Dalil-Dalil As-Sunnah Yang Menunjukkan Akan Kemunculan Al-Mahdi

Posted: 13 Juni 2010 in Al-Mahdi ( Imam Mahdi )
Tag:,

OlehYusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabil MA

Banyak hadits shahih yang menunjukkan akan munculnya Al-Mahdi ini. Di antaranya ada hadits-hadits yang secara eksplisit menyebutkan Al-Mahdi dan ada pula yang hanya menyebut sifat-sifat atau identifikasinya saja. Di sini akan kami sebutkan beberapa hadits saja yang kami pandang sudah cukup untuk menunjukkan akan munculnya Al-Mahdi pada akhir zaman yang merupakan salah satu tanda sudah dekatnya hari kiamat.

[1]. Dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu bahwa Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Artinya : Pada masa akhir umatku akan muncul Al-Mahdi. Pada waktu itu Allah me-nurunkan banyak hujan, bumi menumbuhkan tumbuh-tumbuhan, memberikan banyak harta (penghasilan), banyak ternak, umat menjadi mulia, dan dia hidup selama tujuh atau delapan tahun.” [Mustadrak Al-Hakim 4: 557-558, dan ia berkata, “Ini adalah hadits yang shahih isnadnya, tetapi Bukhari dan Muslim tidak meriwayatkannya.” Dan Adz-Dzahabi menyetujui pendapat Al-Hakim ini. Al-Albani berkata, “Ini adalah sanad yang shahih yang perawi-perawinya terpecaya.” Silsilatul-Ahaditsish-Shalihah 2:336, hadits no. 711. Dan periksa risalah (Thesis) Abdul Alim” Ahaditsul Mahdi Fi Mizanil-Jarhi wat-Ta’dil” halaman 127-128]

[2]. Juga diriwayatkan dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata : Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Aku sampaikan kabar gembira kepada kalian dengan datangnya Al-Mahdi yang akan diutus (ke tengah-tengah manusia) ketika manusia sedang dilanda perselisihan dan kegoncangan-kegoncangan, dia akan memenuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnnya bumi dipenuhi dengan penganiayaan dan kezhaliman. Seluruh penduduk langit dan bumi menyukainya, dan dia akan membagi-bagikan kekayaan secara tepat (merata).” Lalu ada seseorang yang bertanya kepada beliau, “Apakah yang dimaksud dengan shihah (tepat) ?” Beliau menjawab, “Merata di antara manusia.” Dan selanjutnya beliau bersabda, “Dan Allah akan memenuhi hati umat Muhammad saw dengan kekayaan (kepuasan), dan meratakan keadilan kepada mereka seraya memerintahkan seorang penyeru untuk menyerukan: ‘Siapakah yang membutuhkan harta? Maka tidak ada seorang pun yang berdiri kecuali satu, lalu Al-Mahdi berkata, “Datanglah kepada bendahara dan katakan kepadanya, ‘Sesungguhnya Al-Mahdi menyuruhmu memberi uang. ‘Kemudian bendahara berkata, ‘Ambillah sedikit” Sehingga setelah dibawanya ke kamarnya, dia menyesal seraya berkata, ‘Saya adalah umat Muhammad yang hatinya paling rakus. atau saya tidak mampu mencapai apa yang mereka capai’ Lalu ia mengembalikan uang (harta) tersebut, tetapi ditolak seraya dikatakan kepadanya, ‘Kami tidak mengambil kembali apa yang telah kami berikan.’ Begitulah kondisinya waktu itu yang berlangsung selama tujuh, delapan, atau sembilan tahun. Kemudian tidak ada kebaikan lagi dalam kehidupan sesudah itu. ” [Musnad Ahmad 3: 37. Al-Haitsami berkata, “Diriwayatkan oleh Tirmidzi dan lainnya secara ringkas, dan diriwayatkan oleh Imam Ahmad dengan berbagai sanad, juga diriwayatkan oleh Abu Ya’la dengan ringkas dan perawi-perawinya terpecaya.” Majma’uz Zawaid 7: 313:314. Dan periksalah “Aqidatu ahlis-Sunnah wal-Atsar fi Al-Mahdi Al-Muntazhar” halaman 177 karya Syekh Abdul Muhsin Al-‘Abbad)].

Hadits ini menunjukkan bahwa setelah kematian Al-Mahdi akan muncul keburukan dan muncul fitnah-fitnah yang besar.

