Merupakan Ketetapan Dari Sisi ALLAH Azza Wa Jalla, Bahwasanya Tiap-Tiap Manusia Berada Dalam Perbedaan

Posted: 11 Oktober 2010 in Fiqih & Fatwa
Tag:,

AdzanAlloh berfirman:

وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لَجَعَلَ النَّاسَ أُمَّةً وَاحِدَةً وَلا یَزَالُونَ

مُخْتَلِفِينَ إِلاَّ مَنْ رَحِمَ رَبُّكَ وَلِذَلِكَ خَلَقَهُمْ

“Jikalau Robbmu menghendaki, tentu Dia menjadikan umat yang satu, tetapi mereka senantiasa berselisih pendapat, kecuali orang-orang yang diberi rahmat oleh Rabbmu. Dan untuk itulah Alloh menciptakan mereka”. (QS. Hud:118-119)

Artinya, Alloh SWT menciptakan mereka memang untuk berbeda, baik dari segi agamanya, keyakinan dan pendapatnya. Inilah tafsiran yang masyhur dan shohih dari ayat di atas sebagaimana dikatakan Ibnu Katsir (II/465)

 

Alloh SWT berfirman

إِنَّ الَّذِینَ حَقَّتْ عَلَيْهِمْ آَلِمَةُ رَبِّكَ لا یُؤْمِنُونَ وَلَوْ جَاءَتْهُمْ آُلُّ آیَةٍ حَتَّى یَرَوْا الْعَذَابَ الأَلِيمَ فَلَوْلا

آَانَتْ قَرْیَةٌ آمَنَتْ فَنَفَعَهَا إِیمَانُهَا إِلا قَوْمَ یُونُسَ لَمَّا آمَنُوا آَشَفْنَا عَنْهُمْ عَذَابَ الْخِزْيِ فِي الْحَيَاةِ

الدُّنْيَا وَمَتَّعْنَاهُمْ إِلَى حِينٍ وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ لآمَنَ مَنْ فِي الأَرْضِ آُلُّهُمْ جَمِيعًا أَفَأَنْتَ تُكْرِهُ النَّاسَ

حَتَّى یَكُونُوا مُؤْمِنِينَ

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang telah pasti terhadap mereka kalimat Robbmu,

tidaklah akan beriman. Meskipun datang kepada mereka segala macam keterangan, hingga

mereka menyaksikan azab yang pedih. Dan mengapa tidak ada (penduduk) suatu kota yang

beriman, lalu imannya itu bermanfaat kepadanya selain kaum Yunus tatkala mereka (kaum

Yunus itu) beriman, Kami hilangkan dari mereka azab yang menghinakan dalam kehidupan

dunia, dan Kami beri kesenangan kepada mereka sampai pada waktu yang tertentu. Dan

jikalau Robbmu menghendaki, tentulah beriman semua orang yang di muka bumi

seluruhnya. Maka apakah kamu (hendak) memaksa manusia supaya mereka menjadi orangorang yang beriman semuanya” .17

 

Alloh SWT memang menghendaki makhluk-Nya terbagi kepada mukmin dan kafir, sebuah kehendak kauniyah qodariyyah yang pasti terjadi. Alloh SWT berfirman:

إِنَّمَا أَمْرُهُ إِذَا أَرَادَ شَيْئًا أَنْ یَقُولَ لَهُ آُنْ فَيَكُونُ

Artinya: “Sesungguhnya perintah-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata

kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia.” 18

Dan Alloh berfirman:

وَآَانَ أَمْرُ اللَّهِ قَدَرًا مَقْدُورًا

Artinya: “Dan adalah ketetapan Alloh itu suatu ketetapan yang pasti berlaku.” 19

Maka makhlukpun terbagi kepada kelompok yang mukmin dan yang kafir.

Alloh SWT berfirman:

هُوَ الَّذِي خَلَقَكُمْ فَمِنْكُمْ آَافِرٌ وَمِنْكُمْ مُؤْمِنٌ

Artinya: “Dia-lah yang menciptakan kamu maka diantara kamu ada yang kafir dan

diantaramu ada yang beriman.” 20

 

Semua ini terjadi setelah tadinya mereka semua beriman, berawal ketika Alloh SWT ciptakan Adam AS sebelum akhirnya timbul kesyirikan pada diri anak Adam, sebagaimana firman Alloh SWT:

وَمَا آَانَ النَّاسُ إِلا أُمَّةً وَاحِدَةً فَاخْتَلَفُوا

Artinya: Dan Manusia itu dahulunya hanyalah satu umat, kemudian mereka berselisih.” 21

Ibnu Katsir berkata: Ibnu ‘Abbas berkata: “Rentang waktu antara Adam dan Nuh adalah sepuluh abad, semua orang berada di atas Islam, setelah itu terjadilah perselisihan antara mereka; di antara mereka ada yang mulai menyembah patung, membuat tandingan selain Alloh SWT dan beribadah kepada berhala-berhala; ketika ini terjadi maka Alloh mengutus para rosul dengan membawa ayat, keterangan serta hujjah-hujjah-Nya yang sangat jelas dan bukti-bukti-Nya yang tak terbantahkan,

