Apakah yang dimaksud dengan akidah Al Badaa’ yang diimani oleh Rafidhah?

Posted: 21 Juni 2010 in Aqidah Syi'ah
Tag:

Al Badaa’ yaitu bermakna tampak (muncul) setelah sembunyi, atau bermakna timbulnya pandangan baru. Al Badaa’ sesuai dengan kedua makna itu, haruslah didahului oleh ketidaktahuan, serta baru diketahui. Keduanya ini merupakan suatu hal yang mustahil atas diri Allah, akan tetapi orang Rafidhah (syiah) menisbatkan kepada Allah sifat Al Badaa’.

Telah diriwayatkan dari Ar Rayaan bin Al Sholt, ia berkata : “Saya telah mendengar Al Ridha berkata : “Tidaklah Allah mengutus seorang nabi kecuali mengharamkan khamar, dan mengakui bahwa Allah itu memiliki sifat Al Badaa'”[1].  Dan dari Abi Abdillah ia berkata : “Tidak pernah Allah diibadati dengan sesuatu apapun seperti (mengibadatinya dengan) Al Badaa’[2]. Maha Tinggi Allah dari hal itu dengan ketinggian yang besar.

Lihatlah wahai saudaraku muslim, bagaimana mungkin mereka menisbatkan kepada Allah subhanahu wa ta’ala sifat jahal (ketidaktahuan), sedangkan Dia mengatakan tentang diri-Nya :

قُل لَّا يَعْلَمُ مَن فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ

Katakanlah!, Tidak ada seorang pun di langit dan di bumi yang tahu ghaib kecuali Allah.” (an naml: 65)

Dan di sisi lain Rafidhah (syi’ah) meyakini bahwa sesungguhnya para imam mengetahui seluruh ilmu, dan tidak akan tersembunyi baginya sesuatu apapun.

Apakah ini akidah/keyakinan Islam yang dibawa oleh nabi Muhammad -Shallallahu ‘Alaihi Wa Sallam- ???.


[1] Ushulul Kafi, hal :40

[2] Ushulul Kafi, oleh Al Kulaini di kitab tauhid : 1/133

Komentar
  1. […] Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah yaitu : Nabi-nabi, para shiddiqin, orang- orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. […]

  2. […] Apakah yang dimaksud dengan akidah Al Badaa’ yang diimani oleh Rafidhah? […]

  3. […] salam hukumnya adalah wajib antara sesama kamu, baik apabila kamu menjumpai saudara-saudari muslimmu yang lain yang kamu kenal ataupun yang tiadalah kamu mengenalnya, baik dijalan, tempat umum dan […]

  4. […] Aku mencintai ALLAH, tetapi aku tidak benci setan. Cinta tidak akan meninggalkan ruang di hati bagi yang […]

  5. […] salam hukumnya adalah wajib antara sesama kamu, baik apabila kamu menjumpai saudara-saudari muslimmu yang lain yang kamu kenal ataupun yang tiadalah kamu mengenalnya, baik dijalan, tempat umum dan […]

  6. […] menta’ati Allah dan Rasul-Nya, mereka itu akan bersama-sama dengan orang-orang yang dianugerahi nikmat oleh Allah yaitu : Nabi-nabi, para shiddiqin, orang- orang yang mati syahid, dan orang-orang shalih. […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s