Archive for the ‘ALLAH & Ciptaan-Nya’ Category

Cobalah bayangkan sebuah kota yang memiliki 100 triliun rumah tangga. Menurut Anda, mungkinkah ada perusahaan distribusi yang mampu memenuhi kebutuhan semua rumah tangga di kota tersebut? Sebagian besar orang akan menjawab, “Tentu saja tidak.” Tetapi, sistem yang serupa sudah ada di dalam tubuh manusia. Namun rumah-rumah di dalam tubuh manusia adalah sel, dan perusahaan distribusinya adalah sistem peredaran darah yang memiliki komponen amat banyak.

Bagian-bagian pembentuk sistem peredaran darah mengunjungi sekitar 100 triliun sel di dalam tubuh manusia satu per satu. Inti dari sistem ini adalah jantung. Jantung, yang memiliki 4 buah bilik yang berbeda dan memompa darah segar serta darah kotor tanpa mencampur keduanya ke wilayah yang berbeda-beda di dalam tubuh, serta memiliki katup yang berfungsi sebagai penutup pengaman, memiliki rancangan yang dibangun dengan keseimbangan yang sangat teliti.

Saat kita memeriksa jantung, kita melihat bahwa jantung tidak hanya terdiri dari pompa, melainkan juga katup yang menentukan arah darah yang dipompa. Adanya katup menjamin bahwa darah yang dipompa oleh otot jantung bergerak dengan tepat ke arah yang sesuai. Lebih lanjut lagi, jantung dihubungkan ke kedua paru-paru dan bagian tubuh lainnya oleh pembuluh darah utama. Pembuluh darah yang menuju tubuh terbagi menjadi beberapa cabang yang, pada gilirannya, menjadi cabang-cabang kecil dalam proses yang berlanjut terus. Pemisahan ini berlanjut sampai ke vena amat kecil atau kapiler yang kemudian meluas menjadi vena yang lebih besar sampai kembali ke jantung lagi. Vena menuju paru-paru untuk membuang karbondioksida di dalam darah dan mengisi darah dengan oksigen.

Bila kita memeriksa sistem peredaran darah ini, yang meliputi jantung, pembuluh darah dan paru-paru, terungkaplah sistem yang rumit. Jika dilengkapi dengan ginjal, yang bertugas membersihkan darah, dan pankreas, yang menyesuaikan kadar gula dalam darah dengan sekresi (pengeluaran) insulin atau glikogen, lalu hati, yang mengendalikan kandungan kimiawi darah, serta berbagai bagian sistem kekebalan dalam darah, tampaklah struktur yang menakjubkan. Setiap bagian dari sistem yang rumit ini berada dalam keselarasan dan saling terhubung satu sama lain dengan cara yang sangat teratur. Semua unsur harmonis ini mempunyai satu tujuan. Jika satu bagian saja tidak ada, akan terjadi kerusakan di dalam sistem. Hal ini dapat mengakibatkan kematian orang yang memiliki sistem peredaran darah tersebut.

Jantung tidak dapat menjaga kelangsungan hidup tubuh manusia lebih dari satu menit tanpa paru-paru yang bertugas membersihkan darah yang dipompa oleh jantung. Sistem peredaran darah ini tercipta lengkap dengan semua bagiannya, dalam seketika. Dengan demikian, hal ini menunjukkan rancangan yang sempurna, yaitu penciptaan, pada jantung dan sistem peredaran darah, serta menjelaskan seni penciptaan yang tiada bandingannya dari Allah, Tuhan semesta alam.

Tulang kita, yang memikul peran sangat penting seperti menopang dan melindungi tubuh kita, diciptakan dengan kemampuan dan kekuatan untuk menjalankan fungsi ini. Tulang paha manusia, misalnya, punya kemampuan menopang beban seberat satu ton. Sesungguhnya, dalam setiap langkah kaki kita, muatan seberat 3 kali berat tubuh kita dibebankan kepada tulang ini. Sebenarnya, saat seorang pelompat galah mendarat di tanah, setiap sentimeter tulang pinggul dikenai tekanan 1.400 kilogram (3.086 pound).

