Jasad, Ruh Dan Nyawa

Posted: 27 Juni 2010 in Renungan
Tag:, ,

Bissmillahirrohmanirrohim..

Jasad

Akhi / Ukhti sekalian..inilah suatu perkara yang sebahagian kamu selalu lalai daripadanya. Ya..alangkah elok rupamu ya akhi wa uhkti, akan tetapi ingatlah..yang wujud lagi tampak daripadamu itu hanyalah jasadmu sahaja. Sedang, kelak jika engkau mati..binasalah sekalian segala keelokan rupamu kala itu. Perihal bukti agar terlebih baik bagimu, maka hendaklah engkau gali kubur daripada si fulan itu. Adakah si fulan itu rupanya masih seelok yang engkau saksikan dahulu?? Sekali – kali tidak, bahkan yang engkau saksikan kala itu adalah tumpukan tulang – tulang yang mulai rapuh dan tiada wujud selayak manusia atau selain daripada itu.

Dan ketahuilah olehmu, bahwasanya daripada jasadmu dengan segala geranan perkara yang lahir dariapdannya itu adalah ayat – ayat ALLAH  jua. Bermula engkau dalam kandungan dan  engkau bayi, hingga bisa berdiri, lalu kemudian belajar berbicara, berjalan hingga remaja dan kemudian dewasa dan tua. Yang sedemikian itu adalah perihal jasadmu dengan perubahan yang bertahap – tahap yang ALLAH jadikan daripadamu sampai engkau mati kemudiannya. Sebelum hari berbangkit (kiamat) maka jasad itu menetap didunia.

Sedang wujud apa – apa yang berada daripada jasad (tangan, kaki, tubuh, kepala dan lain sebagainya) (duniawi) adalah hati, otak dan secara  medis engkau dapa melihat wujud daripada hati dan otak itu.

Ruh

Melalui jasad ALLAH titiskan ruh didalamnya, ia tiada tampak oleh mata akan tetapi bisa engkau rasakan. Karena ia adalah diri didalam dirimu, engkau tiada mengetahui sampai ALLAH memberitahukannya atas kamu. Maka, kiranya jika orang non muslim bertanya padamu perihal ALLAH. “mengapakah kalian menyembah yang tiada berwujud??. Katakanlah..”adakah engkau percaya dengan ruh daripada jasadmu?? Ia akan menjawab “ya..”, maka katakanlah lagi..”adakah engkau melihatnya??”, ia akan menjawab “tidak”, dan katakanlah “sesungguhnya kami mempercayai yang ada namun engkau mengira ia tiada, layaknya engkau yang mempercayai gerangan ruhmu, maka demikian pulalah perkaranya atas kami..ALLAH itu berada di langit dalam perbendahraan-Nya yang tersembunyi, sedang IaMaha Tinggi lagi Maha Halus dari atas apa – apa yang engkau sangka – sangkakan!!”.

Akhi – ukhti sekaliannya, inilah gerangan ruh sedang sebelum hari berbangkit (kiamat) kelak, jika seorang manusia itu mati maka ruhnya akan kembali kepada genggaman ALLAH Azza wa Jalla sedang jasadnya masih dihimpit bumi.

Sedang wujud daripada apa – apa pada ruhmu itu adalah ia seumpama kamu jua dan adalah isi daripada jasadmu, jika dalam jasad adanya adalah hati dan otak, maka dalam ruh adalah perasaan dan pikiran.

Nyawa

Hanya ALLAH yang mengetahui wujudnya, akan tetapi ialah yang mengikat antara jasad dan ruhmu hingga kemudian dikatakanlah engkau hidup sedang jika ia (nyawa) itu dilepas daripadamu, niscaya disebutlah ia mati.

Mukadimah

Akhi – ukhti sekaliannya, maka kenalilah dirimu niscaya engkau akan mengenali Tuhanmu. Pepatah tua berbunyi “awal mengenal suatu agama adalah mengenal Tuhan, Mengenal Tuhan adalah mengenal ALLAH, sedang mengenal ALLAH adalah mengenal diri”. Sesungguhnya Tuhan itu adalah tiada sedang yang ada hanyalah ALLAH semata, jika Engkau memikirkan??

