Bertawakkal Kepada ALLAH

Posted: 16 Juni 2010 in Tauhid
Tag:

Firman Allah Subhanahu wata’ala :

]وعلى الله فتوكلوا إن كنتم مؤمنين[

“Dan hanya kepada Allah hendaklah kamu bertawakkal, jika kamu benar-benar orang yang beriman” (QS. Al Maidah, 23).

]إنما المؤمنون الذين إذا ذكر الله وجلت قلوبهم وإذا تليت عليهم آياته زادتهم إيمانا وعلى ربهم يتوكلون[

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman (dengan sempurna) itu adalah mereka yang apabila disebut nama Allah gemetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya bertambahlah iman mereka karenanya, serta hanya kepada Rabbnya mereka bertawakkal” (QS. Al Anfal, 2)

]يا أيها النبي حسبك الله ومن اتبعك من المؤمنين[

“Wahai Nabi, cukuplah Allah (menjadi pelindung) bagimu, dan bagi orang-orang mu’min yang mengikutimu” (QS. Al Anfal, 64).

]ومن يتوكل على الله فهو حسبه[

“ … dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya” (QS. At tholaq, 3).

]حسبنا الله ونعم الوكيل[

“Cukuplah Allah bagi kami, dan Allah adalah sebaik-baik pelindung” (QS. Ali Imran, 173).

Kalimat ini diucapkan oleh Nabi Ibrahim saat beliau dicampakkan ke dalam kobaran api, dan diucapkan pula oleh Nabi Muhammad disaat ada yang berkata kepada beliau : “Sesungguhnya orang-orang quraisy telah mengumpulkan pasukan untuk menyerang kamu, karena itu takutlah kepada mereka, tetapi perkataan itu malah menambah keimanan beliau …” (QS. Ali Imran, 173).

Kandungan bab ini :

  1. Tawakkal itu termasuk kewajiban.
  2. Tawakkal itu termasuk syarat-syarat iman.
  3. Penjelasan tentang ayat dalam surat Al Anfal ([1]).
  4. Penjelasan tentang ayat dalam akhir surat Al Anfal ([2]).
  5. Penjelasan tentang ayat dalam surat At-Tholaq ([3]).
  6. Kalimatحسبنا الله ونعم الوكيل  mempunyai kedudukan yang sangat penting, karena telah diucapkan oleh Nabi Ibrahim as dan Nabi Muhammad Shallallahu’alaihi wasallam ketika dalam situasi yang sulit sekali.

([1])  Ayat ini menunjukkan bahwa tawakkal kepada Allah merupakan sifat orang-orang yang beriman kepada Allah, dan menunjukkan bahwa iman dapat bertambah dan dapat pula berkurang.

([2])  Dalam ayat ini Allah memerintahkan kepada Nabi dan orang-orang beriman yang mengikutinya supaya bertawakkal kepada Allah, karena Allah lah yang akan mencukupi keperluan mereka.

([3])  Ayat ini menunjukkan kewajiban bertawakkal kepada Allah dan pahala bagi orang yang melakukannya.

Komentar
  1. kolomkiri berkata:

    “Tidakkah kamu perhatikan, bahwa sesungguhnya Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Tiada pembicaraan rahasia antara tiga orang, melainkan Dialah yang keempatnya. Dan tiada (pembicaraan antara) lima orang, melainkan Dialah yang keenamnya. Dan tiada (pula) pembicaraan antara (jumlah) yang kurang dari itu atau lebih banyak, melainkan Dia ada bersama mereka di manapun mereka berada. Kemudian Dia akan memberitakan kepada mereka pada hari kiamat apa yang telah mereka kerjakan. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS Al Mujaadilah: 7).

    • tausiyah berkata:

      Assalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarakaatuh..

      Sesungguhnya dalam perbendaharaan-Nya yang tersembunyi terdapat sesuatu, yang sesuatu itu tiada seorang juapun diantara malaikat, jin dan manusia yang mengetahui..melainkan hanya ALLAH semata dan kepada-Nya tempat dikembalikan sekalian makhluk.. ^_^

  2. […] tetapi, aku memohon maaf kepada yang bersangkutan oleh karena demi menjaga kemurnian tauhid blog ini, niscaya komentarnya yang terkahir sejak beberapa bulan yang lalu disaat Ramadhan telah […]

  3. […] tetapi, aku memohon maaf kepada yang bersangkutan oleh karena demi menjaga kemurnian tauhid blog ini, niscaya komentarnya yang terkahir sejak beberapa bulan yang lalu disaat Ramadhan telah […]

  4. […] tak terlihat di cardiac septum menuju bagian kiri jantung. Di sana darah bertemu dengan udara dan membangun sebuah ‘kekuatan’ sebelum diedarkan ke seluruh tubuh. Menurut Galen, sistem vena merupakan bagian yang terpisah dari […]

  5. […] penguasa ketika mereka dibangunkan dari tidur mereka yaitu para penguasa yang telah beragama dengan agama yang benar, karena para penguasa itu mengagungkan dan memuliakan mereka, sehingga para penguasa tersebut […]

  6. […] Sahabat Umar pun bercerita. ” Dahulu sebelum aku mengenal Islam ,aku membuat patung berhala dari manisan. Lalu aku pun menyembah patung manisan […]

  7. […] Muhammad dilahirkan di Makkah yang terkenal dengan nama “Darul Aman” yaitu tempat yang aman dan damai. Akan lahir diantara kepala suku Sambala, artinya bahwa Nabi akan lahir diantara kepala suku […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s