Mentaati Perintah Dan Meyakini Rahmad, Teguran ALLAH Ta’ala Kepada Dua Orang Ahli Neraka

Posted: 31 Januari 2011 in Tausiyah
Tag:, , , , ,

 

https://tausyah.wordpress.com/Mentaati-Perintah-Dan-Meyakini-Rahmad

madinah Wallpaper

Allah tidak membutuhkan amal hamba-Nya. Dia memerintah hamba-Nya untuk beramal, tak lain agar ia mengakui bahwa dirinya lemah (i’tiraf) dan selalu membutuhkan pertolongan. Pengakuan seperti ini amatlah penting.

 

Diceritakan bahwa ada dua ruh disiksa di neraka. Allah kemudian memerintahkan agar keduanya dikeluarkan. Setelah keluar, Allah bertanya kepada mereka, “Apakah yang menyebabkan kalian masuk neraka?”

“Nafsu kami,” jawab mereka.

“Bukankah telah Kularang kalian bermaksiat kepada-Ku? Bukankah Aku telah mengutus rasul-rasul-Ku dengan bukti-bukti nyata? Dan bukankah telah Kukatakan lewat lisan para ulama bahwa siapa saja yang taat akan memperoleh surga, istana, wildan dan bidadari, sedang orang yang bermaksiat akan tinggal di neraka bersama Qorun, Firaun dan Haman?”“Benar, tetapi kami tidak taat dan selalu bermaksiat kepada-Mu.”

“Kembalilah kalian ke neraka, dan rasakanlah siksa-Ku,” perintah Allah.

Ruh yang satu bergegas kembali, namun ruh yang lain berjalan dengan enggan sambil sesekali menoleh ke belakang.

“Mengapa kamu berjalan cepat-cepat?” tanya Allah kepada ruh yang pertama.

“Wahai Tuhan Kami, dahulu aku selalu membangkang perintah-Mu, sekarang sudah seharusnya aku taat kepada-Mu.”

“Dan kamu, mengapa kamu tidak segera kembali ke neraka?” tanya Allah kepada ruh kedua.

“Aku sangat mengharap ampunan-Mu, karena mustahil Engkau  akan mengembalikan kami ke neraka setelah membebaskan kami darinya.”

“Masuklah kalian berdua ke dalam surga. Masuklah, karena kamu telah mentaati perintah-Ku. Dan masuklah, karena kamu percaya pada rahmat dan kemurahan-Ku.”

Habib Muhammad bin Hadi bin Hasan bin Abdurrahman Asseqaf, Tuhfatul

Asyraf, Kisah dan Hikmah

 

https://tausyah.wordpress.com

Komentar
  1. […] Mentaati Perintah Dan Meyakini Rahmad, Teguran ALLAH Ta’ala Kepada Dua Orang Ahli Neraka […]

  2. […] Hal itu merupakan kebiasaan Allah Subhannahu wa Ta’ala dalam membalas seseorang yang telah memikul penderitaan karena-Nya serta menetapkan baginya balasan yang […]

  3. […] sudah mati itu nanti di akhirat untuk diperiksa dan diadili segala perbuatannya. Hal […]

  4. […] terangkan kalimat yang haq dan tidak takut terhadap celaan dari orang yang suka mencela dalam rangka melaksanakan perintah Allah. Tatkala tiba bulan Dzulqa’dah tahun 59 setelah hijriyah, ruhnya menghadap Sang Pencipta […]

  5. […] menyuruh kami mengerjakan-nya.” Katakanlah: “Sesungguhnya Allah tidak menyuruh (mengerjakan) perbuatan yang keji.” (Q.S. Al-A’raf: […]

  6. […] Maka..Wahai hamba-hamba ALLAH..adakah kamu telah berkuasa atas salah satu ilmu itu sepenuhnya yaitu tentang adilnya dirimu terhadap dirimu, terhadap orang – orang disekitarmu dan demikian pula halnya terhadap istri-istrimu? Jikalaulah “ya”, maka kerjakanlah, sedang jika tidak atau engkau berada dalam keraguan tentang adilnya dirimu atas istri-istrimu, maka sebaiknya tinggalkanlah..sesungguhnya yang sedemikian itu adalah lebih baik bagimu daripada aniaya sedang sesuatu yang aniaya itu adalah menyakiti yang lain. […]

  7. […] asap itu, ia akan bersin seperti terkena selsema, sementara orang kafirpun keadaannya seperti orang mabuk, asap akan keluar dari hidung, telinga dan dubur […]

  8. […] dari Yaman ini telah lama menjadi yatim, tak punya sanak famili kecuali hanya ibunya yang telah tua renta dan lumpuh. Hanya penglihatan kabur yang masih tersisa. Untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari, […]

  9. […] dari Yaman ini telah lama menjadi yatim, tak punya sanak famili kecuali hanya ibunya yang telah tua renta dan lumpuh. Hanya penglihatan kabur yang masih tersisa. Untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari, […]

  10. […] dari Yaman ini telah lama menjadi yatim, tak punya sanak famili kecuali hanya ibunya yang telah tua renta dan lumpuh. Hanya penglihatan kabur yang masih tersisa. Untuk mencukupi kehidupannya sehari-hari, […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s