Asal Muasal Setiap Muslim Menciumi Hajar Aswad, Hajar Aswad Adalah Pemberian Malaikat Jibril Alaihissalam Pada Nabi Ibrahim Dan Ismail Sebagai Batu Terakhir Saat Membangun Ka’bah

Posted: 25 November 2011 in Kisah & Sejarah Islam
Tag:, , , , , , , , , , ,
https://tausyah.wordpress.com/Ka'bah

Ka'bah Ratusan Tahun Lalu

Ketika Nabi Ibrahim a.s bersama anaknya Nabi Ismail a.s membangun Kaabah banyak kekurangan yang didapati kala itu. Pada mulanya Kaabah itu tidak beratap dan tidak memiliki pintu masuk. Nabi Ibrahim a.s bersama Nabi Ismail a.s mengumpulkan dan mengangkut batu dari berbagai gunung.

Dalam sebuah kisah disebutkan ketika pembangunan Kaabah itu selesai, ternyata Nabi Ibrahim merasa  kekurangan sebuah batu lagi untuk diletakkan di Kaabah.

Nabi Ibrahim berkata kepada Nabi Ismail, “Pergilah engkau mencari sebuah batu yang akan aku letakkan sebagai pertanda bagi manusia.”

Kemudian Nabi Ismail a.s pun pergi dari satu bukit ke satu bukit untuk mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismail a.s sedang mencari batu di sebuah bukit, tiba-tiba beliau dihampiri oleh malaikat Jibril a.s yang memberikan sebuah batu yang sangat bagus berwarna putih dan sangat bersih seperti tak bernoda.

Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu kepada Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ibrahim a.s. sangat senang melihat batu yang tampak begitu putih dan bagus, beliau menciumnya beberapa kali. Kemudian Nabi Ibrahim a.s bertanya, “Dari mana kamu dapat batu ini?”

Nabi Ismail berkata, “Batu ini kuterima dari yang tidak memberatkan cucuku dan cucumu (Jibril a.s).”

Nabi Ibrahim mencium lagi batu itu dan diikuti oleh Nabi Ismail a.s. yang juga menciumi batu yang diperoleh dari malaikat ALLAH yang mulia Jibril a.s. Sehingga sekarang Hajar Aswad itu diciumi oleh orang-orang yang pergi ke Baitullah. Siapa saja yang bertawaf di Kaabah disunnahkan mencium Hajar Aswad. Beratus ribu kaum muslimin berebut ingin mencium Hajar Aswad itu, yang tidak mencium cukuplah dengan memberikan isyarat lambaian tangan sahaja.

Ada riwayat menyatakan bahwa dulunya batu Hajar Aswad itu putih bersih, tetapi akibat dicium oleh setiap orang yang datang menziarahi Kaabah, ia menjadi hitam seperti terdapat sekarang. Wallahu a’alam.

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :

“Hajar Aswad itu diturunkan dari Surga, warnanya lebih putih daripada susu, dandosa-dosa anak cucu adamlah yang menjadikannya hitam”

Apabila manusia mencium batu itu maka timbullah perasaan seolah-olah mencium seraya ciuman Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Ingatlah wahai saudara-saudaraku, Hajar Aswad itu merupakan tempat diperkenannya doa. Bagi yang ada kelapangan, berdoalah di sana, Insya Allah doanya akan dikabulkan oleh Allah. Jagalah hati kita sewaktu mencium Hajar Aswad supaya tidak menyekuutukan Allah, sebab tipu daya syaitan kuat di Tanah Suci Mekah.

Ingatlah perkataan  Khalifah Umar bin Al-Khattab ketika beliau mencium batu itu (Hajar Aswad) : “Aku tahu, sesungguhnya engkau hanyalah batu biasa. Andaikan aku tidak melihat Rasulullah S.A.W menciummu, sudah tentu aku tidak akan melakukannya (mencium Hajar Aswad).”

https://tausyah.wordpress.com

Komentar
  1. […] Sumber This entry was posted in INDONESIA. Bookmark the permalink. ← 7 Orang yang Mengaku Pernah Ke Neraka […]

  2. […] jika kamu redha pada apa-apa yang telah aku berikan kepadamu, maka kamu akan merasakan bahagia lahir dan batin. Tetapi jika kamu tidak ridha dengan apa-apa yang telah Aku berikan itu, maka kamu akan […]

  3. […] keraguan, dan ambilah yang yakin. Kemudian sujudlah dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia shalat lima rakaat, maka sujudnya telah menggenapkan shalatnya. Lalu jika ternyata shalatnya memang empat […]

  4. […] keraguan, dan ambilah yang yakin. Kemudian sujudlah dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia shalat lima rakaat, maka sujudnya telah menggenapkan shalatnya. Lalu jika ternyata shalatnya memang empat […]

  5. […] tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. […]

  6. […] keraguan dan ambillah yang yakin. Kemudian sujudlah dua kali sebelum salam. Jika ternyata dia salat lima rakaat, maka sujudnya telah menggenapkan salatnya. Lalu jika ternyata salatnya memang empat […]

  7. […] tuhan apapun yang lain. Tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. BagiNyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan. […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s