Untuk paham sepenuhnya tentang kesempurnaan rancangan tulang, mari kita membuat perbandingan sebagai berikut: Salah satu bahan yang paling bermanfaat dan paling kuat yang digunakan manusia adalah baja, karena baja bersifat kuat sekaligus lentur dan mudah dibentuk. Namun demikian, tulang kita lebih kuat sekaligus 10 kali lebih fleksibel dibandingkan dengan baja padat. Selain itu, tulang lebih ringan daripada baja. Kerangka yang dibuat dari baja akan 3 kali lebih berat daripada kerangka manusia.

Kita juga dapat mengambil pelajaran bila membandingkan kesempurnaan rancangan tulang dengan teknik bangunan modern. Sampai kurun waktu 50 tahun terakhir abad keduapuluh, tugas membangun gedung tinggi sangatlah mahal dan menghabiskan waktu. Tetapi, dengan berbagai perkembangan teknologi, sudah banyak teknik baru yang dikembangkan dalam merancang bangunan. Salah satu teknik yang terpenting dikenal sebagai lattice system (“sistem kisi-kisi.”) Dalam sistem ini, bagian penopang bangunan tidak terdiri atas satu potong balok, tetapi terbuat dari sejumlah batang yang saling bersilangan dalam bentuk kisi-kisi. Dibantu perhitungan rumit yang dibuat oleh komputer, pembangunan jembatan dan struktur industri yang bagus dan mengesankan akan jauh lebih kuat dan akan makan biaya lebih rendah bila menggunakan teknik ini.

Struktur bagian dalam tulang juga dibangun dengan sistem kisi-kisi yang sekarang kita gunakan dalam pembangunan gedung dan jembatan. Bila tulang dipotong dan diperiksa, sistem yang sangat menarik terlihat pada rancangan bagian dalamnya. Saling menyilang satu sama lain, ribuan batang kecil membentuk struktur yang rumit. Struktur ini pada dasarnya adalah sistem kisi-kisi yang dibangun di dalam tulang. Berkat struktur ini, tulang kita menjadi sangat kuat sekaligus ringan, sehingga kita dapat menggunakannya dengan mudah.

Jika yang terjadi adalah sebaliknya, dengan kata lain jika bagian dalam tulang kita terisi penuh dan keras, berat tulang akan jauh melebihi jumlah beban yang dapat kita topang sehingga akan retak dan patah menghadapi pukulan atau serangan yang paling lemah sekali pun.

Struktur tulang, yang dicoba tirukan oleh manusia menggunakan teknologi masa kini, hanyalah satu contoh dari karya seni Allah yang tiada tara. Setiap orang perlu melihat kecemerlangan ciptaan yang khas dan sempurna milik Allah di dalam tubuhnya sendiri dan bersyukur, serta merenunginya.

Sementara ini, Anda dapat dengan mudah membalik halaman-halaman buku ini karena tangan Anda tidak mengalami kesulitan dalam meraba tekstur halaman buku. Dengan cara yang sama, Anda dapat pula memegang dan membawa benda yang permukaannya licin, misalnya gelas. Anda dapat merasakan kehalusan saat menyentuh bulu dan merasakan sesuatu yang keras saat memegang batu. Dengan merasakan semua ini dan mengirimkan sinyal-sinyal yang dibutuhkan ke otak Anda, kulit Anda memiliki sifat-sifat yang memungkinkan Anda menggambarkan benda di dalam otak Anda.

Banyak sekali saraf yang terdapat di ujung jari. Dengan adanya saraf ini, Anda dipermudah dalam bergerak dan tidak menyebabkan kesulitan sedikit pun. Di lain pihak, di bagian “yang tidak begitu penting,” pada punggung manusia misalnya, jumlah ujung saraf lebih sedikit. Ini keuntungan yang sangat penting. Sekarang, mari membayangkan hal sebaliknya: Mari kita anggap ujung jari kita tidak begitu peka sedangkan saraf-saraf tersusun sedemikian sehingga berada lebih banyak di bagian punggung tubuh kita. Hal ini, tidak diragukan lagi, akan menjadi sangat merepotkan. Dalam keadaan yang seperti ini kita tidak dapat menggunakan tangan kita sebagaimana mestinya, malah kita akan merasakan benda sekecil apa pun yang menyentuh punggung kita, lipatan baju kita, misalnya.

