Sejarah Singkat Suka Duka Kenabian Muhammad Saw Bag. II, Penentangan Kafir Qureys Pada Awal Kenabian Beliau, Dan Dimulainya Masa Peradaban Islam

Posted: 8 Februari 2011 in Nabi & Rasul
Tag:, , , , , , , , ,

https://tausyah.wordpress.com/Rasulullah-Muhammad-Saw

Rasulullah Muhammad Saw

Sejarah singkat Suka Duka kenabian Rasulullah Muhammad Shallallahu Alaihi wa Sallam, yang berikut ini adalah sambungan dari artikel sebelumnya, dan untuk  membacanya klik disini.

Tanggal 16 Juli 622 M adalah permulaan perhitungan dan penanggalan baru, bertepatan dengan awal bulan Muharram tahun pertama Hijrah Nabi Muhammad Saw dari kota Mekkah kekota Madinah yang waktu itu masih bernama Yatsrib.

Hijrah itu sendiri terjadi untuk menghindari penyiksaan demi penyiksaan dan pembunuhan demi pembunuhan yang dilakukan oleh kaum kafir Quraisy terhadap para pengikut Rasulullah.

Allah berfirman dalam Al-Qur’an

“Sungguh Aku tidak akan menyia-nyiakan amalan dari antara kamu, baik laki-laki atau perempuan, sebagian kamu adalah turunan dari sebagian yang lain. Maka orang-orang yang berhijrah, yang diusir dari kampung-kampung halamannya, yang disakiti pada jalan-Ku, yang berperang dan yang terbunuh, akan Ku-hapuskan kesalahan-kesalahan mereka dan akan Aku masukkan mereka ke dalam surga yang mengalir padanya sungai-sungai. Sebagai ganjaran dari Allah, karena Allah itu pada sisi-Nya ada ganjaran yang baik“. (QS. 3195)Nabi Muhammad Saw sendiri tetap bertahan dikota Mekkah hingga semua sahabat dan pengikutnya tidak ada lagi yang tertinggal disana.

Hingga pada malam dimana Nabi sudah bersiap untuk hijrah, rumah beliau dikepung oleh penduduk Mekkah yang bermaksud untuk membunuhnya. Pertolongan Allah datang, manakala Nabi Muhammad keluar dari rumahnya setelah meninggalkan beberapa wasiat kepada Ali bin Abu Thalib dan menggantikan posisi beliau diatas tempat tidurnya.

Selanjutnya dalam perjalanannya itupun, Nabi Muhammad kembali nyaris tertangkap oleh pihak kafir Quraisy suruhan Abu Jahal seandainya saja Allah tidak melindunginya dengan memerintahkan Rasul bersembunyi di Gua Tsur.

Perlindungan Allah datang melalui hukum-hukum alamnya, misalnya dengan burung merpati yang terbang kedepan goa dan membuat sarang, lalu mengerami telur disangkarnya itu. Serta adanya Laba-laba yang membangun rumahnya ditengah-tengah pintu masuk Gua, sehingga menimbulkan kesan bagi orang diluarnya bahwa gua tersebut tidak ada yang pernah memasukinya.

Tsur adalah sebuah bukit biasa saja yang lebih tinggi dari bukit-bukit didaerah perbukitan sekeliling Mekkah. Bukit ini berada lebih kurang 6 Km arah selatan Masjidil Haraam. Dibagian lerengnya terdapat beberapa buah gua, dan pada bagian yang mendekati puncak terdapatlah Gua dimana Rasulullah bersama sahabatnya Abu Bakar berlindung. Untuk mencapai Gua Tsur tersebut, orang harus mendaki lebih kurang 1,5 jam.

Perjalanan Nabi Muhammad menuju kekota Madinah (Yatsrib), memakan waktu selama delapan hari, dan kedatangan beliau disebuah kota kecil, Quba, sekitar 9 mil dari Yatsrib, disambut oleh Kaum Muslimin Anshar dengan penuh gembira dan keharuan.

Di Quba itu Rasulullah berhenti dan beristirahat ditempat Bani Amr Bin Auf selama tiga hari, dan dalam pada itu, setelah sehari tiba di Quba, Ali Bin Abu Thalib menyusul tiba pula menemui Nabi.

Selama berada Quba itu, Rasulullah dan para sahabatnya sempat mendirikan sebuah masjid yang pertama dalam sejarah Islam yang dikenal dengan nama Masjid Quba, yang sampai pada hari ini masjid tersebut tetap berdiri dengan megahnya setelah mengalami beberapa kali perluasan dan renovasi.

