Arsip untuk Mei, 2011

السلام عليكم ورحمة الله وبركاته

Selamat Rahmad lagi Berkah ALLAH Ta’ala, semoga tetap padamu..

Bismillahirrohmanirrohim..

https://tausyah.wordpress.com/membaca-al-quran

Membaca Al-Qur'an

يُؤتِي الْحِكْمَةَ مَن يَشَاءُ وَمَن يُؤْتَ الْحِكْمَةَ فَقَدْ أُوتِيَ خَيْراً كَثِيراً وَمَا يَذَّكَّرُ إِلاَّ أُوْلُواْ الأَلْبَابِ. ٢٦٩

“Allah menganugrahkan al hikmah (kefahaman yang dalam tentang Al Qur’an dan As Sunnah) kepada siapa yang Dia kehendaki. Dan barangsiapa yang dianugrahi al hikmah itu, ia benar-benar telah dianugrahi karunia yang banyak. Dan hanya orang-orang yang berakallah yang dapat mengambil pelajaran (dari firman Allah).”  Al:Baqarah:269

Demikianlah suatu ketentuan dari sisi ALLAH Ta’ala, yang menganugerahi Al – Hikmah kepada hamba – hamba yang Ia kehendaki dan sekali – kali tidak terhadap orang – orang yang aniaya. Dan adalah suatu perkabaran yang buruk di antara (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Rasulullah-Muhammad-Saw

Rasul ALLAH Nabi Muhammad

Mukjizat teragung dan kejelasannya telah terbukti  adalah al-Qu’ar al- Karim; yang tidak datang padanya kebatilan baik dari depan maupun dari belakangnya, yang diturunkan dari Tuhan Yang Maha Bijaksana lagi Maha Terpuji; yang menjadikan para  ahli Bahasa dan orang-orang yang fasih harus  bertekuk  lutut;  mereka  tidak  mampu   membuat  kalimatkalimat serupa  dengan  alQur’an  walau  hanya  10 surat, atau 1  surat, bahkan hanya  1  ayat.  Orang-orang  musyrik  pun  mengakui  kemukjizatannya, bahkan  para  penentang Islam  orang-orang atheis pun  meyakini kebenarannya.

-Orang-orang musyrik pernah meminta Rasulullah SAW  untuk menunjukkan  satu  mukjizat,  maka  beliau  pun  menunjukkan  dengan terbelahnya  bulan  hingga  hampir  terpisah  menjadi  dua  bagian. itulah maksud ayat Allah di surat al-Qomar ayat 1: (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Muslim-Haji

Haji

Memilih Teman Menurut Kebaikan Akhlak dan Agamanya

Inilah manusia, makhluk sosial yang tiadalah baginya kesanggupan untuk hidup sendiri sedang seorang teman daripadanya adalah suatu jalan terbaik untuk kesendiriannya. Namun, kiranya hendaklah kamu memikirkan..bahwasanya teman itu amatlah berarti bagimu. untuk itu kamu ambillah teman yang terbaik akhlak dan agamanya di antara manusia agar kiranya baiklah akhlak serta agamamu. Berkumpul dengan orang yang buruk akhlak dan agamanya niscaya buruk pulalah akhlak dan agamamu, sedang jikalaulah kamu berkumpul dengan orangorang shalih niscaya ridho dan kebaikan dari sisi ALLAH akan senantiasa besertamu. Insya ALLAH Ta’ala

Rasulullah sholallahu ‘alaihi wa salam bersabda;
“Seseorang itu tergantung agama temannya. Maka hendaknya salah seorang dari kalian melihat siapa temannya.” (HR. Ahmad dan Tirmidzi). (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Makkah-Ratusan-Tahun-Yang-Lalu

Makkah Ratusan Tahun Lalu

Ketahuilah olehmu, bahwa sesungguhnya Qur’an itu adalah kabar gembira atas orangorang yang beriman dan merupakan kabar takut atas orang – orang yang ingkar. Dan Qur;an itu suatu perkabaran Ilmu pengetahuan, renungan, kemuliaan, kesucian, keikhlasan, dengan segala kebaikan yang termaktub didalamnya serta merupakan perkabaran kisah orang – orang terdahulu untuk menjadi suatu idaran bagi orang – orang yang telah lalu dan yang kemudian, penuntun pada jalan yang haq, dan lagi.. yang tiada keraguan daripadanya.