Kulit manusia adalah organ yang kompleks yang terdiri atas beberapa lapisan dan mengandung saraf perasa, saluran peredaran darah, sistem aliran udara, dan penyeimbang atau pengatur antara kelembapan dan panas, yang melindungi tubuh seperti perisai terhadap sinar matahari. Karena hal ini, manusia berada dalam bahaya besar jika sebagian kulitnya rusak. Di bawah kulit ada lapisan yang mengandung lemak. Lapisan lemak ini berfungsi sebagai sekat terhadap panas. Di atas lapisan ini ada lapisan lain lagi, yang kebanyakan terdiri dari protein sehingga membuat kulit menjadi kenyal.

Seandainya kita mengelupas kulit dan melihat sekadar satu sentimeter (0,4 inci) di bawahnya, pemandangan yang kita temui akan tidak indah sama sekali, bahkan menakutkan, di mana akan tampak lemak dan protein serta berbagai pembuluh darah. Karena ciri-ciri pada kulit memungkinkannya menutupi struktur ini, kulit berperan penting dalam memperindah tubuh kita dan sekaligus juga memungkinkan kita melindungi diri dari faktor-faktor luar. Agar dapat merenungkan dan memahami pentingnya keberadaan kulit, kita cukup memikirkan beberapa fungsi kulit yang vital bagi kita.

Kulit manusia mencegah terjadinya gangguan pada keseimbangan air di dalam tubuh, kuat dan elastis, dapat menyembuhkan dirinya sendiri, melindungi tubuh dari pancaran sinar yang membahayakan, menjaga kontak dengan dunia luar, dan melindungi suhu tubuh di dalam cuaca dingin atau panas.

Selain berfungsi sebagai detektor atau alat perasa dan pencari yang peka, serta AC yang canggih, kulit manusia juga memenuhi segala jenis keperluan manusia itu sendiri. Semua ini menunjukkan bahwa kulit merupakan nikmat yang telah diciptakan oleh Allah, dengan keindahan yang diberikannya bagi pandangan mata dan keistimewaan yang dimilikinya untuk melindungi manusia. Kulit, topik yang sudah ditulis di dalam berlembar-lembar buku, sekali lagi menunjukkan kepada kita kehebatan Allah dalam mencipta.

Setelah beberapa bulan berada dalam rahim ibu mereka, semua orang di sekitar kita sampai kepada keadaan mereka saat ini. Bagi setiap manusia, sudah dipersiapkan sistem sempurna yang sama di dalam tubuh ibu mereka, dan setiap orang melalui tahap-tahap perkembangan yang sama.

Kelahiran adalah mukjizat besar. Bayi yang berkembang di dalam ruang terlindung yang dipersiapkan khusus di dalam rahim ibunya, lahir ke dunia setelah tenggang waktu tertentu. Perincian peristiwa yang menakjubkan ini akan membawa setiap orang yang merenungkannya kepada kesimpulan yang sangat penting. Mari kita bersama-sama meraih kesimpulan ini dengan cara mencermati satu detil yang berperan penting dalam perkembangan bayi:

Plasenta adalah jaringan daging yang terbentuk di dalam tubuh wanita agar telur yang telah dibuahi dapat melekat pada dinding rahim. Plasenta mengandung struktur pembuluh darah yang halus, yang dipersiapkan untuk keperluan bayi yang sedang berkembang. Pembuluh ini seperti cabang-cabang pohon. Di dalam plasenta, pembuluh darah ibu dan bayi saling terhubung bersijalin dan saling mempertukarkan bahan-bahan. Darah ibu dan darah bayi tidak pernah bercampur, tetapi zat makanan dan oksigen dapat melintas dari darah ibu ke darah bayi, sedangkan kotoran dibuang dari darah bayi dan akhirnya dikeluarkan oleh tubuh sang ibu.43 Fungsi plasenta sangat penting karena jaringan ini harus memenuhi semua kebutuhan bayi, sekaligus harus selektif agar dapat melindunginya. Pertukaran pada plasenta dapat berlangsung berkat selaput tipis yang disebut “chorion.” Selaput ini memisahkan peredaran darah bayi dari darah ibunya. Dengan adanya selaput ini, darah ibu tidak dapat masuk ke pembuluh darah bayi. Sang bayi hanya menerima oksigen dan zat makanan melalui selaput ini.

