Arsip untuk November, 2011

https://tausyah.wordpress.com/Kitab-ALLAH

Kitab ALLAH Ta'ala

Suatu ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam telah ditanya tentang suhuf yang diturunkan kepada suhuf Nabi Allah Musa Alaihissalam

Suhuf Nabi Musa Alaihissalam

Rasulullah s.a.w berkata, “Sebahagian daripada kandungan suhuf Nabi MusaAlaihissalam :

1.   Aku heran pada orang yang telah meyakinkan akan datangnya kematian (yakin dirinya akan mati dan ditanya tentang amalannya), tetapi mengapa mereka merasa bersenang-senang dan bergembira di dunia (tidak membuat persiapan).

2.   Aku heran kepada orang yang telah meyakini akan adanya qadar (ketentuan) Allah, tetapi mengapa mereka marah-marah (bila sesuatu musibah menimpa dirinya).

3.   Aku heran pada orang yang telah meyakini akan adanya hisab (hari perhitungan amal baik dan buruk), tetapi mengapa mereka tidak berbuat kebaikan?” (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Ka'bah

Ka'bah Ratusan Tahun Lalu

Ketika Nabi Ibrahim a.s bersama anaknya Nabi Ismail a.s membangun Kaabah banyak kekurangan yang didapati kala itu. Pada mulanya Kaabah itu tidak beratap dan tidak memiliki pintu masuk. Nabi Ibrahim a.s bersama Nabi Ismail a.s mengumpulkan dan mengangkut batu dari berbagai gunung.

Dalam sebuah kisah disebutkan ketika pembangunan Kaabah itu selesai, ternyata Nabi Ibrahim merasa  kekurangan sebuah batu lagi untuk diletakkan di Kaabah.

Nabi Ibrahim berkata kepada Nabi Ismail, “Pergilah engkau mencari sebuah batu yang akan aku letakkan sebagai pertanda bagi manusia.”

Kemudian Nabi Ismail a.s pun pergi dari satu bukit ke satu bukit untuk mencari batu yang baik dan sesuai. Ketika Nabi Ismail a.s sedang mencari batu di sebuah bukit, tiba-tiba beliau dihampiri oleh malaikat Jibril a.s yang memberikan sebuah batu yang sangat bagus berwarna putih dan sangat bersih seperti tak bernoda.

Nabi Ismail dengan segera membawa batu itu kepada Nabi Ibrahim a.s. dan Nabi Ibrahim a.s. sangat senang melihat batu yang tampak begitu putih dan bagus, beliau menciumnya beberapa kali. Kemudian Nabi Ibrahim a.s bertanya, “Dari mana kamu dapat batu ini?” (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Pacaran

Pacaran Adalah Zinah

Alangkah mudharatnya kehidupan jahiliyah yang terulang kembali dimasa ini, masing-masing muda mudi semakin marak dalam melakukan perzinahan. mereka mengambil hubungan antara laki-laki dan perempuan yang bukan mahromnya yang disebut “pacaran”, budaya jahiliyah kembali menutupi cahaya-cahaya langit membuat seisi langit dan bumi menjadi gelap gulita. yang lebih memprihatinkan..bahkan kedua orangtua si pemuda maupun si wanita menyetujui anak-anak mereka berpacaran, apa yang terjadi..sang anak patah hati hingga stress, hubungan dengan status yang tidak jelas dan tidak islami, anak perempuannya hamil di luar nikah, pacaran budaya jahiliyah yang menular dari luar diri bangsa dan mengotori masing – masing hati sipelakunya.

Allah Ta’ala Berfirman :

]وَلاَ تَقْرَبُواْ الزِّنَى إِنَّهُ كَانَ فَاحِشَةً وَسَاء سَبِيلاً سورة الإسراء [ (سورة الإسراء 32)

Artinya : “Dan janganlah kamu mendekati zina, sesungguhnya zina itu adalah suatu perbuatan yang keji dan suatu jalan yang jelek” (Al Qur’an Surat Al Isra :32)

Dalam tafsir Kalamul Mannan, Syaikh Abdurrahman Nashir As Sa’di berkata : “Larangan Allah untuk mendekatii zina itu lebih tegas dari pada sekedar melarang perbuatannya, karena berarti Allah melarang semua yang menjurus kepada zina dan mengharamkan seluruh faktor-faktor yang mendorong kepadanya,” (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Ahlul-Jannah

