Arti Teman Bagi Mukmin, Saling Mencintai Karena ALLAH dan Mengungkapkan Cinta Juga Karena ALLAH dan ALLAH Ta’ala Mencintai Para Hambanya Melebihi Cinta Seorang Ibu Pada Anaknya

Posted: 24 Mei 2011 in Tausiyah
Tag:, , , , , , , , ,
https://tausyah.wordpress.com/Muslim-Haji

Haji

Memilih Teman Menurut Kebaikan Akhlak dan Agamanya

Inilah manusia, makhluk sosial yang tiadalah baginya kesanggupan untuk hidup sendiri sedang seorang teman daripadanya adalah suatu jalan terbaik untuk kesendiriannya. Namun, kiranya hendaklah kamu memikirkan..bahwasanya teman itu amatlah berarti bagimu. untuk itu kamu ambillah teman yang terbaik akhlak dan agamanya di antara manusia agar kiranya baiklah akhlak serta agamamu. Berkumpul dengan orang yang buruk akhlak dan agamanya niscaya buruk pulalah akhlak dan agamamu, sedang jikalaulah kamu berkumpul dengan orangorang shalih niscaya ridho dan kebaikan dari sisi ALLAH akan senantiasa besertamu. Insya ALLAH Ta’ala

Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa salam bersabda;
“Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi).Sesungguhnya suatu sifat daripada manusia itu mengandung virus yang amat baik lagi amat buruk adanya bagi hatimu, jikalaulah virus baik itu menular kedalam hatimu, niscaya kebaikan itupun besertamu. Sedang jika yang menular itu adalah virus yang buruk yang kemudharatannya adalah lebih banyak dan tiada pula baginya kepahaman dalam agama niscaya buruk jualah hatimu sedang engkau tiada sadar.

Saling Mencintai Karena Allah Ta’ala

Cinta adalah suatu kemuliaan dikala cinta itu memuliakan diri seorang muslim karena kecintaannya pada tiap – tiap sesuatu itu yang didalam hatinya adalah karena ALLAH Ta’ala semata. Senantiasa baginya bersyukur atas nikmat cinta didalam iman dan islam, demikianlah derajat cinta yang tertinggi disisi manusia yang meninggikan derajat manusia itu di sisi ALLAH Subhana wa Ta’ala karena kecintaanya pada apa-apa yang ada dimuka bumi adalah karena ALLAH Rabb Semesta Alam.

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam bersabda:
“Sesungguhnya pada hari kiamat kelak ALLAH berseru, ‘Di mana orang-orang yang saling mencintai karena keagungan-Ku? Pada hari ini akan Aku lindungi mereka dalam lindungan-Ku, pada hari yang tidak ada perlindungan, kecuali per-lindungan-Ku.” (HR. Muslim)

Rasulullah Shalallaahu alaihi wasalam juga bersabda bahwasanya ALLAH Ta’ala berfirman :

yang layak mendapatkan cinta-Ku bagi orang yang saling mencintai karena-Ku. Orang yang saling mencintai karena-Ku (di hari kiamat) akan ditempatkan di menara dari cahaya, tempat yang diingini oleh para nabi, orang-orang yang benar dan para syuhada. (Shahih jami)

Mengungkapkan Cinta Juga Karena Allah

Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda :

Dari Abu hamzah , anas bin malik ra berkata bahwa Rasulullah saw bersabda, “tidak sempurna iman seseorang diantara kalian sehingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri. (HR bukhari dan muslim)

Sabda Nabi Shallallahu Alaihi Wa Sallam Yang Lain :

Siapa yang ingin merasakan lezatnya iman maka cintailah seseorang hanya karena Alloh. (HR Muslim)

Dan tiadalah suatu kecintaan itu melainkan akan kembali kepada dirinya sendiri dan kemudiaan akan kembali jua kepada ALLAH Ta’ala dengan membawa kecintaanya masingmasing.

Anas bin malik Rodhiallaahu ‘anhu meriwayatkan, “Ada seorang laki-laki di sisi Nabi Shalallaahu alaihi wasalam. Tiba-tiba ada sahabat lain yang berlalu. Laki-laki tersebut lalu berkata, “Ya Rasulullah, sungguh saya mencintai orang itu (karena Allah)”. Maka Nabi Shalallaahu ‘alaihi wasalam bertanya “Apakah engkau telah memberitahukan kepadanya?” “Belum”, jawab laki-laki itu. Nabi bersabda, “Maka bangkit dan beritahukanlah padanya, niscaya akan mengokohkan kasih sayang di antara kalian.” Lalu ia bangkit dan memberitahukan, “Sungguh saya mencintai anda karena Allah.” Maka orang tersebut berkata, “Semoga Allah mencintaimu, yang engkau mencintaiku karena-Nya.” (HR. Ahmad, dihasankan oleh Al-Albani).