Dari Quba, Rasulullah melanjutkan perjalanannya ke Yatsrib.
Ketika sebelum sampai di Yatsrib, tiba hari Jum’at dan matahari sudah miring kebarat, Nabi Muhammad sampai dikediaman Bani Salim Bin ‘Auf, yaitu suatu lembah yang bernama Wadi Ranwana’, disitulah Nabi melaksanakan shalat Jum’at serta khutbah pertamanya.

Rasulullah Saw akhirnya tiba dikota Yatsrib atau Madinah sekarang ini, bersama sahabatnya Ali bin Abu Thalib, Abu Bakar, Suraqah Bin Malik Bin Ya’syim serta pemandu jalan, Amir Bin Fuhairah dan beberapa kaum muslimin lainnya pada bulan Rabi’ul awal, harinya berkisar antara tanggal 2 hingga tanggal 16, bertepatan dengan bulan September 622 M.

Dengan demikian maka tahun terjadinya hijrah dihitung sebagai tahun pertama, dengan penyesuaian bulan dan tanggal menurut perhitungan tahun hilaliyah Arab. Sehingga akhirnya ditetapkanlah hari pertama bulan Muharram menjadi awal tahun hijriyah menggantikan hari dan tanggal tibanya Nabi di Madinah.

Di Madinah ini, Rasulullah mendirikan masjid Nabawi, dan membangun rumahnya berdekatan dengan masjid tersebut. Rasulullah sendiri langsung memimpin pembangunan masjid itu bersama kaum Anshar dan Muhajirin.

Kaum Muslimin Anshar, adalah sebutan untuk kaum Muslimin yang ada dikota Yatsrib/Madinah, sedangkan Kaum Muslimin Muhajirin adalah sebutan untuk kaum Muslimin yang melakukan hijrah dari Mekkah ke Yatsrib.

Seringkali orang-orang menamakan Negara Islam yang pertama kali berdiri dahulu itu dengan nama Negara Madinah karena berada dikota Madinah. Tetapi nama ini sering menimbulkan salah pengertian, dimana Negara Madinah disamakan dengan City State (Negara Kota) seperti Athena dan Sparta dijaman purba.

Sebenarnya, negara hijrah, mempunyai kaitan yang luas dengan Madinah. Negara Hijrah itu adalah berdasarkan suatu ideologi internasional yang bisa saja didirikan ditempat manapun yang telah menganut ideologi yang diajarkan Islam.

Hal ini sudah terbuki pada waktu pemerintahan Khalifah Ali Bin Abu Thalib, pusat pemerintahan dipindahkan ke Iraq.

Di Madinah, tidak terdapati hal-hal yang sebagaimana terjadi pada peristiwa imigrasi orang-orang Eropa kebenua Amerika atau ke Australia atau ke Afrika Selatan. Kaum Muhajirin disana tidak pernah berkeinginan untuk menghabisi atau mengusir penduduk asli Madinah, tidak pernah mengadakan penjajahan atau pembedaan terhadap para pendatang.

Negara Hijrah adalah Negara Aqidah Islamiyah dimana penduduk asli kota Madinah dan orang-orang Muhajirin yang bermukim disana berada pada posisi kemanusiaan dan kedudukan hukum yang sama. Suatu Aqidah atau ideologi bersifat terbuka bagi semua orang, karena kemanusiaannya semata, tanpa memandang dari negri mana dan suku apapun dianya. Negara Hijrah adalah negara terbuka bagi setiap orang dan setiap kelompok. Dia tidak menutup diri seperti negara-negara agama lainnya sepanjang sejarah.

“Jika kita mengukur kebesaran dengan pengaruh, dia seorang raksasa sejarah. Dia berjuang meningkatkan tahap rohaniah dan moral suatu bangsa yang tenggelam dalam kebiadaban karena panas dan kegersangan gurun. Dia berhasil lebih sempurna dari pembaharu manapun; belum pernah ada orang yang begitu berhasil mewujudkan mimpi -mimpinya seperti dia,” tulis Will Durant dalam the Story of Civilization terhadap diri Nabi Muhammad Saw.

“Dia datang seperti sepercik sinar dari langit, jatuh kepadang pasir yang tandus, kemudian meledakkan butir-butir debu menjadi mesiu yang membakar angkasa sejak Delhi ke Granada.” Tambah Thomas Carlyle dalam On Heroes and Hero Worship.

