Posts Tagged ‘Al-Kitab’

https://tausyah.wordpress.com/Islam-Is-My-Heart

Islam Is My Heart

Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh..

Bukanlah ini suatu perkara yang tersembunyi bagi manusia, melainkan telah ALLAH kabarkan sepenuhnya dalam firman-Nya yang agung lagi mulia yaitu Al Qur’an. Dan ketahuilah olehmu bahwa sesungguhnya tiada Tuhan selain ALLAH semata, Dia berdiri sendiri dan tidak pula ada baginya sekutu dan kepada-Nya-lah tempat sekalian perkara dunia dan akhirat makhluk-Nya dikembalikan.

Firman ALLAH Ta’ala :

قُلْ هُوَ اللَّهُ أَحَدٌ اللَّهُ الصَّمَدُ لَمْ يَلِدْ وَلَمْ يُولَدْ وَلَمْ يَكُن لَّهُ كُفُواً أَحَدٌ

Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan, dan tidak ada yang setara dengan Dia”.  Al-Ikhlaash : 001-004.

Sebahagian orang – orang kristen berkata bahwasanya sebutan ALLAH dalam al-kitab kristen adalah sama gerangan dan perkaranya dengan sebutan ALLAH dalam kitab suci Al-Qur’an. Padahal sekali-kali tidaklah mereka mengenal ALLAH, tidak pula mereka beroleh perkabaran perihal sifat-sifat ALLAH Azza wa Jalla, dan tidak pula perihal Asmaul Husna, sedang sebahagian di antara mereka yang lain menghina ALLAH dengan segala perkara yang ada pada mereka. Dan sekali – kali tidaklah yang bathil itu dapat mengalahkan yang Haq, melainkan yang Haq itu adalah senantiasa tetap pada tempatnya jika mereka mengetahui. (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Muhammad-In-The-Bible
Muhammad In The Bibel

David Benjamin Keldani, penulis buku Muhammad in the Bible (Menguak Misteri Muhammad)

“Saya berharap, tulisan ini, juga tulisan-tulisan selanjutnya, dapat menunjukkan bahwa ajaran Islam mengenai ketuhanan dan Rasul Allah terakhir yang agung adalah seratus persen benar dan sesuai dengan ajaran Alkitab (Bibel).”

David Benjamin Keldani, yang lahir pada 1867 di Urmia, Persia, awalnya adalah seorang pendeta Katholik Roma dari sekte Uniate-Khaldean, bahkan ia salah satu tokoh terpandang pada kalangan sekte tersebut. Ia mengenyam pendidikan sejak kecil di kota itu.

Dari 1886 hingga 1889, tiga tahun, ia menjadi staf pengajar Archbishop of Canterbury’s Mission untuk Assyrian (Nestorian) Christian di Urmia.
Pada 1892 ia diutus oleh Kardinal Vaughan ke Roma, di sana ia mempelajari filsafat dan theologi pada Propaganda Fide College, dan pada 1895 dinobatkan sebagai pendeta.

Pada 1892 ia menulis serangkaian artikel di The Tablet tentang Assyria, Romawi, dan Canterbury, dan juga pada Irish Recordtentang Keotentikan Pentateuch, yaitu lima kitab dari Perjanjian Lama: Kejadian, Keluaran, Imamat, Bilangan, dan Ulangan. Ia pun mempunyai beberapa karya terjemahan Ave Maria dalam bahasa berbeda-beda, yang diterbitkan di Illustrated Catholic Missions.
https://tausyah.wordpress.com/david-benjamin-keldani
David Benjamin Keldani

Pemuka Gereja
Ketika berada di Konstantinopel, dalam perjalanannya ke Persia pada 1895, ia menulis serangkaian artikel panjang tentang Gereja-gereja Timur dalam bahasa Inggris dan Prancis di surat kabar harian yang terbit di sana dengan nama The Levant Herald.

