Ada apa dengan film “Passion of Christ” di Trans TV?

Posted: 18 Juni 2010 in Pemurtadan
Tag:,

Akhir akhir ini banyak kita temui email email pribadi yang menginformasikan rencana penayangan film “The Passion of Christ” pada tanggal 25 Maret 2005 dari jam 19.00 s/d 22.00 mendatang di Trans TV.

Berita ini antara ada dan tidak ada ! Sebab di situs Trans TV sendiri ternyata tidak di iklankan secara formal – hanya saja memang terdapat jadwal acara yang agak janggal. Acara Bajaj Bajuri yang biasanya hanya berdurasi 1 jam di jadwalkan 2 jam.

Kejanggalan tersebut ternyata tidak bisa ditutupi, dalam situs resminya Perpustakaan Nasional RI secara resmi rencana penayangan tersebut dimasukkan kedalam Info Agenda Kegiatan, Passion of the Christ memperingati hari wafat Isa Al Masih

Perpustakaan Nasional RI adalah sebuah badan resmi Republik Indonesia yang berpenduduk mayoritas 95% Muslim, lalu begitu cerobohnya terjebak kedalam suatu kegiatan yang kontroversial ini.

Pertanyaannya :

1. ada apa dengan Perpustakaan Nasional RI? Apakah memang sudah kesusupan pihak pihak tertentu ?
2. Apa kaitannya Perpustakaan Nasional RI itu ? dengan Kegiatan Pemutaran Film Agama ?
3. Lalu pihak manakah yg mereka takutkan ? Umat Islamkah ?
4. Atau Umat Yahudi ? dikarenakan film tersebut sempat menjadi Kontroversi di AS tahun lalu yang dianggap memojokkan etnis Yahudi, shg film tersebut sempat di cekal oleh badan badan Film di dunia yag memang dikuasai Yahudi.

Mengenai status siapa yang di Salib, umat Islam sudah jelas sebagaimana Al-Qur’an surah Annisa ayat 157 dan 158 disebutkan sebagai berikut:
“Dan karena ucapan mereka: Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang pembunuhan Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh tu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi yang sebenarnya, Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”

Salam

Erros Jaffar

Berikut ini saya kirimkan isi berita yang di publish di situs http://kmbi.gkps.or.id/ , berikut petikannya :

PASSION OF THE CHRIST on TRANS TV

Saya ingin memberitahukan bahwa dalam rangka memperingati wafatnya Yesus Kristus pada bulan Maret ini, maka salah satu stasiun TV Nasional kita akan
menayangkan :

Film The Passion of Christ pada jadwal berikut ini :

Hari, Tanggal : Jumat , 25 Maret 2005
Pukul : 19.00 – 22.00 wib.
Channel TV : Trans TV.

Tetapi dikarenakan informasi tsb tidak disebarluaskan dan iklankan, maka kami mohon bantuan saudara-saudari untuk memberikan informasi tsb dengan cara menyebarkan email ini dan juga pemberitahuan lisan kepada teman2 lainnya yang tidak mengetahui hal tsb

Selain itu juga, kami mohon bantuan doanya agar penayangan film tsb dapat berjalan dengan lancar karena film tsb mengandung unsur agama Kristen, kiranya dapat diterima oleh saudara-saudari agama lainnya di Indonesia.

Atas bantuan dan doanya, saya mengucapkan terima kasih yang sedalam2 nya kepada saudara-saudari, kiranya Tuhan Memberkati. Amin.

Best Regards,
Jepri
Procurement Dept.

