Ketika Ummat Nabi Musa Alaihissalam Bertaubat

Posted: 2 Februari 2011 in Nabi & Rasul
Tag:, , ,

https://tausyah.wordpress.com/Ummat-Nabi

Ummat Nabi

Nabi Musa pernah menghadap Tuhannya Azza Wajalla untuk memohon agar Dia berkenan menerima tobat kaumnya dari penyembahan anak sapi.

 

Lalu Allah SWT berfirman, “Wahai Musa! Tidak ada tobat bagi mereka kecuali mereka membunuh diri mereka sendiri.” Nabi Musa pun segera kembali pada kaumnya dan berkata, “Wahai kaumku! Sesungguhnya Allah enggan menerima tobat kalian hingga kamu membunuh dirimu sendiri.” Karena, memang begitulah cara kalian bertobat. “Hal itu adalah lebih baik bagimu pada sisi Tuhan yang menjadikan kamu.”( Baca QS: Al-Baqarah:54) Yakni Pencipta kamu. Mereka berkata, “Hai Musa! Kami siap untuk bersabar menerima perintah Allah Azza Wajalla. Karena, kaummu telah menyesali atas semua perbuatan mereka.”Nabi Musa as lalu mengangkat janji dari mereka untuk bersabar menghadapi kamatian. Mereka pun menyatakan setuju. Keesokan harinya mereka siap berkumpul di halaman rumah-rumah mereka. Setiap keluarga berada dalam kelompok masing-masing. Kemudian Musa memerintahkan orang-orang yang tidak pernah menyembah anak sapi dari Bani Israil untuk membawa pedang dan menebas siapa saja yang ia jumpai.

Mereka pun berjalan di tempat-tempat berkumpul seraya berkata, “Allah melimpahkan rahmat-Nya kepada orang yang tidak bangkit dari duduknya, tidak mengangkat pandangannya, dan tidak mengadakan perlawanan dengan tangan ataupun kakinya, sehingga Allah menuntaskan hukuman-Nya.”

Mereka pun membunuh siapa saja yang mereka temui, hingga ada orang laki-laki dari Bani Israil yang mendatangi kaumnya yang sedang duduk di halaman rumah-rumah mereka lalu berkata, “Sesungguhnya mereka adalah saudara-saidara kamu juga yang datang kepada kamu yang masing-masing membawa pedang terhunus.

Maka takutlah kamu kepada Allah dan bersabarlah, karena sesungguhnya laknat Allah dan malaikat-malaikat-Nya akan ditimpakan atas siapa saja yang berdiri atau membela diri dengan tangan atau kakinya.” Mereka pun menjawab, “Amin.”

Kaum itu berkata ketika mereka diperintahkan agar sebagian mereka membunuh sebagian yang lain, “Ya Rasulullah, bagaimana kami tega membunuh para orang tua kami, anak-anak dan saudara-saudara kami?” Lalu Allah menurunkan kegelapan atas mereka sehingga mereka tidak bisa melihat orang-orang di sekelilingnya.

Maka pada saat itulah mereka melakukan perintah pembunuhan itu. Kemudian mereka bertanya, “Hai Musa! Apakah tanda-tanda tobat kami?” Musa berkata, “Pedang-pedang dan senjata-senjata kalian akan terhenti, tidak mau membunuh, dan diangkat kembali kegelapan dari kamu.” Mereka terus melakukan pembunuhan hingga darah mencapai jubah dan menggenangi mereka.

Terdengarlah jeritan anak-anak memanggil Nabi Musa, “Ya Musa! Ampun! Ampun!” Mendengar itu Musa pun lalu menangis mengadu kepada Allah Azza Wajalla, maka Allah SWT menurunkan rahmat-Nya, lalu terhentilah senjata-senjata mereka. Nabi Musa segera berseru, “Cukup, tinggalkanlah saudara-saudaramu, karena sesungguhnya rahmat Allah telah turun!”

Seketika lenyaplah kegelapan dari mereka dan tampaklah mayat-mayat disana-sini. Ibn Abbas berkata, “Mereka yang terbunuh adalah para syuhada, sedang yang masih hidup telah mendapat ampunan Allah SWT”

https://tausyah.wordpress.com

Komentar
  1. […] Ketika Ummat Nabi Musa Alaihissalam Bertaubat […]

  2. […] Ketika Ummat Nabi Musa Alaihissalam Bertaubat […]

  3. […] Ketika Ummat Nabi Musa Alaihissalam Bertaubat […]

  4. […] terkena asap itu, ia akan bersin seperti terkena selsema, sementara orang kafirpun keadaannya seperti orang mabuk, asap akan keluar dari hidung, telinga dan dubur […]

  5. […] pada tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya, ahli membaca Al Qur’an dan menangis, pakaiannya hanya dua helai sudah kusut yang satu untuk penutup badan dan yang satunya untuk […]

  6. […] pada tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya, ahli membaca Al Qur’an dan menangis, pakaiannya hanya dua helai sudah kusut yang satu untuk penutup badan dan yang satunya untuk […]

  7. […] pada tempat sujudnya, tangan kanannya menumpang pada tangan kirinya, ahli membaca Al Qur’an dan menangis, pakaiannya hanya dua helai sudah kusut yang satu untuk penutup badan dan yang satunya untuk […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s