Arsip untuk Maret, 2011


https://tausyah.wordpress.com/mesjid-indah

Mesjid Indah

Abu Ja’far bin Jarir meriwayatkan dari Ibnu Abbas bahwa dia menceritakan tentang Isa. Isa berkata kepada Bani Israel, “Maukah kamu berpuasa tiga hari karena Allah. Kemudian, jika kamu memohon sesuatu kepada-Nya, niscaya Dia memberi apa yang kamu pinta, sebab pahala orang yang beramal itu bagi orang yang beramal karena Dia.” Mereka pun melakukannya, lalu berkata, “Hai pengajar kebaikan, kamu mengatakan kepada kami bahwa pahala orang yang beramal itu diberikan kepada orang yang beramal karena Dia, kamu pun menyuruh kami berpuasa selama tiga hari lalu kami melakukannya, dan tidaklah kami bekerja pada seseorang selama 30 hari melainkan dia memberi kami makanan tatkala persediaan makanan kami habis. Apakah Tuhanmu mampu menurunkan hidangan dari langit?”

Maka Isa berkata, “Bertakwalah kepada Allah, jika kamu merupakan orang-orang yang beriman.” Mereka berkata, “Kami ingin memakannya sehingga hati kami menjadi tenteram dan kami pun yakin bahwa kamu telah berkata benar kepada kami, lalu kami akan menjadi orang-orang yang menyaksikan hidangan itu.”Isa putra Maryam berdoa. “Ya Allah Tuhan kami, turunkanlah suatu hidangan dari langit yang akan menjadi tanda yang menunjukkan kekuasaan-Mu; anugerahkanlah rezeki kepada kami dan Engkaulah pemberi rezeki yang paling utama.” (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Adzan-IqamahSUNNAH-SUNNAH DALAM ADZAN

Oleh
Syaikh Khalid al Husainan

Sunnah-sunnah yang berkaitan dengan adzan ada lima: seperti yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim dalam Zaadul Ma’ad.

[1]. Sunnah Bagi Orang Yang Mendengar Adzan Untuk Menirukan Apa Yang Diucapkan Muadzin Kecuali Dalam  lafadz.

“Hayya ‘alash-shollaah, Hayya ‘alash-shollaah”

Maka ketika mendengar lafadz itu maka dijawab dengan lafad.

“Laa hawla walaa quwwata illa billahi”

“Tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan  pertolongan Allah “[HR. Al-Bukhari dan Muslim no. 385.]

Faedah Dari Sunnah Tersebut
‘Sesungguhnya (sunnah tersebut (yaitu  menjawab adzan) akan  menjadi sebab engkau masuk surga, seperti dalil yang tercantum dalam Shahih Muslim (no. 385. Pent) (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Islam-3d

Nama ALLAH

When the Holy Prophet passed away, he left nine wives behind. This  has become  a  main  target  of  the Christian  and  Jewish writers. They say that plurality of marriage (polygamy) in itself points to avidity and to yielding to lust and desire, and the Prophet was not content with four wives which had been allowed to his Ummah but exceeded even that limit and married nine women.

It is necessary to point out that this is not such a simple matter to be dismissed in a sentence that he was inordinately fond of women, so much so that he married nine wives. The fact is that he had married each one of his wives for some particular reason due to particular circumstances.

His first marriage was with Khadijah. He lived with her alone for twenty-five years. It was the prime time of his youth and constitutes two-thirds of his married life. We have written about her on the preceding pages.

Then  he  married Sawdah  bint  Zam’ah  whose  husband  had expired during the second migration to Abyssinia. Sawdah was a believing lady who had migrated on account of her faith. Her father and brother were among the (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Al-Fatihah

Al-Fatihah

Nama-nama lain Al-Fatihah : Fatihatul-Kitab, Ummul Kitab, Ummul-Qur’an, as-Sab’ul-Matsani, al-Qur’anul-`Azhim,asy-Syifa, dan Assaul-Qur’an.

Imam Ahmad bin Hambal r.a. meriwayatkan dari Abu Hurairah r.a., dia berkata, “Rasulullah saw. Menemui Ubai bin Ka’ab, namun dia sedang shalat. Rasul berkata, `Hai Ubai.’ Maka Ubai melirik, namun tidak menyahut.

Nabi berkata, `Hai Ubai!’ Lalu Ubai mempercepat shalatnya, kemudian beranjak menemui Rasulullah saw. Sambil berkata, `Asalamu’alaika, ya Rasulullah.’ Rasul menjawab, `Wa’alaikassalam. Hai Ubai, mengapa kamu tidak menjawab ketika kupanggil?’ Ubai menjawab, `Wahai Rasulullah, sesungguhnya aku sedang shalat.’