Yang sedemikian itu adalah perkabaran atas – orang yang beriman, sedang orang – orang yang ingkar dengan ayat-ayat ALLAH, sesungguhnya mereka menutup pendengaran mereka dengan kedua tangan mereka, amat buruklah atas apa – apa yang mereka jadikan. Sebab Al-Qur’an adalah kabar takut atas mereka yang berupa hukuman, perintah, paksaan, ancaman, peringatan, dengan sekalian perkabaran akhirat yang sebahagian mereka tiada beriman sedang sebahagian mereka yang lain dalam keraguan dan sebahagian yang lain mengingkarinya oleh sebab siksa atas keingkaran mereka itu. (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/setelah-tawaf

Sesudah Tawaf

Dari Abu Abdur Rahman, iaitu Abdullah bin Umar bin al-Khaththab radhiallahu ‘anhuma, katanya: Saya mendengar Rasulullah s.a.w. bersabda:

“Ada tiga orang dari golongan orang-orang sebelummu sama berangkat berpergian, sehingga terpaksalah untuk menempati sebuah gua guna bermalam, kemudian merekapun memasukinya. Tiba-tiba jatuhlah sebuah batu besar dari gunung lalu menutup gua itu atas mereka. Mereka berkata bahawasanya tidak ada yang dapat menyelamatkan engkau semua dari batu besar ini melainkan jikalau engkau semua berdoa kepada Allah Ta’ala dengan menyebutkan perbuatanmu yang baik-baik.

Seorang dari mereka itu berkata: “Ya Allah. Saya mempunyai dua orang tua yang sudah tua-tua serta lanjut usianya dan saya tidak pernah memberi minum kepada siapapun sebelum keduanya itu, baik kepada keluarga ataupun hamba sahaya. Kemudian pada suatu hari amat jauhlah saya mencari kayu – yang dimaksud daun-daunan untuk makanan ternak. Saya belum lagi pulang pada kedua orang tua itu sampai mereka tertidur. Selanjutnya saya pun terus memerah minuman untuk keduanya itu dan keduanya saya temui telah tidur. Saya enggan untuk membangunkan mereka ataupun memberikan minuman kepada seseorang sebelum keduanya, baik pada keluarga atau hamba sahaya. (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Animasi-Cinta-ALLAH-Rasulullah

Animasi Cinta ALLAH dan Rasulullah

Sejati adalah Kekal, dan pecinta sejati terhadap ALLAHlah kekekalan itu. Sedang para pecinta sejati terhadap dunia tiadalah haq dan kebenarannya sebab semua pasti akan binasa.

Menjelang perang uhud, Abdullah bin Jahsy mengajak sahabatnya, Sa’d bin Abi Waqqash untuk berdo’a. Ajakan itu disetujui oleh Sa’d. Keduanya mulai berdo’a. Sa’d berdo’a terlebih dahulu: “Tuhanku, jika nanti aku berjumpa dengan musuhku, berilah aku musuh yang sangat perkasa. Aku berusaha membunuh dia dan dia pun berusaha membunuhku. Engkau berikan kemenangan kepadaku sehingga aku berhasil membunuhnya dan kemudian mengambil miliknya (sebagai rampasan perang).”

Abdullah mengaminkannya. Tiba giliran Abdullah berdo’a: Tuhanku, berilah aku musuh yang gagah perkasa. Aku berusaha membunuhnya, dan ia berusaha membunuhku. Kemudian ia memotong hidung dan telingaku. Kalau nanti aku bertemu dengan-Mu. Engkau akan bertanya, ‘man jada’a anfaka wa udzunaka?’ (Siapa yang telah memotong hidung dan telingamu?). Aku akan menjawab bahwa keduanya terpotong ketika aku berjuang di jalan-Mu dan jalan Rasulullah (fika wa fi rasulika). Dan Engkau, ya Allah akan berkata, “kamu benar!” (shadaqta). (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/muhammad

Nabi Muhammad

Ciri-Ciri Rasulullah saw

Anas  bin  malik  ra  berkata:  “Abu  Bakar  as-Shiddik  ra  jika  melihat

Rasulullah saw datang, ia melantunkan syair:

Orang jujur, pilihan Allah, mengajak pada kebaikan

Habis gelap, terbitlah terang

Abu Hurairah ra berkata: Umar bin Khattab melantunkan syair Zuhair bin Abi Salma, (seorang Penyair Jahiliah) berisi tentang pujian pada Harim bin Sinan:

Andai boleh kuserupakan dengan benda

Kau adalah penerang di bulan purnama

Lalu Umar dan teman-teman duduknya berkata: “Itulah Rasulullah saw, tiada seorang pun menyerupainya

Ali bin Abi Thalib berkata:

