Hukum Kesetaraan Gender Yang Merupakan Ajaran Sesat Jahiliyah Dalam Islam, Serta Perbedaan Kesetaraan Laki-Laki Dan Wanita Dalam Hal Urusan Dunia Dan Akhirat

Posted: 19 Juni 2012 in Fiqih & Fatwa
Tag:, , , , , , , , , , , , , , , ,
Kesetaraan Gender

Kesetaraan Gender

السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ

Selamat Rahmad dan Berkah ALLAH, semoga tetap padamu..

بِسْمِ اللّهِ الرَّحْمَنِ الرَّحِيْمِ

Sesungguhnya ALLAH Tabaraka wa Ta’ala meniciptakan Nabi Adam Alaihissalam sebagai laki-laki lagi manusia yang pertama, maka adakah engkau mengetahui tentang penciptaan Hawa yang ALLAH jadikan sebagai ratu syurga? maka ALLAHlah yang menjadikan Adam yang pertama, kemudian ALLAH menjadikan Hawa dari tulang punggung Adam. Jikalaulah manusia hendak mengada-adakan hukum selain daripada hukum ALLAH perihal kesetaraan gender. maka..mengapakah ALLAH tidak berbuat sebaliknya? Ia menciptakan Hawa yang pertama dan menciptakan Adam dari tulang punggung Hawa. Naudzubillah..adalah manusia terlampau berlebih – lebihan tentang sekalian urusan dunianya, mereka mengada-adakan hukum yang selain daripada hukum ALLAH sedang mereka itu adalah sesat dengan kesesatan yang jauh.

Firman ALLAH Ta’ala :

يَا أَيُّهَا النَّاسُ اتَّقُواْ رَبَّكُمُ الَّذِي خَلَقَكُم مِّن نَّفْسٍ وَاحِدَةٍ وَخَلَقَ مِنْهَا زَوْجَهَا وَبَثَّ مِنْهُمَا رِجَالاً كَثِيراً وَنِسَاء وَاتَّقُواْ اللّهَ الَّذِي تَسَاءلُونَ بِهِ وَالأَرْحَامَ إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيباً

“Hai sekalian manusia, bertakwalah kepada Tuhan-mu yang telah menciptakan kamu dari diri yang satu (Adam), dan daripadanya Allah menciptakan isterinya (Hawa); dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu.” An-Nisaa’: 001.

Wahai akhi lagi ukhti sekalian..adakah kamu hendak menjadikan laki-laki untuk  mengandung, melahirkan serta menyusui, dan mengasuh anak-anak mereka atau laki-laki lebih baik didalam rumah menjaga kesucian rumah tangganya, sedang wanita bersolek ala tabarruj jahiliyah lagi bekerja dan berikhtilat dengan yang bukan mahromnya diselain daripada rumahnya, itukah yang engkau kehendaki? sesungguhnya engkau telah ingkar dengan ketetapan ALLAH, sedang tiap-tiap keingkaran akan mendekatkan dirimu pada kekafiran jika engkau memikirkan.

Dalam Perkara Dunia

Sesungguhnya dalam perkara urusan dunia ALLAH meninggikan derajat wanita muslimah dengan menjaga kesucian mereka di atas sekalian manusia yang lain, sedang wanita-wanita muslimah yang tunduk lagi patuh akan ajaran Islam mereka itulah yang tunduk pada ajaran ALLAH dan lagi mereka bersuka ria dengan kesucian yang ALLAH limpahkan atas diri-diri mereka.