Nabi bersabda, `Apakah kamu tidak menemukan dalam ayat yang diwahyukan Allah Ta’ala kepadaku yang menyatakan, `Penuhilah seruan Allah dan seruan Rasul apabila menyeru kamu kepada sesuatu yang memberi kehidupan kepadamu.’ (al-Anfal:24)

Ubai menjawab, `Ya Rasulullah, saya menemukan dan saya tidak akan mengulangi hal itu.’ Rasul bersabda, `Sukakah kamu bila kuajari sebuah surat yang tidak diturunkan surat lain yang serupa dengannya di dalam Taurat, Injil, Zabur dan al-Furqan?’ Ubai menjawab, `Saya suka, wahai Rasulullah.’ (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/al-Muslimah

al-muslimah

Seorang gubernor pada zaman Khalifah Al-Mahdi, pada suatu hari mengumpulkan sejumlah tetangganya dan menaburkan uang dinar dihadapan mereka. Semuanya saling berebutan memunguti uang itu dengan suka cita. Kecuali seorang wanita kumal, berkulit hitam dan berwajah jelek. Ia terlihat diam saja tidak bergerak, sambil memandangi para tetangganya yang sebenarnya lebih kaya dari dirinya, tetapi berbuat seolah-olah mereka orang-orang yang kekurangan harta.

Dengan keheranan sang Gubernor bertanya, “Mengapa engkau tidak ikut memunguti uang dinar itu seperti tetangga engkau?”

Janda bermuka buruk itu menjawab, “Sebab yang mereka cari uang dinar sebagai bekal dunia. Sedangkan yang saya butuhkan bukan dinar melainkan bekal akhirat.”

“Maksud engkau?” tanya sang Gubernor mulai tertarik akan kepribadian perempuan itu.” (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Virus-Cinta

Virus Cinta

Virus yang bernama al isyq (cinta), itulah virus yang merugikan kamu dari kebanyakan. Dan sebahagian besar di antara kamu telah banyak yang luput dari syaria’at agama atas apa – apa yang diperintahkan oleh Allah Azza wa Jalla atas kamu dan Rasul-Nya. Engkau  mengetahui bahwa banyak di antara pemuda yang melanggar lagi bersuka ria dengan budaya barat ( pacaran) hingga kemudian di akhiri dengan zinah dan adapula yang baru separuh jalan menjalaninya kemudian berpisah dengan hubungan yang tiada jelasnya antara yang bukan mahramnya.

Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wasalam bersabda :

“berhati – hatilah kamu dari berbicara dengan wanita, oleh karena sesungguhnya tiadalah seorang laki – laki bersendirian dengan wanita yang bukan mahramnya melainkan hendak berzinah daripadanya”. HR. Al Hakim

Sabda Rasulullah Shalallaahu ‘alaihi wasalam yang lain bahwa Allah berfirman yaitu :

“pengelihatan (melihat wanita) adalah sebagai panah iblis yang sangat beracun, maka barang siapa di antara kamu kamu yang meninggalkannya karena takut kepada-Ku, maka Aku akan menggantikannya dengan iman yang tiada putus-putus dalam  hatinya”. ( HR. Al Hakim dan Ath Thabarani). (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Laki-laki-yang-soleh

Laki laki yang soleh

Wa la qad aataina luqmaanal hikmata anisy kurlillaahi wa may yasykur fa innamaa yasykuru li nafsihii wa ma kafara fa innallaaha ghaniyyun hamiid. Sesungguhnya Kami telah memberi Luqman hikmah, yaitu, “Bersyukurlah kepada Allah. Barangsiapa yang bersyukur maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri. Dan barangsiapa yang ingkar maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.”

Para ulama salaf berikhtilaf mengenai Luqman: apakah dia seorang nabi atau hamba Allah yang saleh tanpa menerima kenabian? Mengenai hal ini ada dua pendapat. Mayoritas ulama berpendapat bahwa dia adalah hamba Allah yang saleh tanpa menerima kenabian. Menurut Ibnu Abbas, Luqman adalah seorang hamba berkebangsaan Habsyi yang berprofesi sebagai tukang kayu. Sementara Jabir bin Abdillah mengidentifikasikan Luqman sebagai orang bertubuh pendek dan berhidung pesek. Sedangkan Said bin Musayyab mengatakan bahwa Luqman berasal dari kota Sudan, memiliki kekuatan, dan mendapat hikmah dari Allah, namun dia tidak menerima kenabian. (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/gambar-mesjid

Gambar Mesjid

Seorang arif melihat setan dalam keadaan telanjang di tengah-tengah masyarakat.

“Hai makhluk yang tak punya malu, mengapa kamu telanjang di hadapan manusia?” tegur sang arif.

“Mereka bukan manusia, mereka kera.”

Sesungguhnya sudah sejak lama Al-Ghazali menulis dalam Ihya`, Dzahaban naas wa baqiyan nasnaas (Telah pergi manusia, yang tertinggal hanya kera)

“Jika kamu ingin melihat manusia, ikutlah aku ke pasar,” lanjut sang setan.

Orang arif itu lalu pergi bersama setan ke pasar. Sesampainya di pasar, setan itu menjelma seorang laki-laki dan langsung menuju ke toko yang paling besar. Toko itu hanya menjual permata yang berkualitas tinggi dengan harga yang amat mahal.

“Coba lihat permata itu,” kata setan kepada pemilik toko sambil menunjuk permata yang paling besar.

Pemilik toko mengambil permata itu lalu menyerahkannya kepada setan. Ketika permata berpindah ke tangan setan, pemilik toko mendengar muadzin menyerukan: hayya `alash sholaah (Marilah salat) Pemilik toko segera mengambil kembali permatanya. (lebih…)