Pada 1895 ia bergabung dengan French Lazarist Mussion di Urmia, dan terbit pertama kali dalam sejarah Misi itu sebuah majalah berkala dalam bahasa daerah Syria yang bernama Qala-La0Syara (Suara Kebenaran).

Pada 1897 ia diutus oleh dua Uskup Besar Uniate-Khaldean dari Urmia dan Salmas untuk mewakili Katholik TImur pada Kongres Ekaristik yang diselenggarakan di Paray-le-Monial, Prancis, di bawah pimpinan Kardinal Perraud. Tentu saja ini adalah undangan resmi. Makalah yang dibacakan di Kongres oleh Bapa Benjamin disiarkan dalam Tawarikh Kongres Ekaristik tahun itu, yang disebut Le Pellerin. (lebih…)

Tumbuhan Berbentuk Asma ALLAHSalah satu nama Indah Allah (Asmaul Husna) adalah yang Maha Adil (Al-‘Adl) yaitu Allah SWT selalu berlaku adil kepada hamba-Nya dalam segala hal, dalam perkataan-Nya, perbuatan-Nya, qadla dan qadar-Nya, perintah dan larangan-Nya, pemberian pahala dan penjatuhan siksa-Nya, Allah senantiasa berada di atas Shirathal Mustaqim. Seluruh berita yang datang dari-Nya pasti benar, semua keputusan-Nya pasti adil, seluruh perintah-Nya adalah demi kemaslahatan dan semua larangan-Nya adalah keburukan, pahala bagi mereka yang berhak menerimanya adalah keuta-maan-Nya –fadlilah-Nya– . Sedangkan rahmat dan siksa-Nya bagi mereka yang berhak adalah dari keadilan dan hikma-Nya.

Allah SWT pasti berlaku Adil sejak dahulu hingga pada hari penghakiman nanti, tidak ada seorang hambapun yang di dzalimi oleh Allah SWT :

Tiap-tiap umat mempunyai rasul, maka apabila telah datang rasul mereka, diberikanlah keputusan antara mereka dengan adil dan mereka (sedikitpun) tidak dianiaya. QS. 10:47

Namun kita akan melihat kisah dalam Alkitab yang menggambarkan Allah SWT berlaku sangat tidak adil terhadap hamba-Nya, ketidak-adilan Allah yang dikisahkan Alkitab tersebut sangat bertentangan dengan nilai keadilan manapun dan dengan sifat Allah yang Maha Adil. Tentu saja kita jadi bertanya, apakah mungkin Allah tidak berlaku Adil atau apakah mungkin kisah yang dalam Alkitab tersebut yang PALSU ???

Dikisahkan dalam Alkitab tentang seorang yang bernama Yehuda yang mempunyai seorang istri dari Kanaan, Yehuda dikaruniai tiga orang anak laki-laki, anak pertama bernama Er, anak kedua bernama Onan dan anak ketiga bernama Syela, anak pertama dan anak kedua dikisahkan sudah berumur siap kawin dan anak ketiga masih kanak-kanak / belum balig.

Yehuda kemudian mengambil seorang menantu bernama Tamar untuk dikawinkan dengan anaknya yang pertama yaitu Er, namun belum sampai Er mempunyai anak dengan Tamar Er dibunuh Tuhan karena di mata Tuhan Er termasuk orang yang jahat.

Tetapi Er, anak sulung Yehuda itu, adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia Kejadian 38:7

Tidak disebutkan apa kejahatan Er di mata Tuhan, tetapi yang jelas Er diceritakan mempunyai kejahatan hingga dia harus dibunuh Tuhan.

Sepeninggal kematian Er, sesuai adat orang Israel saat itu untuk meneruskan keturunan, maka kedudukan Er sebagai suami Tamar harus digantikan oleh Onan adiknya, maka resmilah Onan menjadi suami Tamar.