[jesripurba(at)gratianet.com]

Official website of The passion of Christ :
http://www.thepassionofthechrist.com/skip.html

Kontroversi Film The Passion of the Christ

Pada beberapa pekan yang lalu, film The Passion of the Christ telah memecahkan rekor penjualan film The Lord of the Rings yang menjadi pemenang Oscar ini. film kontroversial karya Mel Gibson ini telah berhasil meraup pemasukan sebesar 125,2 juta dollar Amerika dalam lima hari pertama dan merupakan film paling laris pada beberapa tahun terakhir. Fenomena ini terjadi di saat gelombang protes dan pujian terhadap film ini terus berlanjut. Salah satu kritikan datang dari Franco Zeffirelli, seorang sutradara film terkenal Italia yang sering membuat film-film bercorak religius. Zeffireli menyebut Gibson sebagai seseorang yang haus darah dan ia mengkritik film karya Gibson karena dipenuhi dengan adegan kekerasan dan pertumpahan darah. Di pihak lain, Kevin Costner, aktor dan sutradara terkenal Hollywood memberikan dukungannya kepada Gibson dan meminta para pengkritik untuk menghentikan hujatan mereka.

Kaum ruhaniwan juga turut melontarkan pandangan mereka yang terpecah dua. Sekelompok ruhaniwan yang berpaham Yahudi ekstrim mengkritik keras film ini dan menginginkan supaya film ini dilarang peredarannya. Menurut mereka, film ini menonjolkan kesalahan orang-orang Yahudi yang menyebabkan Isa Al Masih diseret ke tiang salib. Sekelompok ruhaniwan lainnya, terutama kalangan Kristen, mendukung film ini dan menyatakan sebagai film yang bersesuaian dengan sejarah.

Sebagian pengamat menilai, film ini berhasil meraih untung besar karena strategi pemasaran brilian yang dilakukan Gibson. Sebelum diputar untuk umum, film tersebut dipertunjukkan di depan untuk para kardinal dari Vatikan untuk meminta restu. Akibatnya, rasa ingin tahu masyarakat menjadi semakin besar dan itulah yang membuat film ini laris terjual di berbagai negara. Di Amerika saja 2800 bioskop memutar film ini dan akan dilanjutkan dengan pemutaran di seluruh Eropa.

Sekitar satu dekade lalu, di saat Mel Gibson mengalami puncak depresi jiwa, kecanduan narkoba, dan memiliki kecenderungan untuk bunuh diri, ia mulai mempelajari Injil untuk menyelamatkan diri. Selepas itu, selama bertahun-tahun dia berfikir untuk membuat sebuah film mengenai kehidupan Isa Al Masih. Akhirnya, beberapa tahun kemudian, dengan mengeluarkan bujet sebesar 25 juta dolar Amerika dari kantongnya sendiri, Gibson memulai pembuatan film The Passion of the Christ. film ini menceritakan kisah 12 jam terakhir dari kehidupan Isa Al Masih yang menurut kepercayaan orang-orang Kristen, Nabi Isa telah disalib. Dalam proyek ini, Gibson menjadi produser, sutradara, dan salah seorang dari tim penulis skenario. Menurut Gibson yang menganut agama Katolik ini, naskah film tersebut benar-benar dibuat sesuai dengan isi teks asli Injil. Dari sisi inilah ia mendapat dukungan dari masyarakat Kristen.

Bahasa yang digunakan dalam film ini adalah gabungan antara bahasa Latin, Ibrani dan bahasa kuno Aramaic dengan pencantuman teks terjemahan dalam bahasa Inggeris. Di AS, film ini dikategorikan dalam jenis “R” karena isinya yang penuh dengan kekerasan dan pertumpahan darah. Salah seorang pemirsa film ini berkata, “The Passion of the Christ adalah sebuah film yang sarat dengan darah dan saya rasa itulah yang difahami oleh Gibson mengenai pembuatan film.” Namun, Gibson menolak kritikan itu dengan menyatakan, “Realitas yang digambarkan oleh film ini berlandaskan kepada Injil dan kenyataannya, memang orang-orang Yahudi pada zaman Isa Al Masih keras hati dan tidak berperi kemanusiaan seperti apa yang ditunjukkan oleh film ini.”

