Hakikat Bid’ah Dan Kufur

Posted: 22 Juni 2010 in Kajian
Tag:,

HAKIKAT BID’AH DAN KUFUR

TANYA JAWAB BERSAMA
AL-IMAM AL-MUHADDITS

MUHAMMAD NASHIRUDDIN AL-ALBANI RAHIMAHULLAHU


إنّ الحمد لله نحمده ونستعينه ونستغفره، ونعوذ بالله من شرور أنفسنا ومن سيّئات أعمالنا، من يهده الله فلا مضلّ له، ومن يضلل فلا هادي له، وأشهد أن لا إله إلا الله وحده لا شريك له، وأشهد أنّ محمدا عبده ورسوله

{يا أيّها الذين آمنوا اتقوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ ولا تَمُوتُنَّ إلاَّ وأَنتُم مُسْلِمُونَ}

{يا أيّها الناسُ اتّقُوا ربَّكمُ الَّذي خَلَقَكُم مِن نَفْسٍ واحِدَةٍ وخَلَقَ مِنْها زَوْجَها وبَثَّ مِنْهُما رِجالاً كَثِيراً وَنِساءً واتَّقُوا اللهََ الَّذِي تَسَائَلُونَ بِهِ والأَرْحامَ إِنَّ اللهَ كان عَلَيْكُمْ رَقِيباً }

{يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللهَ وقُولُوا قَوْلاً سَدِيداً  يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمالَكمْ ويَغْفِرْ لَكمْ ذُنوبَكُمْ ومَن يُطِعِ اللهَ ورَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزاً}

أما بعد،فإن أصدق الحديث كلام الله وخير الهدي هدي محمد وشر الأمور  محدثاتها وكلّ محدثة بدعة ، وكل بدعة ضلالة ، وكل ضلالة في النار .

Sesungguhnya segala puji hanya milik Allah Azza wa Jalla Yang kita memuji-Nya, kita memohon pertolongan dan pengampunan dari-Nya, yang kita memohon dari kejelekan jiwa-jiwa kami dan keburukan amal-amal kami. Saya bersaksi bahwasanya tiada Ilah yang Haq untuk disembah melainkan Ia Azza wa Jalla dan tiada sekutu bagi-Nya serta Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa Salam adalah utusan Allah Azza wa Jalla.

Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dengan sebenar-benar takwa dan janganlah kamu mati kecuali dalam keadaan islam”. (QS Ali ‘Imran : 102)

Wahai sekalian manusia bertakwalah kepada Tuhanmu yang menciptakanmu dari satu jiwa dan menciptakan dari satu jiwa ini pasangannya dan memperkembangbiakkan dari keduanya kaum lelaki yang banyak dan kaum wanita. Maka bertaqwalah kepada Allah yang dengan nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan peliharalah hubungan silaturrahim. Sesungguhnya Allah senantiasa menjaga dan mengawasimu”. (QS An-Nisaa’ : 1)

Wahai orang-orang yang beriman bertakwalah kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar niscaya Ia akan memperbaiki untuk kalian amal-amal kalian, dan akan mengampuni dosa-dosa kalian, dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya maka baginya kemenangan yang besar”. (QS Al-Ahzaab : 70-71)

Adapun setelah itu, sesungguhnya sebenar-benar kalam adalah Kalam Allah Azza wa Jalla dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad Shallallahu ‘alayhi wa Salam. Sedangkan seburuk-buruk suatu perkara adalah perkara yang mengada-ada (muhdats) dan tiap-tiap muhdats itu Bid’ah dan tiap kebid’ahan itu neraka tempatnya.[1]

Masalah hajr, tabdi’, tahdzir dan semisalnya adalah permasalahan yang tidak ada habisnya. Fenomena ini terus menerus ada dan semakin lama semakin berkembang subur. Uniknya, fenomena ini berkembang di tengah-tengah barisan orang-orang yang berintisab (berafiliasi) dengan ahlus sunnah. Padahal ahlus sunnah dikenal akan cirinya yang berijtima’ (bersatu) sedangkan ahlul bid’ah dikenal dengan cirinya yang berpecah belah.

Di tanah air kita ini, orang-orang yang mengaku sebagai salafiyun tidaklah sedikit. Namun, pengakuan adalah suatu hal yang mudah, dan pengakuan belaka tanpa diiringi dengan bukti adalah sekedar pengakuan kosong belaka. Sebagaimana seorang penyair pernah berkata:

Ad-Da’awi ma lam tuqiimu ‘alaiha

bayyinatin abna’uha ad’iyaa’

Seorang pengaku-ngaku yang tidak ditopang di atasnya

Keterangan maka hanyalah pengaku-ngakuan belaka

Sesungguhnya, fenomena yang buruk ini, yaitu saling mentahdzir, menghajr, mencela dan mentabdi’ di antara barisan ahlus sunnah adalah suatu hal yang buruk dan berimplikasi negatif bagi perkembangan dakwah ini. Islam dan para ulamanya berlepas diri dari sikap-sikap seperti ini. Banyak para ahli ilmu yang membantah dan membatalkan pemikiran dan pemahaman baru yang merasuk ke barisan ahlus sunnah ini. Di antara mereka adalah Al-Allamah al-Muhaddits Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullahu.