Lalu berkatalah Yehuda kepada Onan: “Hampirilah isteri kakakmu itu, kawinlah dengan dia sebagai ganti kakakmu dan bangkitkanlah keturunan bagi kakakmu” Kejadian 38:8

Namun Onan mengetahui bahwa ia dikawinkan dengan Tamar hanyalah untuk meneruskan keturunan bagi kakaknya yang telah meninggal, sehingga apabila ia mempunyai anak dengan istri bekas kakaknya maka anak tersebut akan menjadi anak kakaknya sebagai pewaris, Onan tidak dapat menerima hal ini, sehingga ketika ia berhubungan suami Istri ia selalu membuang maninya keluar, agar ia tidak memberikan keturunan bagi kakaknya. Perbuatan Onan ini di mata Tuhan adalah jahat, maka dibunuhlah Onan oleh Tuhan.

Tetapi Onan tahu, bahwa bukan ia yang empunya keturunannya nanti, sebab itu setiap kali ia menghampiri isteri kakaknya itu, ia membiarkan maninya terbuang, supaya ia jangan memberi keturunan kepada kakaknya. Tetapi yang dilakukannya itu adalah jahat di mata TUHAN, maka TUHAN membunuh dia juga. Kejadian 38:9-10/color]

Maka Tamar menjadi janda lagi. Kemudian sesuai hukum, maka adik Onan yang bernama Syela harus dikawinkan dengan Tamar agar dapat memberikan keturunan bagi kakaknya yang pertama yaitu Er, tetapi Syela belumlah cukup umur untuk di-kawinkan dengan Tamar, keadaan ini digunakan Yehuda sebagai alasan untuk menunda perkawinan Syela dengan Tamar bahkan Yehuda ingin membatalkan perkawinan antara Syela dan Tamar karena Yehuda takut kalau anaknya yang terakhir juga akan mati seperti kedua kakak Syela yang telah dikawinkan dengan Tamar.

Beberapa tahun kemudian Syela sudah besar dan cukup umur untuk dikawinkan dengan Tamar, maka seharusnya Yehuda segera mengawinkan Syela dengan Tamar, tetapi Yehuda tidak melakukannya dan Tamarpun mengetahui sikap Yehuda ini.

Ketika Istri Yehuda meninggal dan habis berkabung pergilah Yehuda ke desa Timna ke tukang cukur domba untuk mencukurkan domba-dombanya, Tamar diberitahu bahwa Yehuda pergi ke Timna, maka Tamar yang telah mengetahui Yehuda menyalahi janji untuk menikahkan anaknya Syela dengan dirinya, Tamar menggunakan kesempatan ini untuk balas dendam dengan menyamar menjadi pelacur.

Di jalan Yehuda melihat seorang pelacur dan tertarik kepada pelacur tersebut yang sesungguhnya adalah menantunya sendiri, Yehuda tidak mengetahui kalau pelacur itu adalah menantunya karena wajahnya ditutupi kain, maka diadakanlah transaksi dengan wanita tersebut:

[color=red]Lalu berpalinglah Yehuda mendapatkan perempuan yang di pinggir jalan itu serta berkata: “Marilah, aku mau menghampiri engkau,” sebab ia tidak tahu, bahwa perempuan itu menantunya. Tanya perempuan itu: “Apakah yang akan kauberikan kepadaku, jika engkau menghampiri aku?”

Jawabnya: “Aku akan mengirimkan kepadamu seekor anak kambing dari kambing dombaku.” Kata perempuan itu: “Asal engkau memberikan tanggungannya, sampai engkau mengirimkannya kepadaku.” Kejadian 38:16-17

Maksud Tamar meminta jaminan bukanlah agar Yehuda tidak inkar janji untuk mengirim dombanya, tetapi Tamar ingin punya bukti yang dapat digunakan di kemudian hari. Dan Yehuda memberikan jaminan berupa kalung dan tongkat. Beberapa hari kemudian Yehuda mengirimkan domba kepada pelacur tersebut untuk ditukarkan dengan barang jaminan yang dipegang oleh pelacur tersebut, tetapi pelacur tersebut tidak ditemukan.