ALLAH Ta’ala berfirman :

الرِّجَالُ قَوَّامُونَ عَلَى النِّسَاء بِمَا فَضَّلَ اللّهُ بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ وَبِمَا أَنفَقُواْ مِنْ أَمْوَالِهِمْ فَالصَّالِحَاتُ قَانِتَاتٌ حَافِظَاتٌ لِّلْغَيْبِ بِمَا حَفِظَ اللّهُ وَاللاَّتِي تَخَافُونَ نُشُوزَهُنَّ فَعِظُوهُنَّ وَاهْجُرُوهُنَّ فِي الْمَضَاجِعِ وَاضْرِبُوهُنَّ فَإِنْ أَطَعْنَكُمْ فَلاَ تَبْغُواْ عَلَيْهِنَّ سَبِيلاً إِنَّ اللّهَ كَانَ عَلِيّاً كَبِيراً

Kaum laki-laki itu adalah pemimpin bagi kaum wanita, oleh karena Allah telah melebihkan sebahagian mereka (laki-laki) atas sebahagian yang lain (wanita), dan karena mereka (laki-laki) telah menafkahkan sebagian dari harta mereka. Sebab itu maka wanita salehah, ialah yang ta`at kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada, oleh karena Allah telah memelihara (mereka). Wanita-wanita yang kamu khawatirkan nusyuznya, maka nasehatilah mereka dan pisahkanlah mereka di tempat tidur mereka, dan pukullah mereka (dengan pukulah yang tidak menyakiti tubuhnya). Kemudian jika mereka menta`atimu, maka janganlah kamu mencari-cari jalan untuk menyusahkannya. Sesungguhnya Allah Maha Tinggi lagi Maha Besar. An-Nisaa : 034.

Sedang wanita jahiliyah dan kafiriyah mengkehendaki agar sekiranya laki-laki adalah sama derajatnya dengan mereka, mereka melupakan syari’at Islam yang ALLAH dan Rasulullah ajarkan pada mereka. Sehingga mereka tiada hendak tinggal diam di rumahnya, mereka hendak bekerja dengan alasan membantu perekonomian suaminya. Merekapun bekerja sebagaimana pegawai swasta yang diperintahkan atas mereka berpakaian untuk mempertontonkan auratnya pada manusia, mengenakan rok ketat di atas lututnya atau sedikit tampaklah kedua belah pahanya, dan lagi pakaian ketat  yang mempertontonkan kedua belah bagian dadanya. Itulah kesukaan jahiliyah bagi mereka, karenanya Rasulullah bersabda:

Dari Usamah bin Zaid r.a. berkata: Rasulullah saw bersabda, “Aku berdiri di muka pintu surga tiba-tiba kudapatkan kebanyakan yang masuk surga adalah orang-orang fakir miskin sedangkan orang-orang kaya masih tertahan oleh perhitungan kekayaanya dan orang-orang ahli neraka telah diperintahkan masuk neraka maka ketika saya berdiri di dekat pintu neraka tiba-tiba kudapatkan kebanyakan yang masuk ke dalamnya adalah orang-orang perempuan.” (Bukhari – Muslim)

Seumpama perjuangan wanita – wanita Indonesia jahiliyah yang dahulu yang dipimpin oleh Ibu Kartini, yang hendak memperjuangkan hak – hak wanita. Sesungguhnya..ibu-ibu tauladan bagimu wahai para akhi lagi ukhti muslimah sekaliannya, bukanlah Ibu Kita Kartini melainkan adalah Ummul Mukminin para istri – istri Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam :

Firman ALLAH Ta’ala :

النَّبِيُّ أَوْلَى بِالْمُؤْمِنِينَ مِنْ أَنفُسِهِمْ وَأَزْوَاجُهُ أُمَّهَاتُهُمْ وَأُوْلُو الْأَرْحَامِ بَعْضُهُمْ أَوْلَى بِبَعْضٍ فِي كِتَابِ اللَّهِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُهَاجِرِينَ إِلَّا أَن تَفْعَلُوا إِلَى أَوْلِيَائِكُم مَّعْرُوفاً كَانَ ذَلِكَ فِي الْكِتَابِ مَسْطُوراً

Nabi itu (hendaknya) lebih utama bagi orang-orang mukmin dari diri mereka sendiri dan isteri-isterinya adalah ibu-ibu mereka. Dan orang-orang yang mempunyai hubungan darah satu sama lain lebih berhak (waris mewarisi) di dalam Kitab Allah daripada orang-orang mukmin dan orang-orang Muhajirin, kecuali kalau kamu mau berbuat baik kepada saudara-saudaramu (seagama). Adalah yang demikian itu telah tertulis di dalam Kitab (Allah). Al-Ahzaab : 006.