Nutrisi yang dibutuhkan bayi selama bulan-bulan pertama hidupnya berbeda dari apa yang dibutuhkannya pada bulan kedelapan dan kesembilan hidupnya, yaitu saat-saat menjelang kelahiran. Plasenta juga harus menyesuaikan ini dalam konsumsi zat makanan. Sebenarnya, plasenta menjalankan semua fungsi ini dengan cara yang tanpa cacat. Plasenta selalu peka akan jumlah apa-apa zat yang harus diambilnya, dan sangat berhati-hati serta selektif dalam hal ini. Sampai di sini, ada beberapa pertanyaan yang perlu diajukan dan beberapa hal yang perlu diingat.

Pertama-tama, ada pertanyaan tentang bagaimana plasenta, yang berupa jaringan yang terdiri dari sejumlah sel, dapat membuat perhitungan seperti ini. Begitu pula, pertanyaan tentang bagaimana plasenta tahu akan kebutuhan bayi, ini juga memerlukan jawaban. Orang yang berakal akan segera menyadari bahwa sepotong daging yang disebut plasenta tidak dapat melakukan hal ini dengan begitu saja dan tidak dapat memperoleh sifat khas ini secara kebetulan. Dalam hal ini, fakta yang kita peroleh sekali lagi sangatlah jelas: Allah menciptakan plasenta lengkap dengan karakteristik yang bersesuaian dengan kebutuhan bayi di dalam rahim ibu. Keajaiban kelahiran adalah contoh lain lagi yang menampilkan keagungan cita rasa seni Allah dalam penciptaan. Kita diingatkan tentang fakta ini di dalam Al Qur‘an:

Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah. Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang, dalam bentuk apa saja yang Dia kehendaki, Dia menyusun tubuh-mu. (QS. Al Infithaar, 82: 6-8)

Baru-baru ini, manusia telah menemukan sistem pendinginan mekanis dan, dengan berbagai pengembangan dalam teknologinya, sistem ini terus digunakan di zaman modern. Namun, kita bukan yang pertama kali menemukan sistem pendinginan. Setiap makhluk berdarah panas di bumi telah memiliki mekanisme pengendalian panas di dalam tubuhnya dan dalam penciptaannya memang dirancang memiliki sistem ini. Ambil saja contoh sejenis rusa di Afrika. Rusa Afrika ini harus melarikan diri dari musuhnya agar dapat bertahan hidup, karena rusa tidak punya cara pertahanan lain. Peningkatan kecepatan yang tiba-tiba ini menyebabkan peningkatan suhu yang tajam di dalam tubuh rusa. Namun demikian, agar bertahan hidup, rusa perlu menjaga agar suhu otaknya lebih dingin daripada suhu tubuhnya.

Rusa Afrika punya sistem pendinginan yang khas di dalam otaknya. Rusa dan hewan sejenis lainnya memiliki ratusan pembuluh darah arteri kecil yang bercabang-cabang dan melewati tempat penampungan darah yang besar yang terletak di samping saluran pernafasannya. Udara yang dihirupnya mendinginkan tempat penampungan yang berhubungan dengan hidung ini, sehingga darah yang melewati arteri-arteri kecil di dalamnya juga menjadi dingin. Sejumlah arteri kecil ini kemudian bersatu di dalam pembuluh darah tunggal yang membawa darah ke otak.42

Hal yang menarik di sini adalah sistem tanpa cacat ini tidak mungkin timbul dengan sendirinya, karena ketiadaan sistem pendinginan tersebut akan berarti akhir riwayat rusa saat ia mulai berlari untuk pertama kalinya.

Seperti yang terlihat di dalam contoh sistem pendinginan rusa, rancang bangun tubuh makhluk hidup memiliki kerumitan yang tidak dapat dijelaskan oleh pernyataan “perkembangan bertahap” oleh para evolusionis. Dengan kata lain, tidak mungkin organ dan struktur tubuh makhluk hidup muncul melalui perubahan-perubahan kecil bertahap yang berlangsung sejalan dengan waktu. Tubuh makhluk hidup penuh dengan struktur, mirip dengan sistem pendingin yang dimiliki rusa, yang akan menjadi tidak berguna bila ada satu bagian saja yang hilang. Hal ini membuktikan bahwa makhluk hidup tidak dapat muncul ke dunia sejalan dengan waktu, secara kebetulan, tetapi sebaliknya, telah diciptakan dengan sempurna oleh Allah. Ini adalah fakta nyata bagi orang-orang yang cerdas seperti juga dinyatakan dalam Al Quran:

