Arsip untuk Juli, 2012

https://tausyah.wordpress.com/Ramadan

Ramadan

  لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat Rahmad dan Berkah ALLAH, semoga tetap padamu..

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Alhamdulillah…segala puja dan puji hanya bagi ALLAH Tabaraka wa Ta’ala, serta shalawat dan salam kepada junjungan kita sekalian ummat Islam Rasulullah Muhammad Shalllahu Alaihi wa Sallam, adapun sebelum ramadhan ini saya beroleh berita yang cukup membuat saya penasaran dengan kebenarannya yang bahkan berita ini sudah menyebar luas dikalangan akhi – ukhti blogger di dunia maya search di google.com dengan keyword “Mala Petaka Di Pertengahan Bulan Ramadhan“. afwan, untuk akhi blogger tersebut saya hanya bermaksud meluruskan berita yang bagi saya cukup miring dan tidak ada keshahihan yang dapat dipertanggung jawabkan dan berikut rincian artikel tersebut:

الحَمْدُ ِللهِ الكَبِيْرِ المُتَعّاَلِ ، وَالصَّلاَةُ وَالسَّلاَمُ عَلَى سَيِّدِناَ مُحَمَّدٍ المُتْبَعِ فيِ الأَقْواَلِ وَالأَفْعاَلِ وَالأَحْوَالِ ، وَعَلَى ساَئِرِ الأَنْبِياَءِ ، وَآَلِهِ وَصَحْبِهِ التّاَبِعِيْنَ لَهُ فيِ كُلِّ حَالٍ , أَمّاَ بَعْدُ ؛

mari kita Coba bersama melihat/menyimak kalendar untuk tahun 2012..!!!

Jika tanggal 01 Ramadhan 1433  pada tahun 2012 jatuh pada 20 Juli, yaitu hariJum’at, maka tanggal 03 Agutus 2012 adalah bertepatan dengan 15 Ramadan, juga tepat pada hari Jum’at. (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Wanita Shalehah dan Istri Shalehah

Wanita Shalehah dan Istri Shalehah

Telah termaktub dalam sebuah kisah tentang seorang pemuda yang begitu terpesona dengan kecantikan seorang wanita, betapa hatinya senantiasa dalam kegelisahan sejak pandangan pertamanya. Dan bergetarlah hatinya dengan getaran yang semakin menjadi-jadi, setiap kali bayangan wanita itu terlintas dalam lamunannya. Betapa tersiksanya ia dengan perasaan cintanya pada wanita itu, ia benar-benar terpedaya dengan segala keindahan wanita yang tidak ada duanya baginya. Hingga kemudian iapun memberanikan diri untuk mengirimkan sebuah surat kepada wanita itu melalui seorang budaknya yang diletakkan di atas nampan perak dan ditutupi dengan kain sutera berwarna kuning.

“wahai engkau yang sudah membuat diriku  dimabuk kepayang setelah memandang wajahmu, kiranya hasrat untuk menyampaikan perasaanku bisa mengurangi kegundahanku karena senantiasa mengingat dan membayangkan wajahmu.”

Wanita tersebut pun membalas surat dari sang pemuda,

“wahai pemuda, kiranya apakah yang membuat dirimu amat tertarik melihat ku…?”

Sambil melancarkan jurus rayuannnya sang pemudapun membalas,

“aku begitu terpesona dengan keindahan matamu…” (lebih…)

Bulan Suci Ramadhan

Bulan Suci Ramadhan

لسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat Rahmad dan Berkah ALLAH, semoga tetap padamu..