Hingga kira-kira tiga bulan kemudian dikabarkan kepada Yehuda bahwa Tamar menantunya telah bersundal bahkan hamil dari persundalannya, maka Yehuda memerintahkan untuk membawa menantunya kepadanya untuk dihukum mati, tetapi Tamar memberikan kalung dan tongkat dan berkata aku hamil dengan orang yang empunya kalung dan tongkat ini, maka sadarlah Yehuda bahwa Tamar hamil dengan dirinya lalu dibebaskanlah Tamar dari hukuman.

Akhirnya Tamar melahirkan dua anak kembar yang diberi nama Perez dan Zerah,

Dan Yesus diceritakan dalam Alkitab sebagai keturunan dari Perez. Yehuda dan Tamar sama sekali tidak dihukum oleh Tuhan karena perzinahan, bahkan diberkati karena Yesus adalah keturunannya.

Kesimpulan kisah

1. Er dibunuh Tuhan karena Jahat
2. Onan dibunuh Tuhan karena membuang mani agar tidak memberikan keturunan.
3. Tetapi Yehuda dan Tamar yang melakukan perzinahan antar mertua dengan menantu tidak dihukum sama sekali oleh Tuhan. Padahal semestinya dia harus mendapatkan hukuman yang jauh lebih dasyat dari pada Er dan Onan tetapi ternyata tidak.

Tentu saja hal ini tidak bisa diterima oleh hati nurani dan fitrah manusia manapun, mustahil Tuhan berbuat tidak adil seperti kisah tersebut di atas. Karena dalam ayat-ayat lain di Alkitab Tuhan berfirman :

yang pekerjaan-Nya sempurna, karena segala jalan-Nya adil, Allah yang setia, dengan tiada kecurangan, adil dan benar Dia. Ulangan 32:4

Dasar firman-Mu adalah kebenaran dan segala hukum-hukum-Mu yang adil adalah untuk selama-lamanya. Mazmur 119:160

TUHAN itu adil dalam segala jalan-Nya dan penuh kasih setia dalam segala perbuatan-Nya. Mazmur 145:17

Masih banyak ayat-ayat lainnya yang sangat bertentangan dengan kisah di atas, dan mustahil Tuhan berbuat tidak adil yang bertentangan dengan firman-Nya sendiri.

Jadi yang paling mungkin kisah antara Yehuda dan Tamar adalah kisah palsu alias karya manusia alias bukan firman Tuhan yang berarti di dalam Alkitab telah terdapat campur tangan manusia.

Mahasuci Allah yang telah menjaga kemurnian Al-Qur’an dari tangan-tangan jahil manusia. (al-islahonline.com)

Sumber :
1. Asmaul Husna – Pustaka Al-Kautsar
2. The Choice – Pustaka Al-Kautsar
3. Tafsir Alkitab perjanjian Lama – Kanisius
4. Tafsiran Alkitab Masa Kini – YKBK
5. Ensiklopedi Alkitab Masa Kini – YKBK

https://tausyah.wordpress.com

Lafaz ALLAH disenja hariKebanyakan orang tentu mengetahui makna dari pesan berikut ini : Untuk 17 Tahun Ke atas.
yang seringkali ditempel pada film-film yang hanya boleh ditonton bagi yang sudah berumur 17 tahun ke atas atau sudah dewasa. Banyak alasan lembaga sensor film memberikan label tersebut, di antaranya adanya adegan dewasa.

Begitu juga dalam Alkitab, ternyata, ada cukup banyak ayat yang hanya pantas dibaca oleh orang-orang yang sudah berumur 17 tahun ke atas atau su-dah dewasa, alasannya, ayat-ayat tersebut dinilai dapat memberikan efek bio-logis dan psikologis pada orang-orang yang membacanya, maka perlu adanya seleksi pembaca yaitu 17 tahun ke atas atau sudah dewasa.