Musa berkata: “Tuhan yang menguasai timur dan barat dan apa yang ada di antara keduanya: (Itulah Tuhanmu) jika kamu mempergunakan akal.” (QS. Asy Syu’araa‘, 26: 28)

Struktur mata ikan memungkinkan ikan melihat di dalam air dengan jelas, sementara mata burung memungkinkan burung untuk melihat di udara saat sedang terbang. Struktur mata makhluk lainnya dirancang dengan khusus pula sehingga sesuai dengan kebutuhan mereka. Jelaslah bahwa organ seperti mata yang berstruktur kompleks tidak memperoleh ciri khasnya dengan begitu saja, ciri yang berbeda-beda pada setiap makhluk. Setiap orang yang mencermati contoh-contoh ini dengan sadar dan bijaksana akan segera melihat fakta bahwa semua makhluk telah diciptakan oleh Allah. Contoh-contoh yang diberikan di bawah ini merupakan cara untuk merenungkan fakta ini.

Burung memiliki indra penglihatan yang lebih tajam daripada manusia, dan mereka dapat mengamati wilayah yang lebih luas dengan teperinci. Seekor burung dapat melihat sekaligus gambar-gambar yang hanya dapat dilihat manusia per bagian; bagi burung, gambar-gambar ini terlihat secara keseluruhan dengan pandangan sekilas. Bagi burung, ini keuntungan besar dalam berburu. Bila dibandingkan dengan manusia, sebagian burung dapat melihat benda dalam jarak enam kali lebih jauh daripada pandangan kita.

Bagi manusia, kehilangan pandangan sesaat yang terjadi saat mata berkedip, dalam hitungan detik, tidak terlalu penting. Tetapi, hal ini bisa menjadi masalah besar bagi burung yang terbang sangat cepat pada ketinggian beratus-ratus meter. Karena itulah, bila burung mengedipkan mata, tidak terjadi penghentian apapun di dalam penglihatannya karena burung memiliki kelopak mata ketiga yang disebut selaput pengerjap. Selaput ini bersifat tembus pandang dan bergerak dari satu sisi mata ke sisi mata yang lainnya. Maka, burung-burung dapat mengedipkan mata tanpa benar-benar menutupnya. Sebagai tambahan, burung-burung yang menyelam ke dalam air, menggunakan selaput ini sebagai kaca mata penyelam sehingga melidungi mata dari bahaya.

Contoh yang lain adalah mata unta, yang juga memiliki keistimewaan dalam memberikan perlindungan tepat seperti yang dibutuhkan. Tulang keras di sekitarnya melindungi mata dari cahaya matahari dan pukulan. Bahkan badai pasir yang paling kuat tidak dapat melukai mata unta karena bulu mata unta memiliki struktur yang terpaut satu sama lain dan mata dapat tertutup dengan sendirinya pada saat-saat bahaya. Dengan demikian, tidak ada yang dapat memasuki mata hewan ini, walaupun itu berupa setitik kecil debu.

Mata ikan melihat ke sekelilingnya dari balik sekat tembus pandang. Tirai pelindung ini menyerupai kaca mata penyelam. Lensa mata ikan yang bulat dan kukuh disesuaikan untuk melihat benda-benda dalam jarak dekat. Alasan lain mata ikan berbentuk bulat adalah karena cahaya dibiaskan saat melewati air. Karena mata ikan terisi cairan yang berberat jenis hampir sama dengan berat jenis air, saat gambar yang terbentuk dari luar dipantulkan di mata, pembiasan tidak terjadi. Sebagai akibatnya, gambar dari benda di luar dengan sempurna dipusatkan pada retina oleh lensa, dan tidak seperti manusia, ikan dapat melihat dengan sangat jelas di dalam air.

Panas menyengat di siang hari, dingin membeku di malam hari, kemarau selama berminggu-minggu atau bahkan berbulan-bulan berturut-turut, kelangkaan makanan… Semua ini adalah bagian dari lingkungan gurun. Sangat sulit bertahan hidup dalam kondisi yang sedemikian keras. Namun, di balik semua kesulitan ini, berbagai jenis makhluk bisa bertahan hidup dan bahkan berkembang pesat di gurun. Bila kita amati, akan tampak bahwa semua struktur tubuh dan gerakan makhluk-makhluk ini telah diciptakan dengan karakteristik yang sesuai untuk kehidupan di sana. Allah menciptakan ciri khas tertentu untuk melindungi makhluk-makhluk ini dari panas. Bila kita memperhatikan lebih dekat sebagian contoh ciri-ciri ini, kita dapat melihat dengan jelas bahwa kelengkapan makhluk-makhluk ini tidak mungkin ada dengan begitu saja, melainkan diciptakan oleh Sang Pencipta yang memiliki kekuatan yang sangat hebat.