[3]. Dari Ali Radhiyallahu ‘anhu. ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Al-Mahdi itu dari golongan kami, ahli bait. Allah memperbaikinya dalam satu malam. ” [Musnad Ahmad 2: 58 hadits nomor 645 dengan tahqiq Ahmad Syakir yang mengatakan. “Isnadnya shahih.” Dan Sunan Ibnu Majah 2:1367. Hadits ini juga dishahkan oleh Al-Albani dalam Shahih Al-Jami’ Ash-Shaghir 6: 22 hadits nomor 6611].

Ibnu Katsir berkata, “Allah menerima taubatnya dan memberinya taufiq, memberinya ilham dan bimbingan setelah sebelumnya tidak demikian.” [An-Nihayah fil-Fitan wal-Malahim 1: 29) dengan tahqiq DR. Thaha Zaini]’

[4]. Dari Abu Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Al-Mahdi itu dari keturunanku, lebar dahinya dan mancung hidungnya. la memenuhi bumi dengan kejujuran dan keadilan sebagaimana sebelumnya bumi dipenuhi dengan kezhaliman dan penganiayaan.. la berkuasa selama tujuh tahun.” [Sunan Abu Daud, Kitab Al-Mahdi 11: 375 hadits nomor 4265. Mustadrak Al-Hakim 4: 557 dan dia berkata, “Ini adalah hadits shahih menurut syarat Muslim, tetapi beliau berdua (Bukhari dan Muslim) tidak meriwayatkannya.” Adz-Dzahabi berkata. “lmran, salah seorang perawinya, adalah dha’if dan Muslim tidak meriwayatkan haditsnya.” Dan mengenai sanad Abi Daud, Al-Mundziri berkata, “Di dalam sanadnya terdapat Imran Al-Qaththan, yaitu Abul ‘Awwam Imran bin Dawur Al-Qaththan Al-Bishri, Al-Bukhari menjadikan haditsnya sebagai syahid. dan dia dianggap kepercayaan oleh Affan bin Muslim dan Yahya bin Sa’id Al-Qaththan memujinya dengan baik. Tetapi dia dilemahkan oleh Yahya bin Ma’in dan Nasa’i.” (Aunul Ma’bud 11: 37). Adz-Dzahabi berkata dalam Mizanul I’tidal, “Ahmad berkata, ‘Saya berharap dia itu baik haditsnya.’ Abu Daud berkata, ‘Dha’if.’ (mizanul I’tidal 3: 26). Ibnu Hajar berkata mengenai Imran, “Dia itu jujur tetapi tertuduh berfaham Khawarij. ” (Taqribut-Tahdzib 2: 83). Dan Ibnul Qayyim mengomentari sanadnya Abu Daud demikian. “Jayyid (bagus). ” (Al-Manarul Munif: 144 dengan tahqiq Syeh Abdul Fattah Abu Ghadah). Al-Albani berkata, “Isnadnya hassan. ” (Shahih Al-Jami’ush Shaghir 6: 22-23 hadits nomor 6612)].

[5]. Dari Ummu Salamah Radhiyallahu ‘anha, ia berkata : saya mendengar Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Artinya : Al –Mahdi itu keturunanku, dari anak cucu Fatimah.” [Sunan Abi Daud : 373; Sunan Ibnu Majah 2: 1368. Al-Albani berkata dalam Shahih Al-Jami’ush Shaghir 6: 22 nomor 6610. “Shahih.” Dan periksalah Risalah / Thesis Abdul’Alim tentang “Al-Mahdi” halaman 160].

[6]. Dari Jabir Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Isa bin Maryam akan turun, lalu pemimpin mereka, Al-Mahdi, berkata. ‘Marilah shalat bersama kami! ’Isa menjawab, Tidak! Sesungguhnya sebagian mereka menjadi amir (pemimpin) bagi sebagian yang lain sebagai penghormatan dari Allah kepada umat ini. ‘” [Hadits Riwayat Al-Harits bin Abu Usamah dalam musnadnya seperti disebutkan dalam Al-Manarul Munif karya Ibnul Qayyim halaman 147-148, dan diriwayatkan dalam kitab Al-Hawi fi Al-Fatawa karya As-Suyuthi 2: 64. Ibnul Qayyim berkata, “Hadits ini isnadnya jayyid (bagus). ” Dan dishahkan oleh Abdul ‘Alim dalam Risalahnya tentang Al-Mahdi halaman 144].