Karna alasan tersebut, ayat-ayat ini tidak pernah dibacakan dalam kebak-tian di gereja, tidak pernah dibacakan dihadapan sekumpulan orang, tidak pernah ditemui dalam kartu ucapan Natal atau kartu undangan perkawinan, dan tidak akan pernah ada orang Kristen baik pastor, pendeta atau orang-orang awam yang mau menghafalkan atau menjadikan dalil. Padahal ayat-ayat tersebut diklaim sebagai ayat-ayat suci bagian dari sebuah kitab suci.

Bagi orang tua yang mengetahui ayat-ayat tersebut, tentu akan menyem-bunyikan rapat-rapat dari jangkauan anak-anak, agar jangan sampai mereka membacanya, kekuatiran ini sangat beralasan karena adanya efek biologis dan psikologis pada anak, yang dapat menyebabkan kedewasaan dini.

Mari kita lihat ayat-ayat tersebut mengapa bisa demikian ?, dan untuk adik-adik di bawah 17 tahun sebaiknya tidak membaca artikel ini.

Kitab Kidung Agung

Kiranya ia mencium aku dengan kecupan!
Karena cintamu lebih nikmat dari pada anggur1 KA 1:2

Tangan kirinya ada di bawah kepalaku,
Tangan kanannya memeluk aku. KA 2:6

Bagaikan seutas pita kirmizi bibirmu,3
Seperti dua anak rusa buah dadamu,
Seperti anak kembar kijang yang tengah makan rumput
Di tengah-tengah bunga bakung.5 KA 4:3,5

Pusarmu seperti cawan yang bulat,
Yang tak kekurangan anggur campur.
Perutmu timbunan gandum, berpagar bunga-bunga bakung.2
Seperti dua anak rusa buah dadamu,
Seperti anak kembar kijang.3 KA 7:2-3

Sosok tubuhmu seumpama pohon korma dan
Buah dadamu gugusannya.7
Aku ingin memanjat pohon korma itu dan
Memegang gugusan-gugusannya.
Kiranya buah dadamu seperti gugusan anggur dan
Nafas hidungmu seperti buah apel,8 KA 7:7-8

Ayat-ayat di atas terdapat dalam kitab yang dinamakan sebagai kitab Kidung Agung, kitab ini terdapat dalam Bible/Alkitab yaitu kitab ke-22, Ayat-ayat dalam Kidung Agung berbentuk syair atau puisi yang di atas namakan buatan raja Solomon. Namun penisbahan ini sama sekali tidak tepat, karena orang-orang Yahudi sama sekali tidak mengetahui siapa penulis kitab ini dan untuk apa kitab ini ditulis. Kitab Kidung Agung adalah kitab yang memuja cinta demi cinta dan untuk cinta.

Dalam Tafsir Alkitab Perjanjian Lama yang diter-bitkan oleh Lembaga Biblika Indonesia halaman 502, disebutkan, kitab Kidung Agung ini sangat diragukan sebagai kitab suci dan sama sekali tidak ada kaitannya dengan sejarah suci, hukum-hukum atau nabi-nabi. orang-orang Yahudi sendiri sangat ragu-ragu memasukkan kitab ini sebagai kitab suci. Namun umat Kristiani secara bulat menerima Kidung Agung sebagai kitab suci.

Ayat-ayat tersebut dilihat dari teksnya, berisi puisi-puisi cinta yang penuh gairah, yang tentu tidak pantas untuk dibaca oleh anak-anak berumur 17 tahun ke bawah dan sangat tidak mungkin diba-cakan dalam gereja yang jemaatnya terdiri dari laki-laki dan perempuan, siapapun dapat menerka apa yang terjadi bila ayat-ayat tersebut dibacakan di dalam kebaktian di dalam gereja.

