Definisi Tauhid Serta Memaknai Hakikat Dakwah Para Nabi Dan Rasul

Posted: 2 Januari 2011 in Tauhid
Tag:, , ,
Islam-tauhid

Islam-tauhid

Sebagaimana yang telah kita ketahui bersama, bahwa Islam merupakan agama tauhid yang mengajak manusia untuk memurnikan ibadah mereka hanya kepada Allah dan mengingkari segala sesembahan yang lain selain Allah. Tauhid ini juga merupakan pembeda antara agama Islam dengan agama-agama lain yang ada di dunia ini. Tidaklah diturunkan kitab-kitab, diutus para Nabi dan Rasul kecuali untuk mengajak manusia kepada tauhid. Tidaklah ada seorangpun Nabi dan Rasul  yang diutus kecuali ia akan mengajak umatnya untuk bertauhid. Bahkan tauhid juga merupakan tujuan dari penciptaan jin dan manusia.

Allah berfirman : “Hai manusia, sembahlah Tuhanmu yang telah menciptakanmu dan orang-orang yang sebelummu, agar kamu bertakwa. Dialah yang menjadikan bumi sebagai hamparan bagimu dan langit sebagai atap, dan Dia menurunkan air (hujan) dari langit, lalu dia menghasilkan dengan hujan itu segala buah-buahan sebagai rezki untukmu; Karena itu janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui.” (AlBaqarah : 21-22)  Dan firman-Nya : “Dan sungguhnya Kami telah mengutus Rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan) : Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah thaghut itu…” (An-Nahl : 36)

Yang dimaksud dengan thaghut adalah segala sesuatu yang disembah atau diibadahi selain Allah.  Dan firman-Nya : “Dan kami tidak mengutus seorang rasulpun sebelum kamu melainkan kami wahyukan kepadanya : Bahwasanya tidak ada sesembahan (yang hak) melainkan aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan aku.” (Al-Anbiya’ : 25)

Dan juga firman-Nya : “Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka hanya beribadah kepada-Ku.” (Adz-Dzariyat : 56)

Yakni : melainkan supaya mereka men-tauhid-kan/mengesakan Aku.   Oleh karena itu wajib hukumnya bagi seorang muslim untuk mengetahui hakikat tauhid yang sebenarnya, yang merupakan inti dan pembuka dakwah para Nabi dan Rasul. Karena kewajiban pertama yang dibebankan Allah kepada manusia sebelum kewajiban-kewajiban yang lain adalah untuk men-tauhid-kan-Nya. Dan dakwah kepada tauhid ini tidak boleh terhenti sedikitpun dengan alasan bahwa mayoritas manusia hari ini sudah masuk ke dalam agama Islam. Karena meskipun mayoritas manusia telah memeluk Islam, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengerti dengan tauhid dan lawannya, yaitu syirik. Dan juga merupakan kewajiban para da’i untuk memulai dakwah dan pengajaran mereka kepada umat dengan mengajarkan hakikat tauhid dan syirik.

Bukan justru memulainya dengan pembicaraan-pembicaraan mengenai politik, perbaikan ekonomi, dan hal-hal lain yang bukan merupakan prioritas dakwah para Nabi dan Rasul. Hal ini merupakan satu hal yang sangat penting, karena wajib hukumnya bagi para da’i untuk mengikuti manhaj dakwah para Nabi dan Rasul.   Secara bahasa, tauhid merupakan isim mashdar yang berasal dari fi’il (kata kerja) , mashdar-nya . Yang bermakna menjadikan sesuatu esa (tunggal). Adapun secara istilah syariat, para ulama Ahlus Sunnah membagi tauhid ke dalam 3 jenis.

Sumber : Buletin Syabaabus Sunnah

https://tausyah.wordpress.com

Komentar
  1. […] Rasulullah S.A.W telah bersabda, ” Hari kiamat itu mempunyai tanda, bermulanya dengan tidak laris jualan di pasar, sedikit sahaja hujan dan begitu juga dengan tumbuh-tumbuhan. Ghibah menjadi-jadi di mana-mana, memakan riba, banyaknya anak-anak zina, orang kaya diagung-agungkan, orang-orang fasik akan bersuara lantang di masjid, para ahli mungkar lebih banyak menonjol dari ahli haq“ […]

  2. […] yang mencarinya. Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni langit (sangat terkenal di langit). Mendengar perkataan baginda Rosulullah SAW, […]

  3. […] yang mencarinya. Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni langit (sangat terkenal di langit). Mendengar perkataan baginda Rosulullah SAW, […]

  4. […] yang mencarinya. Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni langit (sangat terkenal di langit). Mendengar perkataan baginda Rosulullah SAW, […]

  5. […] Qadir Al Jailani rahimahullah memiliki pendapat memiliki pendapat yang bagus dalam masalah tauhid, sifat-sifat Allah, takdir, dan ilmu-ilmu ma’rifat yang sesuai dengan sunnah. Beliau memiliki kitab Al Ghunyah Li […]

  6. […] yang mencarinya. Nabi Muhammad SAW menjelaskan bahwa Uwais al-Qarni adalah anak yang taat kepada ibunya. Ia adalah penghuni langit (sangat terkenal di langit). Mendengar perkataan baginda Rosulullah SAW, […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s