amsal (Das Buch Sprichworter) 704
20 Kitab Pengkhotbah (Das Buch Koholet) 100
21. Kitab Kidung Agung (Das Hohelied) 31
22. Kitab Yesaya (Das Buch Yesaya) 687
23. Kitab Yeremia (Der Prophet Jeremia) 869
24. Kitab Ratapan 154
25. Kitab Yehezkiel (Der Prophet Ezechiel) 871
26. Kitab Daniel (Das Buch Daniel) 219
27. Kitab Hosea (Der Prophet Hosea) 128
28. Kitab Yoel (Der Prophet Joel) 16
29. Kitab Amos (Der Prophet amos) 14
30. Kitab Obaja 21
31. Kitab Mikha (Der Prophet Micha) 46
32. Kitab Nahum 47
33. Kitab Habakuk 56
34. Kitab Zefanya 53
35. Kitab Hagai (Der Prophet Haggai) 14
36. Kitab Zakharia (Der Prophet Sacharja) 115
37. Kitab Maleakhi (Der Prophet Maliachi) 36
38. Kitab Tobit (Das Buch Tobit) 85
39. Kitab Yudit 339
40. Tambahan Ester 91
41. Kebijakan Salomo 435
42. Kitab Sirakh 1,401
43. Barukh 213
44. Tambahan Kitab Daniel 196
45. I Makabe (Das Erste Buch von Den Makkabaer) 757
46. II Makabe (Das Zweite Buch von Den Makkabaer) 424
Jumlah ayat yang hilang 18,666 ayat

Kitab Imamat (Das Dritte Buch Mose) dalam Alkitab Jerman hanya memuat pasal 9,16 dan 19 yang semuanya terdiri dari 95 ayta saja. Padahal, standarnya kitab Imamat terdiri dari 27 pasal (859 ayat). Selebihnya, 24 pasal (764 ayat) disapu bersih. Jadi,kitab Imamat ini kehilangan ayat sebanyak 89 persen.

Kitab-kitab PL lainnya yang banyak kehilangan ayat antara lain: kitab Amsal (Das Buch Sprichworter) hilang 23 pasal (704 ayat); kitab Ayub (Das Buch Ijob) hilang 23 pasal (672 ayat); kitab Mazmur (Das Buch Psalmen) hilang 109 pasal (1.830 ayat); kitabYosua (Das Buch Josua) hilang 17 pasal (528 ayat); kitab Ulangan (Das Funfte Buch Mose/Deuteronomium) hilang 16 pasal (698 ayat); kitabYesaya (Das Buch Jesaya) hilang 29 pasal (687 ayat), dll.

Data-data pengurangan dan perubahan tata letak ayat-ayat di atas, secara otomatis menggugurkan doktrin otoritas Alkitab (Bibel) sebagai murni firman Tuhan. Sebab Bibel telah dikotori oleh tangan-tangan manusia. Umat Islam tidak heran terhadap fenomena ini, karena Allah SWT telah mengabarkan dalam Al-Qur?an:

?Mereka (Ahli Kitab) suka mengubah kalimat-kalimat Allah daripada tempat-tempatnya??(Qs. Al-Ma?idah 13).

Dengan demkian, tuduhanRobert Morey dalam buku The Islamic Invasion bahwa Al-Qur?an kehilangan 73 ayat dalamproses pembukuannya, sangat keliru dan tidak berdasar sama sekali. Sebab fakta sejarah telah menyanggah tuduhan ini (lihat Majalah tabligh edisi sebelumnya).

Selain itu,tuduhan kehilangan ayat dalam kitab suci itu, jelas salah alamat bila ditujukan unutk Al-Qur?an. Sebaiknya, Morey mengalamatkan tudingan ini kepada Alkitab (Bibel), yang terbukti telah kehilangan 18.666 ayat (sekitar 83 persen).

Molyadi Samuel am

sumber : majalah tabligh
edisi : Mei/Juni 2007

https://tausyah.wordpress.com

Allah name on lambSebagian besar umat Islam, Hindu, Budha atau pemeluk agama yang lain tentu telah mengenal nama Imanuel walaupun tidak mengetahui apa atau siapa sebenarnya yang dimaksud Imanuel, pengetahuannya hanya sebatas bahwa nama Imanuel adalah nama dari Kristen yang mungkin diketahuinya dari mengenal ada seseorang atau sekolahan atau gereja yang bernama Imanuel.