Bahkan Biarawan Spanyol Fray Luis de Leon, dijebloskan ke dalam penjara pada tahun 1562 oleh lembaga inkuisi karena menyusun sebuah terjemahan Kidung Agung yang asli dari kitab berba-hasa Ibrani, tentu saja karena isinya terlalu vulgar. Ayat-ayat yang saya kutipkan di atas adalah dari Alkitab terbitan Lembaga Alkitab Indonesia (LAI) tahun 2004 yang isinya sudah diperhalus yang disesuaikan dengan adat ketimuran.

Ayat-ayat yang sudah diperhalus tersebut, masih saja terasa vulgar, bagaimana jika ayat-ayat tersebut diterjemahkan apa adanya seperti bahasa aslinya ? tentu jauh lebih vulgar dan lebih membangkitakan gairah. Semestinya, kalau ayat-ayat itu diklaim sebagai ayat-ayat suci, maka tidak diperlukan lagi usaha untuk memperhalus bahasanya, biarkan saja seperti aslinya. Bukankah ayat-ayat suci itu firman Tuhan, bukankah firman Tuhan akan hilang kesuciannya kalau ayat-ayat tersebut dirubah-rubah, ditambah, dikurangi atau direvisi. ?????

Pertanyaannya, apakah pantas ayat-ayat ter-sebut yang membangkitkan gairah dan fantasi dimasukkan sebagai ayat-ayat suci ?, Hikmah apa yang dapat diambil dari ayat-ayat tersebut ??

KITAB YEHEZKIEL


Ia melakukan lebih banyak lagi persundalannya sambil teringat kepada masa mudanya, waktu ia bersundal di tanah Mesir.19

Ia berahi kepada kawan-kawannya bersundal, yang auratnya seperti aurat keledai dan zakarnya seperti zakar kuda.10

Engkau menginginkan kemesuman masa mudamu, waktu orang Mesir memegang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu.21 Yehezkiel 23:19-21

Kisah tersebut di atas terdapat dalam Perjanjian lama yaitu kitab ke-26 dalam Alkitab. Semua ayat dalam kitab tersebut, di klaim sebagai ajaran seseorang yang bernama Yehezkiel, menurut iman Kristiani Yehezkiel adalah seorang nabi yang hidup pada tahun 593 SM. Ajaran-ajaran Yehezkiel dibukukan dalam sebuah kitab yang kemudian diberi nama sesuai dengan namanya sendiri.

Sekarang mari kita kembali kepada teks ayat di atas. Kalau kita amati, ternyata isinya jauh lebih vulgar dari ayat-ayat dalam kitab Kidung Agung, bahkan ada kecondongan kasar dan sangat tidak pantas bagi bahasa ketimuran.

Kalimat ‘zakarnya seperti zakar kuda’ dan ‘meme-gang-megang dadamu dan menjamah-jamah susu kegadisanmu’ betul-betuli sulit diterima akal bila dima-sukkan dalam ayat-ayat suci, kata-kata dalam ka-limat itu lebih condong atau lebih tepat disebut se-bagai untaian kata-kata sensual dan erotis bahkan menurut adat ketimuran, bila ada seseorang yang mengatakan seperti kata-kata itu, maka masyara-kat akan mengatakan dia berkata-kata kotor.

Ayat-ayat yang saya contohkan di atas ada-lah ayat-ayat yang saya ambil dari Alkitab yang dikeluarkan oleh LAI tahun 2004, ayat-ayat terse-but sudah mengalami revisi yang cukup banyak guna menghilangkan kesan sensual, erotis dan ko-tor. Padahal kalau ayat-ayat tersebut diklaim sebagai ayat-ayat suci firman Tuhan, untuk apa lagi harus dirubah-rubah, bukankah Tuhan jauh lebih sempurna dalam memilihkan kalimat dari pada manusia ?