Dengan sejumlah informasi yang mereka miliki, Durant dan Carlyle berusaha melukiskan kebesaran Rasulullah Saw. Mereka tidak pernah berjumpa dengan Nabi yang mulia. Mereka tidak pernah melihat wajah atau mendengar suaranya. Mereka bahkan tidak beriman kepada apa yang dibawa oleh Nabi Saw. Mereka hanya menyaksikan lewat lembaran-lembaran sejarah yang mereka teliti.

Muhammad Saw, sebagaimana Nabi-nabi Allah yang lain, datang bukan hanya sekedar mengajarkan shalat dan doa. Dia adalah tokoh revolusioner yang memimpin kelompok tertindas melawan kezaliman sistem yang berlaku. Dia tampil membimbing kaum Mustadh’afin untuk mengubah nasibnya dan menentang kaum Mustakbirin supaya menghentikan keserakahannya. Karena itu, dia didukung rakyat kecil dan dibenci kebanyakan penguasa.

Rasulullah mengatur tata tertib kehidupan setiap umat Islam dengan cermat.
Beliau melahirkan beberapa pengajaran penting dalam kehidupan bermasyarakat.

Seorang penulis biographi Nabi yang cukup dikenal, yaitu Muhammad Ahmad Djadil Maula Beik dalam bukunya “Muhammad Al Matsalul Kamil” (Muhammad teladan sempurna) mengemukakan tiga macam kerja raksasa yang dibawanya.

Kerja raksasa itu telah dapat direalisir Nabi selama masa kerasulannya yang berlangsung selama 23 tahun, yaitu 13 tahun dikota Mekkah dan 10 tahun dikota Madinah. Ialah

  1. Innahu Kawwana Ummatan; Membentuk suatu ummat
  2. Wassasa daulatan; Mendirikan suatu negara
  3. Waaqoma dinan; Menegakkan suatu agama

Sebagai karya raksasa pertama, Nabi Muhammad telah berhasil membangun suatu umat yang besar. Umat yang merekam sejarah ke-emasan dalam peradaban manusia. Yang dibangun serta dibentuknya dari suatu bangsa yang lemah, bobrok dalam segala bidang, bangsa yang terpecah belah dalam kesukuan dan kabilah, satu sama lainnya bermusuhan, bangsa berjiwa kasar dan berwatak buas jauh dari nilai-nilai akhlak dan budaya, yaitu bangsa Arab Jahiliyah yang sangat terbelakang baik material maupun spiritual. Suatu bangsa yang tidak pernah dikenal sebelumnya sama sekali dalam catatan sejarah dunia.

Bangsa seperti bangsa Arab yang sedemikian rupa keadaannya, dalam tempo relatif singkat, hanya kurang dari seperempat abad telah berubah keadaannya sama sekali.

Dari suatu bangsa yang tidak masuk “bilangan” atau perhitungan, berubah menjadi suatu bangsa yang disegani, dihormati bahkan ditakuti. Bukan karena kekejaman dan keganasannya melainkan karena keluhuran dan kebesaran jiwanya, karena kecemerlangan peradaban dan kebudayaannya. Sebagai perwujudan janji Tuhan kepada Ibrahim atas keturunan Ismail kelak ratusan tahun dari masanya.

Berkat perjuangan Muhammad Rasulullah Saw Al-Amin, bangsa yang semula terasing di Sahara sekarang menentukan sejarah umat manusia. Orang-orang Arab yang miskin kini menjadi penguasa dunia meskipun keadaan diri Rasul yang agung itu sendiri bertolak belakang dengan kejayaan yang dicapainya, dia berada dalam keadaan yang serba kekurangan dan sederhana hingga hari wafatnya, beliau hanya meninggalkan kitabullah dan keluarganya.

Ini adalah tujuan terakhir bagi manusia; untuk menjadi tuan rumah didalam semesta dan menyaksikan ketentraman jiwanya bersama Tuhannya, yang tidak hanya Tuhannya merasa senang, tetapi diapun merasa senang bersama Tuhannya.

Kesenangan yang sempurna. Kepuasan yang sempurna. Kedamaian yang sempurna.
Kasih sayang Tuhan adalah makanannya dipentas dunia ini dan dia minum dari air mancur kehidupan. Duka cita dan kekecewaan tidak meliputinya dan keberhasilan tidak menjadikan dia sombong dan merasa mulia.

Jika keagungan tujuan, kesempitan sarana dan hasil yang menakjubkan, adalah tiga kriteria kejeniusan manusia, siapa yang berani membandingkan manusia yang memiliki kebesaran didalam sejarah modern dengan Muhammad ?