Masalah inilah yang menimbulkan gelombang protes meluas terhadap film tersebut. Orang-orang Yahudi mengkritik keras adegan film ini yang menyebutkan bahwa merekalah pembunuh Isa Al Masih. Atas tekanan keras dari kaum Yahudi itulah, Gibson terpaksa memotong salah satu dari bagian penting film ini, yang berisi adegan tokoh Kaina yang mengatakan bahwa tanggungjawab atas tumpahnya darah Isa Al Masih terletak pada bahu orang-orang Yahudi dan anak-anak mereka. Menurut pandangan orang-orang Yahudi, kata-kata ini merupakan tuduhan bahwa mereka adalah pembunuh nabi Isa dan dosa itu dipikul oleh orang-orang Yahudi sampai hari ini.

Dalam pembelaannya atas banyaknya adegan kekerasan yang muncul dalam film ini, Gibson menyatakan bahwa adegan itu diperlukan untuk menyadarkan para pemirsa yang berada di tepi jurang. Mereka perlu menyadari akan keagungan pengorbanan besar yang telah dilakukan oleh Isa Al Masih pada detik-detik terakhir dari kehidupannya. Salah seorang pendeta Kristen setelah menonton film ini mengatakan, “Menurut kepercayaan kami, kesulitan dan penderitaan yang ditanggung oleh Isa Al Masih dalam kehidupan singkatnya, merupakan kristalisasi penderitaan, kesulitan, dan kekejaman yang disaksikan oleh manusia di sepanjang sejarah.” Sebagian besar penganut agama Kristen setelah menonton film ini, menilai bahwa film tersebut dibuat berdasarkan kepada empat Injil Luka, Yuhana, Marcus, dan Matius. Menurut mereka, pada film ini tidak terlihat titik yang bertentangan dengan sejarah.

Seorang pemimpin ekstrim rezim Zionis meminta supaya film ini dilarang diputar. Dia mengatakan bahwa film ini memicu sikap anti semit dan karena itu, sekurang-kurangnya film ini tidak boleh ditayangkan di Palestina. Sebaliknya, penasihat Paus Paulus II di bidang media massa, memberikan argumen bahwa film ini tidak memicu kebencian terhadap orang-orang Yahudi, karena tokoh-tokoh dalam film itu, termasuk Isa Al Masih, Sayyidah Maryam, dan kelompok Hawariyun, semuanya adalah bangsa Yahudi.

Di antara semua kontroversi ini, ada beberapa kesimpulan yang bisa kita ambil. Pertama, kontroversi yang timbul dari film ini tak lebih dari strategi bisnis yang telah diperkirakan Gibson untuk meraih keuntungan besar dari filmnya. Kedua, apa yang dapat disaksikan oleh setiap pemirsa dalam film ini mengingatkan kepada aksi kejam dan tidak manusiawi yang dilakukan Rezim Zionis dalam merampas hak rakyat Palestina. Dengan alasan ini pulalah rezim Zionis amat menentang pemutaran film ini. film The Passion of the Christ menyampaikan sebuah pesan penting yang mungkin tidak disadari pembuat film ini, yaitu bahwa penderitaan besar yang terpaksa ditanggung oleh Isa Al Masih akibat perlakuan para pendeta Yahudi sama seperti penderitaan bangsa Palestina yang dijajah oleh Rezim Zionis. Selain itu, mengingatkan pula kepada perilaku kaum Yahudi sepanjang sejarah yang selalu ingkar dan bahkan membunuh nabi-nabi mereka.

Ketiga, film ini tidak diakhiri dengan realitas yang sesuai dengan pandangan agama Islam. film ini diakhiri dengan tersalibnya Isa Al Masih padahal dalam Al Quran surah Annisa ayat 157 dan 158 disebutkan sebagai berikut:

“Dan karena ucapan mereka: Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak pula menyalibnya, tetapi yang mereka bunuh ialah orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang pembunuhan Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh tu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak pula yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi yang sebenarnya, Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.”
http://www.irib.ir/worldservice/melayuRADIO/perspektif/2004/maret04/christ.htm