Memang benar, nama Imanuel adalah nama yang berasal dari Kristen dan hanya digunakan oleh orang-orang Kristen saja, bagi orang-orang yang beragama Kristen nama Imanuel adalah nama yang sangat akrab dan sangat dipahami apa makna nama tersebut, di dalam kitab Bible Imanuel artinya :

– TUHAN BESERTA KITA –

Umat Kristiani mengimani bahwa berdasarkan Injil Matius yang dimaksud Imanuel adalah Yesus, nama Imanuel adalah nama dari seorang bayi yang diramalkan –nubuwat- akan lahir dari seorang perempuan muda di masa yang akan datang. ± 730 tahun kemudian lahirlah Yesus dan seorang pegawai pajak yang bernama Matius menulis kisah Yesus dari lahirnya hingga terangkat ke langit, dan di dalamnya menyatakan bahwa Yesus adalah Imanuel yang dinubuatkan -tulisan Matius kemudian hari dikenal sebagai Injil Matius-.

Namun perlu untuk dikaji ulang apakah benar Imanuel adalah nama pribadi dari Yesus atau gelar bagi Yesus atau justru sama sekali tidak ada hubungannya dengan Yesus, hal ini menarik karena dengan kajian yang sedikit lebih seksama nama itu nampak tidak berhubungan dengan Yesus.

Kajian ini sama sekali tidak untuk membantah eksistensi Yesus terlahir ke dunia ini, tetapi kajian ini untuk mendapatkan jawaban benarkah Yesus adalah Imanuel yang dinubuatkan ?, sikap Matius yang telah menghubung-hubungkan nubuat akan lahirnya seseorang yang bernama Imanuel dengan diri Yesus menjadikan Injil Matius dipertaruhkan kevaliditasannya sebagai tulisan yang diklaim berdasarkan ilham. Padahal andaikata Matius tidak melakukan hal itu, tentu tidak akan mengurangi eksistensi Yesus terlahir ke dunia ini.

NUBUAT LAHIRNYA IMANUEL

Pada tahun 735 SM, terjadi perang antara Siria yang bersekutu dengan Israel melawan Yehuda ( Yesaya 7:1 Dalam zaman Ahas bin Yotam bin Uzia, raja Yehuda, maka Rezin, raja Aram, dengan Pekah bin Remalya, raja Israel, maju ke Yerusalem untuk berperang melawan kota itu, namun mereka tidak dapat mengalahkannya.) yang dikenal dengan perang Siro-Ef-raim. Peperangan tersebut disulut oleh keinginan Siria dan Israel menggalang sebuah koalisi dengan Yehuda guna menghadang meluasnya kekuasaan negeri Asyur, namun Ahas ragu dan menolak, maka Siria dan Israel memutuskan untuk memerangi Yehuda dan berusaha mengganti raja Ahas dengan raja yang baru.

Pemerintahan Yehuda adalah pemerintahan yang dipilih oleh Allah, sehingga Ahas beserta rakyatnya yakin bahwa Allah akan menjaganya dari serangan Siria-Israel, namun demikian ketika Siria-Israel telah mengepungnya gentarlah hati Ahas ( Yesaya 7:2 …….. maka hati Ahas dan hati rakyatnya gemetar ketakutan seperti pohon-pohon hutan bergoyang ditiup angin.) Ahas-pun mempunyai inisiatif untuk meminta bantuan kepada Asyur untuk menggagalkan serangan Siria dan Israel.

Kemudian Allah memerintahkan Yesaya (Bagi umat Kristen, Yesaya adalah seorang nabi, tapi bagi umat Islam tidak mengenal nabi Yesaya, untuk itu Al-Islah tetap menulis Yesaya.) untuk menjumpai Ahas guna memberi saran agar Ahas tetap tenang dan tidak takut (Yesaya 7:4 dan katakanlah kepadanya: Teguhkanlah hatimu dan tinggallah tenang, janganlah takut…) dan tidak meminta bantuan kepada Asyur. Alasannya, pertama, meminta bantuan kepada Asyur tidak akan menjadikan pemerintahan Ahas lebih baik di kemudian hari, kedua, karena Allah akan menjaga pemerintahan Ahas dan menggagalkan pemberontakan Siria dan Israel untuk menghancurkan pemerintahan Ahas ( Yesaya 7:7 : maka beginilah firman Tuhan ALLAH: Tidak akan sampai hal itu, dan tidak akan terjadi.)