Ular berbisa gurun (Cerastes Vipera) hidup di bawah pasir. Ular berbisa ini masuk ke dalam pasir dengan menggeliat bergoyang-goyang menyamping. Ular ini menggerakkan ekornya dari kiri ke kanan dengan sangat cepat. Gerakan ini lalu meliputi seluruh tubuhnya dalam tiga pelintir. Akhirnya sekujur tubuh ular terkubur sepenuhnya, kecuali satu atau kedua matanya saja. Dengan cara ini, ular berbaring sambil menunggu, memburu mangsanya. Tetapi strategi seperti ini dapat menimbulkan risiko bagi mata ular, karena mata ini tetap berada di luar, di tempat yang dapat didera oleh badai pasir secara tiba-tiba. Namun, karena mata ular dirancang khusus, risiko tersebut terhapus seluruhnya. Mata ular berbisa ini terlindung dari gangguan pasir karena memiliki “kaca mata” luar yang terbuat dari sisik yang tembus pandang.38

Penghuni gurun yang lain, yaitu serigala gurun bewarna krem, jenis serigala terkecil, memiliki telinga yang sangat besar. Serigala ini hidup di gurun berpasir di Afrika dan Arab. Telinganya yang lebar tidak hanya membantu menentukan tempat mangsanya berada, tetapi juga berfungsi untuk mencegah panas berlebihan dan membuat hewan ini tetap sejuk.39

Kadal bermoncong-sekop, yang tinggal di gurun, bergerak seperti menari di pasir untuk mendinginkan ekor dan kakinya. Kemudian, dengan bertumpu pada ekornya, kadal ini bergantian mengangkat satu kaki belakang dan satu kaki depan. Setelah beberapa detik, kakinya berganti posisi. Kadal ini seolah berenang di bukit pasir dengan dukungan bentuk tubuh dan hidungnya yang aerodinamis, dan telapak kakinya yang besar memungkinkan kadal berlari di pasir dengan sangat cepat.40

Katak gurun, yang hidup di Australia, mirip dengan tangki air. Saat hujan, katak ini mengisi kantung-kantung di tubuhnya dengan air. Kemudian dia menguburkan dirinya sendiri di bawah pasir dan mulai menunggu sampai hujan yang berikutnya turun. Bila merasa haus, hewan gurun lainnya mencari katak ini dan meminum airnya, dengan cara mengeluarkan katak ini dari pasir.41

Capung memiliki kemampuan terbang yang tanpa cacat, sedemikian sehingga dapat berhenti tiba-tiba dan mulai terbang ke arah berlawanan pada kecepatan berapapun atau ke arah manapun yang dipilihnya. Lebih lanjut lagi, capung dapat bergantung di udara di dalam posisi yang tepat untuk menyerang mangsanya. Lagi pula, capung dapat menuju langsung kepada mangsanya, berbelok dengan tangkas untuk melakukan hal itu. Hal ini hanya sebagian kemampuan manuver capung yang telah mengilhami pembuatan helikopter, produk perkembangan teknologi masa kini.

Tubuh capung memiliki struktur berbentuk terpilin (spiral) yang dibungkus dengan lapisan logam. Capung, yang memiliki warna bervariasi, dari biru es sampai merah tua, memiliki dua pasang sayap pada punggungnya, sepasang di depan dan sepasang lagi di belakang. Sayap bekerja secara terkoordinasi. Dengan kata lain, sewaktu kedua sayap depan terangkat, kedua sayap di belakang pun turun. Gerakan sayap dilaksanakan dengan gerakan dua kelompok otot yang saling berlawanan. Salah satu ujung otot melekat ke tonjolan tubuh berbentuk tuas. Sewaktu satu kelompok otot berkontraksi dan menyebabkan terangkatnya sepasang sayap, kelompok otot lainnya mengendur dalam derajat yang setara dan menyebabkan pasangan sayap yang kedua turun. Sebenarnya, helikopter yang diproduksi dengan menggunakan capung sebagai modelnya, turun dan naik menggunakan prinsip yang sama.