Orang-orang paling terkenal menciptakan tentara, hukum dan kekaisaran semata.
Mereka mendirikan apa saja, tidak lebih dari kekuatan material yang acapkali hancur didepan mata mereka sendiri.

Nabi Muhammad Saw, Rasul Allah yang agung, penutup semua Nabi, tidak hanya menggerakkan bala tentara, rakyat dan dinasti, mengubah perundang-undangan, kekaisaran. Tetapi juga menggerakkan jutaan orang bahkan lebih dari itu, dia memindahkan altar-altar, agama-agama, ide-ide, keyakinan-keyakinan dan jiwa -jiwa.

Berdasarkan sebuah kitab, yang setiap ayatnya menjadi hukum, dia menciptakan kebangsaan beragama yang membaurkan bangsa-bangsa dari setiap jenis bahasa dan setiap ras.

Dalam diri Muhammad, dunia telah menyaksikan fenomena yang paling jarang diatas bumi ini, seorang yang miskin, berjuang tanpa fasilitas, tidak goyah oleh kerasnya ulah para pendosa.

Dia bukan seorang yang jahat, dia keturunan baik-baik, keluarganya merupakan keluarga yang terhormat dalam pandangan penduduk Mekkah kala itu. Namun dia meninggalkan semua kehormatan tersebut dan lebih memilih untuk berjuang, mengalami sakit dan derita, panasnya matahari dan dinginnya malam hari ditengah gurun pasir hanya untuk menghambakan dirinya demi Tuhannya. Dia lebih baik dari apa yang semestinya terjadi pada seseorang seperti dia.

Mereka, para sahabatnya, orang-orang Arab, yang terlahir bergumul dengannya selama 23 tahun, begitu menghormatinya.

Padahal mereka itu adalah orang-orang liar, mudah meledak dan cepat terseret kedalam pertikaian yang sengit. Tanpa semua ketulusan hati, keberanian yang dahsyat, kebenaran nilai dan kedewasaan, tak ada orang yang dapat memerintah mereka.

Tetapi mereka mau memanggil Muhammad sebagai Nabi, sebagai pimpinan, sebagai seorang bapak dan sebagai manusia yang harus mereka hormati dan mereka patuhi.

Disana Muhammad berdiri bertatap muka dengan mereka, nyata tidak tersembunyi dalam suatu misteri, ia menjahit jubah panjangnya dan memperbaiki sepatunya sendiri. Bertempur, menasehati, memerintah ditengah-tengah mereka, mereka tentu menyaksikan seorang macam apakah Muhammad itu sebenarnya.

Orang dapat memanggil dirinya dengan panggilan apa saja, tidak ada kaisar dengan mahkotanya yang dipatuhi secara ikhlas seperti laki-laki ini, dalam jubah panjangnya yang dijahit sendiri.

Setelah kota Mekkah jatuh, lebih dari satu juta mil persegi tanah terletak dibawah telapak kakinya. Penguasa Jazirah Arabia ini tetap saja menjahit sendiri sepatunya dan pakaian dari bahan yang kasar, memerah susu kambing, meniup tungku menyalakan api dan mengunjungi keluarga-keluarga miskin. Seluruh kota Madinah dimana beliau tinggal, berkembang dengan amat pesat dimasa hidupnya. Dimana-mana ada emas dan perak dengan cukup, namun dihari-hari kemakmuran tersebut, berminggu-minggu berlalu tanpa api menyala ditungku raja Arabia ini.

Makanannya kurma dan air putih.
Keluarganya kelaparan beberapa malam berturut-turut karena mereka tidak mendapatkan sesuatu untuk dimakan dimalam hari. Beliau tidak tidur diatas tempat tidur yang empuk tetapi diatas tikar setelah hari-hari sibuknya yang panjang, menghabiskan sebagian besar malamnya dengan sembahyang, tak jarang hingga mencucurkan air mata sebelum sang Pencipta mengabulkan permohonan beliau akan kekuatan untuk menunaikan tugas-tugasnya sebagai seorang Rasul.

Haji Wada’ adalah haji perpisahan.
artinya Haji terakhir kalinya Nabi Saw Bersama umat mengerjakan ibadah Haji bersama. Ketika haji Wada’ wukufnya tepat hari Jum’at Dan saat itu pula wahyu terakhir turun (QS. 5:3)

“Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu dan telah Ku-cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan Aku telah ridhai Islam sebagai agamamu.”
(QS. 5:3)

Rasulullah berangkat meninggalkan Madinah dengan serombongan besar kaum Muslimin pada tanggal 25 Dzulka’idah (23 Pebruari 632) menuju ke Mekkah Almukarromah. Dengan kata-kata yang akan tetap hidup dalam hati sekalian orang Muslim.