Mari kita lihat ayat-ayat tersebut pada Alki-tab terbitan LAI tahun 1970,

Dan melampiaskan hasratnja dengan petjinta mereka, jang pelirnja seperti pelir keledai dan jang pantjarannja laksana pantjaran kuda djantan.20 Yehezkiel 23:20

Kalimat yang bergaris bawah pada ayat tersebut yaitu pelirnya seperti pelir keledai telah diperhalus menjadi auratnya seperti aurat keledai pada Alkitab terbitan LAI 2004, padahal kata pelir dan aurat memiliki arti yang sangat berbeda, tentu saja pe-rubahan ini dimaksudkan untuk menghilangkan kesan kasar dan kotor, tetapi perubahan tersebut memberikan efek perubahan makna. Dan ini melanggar larangan yang terdapat dalam Alkitab :

Segala yang kuperintahkan kepadamu haruslah kamu laku-kan dengan setia, janganlah engkau menambahinya ataupun menguranginya. Ulangan 12:32

Kalau ayat-ayat itu adalah firman Tuhan, untuk apalagi harus dirubah-rubah, apakah manusia lebih sempurna dari Tuhan dalam hal bertata-ba-hasa ?, tetapi kalau itu firman Tuhan mengapa kalimatnya sangat mengganggu norma-norma ketimuran, apakah Tuhan tidak tahu bahwa firmannya tidak cocok untuk orang timur, pasti tidak mungkin, karena Tuhan Maha Mengetahui. Bahkan di baratpun ayat-ayat tersebut juga mendapat kritikan karena dinilai tidak pantas untuk dipublikasikan.

Para penginjil Bandung sangat risih dengan ayat-ayat yang demikian, sehingga mereka perlu merevisi ayat-ayat tersebut agar layak untuk dibaca, hasil-nya sebagai berikut :

Tetapi bagi dia sendiri hal itu tidak seberapa, ia malah melakukan persundalan yang lebih menjijikkan lagi dengan mengenang masa mudanya, ketika ia bersundal di Mesir dengan orang-orang yang besar hawa nafsunya.20

Demikian engkau merindukan kehidupan masa lalumu, masa engkau masih gadis, ketika engkau menyerahkan tubuhmu kepada orang-orang di Mesir.21 Yehezkiel 23:20-21, Penerbit Kalam Hidup Bandung

Hasil revisi tersebut cukup mengagumkan, sopan, halus dan lembut, cukup seimbang dengan nilai-nilai ketimuran. Namun sayang, sebagus apa-pun yang namanya merevisi firman Tuhan maka hasil yang didapat adalah bukan ayat yang asli lagi. Dan bagi pemeluk agama Kristen Bandung, harus rela dengan hilangnya ayat tersebut.

Ayat – ayat Yang Lain
Ayat-ayat berikut serupa bahasanya :

Kejadian 19:30-36 : Perzinahan ayah – anak
Kejadian 35:22 : Perzinahan ibu – anak
Kejadian 38:15-30 : Perzinahan ayah-menantu
2 Samuel 13:5-14 : Perzinahan kakak-adik
2 Samuel 16:21-23 : Anak memperkosa Ibu
Yehezkiel 16:23-24 : Pelacur tak pernah puas
Amsal 7:7-22 : Istri berselingkuh
Hakim-hakim 16:1 : Berzinah dengan sundal

Tapi..Pertanyaannya adalah “Masa sih Tuhan Berfirman seperti itu??”