Penerbangan capung yang sempurna dimungkinkan oleh keempat sayap bebas yang besar ini yang menahan berat tubuhnya. Keistimewaan tersebut memungkinkan serangga ini membuat gerakan yang tiba-tiba, meningkatkan kecepatannya dan terbang pada kecepatan yang mencapai 10 meter (33 feet) per detik.36

Kemampuan penglihatan capung, yang sanggup membuat gerakan tiba-tiba pada berbagai kecepatan yang amat tinggi, juga sempurna. Mata capung diperhitungkan, dalam lingkungan ilmuwan, sebagai mata serangga terbaik di dunia. Setiap mata mengandung 30.000 lensa tersendiri. Mata ini tampak seperti dua kubah (hemisphere) yang menutupi setengah bagian kepalanya, dan mata ini memberikan bidang pandangan yang sangat luas bagi serangga. Dengan mata yang luar biasa ini, capung hampir dapat melihat apa yang terjadi di belakangnya.37

Seperti yang ditunjukkan di atas, capung memiliki sistem khas tersendiri yang tersusun dengan sempurna. Sedikit saja kekurangan di bagian manapun dari sistem ini akan menyebabkan sistem yang lainnya menjadi tidak berguna. Namun demikian, semua sistem telah diciptakan dengan sempurna sehingga makhluk-makhluk bertahan hidup dengan semua itu. Rancangan yang khas pada capung adalah milik Allah. Dia memiliki pengetahuan tentang segala ciptaan.

Kita mungkin menganggap binatang yang tidak punya akal akan meninggalkan begitu saja anaknya setelah melahirkannya. Namun demikian, berlawanan dengan itu, hewan-hewan ini bertanggung jawab terhadap anak-anaknya sampai tingkat tertentu sehingga mereka tidak mengabaikan langkah-langkah yang dapat melindungi keturunannya dari bahaya yang mungkin mereka hadapi di masa depan.

Salah satu contoh yang paling baik tentang ini adalah burung grebe, sejenis burung air. Burung grebe membawa anak-anaknya di punggung mereka, dan dengan demikian, orangtua menjadi semacam sarang terapung bagi anak-anaknya. Anak-anak yang baru menetas naik ke punggung ayah atau induknya. Sang induk secara perlahan mengangkat sayapnya sehingga anak-anaknya tidak terjatuh dan memberi makan mereka butir-butir yang dibawanya dengan paruhnya, dengan cara menolehkan kepalanya ke satu sisi.

Namun demikian, yang diberikan burung grebe kepada anak-anaknya untuk pertama kalinya bukanlah makanan yang sebenarnya. Grebe mula-mula menyuruh anak-anaknya makan bulu yang bisa mereka kumpulkan dari permukaan air atau mereka cabut dari dadanya. Setiap anak menelan bulu dalam jumlah banyak. Baiklah, apakah alasan di balik perilaku makan yang menarik ini?

Bulu-bulu yang dimakan anak burung tidak sepenuhnya dicernakan melainkan dikumpulkan di lambungnya. Sebagian membentuk sumbat dari bulu di bagian penghubung lambung dengan usus. Tulang-tulang ikan dan bagian-bagian tidak tercerna dari makanan lain terkumpul di sini. Dengan demikian, tulang-tulang ikan yang tajam atau bagian-bagian serangga yang keras yang melintasi perut akan tertahan sehingga tidak sampai membahayakan dinding halus usus. Kegiatan memakan bulu ini akan terus berlanjut sepanjang kehidupan burung. Namun demikian, bulu-bulu pertama yang diberikan sang induk kepada anak grebe merupakan tindakan pencegahan yang penting untuk kesehatan anak-anak tersebut.35

Perilaku seperti burung grebe ini, tindakan yang ditujukan untuk memenuhi kebutuhan anak-anaknya dan melindungi mereka dengan segala cara, juga dapat dilihat pada makhluk-makhluk lainnya. Setiap makhluk di bumi memikul segala jenis tanggung jawab bagi anak-anaknya sampai mereka cukup dewasa dan dapat memenuhi kebutuhan mereka sendiri.