“Wahai manusia ! Dengarkanlah kata-kataku ini, mungkin sesudah tahun ini, aku tidak berkumpul bersama kamu lagi ditempat ini.

Nyawamu dan harta bendamu adalah suci bagi kamu hingga kamu menghadap kepada Tuhan, sebagaimana hari ini dan bulan ini adalah suci buat kamu sekalian.

Kamu berhak atas istri-istrimu dan istri-istrimu berhak atas kamu. Perlakukanlah istri-istrimu dengan lemah lembut dan kasih sayang, Sesungguhnya kamu telah mengambil mereka atas jaminan Tuhan dan mereka menjadi halal bagi kamu karena kalimatullah.

Mereka adalah pendamping alias teman hidupmu, karena itu berilah kepadanya petunjuk-petunjuk. Mereka tidak memiliki apa-apa pada dirinya. Bertanggung jawablah kamu kepada Allah tentang istri. Karena itu berilah mereka pelajaran yang baik.

Dan hamba sahayamu ! Jagalah supaya mereka makan makanan yang kamu makan dan berilah mereka pakaian yang kamu pakai; dan jika mereka melakukan kesalahan yang kamu tidak mudah mengampuninya, maka berpisahlah dengan mereka, karena mereka adalah hamba-hamba Tuhan dan tidak boleh diperlakukan dengan kasar.

Wahai manusia ! Sesungguhnya Tuhan kamu satu dan orang tuamu juga satu.
kamu semua dari Adam dan Adampun dari tanah. sebenarnya yang paling mulia diantara kamu disisi Allah adalah mereka yang paling bertakwa. Tidak ada kelebihan golongan Arab atas golongan yang bukan Arab, kecuali tentang takwa.

Wahai Manusia ! Dengarkanlah kata-kataku dan pahamilah, umat Islam itu bersaudara, maka tidak halal baginya kecuali sesuatu yang memang diberikan sesuai kata hati saudaranya, karena itu janganlah menipu diri sendiri.

Jagalah dirimu, dan janganlah kamu kembali kafir sesudah aku tiada.
hendaklah yang hadir hari ini menyampaikan kepada mereka yang tidak hadir, mungkin orang yang diberi tahu lebih ingat dari orang yang mendengarnya.”

Pada akhir khutbah itu, Rasulullah terharu melihat kegembiraan yang sangat dari umatnya yang memperhatikan setiap katanya. Dan ia pun berseru “Ya Allah, aku telah menyampaikan amanatku dan menunaikan kewajibanku.” Orang banyak yang berkumpul berseru serentak “Ya, memang demikianlah adanya.” Disambung oleh Rasulullah “Ya Allah, saksikanlah ini !”

Setelah mengucapkan salam, Rasulullah mengakhiri khutbahnya yang berintikan hak -hak asasi manusia, beliau pun beristirahat. Kemudian bangkit untuk mengerjakan Sholat dzuhur dan Ashar dengan jama’. Sore harinya beliau meninggalkan Arafah menuju Mudzdalifah dan bermalam disana. Pagi harinya, ba’da subuh, beliau ke Masjidil Haraam terus ke Mina untuk melontarkan Jumroh. Dan setelah usai mengerjakan ibadah hajinya, Beliau kembali dengan pengikut-pengikutnya kekota Madinah.

Tahun terakhir dari hidup Nabi Muhammad Saw dihabiskannya dikota itu.
Diaturnya organisasi propinsi-propinsi dan masyarakat kabilah yang telah memeluk agama Islam dan menjadi bagian dari Persekutuan Islam.

Hari-hari terakhirnya begitu menarik hati, karena ketenangan dan kejernihan05 pikirannya yang memungkinkan ia, meskipun badannya lemah tidak bertenaga, memimpin sholat berjemaah sampai tiga hari sebelum wafatnya.

Terakhir kali beliau muncul dalam masjid dipapah oleh dua orang keponakannya, Ali dan Fazal, putra pamannya Abbas Bin Abdul Muthalib. Wajahnya pucat dan dahinya dibalut kain. Perlahan-lahan beliau berjalan menuju mimbar.

Beberapa orang sahabat sudah mulai terisak.
sebagian besar berusaha menahan air mata mereka.