[7]. Dari Abi Sa’id Al-Khudri Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata: Rasulullah sShallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Dari antara keturunan kami akan ada orang yang Isa Ibnu Maryam melakukan shalat di belakangnya. ” [Riwayat Abu Nu’aim dalam Akhbaril Mahdi sebagaimana dikatakan oleh As-Suyuthi dalam Al-Hawi 2: 64, dan dia memberi tanda dha’if, demikian pula Al-Munawi dalam Faidhul Qadir 6: 17. Al-Albani berkata, Shahih. Periksa: Shahih Al-Jami’ush Shaghir 5: 219 hadits nomor 5796. Abdul ‘Alim mengatakan di dalam risalah nya, isnadnya hasan karena syahid-syahidnya.” Periksa Risalah/Thesis Abdul ‘Alim halaman 241].

[8]. Dari Abdullah bin Mas’ud Radhiyallahu ‘anhu. ia berkata: Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Artinya : Tidaklah dunia akan lenyap sehingga negeri Arab dikuasai oleh seorang laki-laki dari ahli baitku (keluarga rumahku) yang namanya sama dengan namaku.’’ [Musnad Ahmad 5: 199 hadits nomor 3573 dengan tahqiq Ahmad Syakir, dia berkata,”Isnadnya shahih.”Dan Tirmidzi 6:485, dan dia berkata, “Ini adalah hadist hasan shahih. ” Dan Sunan Abu Daud 11: 371]

Dan dalam riwayat disebutkan dengan lafal:

“Namanya sama dengan namaku dan nama ayahnya sama dengan nama ayahku. ” [Sunan Abi Daud 11: 370. Al-Albani berkata, “Shahih. ” (Shahih Al-Jami’ush Shaghir 5: 70-71, hadits nomor 5180). Dan periksa pula Risalah Abdul ‘Alim tentang al-Mahdi halaman 202]
.

[Disalin dari kitab Asyratus Sa’ah edisi Indonesia Tanda-Tanda Hari Kiamat, Penulis Yusuf bin Abdullah bin Yusuf Al-Wabl MA, Penerjemah Drs As’ad Yasin, Penerbit CV Pustaka Mantiq]
Sumber : http://almanhaj.or.id/index.php?action=mo re&article_id=1066&bagian=0

Komentar
  1. […] ialah sesuatu yang disandarkan kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam baik berupa perkataan, perbuatan, pernyataan, taqrir, dan […]

  2. Aisyah Fitria berkata:

    KEDUDUKAN HADIS-HADIS IMAM MAHDI
    oleh Amin Saefullah Muchtar pada 6 Agustus 2010 pukul 18:01 ·

    Pertanyaan
    1. Sejauhmana keyakinan kita kepada kedatangan Imam Mahdi yang akan memerangi Dajjal bersama Nabi Isa? Apakah Imam Mahdi itu ada? Saya minta keterangan yang jelas dalam Alquran dan hadis tentang Imam Mahdi dan Dajjal?
    Jawaban
    Istilah Imam Mahdi muncul dan berhubungan erat dengan akidah mahdawiyyah, yakni keyakinan bahwa di akhir zaman akan datang seorang juru selamat yang akan menyelamatkan kehidupan manusia di muka bumi dari ketidakadilan, kesengsaran, dan kekejaman. Dia akan membawa mereka pada kebahagian dan kedamaian.
    Sebenarnya cerita tentang “ratu adil” ini terdapat hampir pada setiap pemeluk agama. Orang-orang Persia menantikan datangnya Mesio Darbahmi. Orang-orang Hindu menantikan turunnya Kalki. Orang-orang Yahudi menantikan Mesia. Sementara keyakinan tentang turunnya Mahdi di kalangan sebagian umat Islam, khususnya kaum sufi dan syi’i berpangkal pada kepercayaan Mesio Darbahmi dan Mesia. Diduga kuat yang pertama kali memasukkan paham ini pada kaum muslimin adalah Abdullah bin Saba si Yahudi itu.
    Mirza Ghulam Ahmad di India, pernah mengaku sebagai Imam Mahdi yang memuji penjajahan kerajaan Inggris atas Hindia dan Pakistan antara lain dalam bukunya yang berjudul “At Tabligh” hal. 190 :

    إِعْلَمُوا أَيُّهَا اْلإِخْوَانُ إِنَنَا قَدْ نَجَوْنَا مِنْ أَيْدِي الضَّالِمِينَ فِي ضِلِّ دَوْلَةِ هذِهِ الْمَلَيْكَةِ
    “Ketahuilah wahai saudara-saudara, sesungguhnya kita telah terselamatkan dari tangan orang-orang yang zalim di bawah naungan kerajaan perempuan ini (yaitu Queen Victoria), ratu Ingris tahun 1819-1901”
    أَللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا وُجُودَهَا وَجُودَهَا
    “Hai Tuhan, berkatilah untuk kami dengan adanya dan kemurahannya (ratu itu).”