Kecintaan ALLAH Ta’ala terhadap para hambanya melebihi kecintaan seorang ibu terhadap anaknya 

Dialah ALLAH Tuhan Sekalian makhluk langit dan bumi, yang melahirkan cinta itu kedalam hati manusia agar manusia saling berkasih saying sesamanya dan ALLAH Subahana wa Ta’ala lah Yang Maha Pemilik Cinta itu. Jika engkau mengira atau merasakan betapa besar suatu cinta yang engkau jadikan dalam hatimu terhadap apa – apa yang engkau dapati didunia, niscaya cinta ALLAH Maha Besar di atas sekalian makhluk-Nya.

Dari umar bin khathab ra  ia berkata ; beberapa orang  tawanan dihadapkan kepada rasulullah saw , tiba-tiba ada seorang wanita dalam tawanan itu bingung mencari anaknya, setiap ia melihat anak kecil dalam rombongan tawanan itu diangkatnya dan kemudian disusuinya. Kemudian rasulullah saw bertanya, Apakah kamu berpendapat bahwa perempuan  ini akan melemparkan anaknya ke dalam api ? Kami menjawab, Demi Alloh tidak, beliau bersabda, Alloh lebih sayang kepada hamba-Nya melebihi sayangnya perempuan itu kepada anaknya. (Hr Bukhari dan muslim)

Mukadimah

Ketahuilah..bahwa sesungguhnya tiadalah akan bertahan suatu persahabatan yang dijalin karena kebutuhan duniawi. Jikalaulah mereka sudah tiada beroleh manfaat duniawi itu niscaya pada akhirnya mereka akan berpisah atau bahkan saling bermusuhan. Sedang persahabatan yang dijalin karena ALLAH, maka tentulah dengan hati yang ikhlas senantiasa atas mereka itu untuk saling tolong menolong, bantu membantu, nasehat menasehati kejalan yang lurus dan tidak pula memberi kemudharatan dan keburukan di antara keduanya karena ada ALLAH Ta’ala yang akan senantiasa menjaganya.

ALLAH Ta’ala berfirman :

الْأَخِلَّاء يَوْمَئِذٍ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ عَدُوٌّ إِلَّا الْمُتَّقِينَ
“Teman-teman akrab pada hari itu sebagiannya menjadi musuh bagi sebagian yang lain kecuali orang-orang yang bertakwa.” (QS. Az-Zukhruf: 67)

Maka wahai akhi lagi ukhti sekalian..siapakah orang – orang di antara kamu yang mengkehendaki cinta daripada ALLAH Subhana wa Ta’ala ? maka hendaknya bagimu..cintailah kebenaran, cintailah orang – orang yang terkasih di antaramu, cintailah ajaran agamamu, cintailah dunia lagi akhiratmu, maka..cukupkanlah semua kecintaanmu itu hanya karena ALLAH Ta’ala semata niscaya jikalaulah engkau kembali kepada ALLAH Ta’ala, ALLAH akan hampir daripadamu sebagai hamba yang tercinta disisi-Nya. Insya ALLAH Ta’ala

https://tausyah.wordpress.com

Komentar
  1. […] sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang […]

  2. edwinapribadi mengatakan:

    Reblogged this on edwinapribadi and commented:
    cucok banget sama kondisi sekarang

  3. Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh..

    Syukron..Jazzakumullahu Khoiraan Katsiron..🙂

  4. […] sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang […]

  5. […] demikian telah membuktikan bahwa tidak ada keraguan lagi atas apa-apa yang ALLAH Ta’ala turunkan dalam kitabnya yaitu Al […]

  6. […] dengan perbuatannya. Maksud lahiriah dari melepas pakaian adalah melepas untuk diperlihatkan kepada selain Mahram dalam rangka terselenggara Zina atau pendahulu-pendahulunya. Berbeda dengan wanita […]

  7. […] dengan perbuatannya. Maksud lahiriah dari melepas pakaian adalah melepas untuk diperlihatkan kepada selain Mahram dalam rangka terselenggara Zina atau pendahulu-pendahulunya. Berbeda dengan wanita […]

  8. […] sebagaimana seharusnya seorang hamba, itu kebahagiaan buat Ibu. Setiap kali binar mata kalian mengisyaratkan kebahagiaan di situlah kebahagiaan orang […]

  9. […] manusia menyebut-nyebutnya sebagai “Ilmu” (ilmu Syar’i). Adalah sang Jenderal sebagai pejabat tertinggi kerajaan kepercayaan sang raja dan ratunya. Sedang sang jenderal teramat cinta kepada […]

  10. […] dibeberapa negeri Islam yang secara lantang mengkafirkan setiap jama’ah-jama’ah muslimin dengan filsafat-filsafat yang tidak dapat di ung­kapkan secara mendalam pada kesempatan yang […]

  11. […] jama’ah) di beberapa negeri Islam yang secara lantang mengkafirkan setiap jama’ah-jama’ah muslimin dengan filsafat-filsafat yang tidak dapat diung­kapkan secara mendalam pada kesempatan yang […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s