Suatu senyuman yang tidak dapat dilukiskan dengan kata-kata, bermain diwajahnya dan nampak oleh semua yang hadir mengelilinginya. Sesudah berdoa dan memuji Tuhan seperti biasa, Rasulullah berkhutbah kepada orang banyak yang kesemua isinya tidaklah dapat kita uraikan disini karena keterbatasan tempat dan panjangnya isi khutbah beliau Saw itu, inilah sekedar beberapa diantaranya

“Wahai manusia, bagaimana mungkin kalian menolak kematian Nabimu. Seandainya ada orang yang sebelumku yang hidup kekal, aku akan hidup kekal bersama kalian. Ketahuilah, Aku akan menemui Tuhanku.

Sudah tua usiaku, sudah rapuh tulangku, sudah lemah tubuhku, sudah siap diriku, sudah besar kerinduanku untuk menemui Tuhanku. Aku kira, inilah hari terakhir antara aku dan kalian. Selama aku hidup, kalian menyaksikanku. Sesudah aku tiada, Allah akan menjadi khalifahku bagi setiap mukmin, laki-laki dan perempuan.

Wahai sahabat-sahabatku, menurut kalian, Nabi macam apakah aku ini ?
bukankah aku berjuang bersama kalian, bukankah pernah sobek bahuku, bukankah dahiku pernah Berdebu, bukankah darah pernah mengalir diwajahku dan membasahi janggutku, bukankah telah kutanggung duka dan derita Menghadapi kaumku yang bodoh, bukankah pernah kuikatkan batu diperutku untuk menahan rasa lapar ?”

Para sahabat serentak berkata, “Benar, wahai Rasulullah. Engkau sudah memikul semuanya dengan tabah, engkau telah menolak kemungkaran sehingga engkau menghadapi cobaan-cobaan karena Allah. Semoga Allah membalas kebaikan engkau dengan pahala yang paling utama.”

“Semoga Allah juga memberikan pahala kepada kalian !” kata Rasulullah Saw.
selanjutnya beliau berkata, “Sesungguhnya Allah Azza Wa jalla telah menetapkan bahwa tidak boleh orang datang kepada-Nya dengan membawa kezaliman. Demi Allah, siapakah dIantara kalian yang pernah disakiti Muhammad, berdirIlah dan balaslah sekarang (lakukan QisHash), disinilah aku untuk mempertanggung jawabkannya. qishash di Dunia lebih aku sukai dari pada Qishahs dihari akhirat nanti dihadapan para malaikat dan para Nabi. Jika aku ada berhutang sesuatu kepada salah Seorang, segala yang kebetulan aku miliki akan kujadikan bayarannya.”

Seorang laki-laki berdiri dari tengah-tengah hadirin. Namanya Sauda Bin Qais.
dia berkata, “Semoga orang tuaku menjadi tebusanmu, Ya Rasul Allah.
ketika engkau kembali dari Tha’if, aku menjemput anda.
engkau mengendarai unta anda, qushwa, dan pada tangan engkau ada Tongkat kecil.
engkau mengangkat tongkat Itu ketika bermaksud untuk menggerakkan unta engkau Tersebut.
tongkat itu mengenai perutKu. aku tidak tahu apakah engkau melakukannya dengan sengaja atau tidak.”

Menjawab Rasulullah
“Aku berlindung kepada Allah jika aku lakukan dengan sengaja. Wahai Bilal, pergilah kerumah Fatimah dan ambil tongkat kecilku itu.” Bilal keluar dari masjid Nabawi dan pergi menuju kerumah Fatimah, putri bungsu Rasulullah dari perkawinannya dengan Khadijjah.

Setelah kembali dan menyerahkan tongkat tersebut kepada Nabi Saw., Rasulullah Saw berseru “Mana Sauda ?”
“Ini saya, ya Rasul Allah,” kata Sauda Bin Qais.
“Bukalah perut anda, ya Rasul allah !” Dan Nabi yang mulia itupun menyingkapkan pakaiannya.
sauda Bin Qais serta merta memeluk Nabi dan memohon Izin untuk mencium perut beliau, setelah Nabi mengizInkannya, ia Berkata, “Aku berlindung kepada Allah dari api neraka dengan meletakkan mulutku pada tempat Qishash diperut rasul.”

Nabi Saw bertanya, “Ya Sauda Bin Qais, Akan engkau lakukan Qishashmu itu atau engkau maafkan perbuatanku itu ?” “Aku maafkan, ya Rasul Allah !” Jawab Saudah.