لِيَهْلِكَ مَنْ هَلَكَ عَنْ بَيِّنَةٍ وَیَحْيَا مَنْ حَيَّ عَنْ بَيِّنَةٍ

… agar yang binasa itu binasa atas keterangan yang nyata, dan yang hidup itu hidup atas keterangan yang nyata…” Sampai di sini perkataan Ibnu Katsir.

di katakan: “Tatkala muncul kekufuran pada diri anak Adam, Alloh SWT mengutus para rosul, sebagaimana firman Alloh SWT:

آَانَ النَّاسُ أُمَّةً وَاحِدَةً فَبَعَثَ اللَّهُ النَّبِيِّينَ مُبَشِّرِینَ وَمُنذِرِینَ وَأَنزَلَ مَعَهُمْ الْكِتَابَ بِالْحَقِّ لِيَحْكُمَ

بَيْنَ النَّاسِ فِيمَا اخْتَلَفُوا فِيهِ

Artinya: “Manusia itu adalah ummat yang satu. (Setelah timbul perselisihan), maka Alloh

mengutus para nabi, sebagai pemberi kabar gembira dan pemberi peringatan, dan Alloh

menurunkan bersama mereka Kitab yang benar, untuk memberi keputusan di antara

manusia tentang perkara yang mereka perselisihkan.”22

Meskipun Alloh SWT telah mengutus para rosul-Nya dengan membawa keterangan dan hujjah yang jelas, perselisihan yang bersifat qodari ini terus terjadi; manusia terbagi kepada kelompok mukmin dan kafir, peperangan antar dua kelompokpun tak terelakkan, sebagaimana firman Alloh SWT.

تِلْكَ الرُّسُلُ فَضَّلْنَا بَعْضَهُمْ عَلَى بَعْضٍ مِنْهُمْ مَنْ آَلَّمَ اللَّهُ وَرَفَعَ بَعْضَهُمْ دَرَجَاتٍ وَآتَيْنَا عِيسَى

ابْنَ مَرْیَمَ الْبَيِّنَاتِ وَأَیَّدْنَاهُ بِرُوحِ الْقُدُسِ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا اقْتَتَلَ الَّذِینَ مِنْ بَعْدِهِمْ مِنْ بَعْدِ مَا

جَاءَتْهُمْ الْبَيِّنَاتُ وَلَكِنْ اخْتَلَفُوا فَمِنْهُمْ مَنْ آمَنَ وَمِنْهُمْ مَنْ آَفَرَ وَلَوْ شَاءَ اللَّهُ مَا اقْتَتَلُوا وَلَكِنَّ اللَّهَ

یَفْعَلُ مَا یُرِیدُ

Artinya: “Rosul-Rosul itu Kami lebihkan sebagian (dari) mereka atas sebagian yang lain; Di

antara mereka ada yang Alloh berkata-kata (langsung dengan dia) dan sebagiannya Alloh

meninggikannya beberapa derajat. Dan Kami berikan kepada ‘Isa putera Maryam beberapa

mu’jizat serta Kami perkuat dia dengan Ruhul Qudus. Dan kalau Alloh menghendaki,

niscaya tidaklah berbunuh-bunuhan orang-orang (yang datang) sesudah Rosul-Rosul itu,

sesudah datang kepada mereka beberapa macam keterangan, akan tetapi mereka berselisih,

maka ada di antara mereka yang beriman dan ada (pula) di antara mereka yang kafir.

Seandainya Alloh menghendaki, tidaklah mereka berbunuh-bunuhan. Akan tetapi Alloh

berbuat apa yang dikehendaki-Nya.” 23

 

Tidak ada seorang Rosulpun yang diutus melainkan pasti ada golongan dari kaumnya yang kufur, bahkan Rosululloh SAW bersabda tentang sebagian nabi yang

datang pada hari kiamat:

وَیَأْتِي النَّبِيُّ لَيْسَ مَعَهُ أَحَدٌ

“…dan datang seorang nabi sementara tidak ada seorangpun yang mengikutinya.” 24

Alloh SWT kisahkan kepada kita contoh dari hal ini, Alloh SWT berfirman:

وَلَقَدْ أَرْسَلْنَا إِلَى ثَمُودَ أَخَاهُمْ صَالِحًا أَنْ اعْبُدُوا اللَّهَ فَإِذَا هُمْ فَرِیقَانِ یَخْتَصِمُونَ

Artinya: “Dan sesungguhnya Kami telah mengutus kepada (kaum) Tsamud saudara mereka

Shaleh (yang berseru): “Sembahlah Alloh.” Tetapi tiba-tiba mereka (jadi) dua golongan yang

bermusuhan.” 25

Tatkala rosul mengajak mereka untuk beribadah kepada Alloh SWT saja, maka mereka terpecah kepada dua kelompok dan terjadilah permusuhan antara mereka. Demikianlah hingga Alloh SWT tutup para rosul dengan diutusnya Muhammad SAW, manusia masih terbagi kepada mukmin dan kafir, sebagaimana

disebutkan dalam sebuah hadits:

وَمُحَمَّدٌ فَرْقٌ بَيْنَ النَّاسِ

Artinya: “…dan Muhammad telah ‘memecah belah’ umat manusia.” 26

Ini akan terus berlangsung hingga hari kiamat.

