Hukum Menikahi Wanita Yang Suka Bersolek Dan Menolak Perintah Hijab, Serta Suami Yang Lebih Suka Bila Si Istri Melepas Hijab

Posted: 13 Januari 2011 in Rumah Tangga
Tag:, , , , , , , ,

https://tausyah.wordpress.com/Pernikahan-Dalam-Islam

Pernikahan

SEORANG LELAKI MENIKAHI WANITA YANG SUKA BERSOLEK, SETELAH MENASEHATINYA MAKA IA MENTAATI SEBAGIAN SYARI’AT DAN KEWAJIBAN-KEWAJIBAN

Oleh
Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta

Pertanyaan
Lajnah Daimah Lil Buhuts Al-Ilmiah Wal Ifta ditanya : Ada seorang laki-laki yang menikahi wanita muslimah yang masih suka bersolek. Ia menasehatinya untuk melaksanakan syari’at Allah, khususnya perintah untuk mengenakan hijab. Ia melaksanakan beberapa ajakan tapi ia menolak perintah untuk berhijab. Bagaimana seharusnya laki-laki tersebut berbuat terhadapnya ? Apakah diwajibkan atasnya untuk mentalak istrinya ? Apabila tidak wajib baginya untuk mentalaknya, apakah ia turut menanggung dosa perbuatannya? Mengingat bahwa setiap orang akan diperhitungkan berdasarkan amal perbuatannya, sementara ada hadits yang menyebutkan :

“Artinya : Setiap kalian adalah pemimpin dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban atas yang dipimpinnya”

Mohon penjelasan memahami dua hal diatas !

Jawaban
Wajib baginya untuk memerintahkan istrinya berhijab, karena hijab hukumnya wajib. Ia harus berusaha semaksimal mungkin untuk mengajaknya hingga ia mau mengenakannya. Seorang laki-laki adalah pemimpin di rumah tangganya dan akan dimintai pertanggung jawaban atas kepemimpinannya terhadap istrinya. Apabila ia bertakwa kepada Allah dan bersabar niscaya Allah akan mudahkan perkaranya dan memberi keberkahan kepada perbuatannya, sebagaimana difirmankan Allah Subhanahu wa Ta’ala

“Artinya : Dan barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya” [Ath-Thalaq : 4]

[Majjalatul Buhuts Al-Islamiyah, 19/157]

WANITA YANG DIPERINTAHKAN SUAMINYA UNTUK MEMBUKA HIJABNYA

Oleh
Syaikh Abdul Aziz bin Baz

Pertanyaan
Syaikh Abdul Aziz bin Baz ditanya : Saya baru saja menikah dengan seorang laki-laki dan setelah menikah, ia menyuruh saya untuk membuka hijab, di depan saudara laki-lakinya jika tidak maka dia akan mentalak saya, apa yang harus saya lakukan, sedangkan saya tidak ingin di talak ?

Jawaban
Tidaklah boleh seorang laki-laki menggampangkan bagi istrinya untuk membuka hijab di depan laki-laki lain dan tidaklah pantas ia bersikap lemah dan terlalu meremehkan kepada keluarganya sampai berani menyuruh istrinya membuka hijab di depan saudara laki-lakinya, paman-pamannya, suami-suami adik iparnya, saudara-saudara sepupunya dan lain sebagainya yang bukan mahram bagi istrinya itu.

Maka yang demikian tidaklah boleh dan istrinya inipun tidak boleh taat kepadanya, karena taat hanya di dalam perkara yang baik, dan tetap wajib bagi si istri untuk memakai hijab dan menutup auratnya, walaupun diancam akan ditalak. Jika memang dia ditalak, maka Allah memberikan jodoh yang lebih baik, dari pada suaminya itu. Insya Allah. Karena Allah berfirman

“Artinya : Dan jika mereka bercerai, maka Allah lah yang akan memberikan kecukupan kepada masing-masing karunianya” [An-Nisa : 130]

Dan diriwayatkan pula dari Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam beliau bersabda.

“Artinya : Barangsiapa yang meninggalkan sesuatu karena Allah, maka Allah memberikan ganti yang lebih baik daripada itu”

Dan Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman pula

“Artinya : Barangsiapa yang takut kepada Allah, maka Allah akan memberikan kemudahan di dalam urusannya” [Ath-Thalaq : 4]

Dan tidak boleh bagi suaminya itu mengancam dirinya dengan talak karena ia memakai hijab dan menjalankan ketentuan-ketentuan perbuatan untuk menjaga diri dan keselamatan. Semoga Allah melindungi kita

[Disalin dari kitab Al-Fatawa Al-Jami’ah Lil Mar’atil Muslimah, edisi Indonesia Fatwa-Fatwa Tentang Wanita, Penyusun Amin bin Yahya Al-Wazan, Penerbit Darul Haq]

Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=more&article_id=1580&bagian=0

https://tausyah.wordpress.com

Komentar
  1. […] Hukum Menikahi Wanita Yang Suka Bersolek Dan Menolak Perintah Hijab, Serta Suami Yang Lebih Suka Bil… […]

  2. […] Abu Hanifah dan kebaikannya kepada orang lain telah sampai pada taraf di mana bila ia memberikan nafkah kepada keluarganya, maka ia pun mengeluarkan jumlah yang sama untuk orang lain yang menghajatkannya. Dan jika ia […]

  3. […] Jika dibarengi dengan keyakinan bahwasanya cincin pertunangan bisa berpengaruh terhadap hubungan suami istri, maka sudah termasuk syirik. Tiada daya dan kekuatan hanya dari […]

  4. […] telah datang dari Tuhanmu bukti-bukti yang terang; maka barangsiapa melihat (kebenaran itu), maka manfa’atnya bagi diri sendiri; dan […]

  5. […] Zulqarnain. Apabila keluarnya mereka ini, bilangannya tidak terhitung banyaknya, sehingga kalau air laut Thahatiah diminum niscaya tidak akan tinggal walau pun […]

  6. […] di malam hari, semuanya dilalui demi bertemu dan dapat memandang sepuas-puasnya paras baginda Nabi SAW yang selama ini […]

  7. […] amat terkejut dengan keterangan si pemilik kebun. Dia berpikir dalam hatinya, apakah perempuan seperti itu patut dia persunting sebagai istri gara-gara setengah buah apel yang tidak dihalalkan kepadanya? […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s