Ahlul Jannah

Diantara rahmat Alloh Subhanahu wa Ta’ala telah memberikan petunjuk kepada manusia tentang jalan yang dapat mengantarkan ke dalam al janah tanpa hisab dan adzab. Jalan tersebut telah dijelaskan oleh Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam dalam haditsnya, yang artinya: Akan masuk al jannah dari umatku tujuh puluh ribu tanpa hisab dan adzab (dalam riwayat lain; wajah-wajah mereka bercahaya bagaikan cahaya rembulan di bulan purnama). Kemudian Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam berdiri dan masuk ke dalam rumah. Sementara para shahabat Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam menduga-duga siapakah golongan mereka itu. Diantara para shahabat ada yang menduga, Semoga mereka adalah orang-orang yang menjadi shahabatnya, yang lainnya mengira; “Semoga mereka adalah orang-orang yang lahir dalam keadaan Islam dan tidak pernah berbuat kesyirikan, dan perkiraan-perkiraan yang lainnya.

Kemudian Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam keluar dari rumahnya dan mengkhabarkan sifat golongan yang bakal menjadi penghuni al jannah tanpa hisab dan adzab. Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, yang artinya: Mereka itu adalah orang-orang yang tidak meminta kay (praktek pengobatan dengan menempelkan besi panas atau semisalnya pada bagian tubuh yang sakit), tidak meminta ruqyah, dan tidak pula berfirasat sial (dengan sebab melihat sesuatu yang disangka ganjil seperti burung dan semisalnya), serta mereka bertawakkal penuh kepada Rabb mereka. Kemudian Ukasyah bin Mihshan berdiri seraya berkata:(Wahai Rasululloh) berdoalah kepada Alloh Subhanahu wa Ta’ala supaya aku termasuk golongan mereka. Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam  bersabda: Engkau termasuk dalam golongan tersebut. (HR: Al Bukhari no. 5752 dan Muslim no. 374) (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/kiamat-Qubra

Kiamat Qubra

Segala yang ada di dunia ini adalah fana dan tiada yang kekal, tapi bukan berarti telah berakhir sampai disini. Tapi menuju ke alam berikutnya yaitu hari akhir, suatu kehidupan yang kekal tiada berakhir. Semua jiwa pasti akan kembali kepada pemilik dan penciptanya yaitu Alloh Subhanahu wa Ta’ala. Setelah ditiup sangkakala yang kedua seluruh manusia dibangkitkan dari kuburan-kuburan mereka dalam keadaan tidak membawa apa pun, tidak beralas kaki, tidak berbusana, dan juga tidak berkhitan.

Sebagaimana hadits yang diriwayatkan Aisyah, bahwa baginda Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, yang artinya: Manusia akan dibangkitkan pada hari kiamat dalam keadaan tidak beralas kaki, tidak berbusana, dan tidak berkhitan. Kemudian Aisyah berkata: Wahai Rasululloh Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam! Apakah seluruh para wanita dan laki-laki seperti itu, sehingga saling melihat diantara mereka? Beliau Shallallaahu ‘Alaihi Wasallam menjawab, yang artinya: Wahai Aisyah! Kondisi waktu itu amat ngeri dari pada sekedar melihat antara satu dengan lainnya. (HR: Al Bukhari no 6527 dan Muslim no. 2859) (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Pernikahan

Pernikahan

Dari  Abu  Hurairah  r.a,  Rasulullah  bersabda:  “Tiga  orang  yang  selalu  diberi  pertolongan  Allah  adalah seorang  mujahid  yang  selalu memperjuangkan  agama  Allah,  seorang  penulis  yang  selalu  memberi penawar & seorang yang menikah untuk menjaga kehormatannya” (HR Thabrani)

Banyak jalan yang dapat menghantarkan orang kepada peminangan & pernikahan. Banyak sebab yang mendekatkan dua orang yang saling jauh menjadi suami istri yang penuh barakah & diridhai Allah.