Namun sepertinya Ahas pesimis terhadap apa yang disampaikan Yesaya tentang jaminan dari Allah tersebut, maka untuk meyakinkan Ahas Yesaya menyampaikan nubuat dari Allah tentang tanda-tanda dan saat akan dihancurkannya Siria dan Israel :

Sebab itu Tuhan sendirilah yang akan memberikan kepadamu suatu pertanda: Sesungguhnya, seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki, dan ia akan menamakan Dia Imanuel.

Ia akan makan dadih dan madu sampai ia tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, sebab sebelum anak itu tahu menolak yang jahat dan memilih yang baik, maka negeri yang kedua rajanya engkau takuti akan ditinggalkan kosong.
Yesaya 7:14-16

Nubuatan dalam ayat tersebut sangat nyata dan mudah dicerna, bahwa Allah akan memberikan tanda kepada Ahas berupa :

  1. Seorang perempuan muda (belum kawin) yang mengandung dan melahirkan bayi laki-laki
  2. Perempuan itu akan memberinya nama Imanuel
  3. Sebelum anak itu mampu menolak kejahatan dan memilih yang baik (antara umur 5-20 tahun) maka negeri Siria dan Israel akan ditinggalkan kosong dan tidak ada pemerintahan lagi.

NUBUAT TELAH TERGENAPI

Dan pada tahun 722 SM yaitu sekitar 13 tahun setelah nubuat itu disampaikan oleh Ye-saya kepada Ahas, negeri Siria dan Israel telah hancur secara definitif (Tafsir Alkitab Perjanjian Lama dalam menafsirkan Kitab Yesaya pasal 7 ayat 1-25, Lembaga Biblika Indonesia terbitan Kanisius, halaman 520-521), maka tidak ada lagi ancaman bagi pemerintahan Ahas, keadaan ini adalah keadaan seperti yang dijanjikan Allah kepada Ahas melalui Yesaya. Fakta tersebut mengindikasikan bahwa nubuat dalam Yesaya 7:14-16 telah terpenuhi 13 tahun kemudian walaupun tidak disinggung tentang kelahiran seorang bayi bernama Imanuel dari seorang perempuan muda.

Alasan mengapa tidak dikisahkan kelahiran Imanuel padahal janji Allah telah terpenuhi adalah karena dalam nubuatan tersebut yaitu Yesaya 7:14-16 Imanuel hanyalah sebagai tanda saat akan kehancuran Siria dan Israel bukan sebagai penyebab kehancuran Siria dan Israel.

Memang masih sangat terbuka untuk didiskusikan apakah Imanuel ketika itu -722 SM- sudah lahir atau belum, tetapi yang jelas janji Allah untuk menggagalkan serangan Siria dan Israel sudah tergenapi.

ASAL USUL PENDAPAT TENTANG KELAHIRAN YESUS

Menurut tradisi Kristen, pada tahun 6 SM, seorang perempuan perawan bernama Maria (dalam Islam Siti Maryam) melahirkan seorang bayi laki-laki, konon Maria mempunyai seorang suami bernama Yusuf (dalam Islam tidak disebutkan bahwa Maria mempunyai suami), ternyata sebelum Yusuf menjadi suaminya Maria sudah terlebih dahulu hamil, hal ini menjadikan Yusuf meragukan kesucian Maria. Dalam keraguan tersebut Yusuf bermimpi bertemu Malaikat Tuhan yang memberitahukan bahwa Maria istrinya adalah seorang perawan yang suci bukan mengandung dari seorang laki-laki  yang akan melahirkan se-orang bayi laki-laki dan malaikat tersebut me-merintahkan kepada yusuf untuk memberikan nama kepada bayi yang akan dilahirkan Maria dengan nama Yesus.