Dalam Perkara Akhirat

Dalam perkara dunia tiadalah sama antara kaum laki – laki dan kaum wanita, kaum laki-laki hendaklah menjadi pemimpin bagi kaum wanita di negaranya dan rumah tangganya. Sedang kaum wanita hendaklah mereka tetap dirumahnya dan menjaga diri lagi kesuciannya serta keluarganya.

Firman ALLAH Tabaraka wa Ta’ala :

وَقَرْنَ فِي بُيُوتِكُنَّ وَلَا تَبَرَّجْنَ تَبَرُّجَ الْجَاهِلِيَّةِ الْأُولَى وَأَقِمْنَ الصَّلَاةَ وَآتِينَ الزَّكَاةَ وَأَطِعْنَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ

dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang Jahiliyah yang dahulu dan dirikanlah shalat, tunaikanlah zakat dan ta`atilah Allah dan Rasul-Nya. Al-Ahzaab : 033.

Namun dalam perkara Akhirat, sesungguhnya kesetaraan kaum laki – laki dan wanita adalah sama kecuali shafnya. jika dalam jihad, hendaklah kaum wanita di belakang kaum laki-laki. Demikian pula dalam shalat hendaklah kaum wanita di belakang daripada kaum laki-laki dan janganlah kamu mengada-adakan ketetapan selain daripada ketetapan ALLAH Tabaraka wa Ta’ala.

Sedang kesetaraan yang sesungguhnya adalah pada amalan – amalan mereka, seorang laki-laki dan perempuan akan beroleh ganjaran dosa dan pahala menurut usahanya. Sebagaimana Firman ALLAH Ta’ala :

Menurut Amalan Dosa :

الْمُنَافِقُونَ وَالْمُنَافِقَاتُ بَعْضُهُم مِّن بَعْضٍ يَأْمُرُونَ بِالْمُنكَرِ وَيَنْهَوْنَ عَنِ الْمَعْرُوفِ وَيَقْبِضُونَ أَيْدِيَهُمْ نَسُواْ اللّهَ فَنَسِيَهُمْ إِنَّ الْمُنَافِقِينَ هُمُ الْفَاسِقُونَ

Orang-orang munafik laki-laki dan perempuan, sebagian dengan sebagian yang lain adalah sama, mereka menyuruh membuat yang munkar dan melarang berbuat yang ma`ruf dan mereka menggenggamkan tangannya. Mereka telah lupa kepada Allah, maka Allah melupakan mereka. Sesungguhnya orang-orang munafik itulah orang-orang yang fasik. At – Taubah : 067.

Menurut Amalan Pahala :

إِنَّ الْمُسْلِمِينَ وَالْمُسْلِمَاتِ وَالْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ وَالْقَانِتِينَ وَالْقَانِتَاتِ وَالصَّادِقِينَ وَالصَّادِقَاتِ وَالصَّابِرِينَ وَالصَّابِرَاتِ وَالْخَاشِعِينَ وَالْخَاشِعَاتِ وَالْمُتَصَدِّقِينَ وَالْمُتَصَدِّقَاتِ وَالصَّائِمِينَ وَالصَّائِمَاتِ وَالْحَافِظِينَ فُرُوجَهُمْ وَالْحَافِظَاتِ وَالذَّاكِرِينَ اللَّهَ كَثِيراً وَالذَّاكِرَاتِ أَعَدَّ اللَّهُ لَهُم مَّغْفِرَةً وَأَجْراً عَظِيماً

Sesungguhnya laki-laki dan perempuan yang muslim, laki-laki dan perempuan yang mu’min, laki-laki dan perempuan yang tetap dalam keta`atannya, laki-laki dan perempuan yang benar, laki-laki dan perempuan yang sabar, laki-laki dan perempuan yang khusyu`, laki-laki dan perempuan yang bersedekah, laki-laki dan perempuan yang berpuasa, laki-laki dan perempuan yang memelihara kehormatannya, laki-laki dan perempuan yang banyak menyebut (nama) Allah, Allah telah menyediakan untuk mereka ampunan dan pahala yang besar. Al-Ahzaab : 035.