Warna  kulit  Rasulullah  saw  putih  kemerah-merahan;  matanya  sangat hitam; rambut dan jenggotnya sangat lebat; halus bulu dadanya; lehernya bagai teko dari perak; dari dada atas hingga pusarnya terdapat bulu yang memanjang seperti pedang, tidak terdapat bulu lain di perut dan dadanya selain itu; telapak tangan dan kakinya tebal;bila  berjalan, melakukannya dengan cepat (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/bukti-keajaiban-al-Qur'an

Bukti Keajaiban Al-Qur'an

Terbukanya tabir hati ahli farmakologi Thailand Profesor Tajaten Tahasen, Dekan Fakultas Farmasi Universitas Chiang Mai Thailand, baru-baru ini menyatakan diri masuk Islam saat membaca makalah Profesor Keith Moore dari Amerika. Keith Moore adalah ahli Embriologi terkemuka dari Kanada yang mengutip surat An-Nisa ayat 56 yang menjelaskan bahwa luka bakar yang cukup dalam tidak menimbulkan sakit karena ujung-ujung syaraf sensorik sudah hilang. Setelah pulang ke Thailand Tajaten menjelaskan penemuannya kepada mahasiswanya, akhirnya mahasiswanya sebanyak 5 orang menyatakan diri masuk Islam.

Bunyi dari surat An-Nisa’ tersebut antara lain sebagai berkut;”Sesungguhnya orang-orang kafir terhadap ayat-ayat kami, kelak akan kami masukkan mereka ke dalam neraka, setiap kali kulit mereka terbakar hangus, Kami ganti kulit mereka dengan kulit yang lain agar mereka merasakan pedihnya azab. Sesungguhnya Allah Maha Perkasa lagiMaha Bijaksana.”

Ditinjau secara anatomi lapisan kulit kita terdiri atas 3 lapisan global yaitu; Epidermis, Dermis, dan Sub Cutis. (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Menulis-Membaca-Al-Qur'an

Membaca Al-Qur'an

Sambungan dari artikel sebelumnya..

Sahabat-sahabatnya itu pergi membawanya, kemudian menaiki gunung, lalu anak itu berkata:

“Ya Allah, lepaskanlah hamba dari orangorang ini dengan kehendakMu.” Kemudian gunung itu pun bergerak keras dan orang- orang itu jatuhlah semuanya. Anak itu lalu berjalan menuju ke tempat raja.

Raja berkata: “Apa yang dilakukan oleh kawan-kawanmu?”

Ia menjawab: “Allah Ta’ala telah melepaskan aku dari tindakan mereka.

Anak tersebut terus diberikan kepada sekelompok sahabat-sahabatnya yang lain lagi dan berkata:

“Pergilah dengan membawa anak ini dalam sebuah tongkang dan belayarlah sampai di tengah lautan. Jikalau ia kembali dari agamanya – maka lepaskanlah ia, tetapi jika tidak, maka lemparkanlah ke lautan itu.”

Orang-orang bersama sama pergi membawanya, lalu anak itu berkata:

“Ya Allah, lepaskanlah hamba dari orang-orang ini dengan kehendakMu.” Tiba-tiba tongkang itu terbalik, maka tenggelamlah semuanya. Anak itu sekali lagi berjalan ke tempat raja. (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Sujud

Sujud

Dari Shuhaib Radhiallahu Anhu bahwasanya Rasulullah Shallallahu Alaihi wa Sallam bersabda: “Dahulu ada seorang raja dari golongan ummat sebelum engkau (Masa kaum nasrani yang masih beriman lagi mentauhidkan ALLAH Ta’ala dan sebelum turunnya Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam dan ajaran-ajaran beliau), ia mempunyai seorang ahli sihir.

Sang penyihir itupun telah tua, iapun berkata kepada raja:

“Sesungguhnya saya ini telah tua, maka itu hampirkanlah padaku seorang anak yang akan saya beri pelajaran ilmu sihir.”

Kemudian raja itu mengirimkan padanya seorang anak untuk diajarinya. Anak ini di tengah perjalanannya apabila seseorang rahib (pendeta nasrani) ia jumpai dalam perjalanannya, ia pun duduklah padanya dan mendengarkan ucapan-ucapannya.

Setelah ia kembali dari belajar sihir, ia pun melalui tempat rahib tadi dan terus duduk di situ untuk mendengarkan ajaran- ajaran ALLAH yang disampaikan olehnya. Selanjutnya apabila ia datang ketempat si penyihir, iapun dipukul oleh karena senantiasa datang terlambat. (lebih…)