Risalah ini adalah terjemahan dari ceramah Syaikh Muhammad Nashiruddin al-Albani rahimahullahu yang semula kami terjemahkan dari versi Inggris yang berjudul To The Muslim Youth : Fatwaas of Shaykh Naasirud-Din rahimahullahu yang diterjemahkan oleh Al-Ustadz Abu Aminah Bilal Philips[2] hafizhahullahu. Setelah itu kami muroja’ahkan dengan kaset aslinya. Kami memiliki kaset ini yang merupakan hasil rekaman ulang yang direpro oleh L-Data, Jakarta, dengan judul Man huwa al-Kafir wa man huwa al-Mubtadi’, yang sayang sekali kualitas suaranya tidak begitu baik.

Sebagai amanat ilmiah, Kami juga berpegang pada beberapa buku yang mencuplik sebagian transkrip rekaman ini sebagai perbandingan, diantaranya sebagai berikut :

  1. Al-Manhajus Salafiy ‘inda asy-Syaikh Nashiruddin al-Albani, Penyusun : Syaikh ‘Amru ‘Abdul Mun’im Salim, tanpa penerbit dan tahun, hasil fotokopi dari Ma’had Al-Furqon Gresik.
  2. Albani dan Manhaj Salaf” (terj. Al-Manhajus Salafiy ‘inda asy-Syaikh Nashiruddin al-Albani), Pent. Ahmad Yuswaji, Lc., Penerbit : Najla Press, cet. I, Oktober 2003.
  3. Muzilul Ilbas, Hukum Mengkafirkan dan Membid’ahkan”, (terj. Muziul Ilbas fil Ahkam ‘alan Naasi) Penyusun : Sa’id bin Shabir ‘Abduh, Pent. Nurkhalis, Lc., Penerbit : Griya Ilmu, Cet. I, September 2005.
  4. Lerai Pertikaian Sudahi Permusuhan”, Penyusun : al-Akh al-Ustadz Abu ‘Abdil Muhsin Firanda bin ‘Abidin, Penerbit : Pustaka Cahaya Islam, Cet. I, Februari 2006.

[1]. Kalimat ini disebut dengan khutbatul haajah, shahih diriwayatkan dari Rasulullah r oleh Nasa’i (III/104), Ibnu Majah (I/352/1110), Abu Dawud (III,460/1090). Lihat Al-Wajiz fi Fiqhis Sunnah karya Syaikh Abdul Azhim Badawi hal. 144-145.

[2]. Beliau adalah salah seorang da’i senior yang menyeru kepada al-Qur’an dan as-Sunnah serta madzhab salaf yang terkenal di Eropa. Beliau lahir di Jamaika namun tinggal dan besar di Kanada. Beliau masuk Islam pada tahun 1972. Pada tahun 1979, beliau menyelesaikan program diploma bahasa Arab di Fakultas Ushulud Dien, Universitas Islam Madinah. Beliau menyelesaikan gelar magisternya di Fakultas Tarbiyah Universitas Riyadh pada tahun 1985 dan gelar doktoralnya sebagai Ph.D (Doctor of Phylosophy) pada tahun 1994 di Universitas Wales. Beliau pernah mengajar di sekolah swasta di Riyadh lebih dari 10 tahun, dan selama 3 tahun beliau pernah mengajar di Jurusan Pendidikan Islam, Universitas Islam Syarif Kabunsuan di Kotabato, Mindanao, Filipina.

Semenjak tahun 1994, beliau mendirikan dan memimpin Pusat Informasi Islam di Dubai, Uni Emirat Arab dan Departemen Literatur Asing Darul Fatah Islamic Press di Sharjah, Uni Emirat Arab. Beliau memiliki banyak karangan dan tulisan yang sangat bermanfaat. Beliau adalah orang yang sangat tawadhu’ dan lapang dada di dalam menerima masukan dan kritikan. Beberapa fitnah dari sebagian salafiyun menimpanya dan menuduhnya dengan tuduhan yang bermacam-macam, mulai dari tamyi’, quthbiy, ikhwaniy, dan semisalnya. Namun, amal dan tulisan-tulisannya menunjukkan bahwa tuduhan-tuduhan itu pada hakikatnya tidaklah benar. Dan apabila benar, maka beliau akan menerimanya dengan lapang dada dan ruju’ darinya…