Rasulullah Kemudian berdoa dan memohon rahmat Allah bagi mereka yang hadir dan bagi mereka yang telah gugur dalam penganiayaan oleh musuh; dinasehatinya sekali lagi kaumnya untuk menunaikan kewajiban-kewajiban agama dan hidup dalam damai dan kelapangan hati; diakhirinya khutbahnya itu dengan mengutip ayat Qur’an

“Negeri akhirat itu, Kami jadikan untuk orang-orang yang tidak ingin menyombongkan diri dan berbuat kerusakan. Karena kesudahan itu adalah bagi mereka yang berbakti.”
(QS. 28:83)

Selanjutnya, Rasulullah Muhammad Saw tidak pernah lagi tampil dalam sholat berjemaah dan menunjuk Abu Bakar untuk menjadi imam sholat hingga saat dia diutus oleh Nabi untuk bergabung dengan pasukan Usamah meninggalkan kota Madinah menjelang detik-detik wafatnya.

Kepada Ali Bin Abu Thalib secara umum Rasulullah berwasiat untuk memandikan dan mengafaninya bila ia telah kembali kerahmatullah.

Tidak lama setelah peristiwa itu, pada hari Senin, 12 Rabi’ul awal 11 hijriah, manusia mulia itu menghembuskan napasnya yang terakhir, kembali kepada Tuhan yang telah mengutusnya, Tuhan yang telah memuliakan hidupnya, menjadikannya sebagai penghulu semua Nabi yang hanya namanya saja berhak disandingkan bersama -sama dengan nama Allah dalam kalimah syahadah.

Nabi yang mulia, Paraclete yang dipenuhi oleh ruh suci itu, telah tiada.
namun meski begitu, ajarannya, risalah Yang dibawanya akan tetap Hidup selama -lamanya, bersemayam dihati setiap umat Muslimin, mukminin dan mukminat, sebagaImana yang diwasiatkan oleh Jesus The Christ, Nabi Isa Almasih putra maryam dalam Biblenya

St. John 1416
“And I will pray the father, and He shall give you another comforter that he may abide with you forever.”

“There is no compulsion in religion. The right direction is henceforth distinct from error. And he who rejecteth false deities and believeth in Allah hath grasped a firm handhold which will never break. Allah is Hearer, Knower.”
(QS. 2:256)

Jenazah Nabi Muhammad Saw dikuburkan diMadinah.
dahulu, kuburan Nabi Muhammad saw berada diluar masjId dan mulai masuk kedalam ruang masjid setelah MasjId Nabawi mengalami perluasan hingga sekarang.

Didekat makam Nabi ini juga terdapat kuburan 2 sahabat beliau, yaitu Abu Bakar Shiddiq dan Umar Bin Khatab yang masing-masingnya menjabat khalifah pertama dan kedua setelah kepergian Rasul.

Ditempat lain, makam/pekuburan Baqi’ tidak jauh dari Masjid Nabawi, dapat dicapai dengan jalan kaki, lebih kurang 10 menit; letaknya disebelah timur kota Madinah. Sahabat Rasulullah yang dikuburkan di Baqi’ mencapai lebih kurang 10.000 jenazah; diantaranya Usman Bin Mazh’un dan As’ad Bin Zurarah.

Kuburan Usman bin Affan, Ali Bin Abu Thalib, Sufyan Bin Harits Bin Abu Thalib dan Abdullah Bin Ja’far terletak hanya sekitar 40 meter dari pintu masuk pemakaman sebelah barat daya.

Dibagian selatannya terdapat kuburan Aqil Bin Abu Thalib, dan sejauh lebih kurang 5 meter terdapat kuburan Ummul Mukminin; ‘Aisyah Istri Nabi Muhammad Saw, Saudah Binti Zam’ah, Hafshah binti Umar AlKhatab, Zainab Binti Khuzaimah, Ummu Salamah Binti Umayyah, Juariah Binti AlHaritsz, Ummu Habibah, Ramlah Binti Abi Sufyan, Shafiah Binti Huyaya Binti AlKhatab.

Sekitar 15 meter dari sana, disebelah barat terdapat pula kuburan puteri Nabi Ummu Kalsum (wafat 9 H), Ruqayah, Zainab (wafat 8 H). Dan 25 meter darinya keselatan condong ketimur terdapat kuburan paman Nabi, Abbas Bin Abdul Muthalib, Hasan Bin Ali Bin Abu Thalib (cucu Rasulullah), puteri bungsu Rasul dari Khadijjah, Fatimahtuzzahra, Ali Bin Abu Thalib, putera Rasulullah Saw, Ibrahim (wafat usia 22 bulan atau 16 bulan, sekitar 3 bulan menjelang Nabi Muhammad wafat) dan Malik Bin Anas (179 H).