Jika terdapat perkatan yang salah pada artikel ini, atas kamu sekalian  aku memohon maaf sedang kepada ALLAH aku memohon ampun.. Wallahu A’lam Bish Showab ^_^

Komentar
  1. arRa II berkata:

    assalamu’alaikum..
    nice posting nih, sangat bermanfaat..
    salam 🙂

  2. […] Sarah (ibu Ishaq) wafat, kedua anak Ibrahim itu, yakni Ismail dan Ishaq sama-sama hadir mengurus jenasah […]

  3. […] jenazah Umar Ibnul Khattab r.a. dimakamkan, Abu Thalhah Al Anshariy segera mengumpulkan 6 orang Ahlu Syuro […]

  4. […] setelah Namrud mati Semiramis menyebarkan ajaran, bahwa roh Namrud tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Maka dibuatlah olehnya perumpamaan pohon “Evergreen” yang tumbuh dari sebatang kayu […]

  5. […] r.a., Imam Ali r.a. menerima laporan dari salah seorang anggota pasukan yang baru saja melihat jenazah Thalhah bin Ubaidillah tergeletak di tempat terjadinya pertempu­ran. Bersama beberapa orang sahabat […]

  6. […] Waktu di­hadapkan kepada Amr bin Al-Ash, ia (Amr bin Al Ash) berkata kepadanya : ‘Engkau menghendaki nyawaku, tetapi Allah ter­nyata menghendaki nyawa Kharijah bin Hudzafah!’ Setelah itu ia […]

  7. […] wanita) di rumah-rumah kalian dan janganlah keluar, kecuali jika ada hajat (keperluan). Di antara hajat-hajat yang syari adalah shalat di masjid dengan memenuhi syarat-syarat sebagaimana sabda Rasulullah shallallnhu […]

  8. […] itu aku merasa bahwa diriku lebih besar dari alam ini dan seolah-olah usiaku lebih panjang daripada kehidupan dunia dan seolah-olah akulah orang pertama yang dapat merasakan kehidupan seperti […]

  9. […] itu aku merasa bahwa diriku lebih besar dari alam ini dan seolah-olah usiaku lebih panjang daripada kehidupan dunia dan seolah-olah akulah orang pertama yang dapat merasakan kehidupan seperti […]

  10. […] diantara kamu yang mengikuti adat dan budaya yang menjauhkan kamu dari agamamu sehingga engkau tersesat dengan kesesatan yang nyata. Selayaknya bagimu hanyalah “istri adalah kekasih bagi suaminya, sedang suami adalah kekasih bagi […]

  11. […] Mukminin Lagi Mukminah Muda Yang Mengaku Beriman « Tausiyah In Tilawatun Islamiyah pada Jasad, Ruh Dan NyawaLarangan Bagi Tiap-Tiap Mukminin Lagi Mukminah Muda Yang Mengaku Beriman « Tausiyah In […]

  12. […] mereka memilih Harut dan Marut. Keduanya segera turun ke bumi setelah dilengkapi dengan perangkat syahwat, sebagaimana yang terdapat pada manusia.Keduanya diperintahkan untuk senantiasa menyembah Allah SWT […]

  13. […] yang kalian dapati dia melakukan perbuatan kaum Luth bunuhlah pelaku dan obyeknya“ (HR Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah dan selainnya. Dan dishohihkan oleh Syaikh Al-Albani, […]

  14. […] Morris Bukay menyebutkan bahwa dalam sebuah penelitian medis dengan mengambil sampel organ tertentu dari jasad mumi tersebut pada tahun 1975 melalui bantuan Prof Michfl Durigon dan pemeriksaan yang detail […]

  15. […] atau tidak ?? Namun berikut penuturan Imanda Amalia, warga Negara Indonesia yang dikabarkan tewas dalam kerusuhan Mesir. Semasa hidupnya, Imanda telah berada […]

  16. […] setelah Namrud mati Semiramis menyebarkan ajaran, bahwa roh Namrud tetap hidup selamanya, walaupun jasadnya telah mati. Maka dibuatlah olehnya perumpamaan pohon “Evergreen” yang tumbuh dari sebatang kayu […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s