Ketika  niat  sudah  mantap  &  tekad  sudah  bulat,  persiapkan  hati  untuk  melangkah  ke  peminangan. Dianjurkan, memulai  lamaran  dengan  hamdalah  &  pujian  lainnya  kepada  Allah  SWT.  Serta  Shalawat kepada Rasul-Nya. Abu Hurairah r.a. menceritakan bahwa Rasulullah SAW pernah bersabda:

“Setiap perkataan yang tidak dimulai dengan bacaan hamdalah, maka hal itu sedikit barakahnya (terputus keberkahannya)” HR Abu Daud, Ibnu Majah & Imam Ahmad.

Setelah     peminangan     disampaikan,      biarlah     pihak     wanita      &    wanita     yang     bersangkutan      untuk mempertimbangkan. Sebagian memberikan jawaban segera, sebelum kaki bergeser dari tempat berpijaknya, sebab menikah mendekatkan kepada keselamatan akhirat, sedang calon yang datang sudah diketahui akhlaqnya, sebagian memerlukan waktu yang cukup lama untuk bisa memberi kepastian apakah pinangan diterima atau ditolak, karena pernikahan bukan untuk sehari dua hari. (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/ikhtilat

Ikhtilat

Bercampurnya kaum laki-laki dengan kaum perempuan adalah sebagian dari hal-hal yang sangat berbahaya, dan dalam hal ini Syaikh Muhammad bin Ibrahim telah mengeluarkan suatu fatwa yang bunyinya sebagai berikut :

Pertama : bercampurnya kaum perempuan dengan muhrimnya dari kaum laki-laki ( orang-orang yang tidak boleh ia nikahkan selama-lamanya, seperti ayah, saudara seibu, atau seibu-sebapak dll. pent ) adalah hal yang tidak ada perselisihan dalam kebolehannya.

Kedua : bercampurnya kaum perempuan dengan kaum laki-laki asing ( kaum laki-laki yang boleh dia menikah dengannya. Pent. ) untuk maksud yang diharamkan syari’at adalah tidak ada perbedaan dalam keharamannya.

Ketiga : bercampurnya kaum wanita dengan kaum laki-laki di tempat-tempat menuntut ilmu, toko-toko, kantor-kantor, rumah sakit, tempat-tempat pesta dan lain sebagainya, maka orang-orang beranggapan pertama kali bahwa hal yang sedemikian itu tidak akan menimbulkan fitnah dari dua jenis manusia itu, oleh karena itu untuk menjelaskan hakekat permasalahan ini, mari kita bahas secara global dan terperinci :  (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Pakaian-Muslimah

Pakaian Muslimah

Barangkali masih banyak di antara para ukhti yang bertanya, bagaimanakah yang disebut pakaian yang syar’i yang diperintahkan oleh syari’at ajaran agama?? bagi para ukhti yang sudah mengetahui serta mengikuti pakaian syar’i yang diperintahkan dalam ajaran agama, Alhamdulillah jika ukhti sudah mengikuti sebagaimana yang diperintahkan. Namun sangat menyedihkan sekali mode-mode pakaian wanita di negeri Indonesia kita yang tercinta ini yang Alhamdulillah mayoritas muslim, namun justru para muslimah lebih menyukai trend fashion dan mode ala barat biar dibilang sexy atau lebih tepatnya dapat dikatakan mengundang sex-pent (baca Disini) Sexy-y=Sex, untuk itu bagi para ukhti yang hatinya masih cenderung pada kebaikan berikut adalah syarat-syarat yang harus dipenuhi dalam pakaian syar’i:

1. Menutupi seluruh tubuh selain yang dikecualikan

Lihat surat an Nuur: 31, Ayat ini menegaskan kewajiban bagi para wanita mukminah untuk menutup seluruh perhiasan, tidak memperlihatkan sedikitpun kepada orang-orang yang bukan mahromnya kecuali perhiasan yang biasa nampak.
2. Tidak ketat sehingga menggambarkan bentuk tubuh

Saudariku…Perhatikanlah pesan putri Rosululloh shollallohu alaihi wa sallam, Fatimah binti Rosullulloh shollallohu alaihi wa sallam.. Beliau pernah berpesan kepada Asma’ : “Wahai Asma’ ! Sesungguhnya aku memandang buruk perilaku kaum wanita yang memakai pakaian yang dapat menggambarkan tubuhnya…)” (Dikeluarkan Abu Nu’aim dalam Al-Hilyah dan Baihaqi) (lebih…)