Larangan Menjadikan ALLAH Sebagai Wasilah Kepada Makhluk-Nya

Posted: 16 Juni 2010 in Tauhid
Tag:,

Diriwayatkan dari Jubair bin Mut’im Radhiallahu’anhu bahwa ada seorang badui datang kepada Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam dengan mengatakan : “Ya Rasulullah, orang-orang pada kehabisan tenaga, anak istri kelaparan, dan harta benda pada musnah, maka mintalah siraman hujan untuk kami kepada Rabbmu, sungguh kami menjadikan Allah sebagai perantara kepadamu, dan kami menjadikanmu sebagai perantara kepada Allah”. Maka Nabi bersabda :

سبحان الله، سبحان الله “، فما زال يسبح حتى عرف ذلك في وجوه أصحابه، ثم قال :” ويحك ! أتدري ما الله ؟ إن شأن الله أعظم من ذلك، إنه لا يستشفع بالله على أحد ” وذكر الحديث. رواه أبو داود.

“Maha suci Allah, maha suci Allah” – beliau masih terus bertasbih sampai nampak pada wajah para sahabat (perasaan takut  karena kamaranhan beliau), kemudian beliau bersabda : “Kasihanilah dirimu, tahukah kalian siapa Allah itu ? sungguh kedudukan Allah Subhanahu wata’ala itu jauh lebih Agung dari pada yang demikian itu, sesungguhnya tidak dibenarkan Allah dijadikan sebagai perantara kepada siapapun dari makhlukNya.” (HR. Abu Daud).

Kandungan bab ini :

  1. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam mengingkari seseorang yang mengatakan : “Kami menjadikan Allah sebagai perantara kepadamu.”
  2. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam marah sekali ketika mendengar ucapan ini, dan bertasbih berkali-kali, sehingga para sahabat merasa takut.
  3. Rasulullah Shallallahu’alaihi wasallam tidak mengingkari ucapan badui “kami menjadikanmu sebagai perantara kepada Allah”.
  4. Penjelasan tentang makna sabda Rasul “Subhanallah” [yang artinya : Maha Suci Allah].
  5. Kaum muslimin menjadikan Rasulullah sebagai perantara [pada masa hidupnya] untuk memohon [kepada Allah] siraman hujan.
Komentar
  1. […] yang menutup ini.” Batu besar itu tiba-tiba membuka sedikit, tetapi mereka belum lagi dapat keluar dari […]

  2. […] Sahabat Umar pun bercerita. ” Dahulu sebelum aku mengenal Islam ,aku membuat patung berhala dari manisan. Lalu aku pun menyembah patung manisan […]

  3. […] Nabi Muhammad dilahirkan di Makkah yang terkenal dengan nama “Darul Aman” yaitu tempat yang aman dan damai. Akan lahir diantara kepala suku Sambala, artinya bahwa Nabi akan lahir diantara kepala […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s