Dan ketika Maria melahirkan bayi yang dikandungnya, Yusuf memberi nama bayi tersebut sesuai dalam mimpinya yaitu Yesus.

MATIUS MENULIS

Enam-puluh-lima tahun (65 thn) setelah kelahiran Yesus atau sekitar 30 tahun setelah Yesus terangkat ke langit, Matius menulis silsilah Yesus, kelahiran Yesus, dakwah Yesus hingga Yesus terangkat ke langit, tulisan Matius tersebut dikemudian hari disebut sebagai Injil karangan Matius yaitu salah satu kitab suci agama Kristen -dalam tradisi Islam tulisan semacam itu hanya sampai pada taraf karya sejarah, seperti sirah Ibnu Ishaq atau Ibnu Hisyam dan lain-lain yang tidak bisa disebut sebagai kitab suci-.

Melihat fakta kelahiran Yesus dari seorang perawan Matius segera menyimpulkan tanpa melihat konteks ayat-ayatnya bahwa ‘perawan Maria’ adalah ‘perempuan muda’ yang dinubuatkan dalam Yesaya 7:14 dan menulisnya :

Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi:

“Sesungguhnya, anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki, dan mereka akan menamakan Dia Imanuel” — yang berarti: Allah menyertai kita.
Matius 1:22-23

Tulisan Matius tersebut telah menjadikan umat Kristen meyakini bahwa Yesus adalah Imanuel seperti yang di nubuatkan dalam Yesaya 7:14.

BENARKAH YESUS ITU IMANUEL ?

Namun menjadi pertanyaan besar apakah benar Yesus adalah Imanuel ?, hal ini karena :

Pertama, kelahiran Imanuel yang dinubuatkan dalam Yesaya 7:14 hanyalah untuk menandai bahwa kehancuran negeri Siria dan Israel akan segera terjadi, dan pada tahun 722 SM Israel dan Siria secara definitif telah hancur. Se-hingga secara eksplisit Imanuel telah lahir sebelum tahun 722 SM, maka mengklaim Yesus sebagai Imanuel adalah keluar jauh dari konteks nubuat dalam Yesaya 7:14.

Kedua, Yusuf atas petunjuk Malaikat akan menamakan bayi yang dilahirkan Maria dengan nama Yesus ( bukan Imanuel ) :

Ia (Maria) akan melahirkan anak laki-laki dan engkau (Yusuf) akan menamakan Dia Yesus….. Matius 1:21

……… ia (Maria) melahirkan anaknya laki-laki dan Yusuf menamakan Dia Yesus. Matius 1:25

Sedangkan dalam nubuat Yesaya 7:14 bayi laki-laki tersebut akan diberi nama Imanuel.

Ketiga, Yesaya 7:14 menyebutkan :
… seorang perempuan muda mengandung dan akan melahirkan seorang anak laki-laki… Yesaya 7:14

Dalam ayat itu disebutkan perempuan muda, sementara Matius menulis anak dara :
“anak dara itu akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki…. Matius 1:23

Kutipan Matius tersebut terkesan membiaskan makna, dalam bahasa Ibrani, antara perempuan muda dan anak dara terdapat perbedaan yang sangat besar, almah adalah kata yang mewakili perempuan muda dan Na’ara atau betula mewakili anak dara.

Almah artinya seorang wanita muda yang belum menikah, almah yang mengandung bisa jadi seorang perawan yang mengandung dan ini merupakan peristiwa ajaib, tetapi juga bisa berarti seorang perempuan yang bereputasi buruk –pelacur atau hamil diluar nikah-. Nubuat dalam Yesaya 7:14 secara kontekstual tidak menekankan pada kelahiran yang ajaib namun hanya sebagai tanda akan terjadinya sesuatu.

Na’ara artinya anak dara dan belum menikah, betula artinya anak dara dan sudah menikah –dalam masa tunangan-. Maria adalah betula bukan almah, karena Maria sudah mempunyai suami yaitu Yusuf.

MENGAPA MATIUS MENULISNYA ?