Sedang bagimu ukhti yang hatimu hendak mensyahkan keseteraan gender di antara kamu, agar hendaknya status, jabatan, pangkat lagi martabat dan sebagaianya atas laki – laki di antara kamu adalah sama derajat lagi kedudukannya denganmu. Maka hendaklah engkau keluar dari agama ALLAH, dan bersegeralah bergabung dengan mereka wanita-wanita kafir yang bersuka ria dengan berzinah, berikhtilat,  tiada mengenal hijab, tidak pula menutup aurat, yang suka bersolek, yang suka melenggak-lenggokkan pinggulnya di hadapan laki-laki yang tidak halal baginya, karena sesungguhnya ALLAH Tabaraka wa Ta’ala tidak menyukai orang – orang yang ingkar akan ketetapan-Nya.

Firman ALLAH Ta’ala :

أَفَحُكْمَ الْجَاهِلِيَّةِ يَبْغُونَ وَمَنْ أَحْسَنُ مِنَ اللّهِ حُكْماً لِّقَوْمٍ يُوقِنُونَ

Apakah hukum Jahiliyah yang mereka kehendaki, dan (hukum) siapakah yang lebih baik daripada (hukum) Allah bagi orang-orang yang yakin?. Al-Maaidah : 050.

 Sedang bagimu para ukhti muslimah yang disucikan ALLAH, yang tunduk pada ketentuan lagi ketetapan ALLAH yaitu yang mengenal lagi memahami hakikat laki-laki dan perempuan yang ALLAH jadikan, sedang kamu takut akan azab dan siksa ALLAH, maka bersuka rialah kamu sesungguhnya ALLAH telah menyiapkan sebaik-baik tempat bagimu disisi-Nya. Insha ALLAH Ta’ala

Jika terdapat perkataan yang tiada berkenan bagimu, maka kepada ALLAH aku memohon ampun sedang kepada kamu sekalian aku memohon maaf.

Jazzakumullahu Khairaan Katsiron..

https://tausyah.wordpress.com

Komentar
  1. […] (tidak disebutkan). Untuk keterangan lebih lanjut, mereka juga menyediakan sebuah nomor hubungan internasional (888) JNF-0099 dan 1-800-542-TREE. Hanya mata uang dollar AS yang diterima sebagai pembayaran yang […]

  2. […] wajib kita perangi, adapun bahwa kita memaksakan orang untuk masuk dalam agama Islam dan menjadikan iman (keyakinan/kepercayaan) masuk dalam hati, hal ini bukan ada pada kemampuan kita, hal yang sedemikian […]

  3. […] wajib kita perangi, adapun bahwa kita memaksakan orang untuk masuk dalam agama Islam dan menjadikan iman (keyakinan/kepercayaan) masuk dalam hati, hal ini bukan ada pada kemampuan kita, hal yang sedemikian […]

  4. […] wajib kita perangi, adapun bahwa kita memaksakan orang untuk masuk dalam agama Islam dan menjadikan iman (keyakinan/kepercayaan) masuk dalam hati, hal ini bukan ada pada kemampuan kita, hal yang sedemikian […]

  5. […] wajib kita perangi, adapun bahwa kita memaksakan orang untuk masuk dalam agama Islam dan menjadikan iman (keyakinan/kepercayaan) masuk dalam hati, hal ini bukan ada pada kemampuan kita, hal yang sedemikian […]

  6. […] wajib kita perangi, adapun bahwa kita memaksakan orang untuk masuk dalam agama Islam dan menjadikan iman (keyakinan/kepercayaan) masuk dalam hati, hal ini bukan ada pada kemampuan kita, hal yang sedemikian […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s