Perilaku sejenis ini yang terlihat di antara makhluk-makhluk di alam menghapuskan pernyataan para evolusionis bahwa “alam adalah medan pertarungan dan yang terkuatlah yang menang.” Jelaslah bahwa perilaku sejenis ini bukan berasal dari kecerdasan makhluk-makhluk tersebut, dan bahwa burung, harimau, atau hewan lainnya tidak dapat bertindak berdasarkan kebutuhan hewan lainnya, karena hal ini membutuhkan perhitungan terhadap hal-hal yang teperinci sampai sekecil-kecilnya. Makhluk-makhluk ini bertindak berdasarkan ilham dari Allah. Allah mengilhami semua makhluk dalam perilakunya dan mereka menyesuaikan diri dengan sempurna. Setiap dari mereka mematuhi Allah yang telah menciptakan mereka. Fakta ini dinyatakan di dalam Al Quran sebagai berikut:

Dan kepunyaan-Nyalah siapa saja yang ada di langit dan di bumi. Semuanya hanya kepada-Nya tunduk. (QS. Ar Ruum, 30: 26)

Allah memperkenalkan diri-Nya melalui makhluk-makhluk yang memiliki keistimewaan khusus yang diciptakan-Nya. Hal-hal teperinci yang dipelajari manusia dari makhluk yang dikenalnya dengan baik meningkatkan kekaguman mereka. Selain itu, pengetahuan yang didapat tentang makhluk yang belum dikenal akan menyingkapkan tirai penghalang yang ada dalam pikirannya. Bahkan berpikir tentang sifat-sifat makhluk ini sering menjadi cara untuk melihat kesempurnaan ciptaan dalam makhluk tersebut dan menghargai kehebatan Allah yang tak terbatas.

Tupai terbang, juga, merupakan salah satu dari berjuta makhluk yang memiliki keistimewaan sehingga dapat mengubah cara berpikir yang datar pada seseorang. Tupai ini dapat dijumpai di Australia dan panjangnya 45 sampai 90 cm (1,5 sampai 3 kaki). Semua jenis tupai terbang, yang dapat terbang dari satu pohon ke pohon yang lainnya seperti pesawat terbang layang, tinggal di pohon. Agar dapat terbang seperti ini, makhluk ini menggunakan selaput untuk terbang yang terdapat di bawah lengannya.

Tupai berjuluk sugar-glider ini memiliki selaput untuk melayang yang terentang dari pergelangan tangannya sampai ke pergelangan kakinya. Selaput ini sempit dan memiliki rambut seperti jumbai yang panjang. Pada tupai terbang jenis lain, struktur mirip-parasut ini terdapat dalam bentuk selaput yang terbuat dari kulit berambut halus. Hewan ini terbang dari batang pohon dan, dengan efek permukaan layang mirip-sayap ini, dapat melintasi jarak 30 meter (98 kaki) sekali jalan. Tupai terbang yang lebih besar berpindah dari satu pohon ke pohon yang lain seperti pesawat terbang layang. Menurut pengamatan, makhluk ini menempuh jarak 530 meter (1740 kaki) dalam hanya enam lompatan berturut-turut.34

Seperti yang telah terlihat pada contoh-contoh lain yang diberikan di buku ini, tupai terbang memiliki ciri yang khas. Saat seseorang merenungkan bagaimana terbentuknya ciri-ciri tanpa banding pada berjuta jenis makhluk di bumi, seseorang akan segera paham bahwa tidak satu pun dapat tercipta dari peristiwa yang tak disengaja dan bahwa setiap makhluk tidak mungkin memperoleh keistimewaan yang sempurna ini dengan sendirinya atau secara kebetulan. Allah menciptakan semua hewan, tumbuhan, dan manusia dengan sempurna. Ini adalah fakta nyata bagi orang-orang yang merenungkannya dengan sadar dan bijaksana.

Memahami fakta ini dan menjalani hidup sesuai dengannya adalah perilaku yang bermanfaat bagi seseorang sebab tugas manusia di dunia adalah untuk melihat kebesaran ciptaan Allah dan memuji, di atas ciptaan ini, kekuatan dan pengetahuan Allah yang tak terbatas.

Sesungguhnya Tuhanmu hanyalah Allah, yang tidak ada Tuhan selain Dia. Pengetahuan-Nya meliputi segala sesuatu. (QS. Thaahaa, 20: 98)