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Seiring bulan suci ramadhan yang akan segera tiba dan hanya tinggal beberapa hari lagi, banyak di antara kita ummat Muslim di Indonesia yang memakai do’a berbuka puasa yang hakikatnya tidak boleh di amalkan karena hadist – hadist yang meriwayatkannya adalah dlo’if / lemah. Seperti halnya do’a berbuka puasa yang lazim bagi kita yaitu “Allahumma Laka Shumtu Wa Alla Rizqika Aftartu dst” hadist yang meriwayatkannya adalah dlo’if. Karenanya, saya ingin mengingatkan kepada Akhi / Ukhti sekalian agar lebih memahami Do’a berbuka puasa yang tidak boleh di amalkan dan yang boleh di amalkan, dan berikut pencerahannya :

1. Do’a Berbuka Puasa : “Allahumma Laka Shumna wa ala Rizqika Aftharna, Allahumma Taqabbal Minna Innaka Antas Samiul ‘Alim” penjelasan sebagai berikut :

A). “Dari Ibnu Abbas, ia berkata : Adalah Nabi SAW apabila berbuka (puasa) beliau mengucapkan : Allahumma Laka Shumna wa ala Rizqika Aftharna, Allahumma Taqabbal Minna Innaka Antas Samiul ‘Alim (artinya : Ya Allah ! untuk-Mu aku berpuasa dan atas rizkqi dari-Mu kami berbuka. Ya Allah ! Terimalah amal-amal kami, sesungguhnya Engkau Maha Mendengar, Maha Mengetahui). (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Rukyatul-Hilal

Rukyatul Hilal

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat Rahmad dan Berkah ALLAH, semoga tetap padamu..

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Sesungguhnya segala sesuatu ketetapan atas segala sesuatu keputusan manusia adalah milik ALLAH Tabaraka wa Ta’ala dan tiadalah semestinya terdapat suatu golongan muslim mendahului segala putusan itu, melainkan dengan hukum ALLAH Tabraka wa Ta’ala. Maka, dalam perkara hasil sidang Isbat akan tetapnya hari dimulainya bulan suci ramadhan ini, berpegang teguhlah kamu sekalian atas segala ketetapan ALLAH dan Rasul-Nya yaitu Al-Qur’an dan Al-Hadis. Kemudian, jika engkau beroleh perselisihan atas keputusan sidang Isbat itu, maka kembalikanlah urusan itu kepada ALLAH Tabaraka wa Ta’ala dan Rasul-Nya serta orang-orang Ulil Amri maupun pemimpin negeri lagi seumpama keputusan pemerintah didalam suatu negeri. Seupama Ikadi (Ikatan Da’I Indonesia) yang sepenuhnya mengikuti pemerintah yaitu kementrian agama dalam penentuan penetapan hari dimulainya bulan suci ramadhan ini, sedang diantara majelis ulama di Indonesia senantiasa dalam perselisihan yang nyata dalam penetapannya yang menjadikan ummat berpecah belah lagi bergolong-golongan karenanya. Seumpama Ikadi (Ikatan Da’i Indonesia) adalah cenderung kepada keputusan sidang Isbat Kementrian Agama bersama seluruh ormas Islam dan para ulama sebelum ramadhan, karenanya wahai akhi lagi ukhti sekalian..jikalaulah masih terdapat perselisihan tentang ulama yang satu dengan yang lain perihal 1 ramadhan, maka..ikutilah sidang Isbat oleh kementrian agama..sedang mereka berkumpul lagi bermusyawarah sesama ulama diseluruh Indonesia dan lagi atas sekalian Ormas Islam Nusantara untuk beroleh keputusan yang lebih baik atas kepentingan sekalian ummat.  (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/transgender

transgender

Hukum kesetaraan gender yang hendak berlaku dinegara ini adalah teramat bertentangan dengan syar’at Islam yang dengan hukum itu kiranya akan mengangkat hukum transgender pula ditengah – tengah Masyarakat Islam di Indonesia. Sesungguhnya..seburuk-buruk hukum yang hendak berlaku di negara ini, adalah seburuk-buruk hukum sedari hukum dimasa-masa yang telah lalu. Masya ALLAH..

Dan ingatlah ketika kaum Nabi Luth Alaihissalam beroleh azab lagi siksa dari ALLAH karena kedurhakaan mereka terhadap kodrat dan ketentuan daripada ALLAH, adalah laki-laki di antara mereka menyukai laki-laki pula yang menyebabkan murka ALLAH atas diri-diri mereka itu.