Komentar
  1. […] Isa a.s. serta sahabat-sahabatnya radhiallahu ‘annum lalu turun ke bumi. Mereka tidak menemukan sejengkal tanah pun di bumi itu melainkan terpenuhi oleh bau busuk dan bau bacin mayat-mayat […]

  2. toonyf berkata:

    Iman dan keyakinan orang jangan dipersekutukan. jika umat Islam berpandangan Al-Qur’an surah Annisa ayat 157 dan 158, itu sepenuhnya menjadi hak dan keimanan anda. dan jangan dilibatkan ke ranah keyakinan lain. Jelas berbeda dong? kenapa tidak dijadikan bahan debat ke 5 agama sekalian saja? Dirapatkan. Tolong jangan membebani moral2 anak bangsa dengan seperti ini. Maukah negara ini berselisih paham, berperang kembali? anda tidak menghargai kemerdekaan bangsa ini. secara tidak langsung umat muslim setelah membaca ini akan berpandangan sinis terhadap kaum kristen disekitrnya. Begitu sebaliknya umat kristen akan merasa ternodai. tidak menuduh tiap yg mebaca ini akan seperti itu, tapi setidaknya pasti ada khan? keyakinan adalah hubungan pribadi manusia dengan Tuhan. Jika anda meyakini islam adalah jalan anda, maka imanilah, beribadahlah, beramal lah.berdoalah. untuk bekal di akhirat. pun juga untuk saudar2 yang beragama lain. Tanpa ada saling senggol. semua manusia sama, akan mati. Jangan merasa paling benar, pandanglah sang Pencipta. Lihatlah bangsa kita yang masih carut marut tak karuan. goyah dalam pendirian. Kalau bukan generasi muda yang berpandangan luas, siapa lagi yang bisa menyelamatkan. Berdoa seribu tahun pun tak ada gunanya jika tanpa tindakan. Parahnya negara ini jangan ditambahi oleh urusan keyakinan. Sekali lagi semua adalah ciptaan Tuhan. Manusia jangan mengadili manusia!! Anda dan saya bukan apa2 di bumi ini. Mari kita semua saling merangkul, membenahi mental moral bangsa. Jangan berjalan sendiri2 seakan bisa mengatasi. Pandanglah beragam agama ini sebagai kebesaranNya, dan caraNya mengasihi umat manusia. Tuhan maha kuat tak perlu ada pembela2 lagi yang hanya menimbulkan konflik.Sesungguhnya iblis bersukacita atas perpechan, secara tak sadar menyusup diantara perbedaan kita dan menunggangi untuk saling berperang. Sadarlah!! Jadilah Front Pembela Kaum Pinggiran. Yang membutuhkan uluran kasih sayang dan bantuan. Bersaksilah di depan para koruptor, penipu, penghambat kesejahteraan rakyat. sesungguhnya mereka beragama tapi tak mengakui Tuhan. Begitu lebih mulia di hadapan Tuhan. Membawa damai sejahtera.
    Semoga dapat membuka mata hati anda sekalian

    Salam Damai, selamat berbuka Puasa bagi saudaraku Muslim sekalian. Jadilah manusia cerdas dan beragama. Bukan cerdas atau beragama saja.

  3. ketahuilah..bahwasanya kehidupan ini terjadi adalah untuk agama atas keyaikinan manusia kepada Tuhannya,hanya agama yang berkisah tentang Tuhan dan tiadalah akan engkau temui pada yang selain daripadanya, ilmu agama adalah ilmu akhirat, sedang ilmu dunia, seperti fisika, biologi, kimia, matematika, dan lain sebagaianya hanyalah mengantarkan engkau pada dunia, sedang engkau tiada akan sampai ke akhirat dan guna mengenali Rabb Semesta Alam. itulah hakikat kehidupan dunia ini diciptakan untuk mengenal Rabb semesta alam, barang siapa yang sesat..maka sesatlah..barang siapa yang kafir..maka kafirlah..sungguh..kehidupan setelah mati adalah jawabnya..Wallahu A’lam

