Penggunaan Gelar Qodli Qudlot (Hakimnya Para Hakim)

Posted: 16 Juni 2010 in Tauhid
Tag:, ,

Diriwayatkan dalam shoheh Bukhori dan Muslim, dari Abu Hurairah Radhiallahu’anhu bahwa Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam bersabda :

“إن أخنع اسم عند الله رجل تسمى ملك الأملاك، لا مالك إلا الله ” – قال سفيان : مثل شاهان شاه – وفي رواية : “أغيظ رجل على الله يوم القيامة وأخبثه”.

“Sesungguhnya nama (gelar) yang paling hina di sisi Allah Subhanahu wata’ala adalah “Rajanya para raja”, tiada raja yang memiliki kekuasaan mutlak kecuali Allah ” Sufyan[1] mengemukakan contoh dengan berkata : ‘seperti gelar syahan syah’, dan dalam riwayat yang lain dikatakan : “Dia adalah orang yang paling dimurkai dan paling jahat di sisi Allah pada hari kiamat … ”

Kandungan bab ini :

  1. Larangan menggunakan gelar “Rajanya para raja”.
  2. Larangan menggunakan gelar lain yang sejenis dengan gelar diatas, seperti contoh yang dikemukakan oleh Sufyan “Syahan syah”.
  3. Hal itu dilarang, (karena ada pensejajaran antara hamba dengan Kholiqnya) meskipun hatinya tidak bermaksud demikian.
  4. Larangan ini tidak lain hanyalah untuk mengagungkan Allah.

([1])   Yakni : Sufyan bin Uyainah.

Komentar
  1. […] berjanji sedemikian itu. Setelah saya dapat menguasai dirinya (dalam sebuah riwayat lain disebutkan: Setelah saya dapat duduk di antara kedua […]

  2. […] sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, “Jika datang suatu kedudukan mulia dari Allah untuk seorang hamba yang mana ia belum mencapainya dengan amalannya, maka […]

  3. […] Otak dan Hati, maka pengetahuan tempatnya adalah didalam akal manusia, sedang ilmu adalah didalam hati. Oleh karena pengetahuan adalah dapat disampaikan pada yang lain sedang pengetahuan itu tiada […]

  4. […] Otak dan Hati, maka pengetahuan tempatnya adalah didalam akal manusia, sedang ilmu adalah didalam hati. Oleh karena pengetahuan adalah dapat disampaikan pada yang lain sedang pengetahuan itu tiada […]

  5. […] berjanji sedemikian itu. Setelah saya dapat menguasai dirinya (dalam sebuah riwayat lain disebutkan: Setelah saya dapat duduk di antara kedua […]

  6. […] Otak dan Hati, maka pengetahuan tempatnya adalah didalam akal manusia, sedang ilmu adalah didalam hati. Oleh karena pengetahuan adalah dapat disampaikan pada yang lain sedang pengetahuan itu tiada […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s