ALLAH Subahana wa Ta’ala berfirman :

قَالَ إِنَّ هَؤُلاء ضَيْفِي فَلاَ تَفْضَحُونِ وَاتَّقُوا اللّهَ وَلاَ تُخْزُونِ  قَالُوا أَوَلَمْ نَنْهَكَ عَنِ الْعَالَمِينَ  قَالَ هَؤُلاء بَنَاتِي إِن كُنتُمْ فَاعِلِينَ

Luth berkata: “Sesungguhnya mereka adalah tamuku; maka janganlah kamu memberi malu (kepadaku), dan bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu membuat aku terhina“. Mereka berkata: “Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia?”  Luth berkata: “Inilah puteri-puteriku (kawinlah dengan mereka), jika kamu hendak berbuat (secara yang halal)”. Al-Hijr : 068-071. (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Ahlul Bait

Ahlul Bait

Oleh : Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda : “Belum pernah saya melihat wanita kurang akalnya dan agamanya yang lebih mampu mengalahkan laki-laki berakal yang kuat daripada seorang di antara kalian”.

Dikatakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apa kekurangan akalnya?”

beliau menjawab. “Bukankah persaksian dua orang wanita senilai dengan persaksian seorang lelaki?”.

Dikatakan kepada beliau, “Wahai Rasulullah, apa kekurangan agamanya ?”

Beliau menjawab. “Bukankah apabila sedang haidh mereka tidak melaksanakan shalat dan puasa?”

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjelaskan kekurangan akalnya dari sisi kelemahan hafalannya, dan bahwa persaksiannya harus diperkuat dengan persaksian wanita lain yang mendukungnya, karena kadang ia lupa sehingga bisa jadi ia menambah atau mengurangi dalam perksaksian, sebagaimana difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala. (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Nashiruddin Al-AlBani

Nashiruddin Al-AlBani

Ini merupakan bantahan ditengah banyaknya isu yang beredar ditengah-tengah ummat muslim, yang mana banyak yang berkata bahwa Syaikh Nashruddin Al-AlBani adalah seorang tukang reparasi jam dan bukan ahli hadist, yah.. memang benar beliau adalah seorang tukang reparasi jam..namun walau demikian bukan berarti seorang tukang reparasi jam tidak bisa menjadi seorang ahli hadist. Apalagi beliau juga menimba ilmu disekolah agama dari kecil sampai beliau dewasa,  Bahkan ada juga yang berpendapat bahwa beliau sanadnya lemah dengan alasan karena beliau tidak berguru kepada siapapun. Padahal, dilihat dari sejarah kehidupan beliau..jangankan berguru..bahkan beliau menjadi guru pengajar Al Hadist di Universitas Islam Madinah pada masanya.

Jika buku-buku beliau tidak layak dijadikan rujukan bagi ummat Islam, tentu ulama-ulama pada masa beliau juga tidak bodoh sehingga membiarkan karya-karya beliau beredar didunia Islam seperti saat ini bahkan beliau juga menentang para aliran sesat. Selain itu, Beliau juga berkumpul dengan para ulama, yang membahas kajian al hadist dan berbagai syari’at ajaran agama. Jika disari dari kitab-kitab dan buku-buku karangan beliau, insha ALLAH..tidak ada yang bertentangan dengan ajaran Islam bahkan sejalan dengan hukum Islam itu sendiri. Selayaknya manusia janganlah melihat suatu bingkisan atau kado dari sampulnya, melainkan lihatlah segala apa yang menjadi isinya. (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Cahaya Di Atas Cahaya

Cahaya Di Atas Cahaya

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat Rahmad dan Berkah ALLAH, semoga tetap padamu..

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Firman ALLAH Ta’ala :

يَعْلَمُونَ ظَاهِراً مِّنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ

Mereka hanya mengetahui yang lahir (saja) dari kehidupan dunia; sedang mereka tentang (kehidupan) akhirat adalah lalai. Ar-Ruum: 007.

Betapa besar arti sebuah pintu bagi kehidupan manusia, dengan dia (Pintu) itu hingga engkau dapat berlindung dari sekalian kejahatan malam dan siang didalam rumahmu. Pintu adalah suatu pemberi kabar bagimu atas sekalian apa-apa yang berada dibalik pintu itu, apakah ia suatu kabar yang baik ataukah suatu kabar yang buruk. (lebih…)