    فَالْحَمْدُ للهِ الَّذِي بَدَّلَنَا مِنْ بَعْدِ خُوفِنَا أَمْنًا وَ أَعْطَانَا مَلِيكَةً رَحِيمَةً كَرِيـمَةً
    “Sekalian puji-pujian adalah bagi Allah yang telah mengganti kami dari ketakutan menjadi aman dan mengaruniakan kepada kami raja perempuan yang penyayang lagi pemurah.”
    وَلَعَمْرِي إِنَّ هذَا الْقَوْمَ قَوْمٌ أَرْسَلَهُ اللهُ لَنَا لِخَيْرِنَا

    “Demi Allah, sesungguhnya kaum (Ingris) ini adalah kaum yang diturunkan Allah untuk kita dan bagi kebaikkan kita.”
    وَ وَجَبَ عَلَيْنَا شُكْرُهُمْ بِالْقَلْبِ وَ اللِّسَانِ

    “Dan wajib kita bersyukur kepada mereka dengan hati serta lidah.”
    Kemudian Raymond Paul Pierre Westerling, pernah juga merealisasikan pengakuannya sebagai ratu adil (Imam Mahdi). Dan ia mampu membunuh 40. 000 rakyat Sulawesi Selatan. Kemudian menyerang kota Bandung tahun 1950 secara tiba-tiba sehingga menimbulkan korban yang banyak. Dan masih banyak lagi orang-orang yang mengaku sebagai Imam Mahdi.
    Tentang Imam Mahdi ini, baik dalam Alquran maupun hadis yang sahih tidak terdapat satu keterangan pun yang menjelaskan adanya. Malah sampai pada abad pertengahan Islam tidak ada seorang pun yang mengenalnya.
    Adapun hadis-hadis tentang Mahdi itu seluruhnya hadis palsu dan penipu. Adapun hadis-hadis termaksud adalah sebagai berikut:
    Hadis Kesatu
    عَنْ اُمِّ سَلَمَةَ قَالَتْ: سَمِعْتُ رَسُوْلَ اللهِ يَقُوْلُ اَلْمَهْدِى مِنْ عِتْرَتِى مِنْ وَلَدِ فَاطِمَةَ.
    – رواه أبو داود وابن ماجة والـحاكم –
    Dari Ummu Salamah, ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda,
    ‘Al-Mahdi di antara keturunanku, yaitu cucu fatimah.” (H.r. Abu Daud, Sunan Abu Daud, III:310; Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah IV:414; dan al-Hakim, al-Mustadrak IV:557).
    Hadis Kedua