Komenter – komentar dari Pihak Kristen Sendiri

George Bernard Shaw
Budayawan dan Kritikus Kaliber International dan pemenang Nobel tahun 1925, dia berpendapat :
“Alkitab adalah kitab yang paling berbahaya di muka bumi, simpanlah kitab ini di laci dan kuncilah”

The Plain Truth, Oktober 1977
“Membacakan cerita-cerita dari Injil kepada anak-anak bisa membuka kesempatan untuk mendiskusikan moral seks. Kitab Injil yang belum dibersihkan pasti mendapat rating X dari badan sensor”

Majalah Time 31 Maret 2001
“Alkitab merupakan kitab orang dewasa yang penuh sekali dengan erotisme”

Romo Don Bruno Maggioni
“Alkitab adalah sebuah karangan untuk orang dewasa. Bukan hanya karena-halaman seksualnya tetapi karena jenis masalah yang muncul di seputar seks manusia”

AL-QUR’AN LEMBUT DAN SANTUN
Penggambaran Cinta
Al-Qur’an memberikan gambaran cinta dan kasih dengan bahasa yang indah, santun dan mudah dimengerti makna dan hikmanya :

Sesungguhnya Kami menciptakan mereka (bidadari-bidadari) dengan langsung,dan Kami jadikan mereka gadis-gadis perawan, penuh cinta lagi sebaya umurnya, QS. 56:35-37

Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya di antaramu rasa kasih dan Sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berpikir. QS. 30:21

Ayat QS. 30:21 seringkali dicantumkan dalam kartu undangan pernikahan, tanpa tafsiran, hal ini menunjukkan ayat ini indah, sopan dan mudah dimengerti. Bandingkan dengan ayat-ayat dalam Kidung Agung, cari kartu undangan perkawinan orang Kristen yang memuat ayat ini, pasti tidak ada, karena akan dinilai tidak sopan, vulgar dan tidak ada makna apa-apa yang dapat diambil dari ayat-ayat Kidung Agung.

Penggambaran Hubungan suami-Istri
Al-Qur’an telah mengatur kehidupan suami istri dengan bahasa yang mudah, lembut, santun dan indah, walaupun tanpa kevulgaran namun sangat mudah untuk dipahami maksudnya :

Mereka bertanya kepadamu tentang haidh. Katakanlah:”Haidh itu adalah suatu kotoran”. Oleh sebab itu hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haidh; dan janganlah kamu mendekati mereka, sebelum mereka suci. Apabila mereka telah suci, maka campurilah mereka itu di tempat yang diperintakan Allah kepadamu…. QS. 2:222

Allah SWT memilihkan kata mendekati dan mencampuri untuk mewakili kata berhubungan badan, siapapun dapat mengerti maksud ayat tersebut dan mengambil pelajarannya, mudah, lembut, santun, indah dan tidak vulgar. Mari kita lihat lagi firman Allah SWT yang menggambarkan kebolehan menggunakan metode apa saja untuk hubungan suami istri :

Isteri-isterimu adalah (seperti) tanah tempat kamu bercocok tanam, maka datangilah tanah tempat bercocok-tanammu itu bagaimana saja kamu kehendaki….. QS. 2:223

Sebuah kalimat yang lembut dan santun, memberikan gambaran yang indah, yang sangat menghargai wanita dan laki-laki, yang wanita merasa seperti sawah yang memberikan manfaat bagi kehidupan, dan yang laki-laki merasa mempunyai kebebasan yang luas untuk bercocok tanam. Tidak ada keharmonisan yang seindah keharmonisan antara petani dengan sawahnya. Begitulah firman Allah SWT mengalir begitu indah bersama hikmahnya, tidak ada satu katapun yang tidak mempunyai arti.

Sekarang bandingkan dengan ayat-ayat dalam Kidung Agung dan Yeheskiel 23:19-21, apakah ada hikmah atau pelajaran yang dapat diambil dari ayat-ayat tersebut ?, dan bagaimana dengan cara penyajian bahasanya ? indah ? lembut ? atau vulgar dan kasar ?.

Sampai di sini uraian kami, semoga bermanfaat bagi kita dan keluarga kita, amin.

Sumber : Buletin al-islah edisi 24

https://tausyah.wordpress.com