 

Tapi meskipun Alloh SWT menghendaki makhluk-Nya terbagi kepada mukmin dan kafir dan ini pasti terjadi, namun kita (sebagai umat Islam) tetap percaya bahwa semua makhluk akan dihisab sesuai amalan yang telah mereka kerjakan sendiri, Alloh SWT berfirman:

وَمَا تُجْزَوْنَ إِلا مَا آُنتُمْ تَعْمَلُونَ

Artinya: “Dan kamu tidak diberi pembalasan melainkan terhadap kejahatan yang telah kamu

kerjakan”27

Kita juga beriman bahwa Alloh SWT tidaklah sedikitpun menzalimi

seseorang. Alloh SWT berfirman:

إِنَّ اللَّهَ لا یَظْلِمُ النَّاسَ شَيْئًا وَلَكِنَّ النَّاسَ أَنْفُسَهُمْ یَظْلِمُونَ

Artinya: “Sesungguhnya Alloh tidak berbuat zhalim kepada manusia sedikitpun, akan tetapi

manusia itulah yang berbuat zhalim kepada diri mereka sendiri.” 28

Di dalam sebuah hadits qudsi disebutkan:

یَا عِبَادِيْ إِنِّي حَرَّمْتُ الظُّلْمَ عَلَى نَفْسِيْ وَجَعَلْتُهُ بَيْنَكُمْ مُحَرَّمًا فَلاَ تَظَالَمُوْا

Artinya: “Hai hamba-hamba-Ku, sesungguhnya Aku telah haramkan kedzaliman pada diri-

Ku, maka janganlah kalian saling menzhalimi.” 29


17 QS. Yunus:96-99

18 QS. Yaasin:82

19 QS. Al-Ahzab:38

20 QS. At-Taghobun:2

21 QS. Yunus: 19

22 QS. Al-Baqoroh:213

23 QS. Al-Baqoroh:253

24 Muttafaq ‘Alaih, dari Ibnu ‘Abbas

25 QS. An-Naml:45

26 HR. Bukhori dari Jabir

27 QS. Ash-Shoffat:39

28 QS. Yunus:44

29 HR. Muslim dari Abu Dzar ra.

 

https://tausyah.wordpress.com

Komentar
  1. […] Merupakan Ketetapan Dari Sisi ALLAH Azza Wa Jalla, Bahwasanya Tiap-Tiap Manusia Berada Dalam Pe… Arsip […]

  2. […] perbedaan dari masing-masing air laut yang mereka temui. Air laut di sebelah sana memiliki keistimewaan dan karakteristik tersendiri, demikian juga air laut bagian lainnya; masing-masing berbeda kadar suhu, BJ air, oksigennya, […]

  3. […] menjadi kehendak Allah memberinya cobaan berupa penyakit kronis yang bersarang dan sudah bertahun-tahun ia rasakan. Ini […]

  4. […] Al Ghunyah.8)  Maka aku mengetahui dia sebagai seorang Salafi. Beliau menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah dan aqidah-aqidah lainnya di atas manhaj Salaf. Beliau juga membantah kelompok-kelompok […]

  5. […] yang artinya “Kemuliaan Ashabul Hadits.” Dalam kitab tersebut, beliau menjelaskan kemuliaan dan ketinggian derajat Ahlul […]

  6. […] ia segera berkata: “Wahai jiwa yang baik, bergegas keluarlah dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah”. Segera ruh orang mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir […]

  7. […] Maut, ia segera berkata: “Wahai jiwa yang baik, bergegas keluarlah dari ragamu menuju kepada ampunan dan keridhaan Allah”. Segera ruh orang mukmin itu keluar dengan begitu mudah dengan mengalir […]

  8. […] yang ada pertentangan dengan Al-Qur’an karena hadist yang bertentangan dengan Al-Qur’an adalah hadist maudhu atau palsu dan tidak boleh diajarkan dan diamalkan yaitu hadist yang bukan perkataan Nabi […]

  9. […] Al Ghunyah.8)  Maka aku mengetahui dia sebagai seorang Salafi. Beliau menetapkan nama-nama dan sifat-sifat Allah dan aqidah-aqidah lainnya di atas manhaj Salaf. Beliau juga membantah kelompok-kelompok Syi’ah, […]

  10. […] bin Salamah adalah orang yang pernah ikut berperang bersama Uwais al-Qorni pada masa pemerintahan sayyidina Umar […]

  11. Rahasia Alam | Blog mengatakan:

    […] perbedaan dari masing-masing air laut yang mereka temui. Air laut di sebelah sana memiliki keistimewaan dan karakteristik tersendiri, demikian juga air laut bagian lainnya; masing-masing berbeda kadar suhu, BJ air, oksigennya, […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s