Arsip untuk Februari, 2011

https://tausyah.wordpress.com/Fatimah-Azzahara-Binti-Muhammad-SAW

Fatimah Azzahra Binti Muhammad Saw

Fatimah Azzahra Binti Muhammad SAW, Dia adalah puteri yang mulia dari dua pihak, yaitu puteri pemimpin para makhluq, yaitu Rasulullah SAW, Abil Qasim, Muhammad bin Abdullah bin Abdul Muththalib bin Hasyim. Dia juga digelari Al-Batuul, yaitu yang memusatkan perhatiannya pada ibadah atau tiada bandingnya dalam hal keutamaan, ilmu, akhlaq, adab, hasab dan nasab.

Fatimah lebih muda dari Zainab, isteri Abil Ash bin Rabi‘ dan Ruqayyah, isteri Utsman bin Affan. Juga dia lebih muda dari Ummu Kultsum. Dia adalah anak yang paling dicintai Nabi SAW sehingga beliau bersabda :”Fatimah adalah darah dagingku, apa yang menyusahkannya juga menyusahkan aku dan apa yang mengganggunya juga menggangguku.” [Ibnul Abdil Barr dalam “Al-Istii’aab”]

Sesungguhnya dia adalah pemimpin wanita dunia dan penghuni syurga yang paling utama, puteri kekasih Robbil’aalamiin, dan ibu dari Al-Hasan dan Al-Husein. Az-Zubair bin Bukar berkata : “Keturunan Zainab telah tiada dan telah sah riwayat, bahwa Rasulullah SAW menyelimuti Fatimah dan suaminya serta kedua puteranya dengan pakaian seraya berkata :  “Ya, Allah, mereka ini adalah ahli baitku. Maka hilangkanlah dosa dari mereka dan bersihkanlah     mereka  dengan sebersih-bersihnya.”  [“Siyar A’laamin Nubala’, juz 2, halaman 88] (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Nabi-Isa-Al-Masih-A.s

Nabi Isa Al-Masih A.s

Suatu hari, Nabiyullah Isa AS melakukan perjalanan dengan seorang temannya. Mereka hanya berbekal tiga potong roti. Ketika sampai di suatu tempat, mereka berdua beristirahat.

 

“Bawa roti itu kemari,” kata Nabi Isa AS kepada temannya.

Lelaki itu memberikan dua potong roti.

“Mana yang sepotong lagi?” tanya nabi Isa. “Aku tidak tahu.”

Setelah masing-masing makan sepotong roti, keduanya kembali melanjutkan perjalanan hingga sampai ke tepi laut. Nabiyullah Isa menggelar sajadahnya di atas laut, mereka berdua lalu berlayar ke seberang.

“Demi Allah yang telah memperlihatkan mukjizat ini kepadamu, siapakah yang telah makan sepotong roti itu?” tanya Nabi Isa kepada temannya.”Aku tidak tahu.” jawabnya lagi. (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Ummat-Nabi

Ummat Nabi

Nabi Musa pernah menghadap Tuhannya Azza Wajalla untuk memohon agar Dia berkenan menerima tobat kaumnya dari penyembahan anak sapi.

 

Lalu Allah SWT berfirman, “Wahai Musa! Tidak ada tobat bagi mereka kecuali mereka membunuh diri mereka sendiri.” Nabi Musa pun segera kembali pada kaumnya dan berkata, “Wahai kaumku! Sesungguhnya Allah enggan menerima tobat kalian hingga kamu membunuh dirimu sendiri.” Karena, memang begitulah cara kalian bertobat. “Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu.”( Baca QS: Al-Baqarah:54) Yakni Pencipta kamu. Mereka berkata, “Hai Musa! Kami siap untuk bersabar menerima perintah Allah Azza Wajalla. Karena, kaummu telah menyesali atas semua perbuatan mereka.” (lebih…)

https://tausyah.wordpress.com/Keluarga-Shakinah

Keluarga Shakinah

Tidak seperti biasanya, hari itu Ali bin Abi Thalib pulang lebih sore menjelang asar. Fatimah binti Rasulullah menyabut kedatangan suaminya yang sehari suntuk mencari rezeki dengan sukacita. Siapa tahu Ali membawa uang lebih banyak karena kebutuhan di rumah makin besar.

Sesudah melepas lelah, Ali berkata kepada Fatimah. “Maaf sayangku, kali ini aku tidak membawa uang sepeserpun.”Fatimah menyahut sambil tersenyum, “Memang yang mengatur rezeki tidak duduk di pasar, bukan? Yang memiliki kuasa itu adalah Allah Ta’ala.”

“Terima kasih,” jawab Ali.

Matanya memberat lantaran istrinya begitu tawakal. Padahal persediaan dapur sudah ludes sama sekali. Toh Fatimah tidak menunjukan sikap kecewa atau sedih. Ali lalu berangkat ke masjid untuk menjalankan salat berjama’ah. (lebih…)