    • toonyf berkata:

      saya menekankan untuk saling menghargai antar umat beragama!! bukan masalah ilmu2an. itu terserah pribadi manusia masing2.. mau belajar fisika,kimia,matematika dll itu gak ada yg nglarang. Hidup di dunia ini butuh makan khan? btuh menafkah anak istri ? kalau agama saja jelas tidak memungkinkan. Hidup harus seimbang, antara karir dan rohani. Dalam berkarir kita akan meneui tantangan dan masalah, dan disitulah agama berperan untuk menguatkan tiap2 pribadi manusia, agar selalu ingat sang Pencipta. Pandangan anda jangan lurus ke konsep anda saja. Dunia ini luas. kehidupan sesudah mati adalah jawabanya? sudah jelas lah. semua agama meyakini itu, dan segala kegalauan kegundahan keraguan ketidakpercayaan anda yg sudah anda tulis dahulu bahkan ingin menambah lagi pasti akan terjawab. Jadi gak usah bingung. semua indah pada waktunya. Kerukunan jauh lebih nikmat. .
      Semoga Tuhan mengampuni dosa2 kita agar berkenan dihadapNya..

  4. Antum menekankan untuk saling menghargai antara sesama umat beragama dan bukan masalah ilmu, lalu dengan apakah antum mnenghargainya?? apa dengan mendapatkan makan?? bukankah cara menghargainya juga dengan ilmu?!, antum juga berkata hidup harus berimbang antara karir dan rohani, apakah cara menyeimbangkannya dengan makan dari hasil nafkah atau dll?? tentu semuanya meliputi ilmu kan??..jangan lalai dengan ilmu..ilmu yang membuat orang bijak, ilmu yang membuat orang berpengetahuan..sedang dilangit dan bumi beserta apa-apa yang berada diantara keduanya juga meliputi ilmu..

    dan juga jangan lalai dengan Aqidah..

    Firman ALLAH Ta’ala :

    وَمَا هَذِهِ الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا لَهْوٌ وَلَعِبٌ وَإِنَّ الدَّارَ الْآخِرَةَ لَهِيَ الْحَيَوَانُ لَوْ كَانُوا يَعْلَمُونَ

    Dan tiadalah kehidupan dunia ini melainkan senda gurau dan main-main. Dan sesungguhnya akhirat itulah kehidupan yang sebenarnya, jika mereka mengetahui. Al-Ankabut:064.

    ALLAH Ta’ala berfirman:

    “Barang siapa mengkehendaki nikmat dunia, maka akan kami tambahkan nikmatnya. akan tetapi tiadalah ia beroleh apa-apa di negeri akhirat kelak. sesungguhnya siksa ALLAH itu amatlah perih.”

    Jika antum mengkehendaki perdebatan, saya mengalah dan antumlah yang benar..bagiku amalanku dan bagimu amalanmu, sedang aku berlepas diri dari apa-apa yang kamu kerjakan..

    Syukron atas komentarnya..

  5. […] Az-Zukhruf : 13-14) (“Maha suci Tuhan yang telah menundukkan semua ini pada kami sebelumnya tidak mampu menguasainya. Sesungguhnya kami akan kembali pada tuhan […]

  6. Yahh abang ini yang membuat berkelahi

  7. Ah jangan” elu setan yaa? Yang iman ke islamannya sempit yaa?

  8. Jangan” elu belajar agama cuma sampai kls 2sd jadi pikirannya kayak anak” jadi masih kayak menghina” agama lain gitu.. Bang/mbak dewasalah Dikit

  9. Joy Sembiring berkata:

    Heloooooooo ??!??? Admin please open minded , saya enjoy aja membaca kontroversinya , tp diakhir buat saya muak , karna film ini dibuat atas dasar injil . agama kristen ,. masa dikritik karna tidak sesuai dengan isi alquran ,.. propesional mang.

Tinggalkan Balasan ke toonyf Batalkan balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s