Pertama, dalam ‘Tafsir Alkitab Perjanjian Lama’ Lembaga Biblika Indonesia terbitan Kanisius halaman 521 disebutkan :

“Dalam Injil, kelahiran dalam keadaan tak terduga tidak pernah dipandang sebagai kehadiran Allah”

Agaknya Matius ingin memberikan kesan bahwa kelahiran Yesus adalah kelahiran yang telah sejak lama direncanakan dan di-tunggu-tunggu atau dengan kata lain Matius ingin memberikan kesan bahwa kelahiran Yesus adalah sebagai tanda kehadiran Allah, sehingga ketika adanya fakta kelahiran Yesus dan adanya nubuat dalam Yesaya 7:14 yang secara sepintas belum terpenuhi, Matius begitu saja menyimpulkan :

Hal itu terjadi supaya genaplah yang difirmankan Tuhan oleh nabi (Yesaya) Matius 1:22

Padahal ketiga pengarang Injil yang lain –Markus, Lukas dan Yohanes- sama sekali tidak menyinggung kelahiran Yesus sebagai pemenuhan nubuat dalam Yesaya 7:14 dan sama sekali tidak ada ayat-ayat dalam Injil karangan mereka baik secara implisit maupun eksplist yang menyatakan Imanuel adalah Yesus atau Yesus adalah Imenuel. Dan hal itu sama sekali tidak mengurangi makna kelahiran Yesus ke dunia ini, kelahiran Yesus yang ajaib dari seorang perawan dan mukjizat-mukjizat yang diberikan Allah kepadanya sudah sangat cukup sebagai bukti.

Kedua, secara keseluruhan, bahasa yang digunakan dalam penyusunan kitab-kitab dalam Perjanjian Lama –salah satunya adalah kitab Yesaya- adalah bahasa Ibrani yaitu bahasa dari umat tempat kitab itu diturunkan, kemudian ada seseorang yang ingin mempunyai terjemahan kitab-kitab tersebut dalam bahasa Yunani untuk disimpan di perpustakaanya, maka dibentuklah tim ahli untuk menterjemahkan kitab tersebut yang terdiri dari 70 orang -Septuaginta- yang kemudian dikenal dengan terjemahan Septuaginta atau LXX.
(angka Romawi : L=50, X = 20 , —— jadi LXX=70).

Di sinilah titik yang paling kritis dan dapat menyebabkan kesalahan yang sangat serius, karena dalam bahasa Ibrani ada beberapa/banyak kata yang hanya memiliki satu makna dan terjemahan dalam bahasa Yunaninya memiliki beberapa makna.

Matius dipastikan menggunakan kitab berbahsa Yunani sebagai sumber acuan kutipan nubuat Yesaya 7:14. Dalam nubuat tersebut terdapat kata ‘Perempuan Muda’ yang dalam bahasa Ibrani diwakili oleh kata ALMAH dan dalam bahasa Yunani diwakili oleh kata PARTHENOS.

ALMAH hanya memiliki satu makna yaitu perempuan muda, sedangkan PAR-THENOS memiliki beberapa arti yaitu perempuan muda atau perawan. Ketika Matius melihat Maria mengandung Yesus dalam keadaan perawan terburu-buru mengasumsikan bahwa PARTHENOS berarti perawan dan segera menyimpulkan nubuat Yesaya 7:14 digenapi oleh kelahiran Yesus, padahal jika Matius mau memeriksa teks aslinya yang berbahasa Ibrani Matius pasti akan memahami bahwa interpretasi atas nubuat semacam itu adalah mustahil.

Menterjemahkan ALMAH menjadi PARTHENOS adalah benar, tetapi mengasumsikan PARTHENOS sebagai perawan dalam Yesaya 7:14 adalah salah baik secara teks maupun konteks. Wallahu a’lam (al-islahonline)

==========oOo==========


Matius agaknya lebih tertarik dengan gagasan-gagasan daripada fakta-fakta; dan kadang-kadang ia bersedia menyusun fakta-fakta sejauh fakta-fakta tersebut sesuai dengan gagasan-gagasan-nya. Fenton JC 1973 – hal 41

….segolongan dari mereka mendengar fir-man Allah, lalu mereka mengubah-nya setelah mereka memahaminya, sedang mereka mengetahui…. QS. 2:75

==========oOo==========

https://tausyah.wordpress.com