Kami pernah menanyakan perihal al-Ustadz Abu Aminah hafizhahullahu kepada Syaikh Ali Hasan al-Halabi hafizhahullahu (beliau sering memberikan ceramah di Eropa dan pernah bertemu dengannya) pada saat kami berada di mobil ketika akan pergi ke Masjjid al-Muhajirin Malang beberapa waktu silam. Kami bertanya kepada beliau, “wahai syaikh apakah Anda mengenal Abu Aminah Bilal Philips, salah seorang dari Kanada?”. Beliau menjawab, “na’am…” Kami bertanya lagi kepada beliau, “bagaimana pandangan Anda terhadap beliau?”, maka syaikh menjawab, “Jayyid, seorang yang baik…”, Kami bertanya kembali, “apakah dia ahlus sunnah salafiy?” syaikh menjawab, “thab’an (tentu), salafiy jayyid…”, Kami kembali menukas kepada beliau, “karena banyak fitnah dan tuduhan yang menimpa dirinya dan disebarkan di internet…”, Syaikh tersenyum dan berkata yang intinya menasehatkan supaya kami tidak terlalu ambil pusing dengan fitnah-fitnah di internet, kemudian beliau menceritakan keadaan dakwah salafiyah di Eropa yang tidak jauh beda dengan Indonesia… Selain Ustadz Abu Aminah, kami juga menanyakan tentang Ustadz Abu Saifillah dari Luton-Inggris dan Ustadz Abu Usamah adz-Dzahabi dari QSS (Qur’an Sunnah Society), Toronto Kanada. Dan beliau memuji semua orang-orang ini. Falillahil Hamdu.

Namun, amal dan tulisan-tulisannya menunjukkan bahwa tuduhan-tuduhan itu pada hakikatnya tidaklah benar. Dan apabila benar, maka beliau akan menerimanya dengan lapang dada dan ruju’ darinya…

Kami pernah menanyakan perihal al-Ustadz Abu Aminah hafizhahullahu kepada Syaikh Ali Hasan al-Halabi hafizhahullahu (beliau sering memberikan ceramah di Eropa dan pernah bertemu dengannya) pada saat kami berada di mobil ketika akan pergi ke Masjjid al-Muhajirin Malang beberapa waktu silam. Kami bertanya kepada beliau, “wahai syaikh apakah Anda mengenal Abu Aminah Bilal Philips, salah seorang dari Kanada?”. Beliau menjawab, “na’am…” Kami bertanya lagi kepada beliau, “bagaimana pandangan Anda terhadap beliau?”, maka syaikh menjawab, “Jayyid, seorang yang baik…”, Kami bertanya kembali, “apakah dia ahlus sunnah salafiy?” syaikh menjawab, “thab’an (tentu), salafiy jayyid…”, Kami kembali menukas kepada beliau, “karena banyak fitnah dan tuduhan yang menimpa dirinya dan disebarkan di internet…”, Syaikh tersenyum dan berkata yang intinya menasehatkan supaya kami tidak terlalu ambil pusing dengan fitnah-fitnah di internet, kemudian beliau menceritakan keadaan dakwah salafiyah di Eropa yang tidak jauh beda dengan Indonesia… Selain Ustadz Abu Aminah, kami juga menanyakan tentang Ustadz Abu Saifillah dari Luton-Inggris dan Ustadz Abu Usamah adz-Dzahabi dari QSS (Qur’an Sunnah Society), Toronto Kanada. Dan beliau memuji semua orang-orang ini. Falillahil Hamdu.

Komentar
  1. […] sejati terhadap ALLAHlah kekekalan itu. Sedang para pecinta sejati terhadap dunia tiadalah haq dan kebenarannya sebab semua pasti akan […]

  2. […] Sudah pantaskah kita untuk tidak merasa takut akan su’ul-khotimah? Padahal mereka, yang tentu lebih baik agamanya dari kita pun masih merasa takut akan […]

  3. […] ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh […]

  4. […] Karunia ALLAH Atas Diri-Diri Yang Saleh Lagi Salehah « Tausiyah In Tilawatun Islamiyah pada Hakikat Bid’ah Dan KufurCiri – Ciri Laki – Laki Yang Shaleh Dan Wanita Yang Shalehah Menurut Sifat Dan Akhlaknya, serta […]

  5. […] ikhlas kepada Allah, tidak mempersekutukan sesuatu dengan Dia. Barangsiapa mempersekutukan sesuatu dengan Allah, maka adalah ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh […]

  6. […] tadi kaget bukan kepalang setelah membuka nampan yang ternyata berisi kedua bola mata wanita yang dicintainya. Ia merasa sangat malu pada dirinya sendiri setelah mengetahui […]

  7. […] Bukan Hanya Untuk Dunia Melainkan Juga Untuk Akhirat « Tausiyah In Tilawatun Islamiyah pada Hakikat Bid’ah Dan KufurKisah Seorang Wanita Shalehah Yang Rela Mencongkel Kedua Bola Matanya Demi Kesucian Cinta Akan […]

  8. […] tadi kaget bukan kepalang setelah membuka nampan yang ternyata berisi kedua bola mata wanita yang dicintainya. Ia merasa sangat malu pada dirinya sendiri setelah mengetahui […]

  9. […]  yang  telah  menciptakan  kematian  dan  kehidupan agar menguji kalian siapa di antara kalian yang paling bagus amalannya.” QS. […]

  10. […] tadi kaget bukan kepalang setelah membuka nampan yang ternyata berisi kedua bola mata wanita yang dicintainya. Ia merasa sangat malu pada dirinya sendiri setelah […]

Tinggalkan Balasan ke 5 Tahapan kehidupan manusia | ZIKIR2013 Batalkan balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s