Disana juga terdapat kuburan Abdurrahman Bin ‘Auf, Saad Bin Abi Waqas, As’ad Bin Zurarah, Hunain Bin Huzafah, Fatimah Bin As’ad (Ibu dari Ali Bin Abu Thalib), dan sekitar jarak 135 meter dari sana terdapat kuburan Usman Bin Affan (wafat 35 H atau 656 M).

Adapun kuburan Khadijjah Binti Khuwailid, istri pertama Rasulullah Saw dan Maimunah Binti AlHarits, istri Rasulullah yang terakhir, terdapat dikota Mekkah dimakam Ma’ala atau nama lainnya Ma’ulla.

Sejahtera untukmu ya Nabi Allah, Rahmah dan Berkah jugalah untukmu
engkau telah Dengan susah Payah melepasKan umat manusia dari belenggu kebodohan dan kejahilIyahan, penuh sakit dan derita engkau tanggung demi Syiar Allah.

cinta kasihmu terhadap umat manusia, tidak akan pupus diterjang masa.

ajaranmu, risalahmu akan tetap terjaga sampai kapanpun
tidak ada satupun yang dapat merobohkan api kebenaranmu !

Adam mengenalnya dan memanjatkan doa melalui dirinya dan dia mengambil perjanjian dari semua Nabi dengan dirinya sendiri. Dia mengambil kesucian Adam, ratapan Nuh. Bagian dari ajarannya mengandung pengetahuan tentang Idris. Termasuk dalam pengalaman-pengalaman ekstasenya adalah kesedihan Ya’qub. Didalam misteri ekstasenya adalah ketabahan Ayub. Tersimpan dalam dadanya tangisan Daud. Hanya sebagian dari kekayaan jiwanya telah melebihi kekayaan Sulaiman. Dia menyatukan kedalam dirinya persahabatan Ibrahim dengan Tuhan. Dia mencapai pembicaraan Musa, kawan berbicara Tuhan dan lebih dimuliakan dibandingkan para raja yang paling tinggi. Dia melebihi para Nabi lainnya bagaikan matahari melebihi bulan dan samudera melebihi setetes air.

https://tausyah.wordpress.com

Komentar
  1. christology mengatakan:

    assalamu’alaikum
    kunjungan balik saudaraku

    selamat berjuang y

    HUHAMMAD, WE LOVE YOU

    • Wa ‘alaikumsalam wa rahmatullahi wa barakaatuh

      Alhamdulillah..

      terimakasih kembali sudah mengunjungi kembali akhi, semoga senantiasa nikmat iman dan islam senantiasa beserta ukhuwah islamiyah kita sekalian..Allahumma amin..

      Insya ALLAH Ta’ala akhi, begitu juga denganmu saudaraku..

      selamat berjuang!! ^_^

      Semoga ALLAH Ta’ala menuliskannya sebagai suatu amalan bagi kita..Amin

  2. […] Sejarah Singkat Suka Duka Kenabian Muhammad Saw Bag. II, Penentangan Kafir Qureys Pada Awal Kenabian… […]

  3. […] Sejarah Singkat Suka Duka Kenabian Muhammad Saw Bag. II, Penentangan Kafir Qureys Pada Awal Kenabian… […]

  4. […] atas kamu dan janganlah kamu mengenakan pakaian dunia yang menyebabkan kamu akan memakai pakaian ahli neraka kelak. Sesungguhnya pakaian wanita didunia adalah menjadi gambaran bagi wanita itu adalah ia […]

  5. […] Serta Pakaian Wanita Ahli Surga Dan Wanita Ahli Neraka « Tausiyah In Tilawatun Islamiyah pada Sejarah Singkat Suka Duka Kenabian Muhammad Saw Bag. II, Penentangan Kafir Qureys Pada Awal Kenabian…Hakikat Cara Berpakaian Dalam Perkara Aurat Wanita, Pakaian Wanita Kafir, Wanita Kufur, Wanita […]

  6. […] atas kamu dan janganlah kamu mengenakan pakaian dunia yang menyebabkan kamu akan memakai pakaian ahli neraka kelak. Sesungguhnya pakaian wanita didunia adalah menjadi gambaran bagi wanita itu adalah ia […]

  7. […] wajahmu dengan lurus kepada agama Allah, (tetaplah atas) fitrah Allah yang telah menciptakan manusia menurut fitrah itu. Tidak ada perubahan pada fitrah Allah. (Itulah) agama yang lurus, tetapi […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s