    عَنْ عَبْدِ اللهِ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللهِ لاَ تَذْهَبُ الدُّنْيَا حَتَّى يَمْلِكَ الْعَرَبَ رَجُلٌ مِنْ أَهْلِ بَيْتِي يُوَاطِئُ اسْمُهُ اسْمِي. -رواه أبو داود والترمذي وابن حبان وابن أبي شيبة و أبو نعيم-
    Dari Ibnu Masud, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Dunia tidak akan binasa sehingga seorang laki-laki dari ahlu baitku yang namanya sesuai dengan namaku menguasai Arab.” (H.r. Ahmad, Musnad al-Imam Ahmad, VI:42, No. 3.571, hal. 44 No. 3.572, hal. 45 No. 3.573, VII:174, No. 4.098, hal. 311, No. 4.279; Abu Daud, Sunan Abu Daud, III:310; At-Tirmidzi, Tuhfatul Ahwadzi VI:485; Ibnu Hiban, Shahih Ibnu Hiban VII:576; Ibnu Abu Syaibah, al-Mushannaf VIII:678; dan Abu Nu’aim, Hilyatul Aulia III:101-102).
    Hadis Ketiga
    عَنْ عَلِيِّ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ اَلْمَهْدِى مِنَّا اَهْلَ الْبَيْتِ يُصْلِحُهُ اللُه فِى لَيْلَةٍ. -رواه احمد وابن ماجة وابن أبي شيبة.
    Dari Ali, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Al-Mahdi dari kami ahlul bait, Allah membimbingnya dalam satu malam.” (H.r. Ahmad, Musnad al-Imam Ahmad ; Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah IV:413; dan Ibnu Abu Syaibah, al-Mushannaf VIII:678).
    Hadis Keempat
    عَنْ أَنَسٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ لاَ يَزْدَادُ اْلأَمْرُ إِلاَّ شِدَّةً وَلاَ الدُّنْيَا إِلاَّ إِدْباَرًا وَلاَ النَّاسُ إِلاَّ شُحًّا وَلاَ تَقُوْمُ السَّاعَةُ إِلاَّ عَلَى شِرَارِ النَّاسِ وَلاَ الْمَهْدِيُ إِلاَّ عِيْسَى بْنُ مَرْيَمَ. رواه ابن ماجة والـحاكم-
    Dari Anas, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Tidak akan bertambah perkara itu (berpegang kepada agama dan sunnah) kecuali bencana, dan tidaklah dunia kecuali mati, dan tidaklah manusia kecuali rakus, dan tidak akan terjadi kiamat kecuali manusia dalam keadaan jahat, dan tidak ada mahdi kecuali Isa bin Maryam.”
    (H.r. Ibnu Majah, Sunan Ibnu Majah IV:378; al-Hakim, al-Mustadrak IV:441).
    Hadis Keenam
    عَنْ عُثْمَانَ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ الْمَهْدِي مِنْ وَلَدِ الْعَبَّاسِ عَمِّى. -رواه الدارقطنى.
    Dari Usman, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Al-Mahdi itu keturunan
    Al-Abbas pamanku.” (H.r. Ad-Daraquthni, Silsilah al-Ahadits ad-Dha’ifah I:108).
    Hadis Ketujuh
    عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ مِنَّا الَّذِي يُصَلِّى عِيْسَى بْنُ مَرْيَمَ خَلْفَهُ. -رواه أبو نعيم-
    Dari Abu Sa’id, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘(al-mahdi) dari kami yang Isa bin Maryam akan bermakmum kepadanya.” (H.r. Abu Nu’aim, al-Manarul Munief, hal. 134).
    Hadis Kedelapan
    عَنْ أَبِي سَعِيْدٍ قَالَ : قَالَ رَسُوْلُ اللهِ اَلْمِهْدِي مِنِّى أَجْلَى الْجَبْهَةِ أَقْنَى اْلاَنْفِ يَمْلأُ اْلاَرْضَ قِسْطًا وَعَدْلاً كَمَا مُلأَتْ ظُلْمًا وَجَوْرًا وَيَمْلِكُ سَبْعَ سِنِيْنَ. – رواه أبو داود والـحاكم-
    Dari Abu Sa’id, ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda, ‘Al-Mahdi dariku, dahinya lebar, hidungnya mancung. Ia akan memenuhi bumi dengan keadilan sebagaimana bumi sebelumnya dipenuhi dangan kezhaliman dan pelanggaran. Dan ia akan berkuasa selama 7 tahun.” (H.r. Abu Daud, Sunan Abu Daud, III:310; al-Hakim,
    al-Mustadrak IV:557)

    Keterangan:
    A. Sanad
    1. Hadis kesatu dha’if, karena semua sanadnya melalui seorang rawi yang bernama Ziyad bin Bayan dari Ali bin Nufail. Adz-Dzahabi berkata: “Hadisnya tidak sahih”. Al-Bukhari berkata, “fi isnadihi nazharun (pada sanadnya perlu diteliti).” (Mizanul I’tidal II: 87 ). Al-Uqaili berkata, “ Tidak ada mutabi’ atas Ali bin Nufail, dan ia tidak dikenal kecuali dengan hadis itu.” (Mizanul I’tidal III:160 ).
    2. Hadis kedua dha’if, karena semua sanadnya melalui seorang rawi bernama Ashim bin Bahdalah (Abun Najud), dia Buruk hapalan (Mizanul I’tidal II: 357). Hadis tersebut diriwayatka pula oleh :
    a. Al-Bazzar (Musnad Al-Bazzar VIII : 256), Ibnu Adi (Al-Kamil I : 129) dan Abu Nu’aim (Silsilah hadis-hadis shahih IV :38) dari Qurrah bin Ayas. Pada sanandnya terdapat seorang rawi bernama Daud bin Al-Muhabbir. Kata Abu Hatim, “Dzahibul hadits (dia pemalsu hadis).” Kata Ad-Daruquthni, “Matrukul hadits (hadisnya ditinggalkan).” (Tahdzibul Kamal VIII:446-447)
    b. Abu Daud (Sunan Abu Daud III:310) dari Ali bin Abu Thalib. Pada sanadnya terdapat rawi bernama Fithr, dia Syi’ah Rafidhah. (Siyaru A’lamin Nubala VIII:31).
    c. Ahmad (Musnad al-Imam Ahmad, XVIII:209-210, No. 11.130, XVIII:416, No. 11.313) dan Abu Nu’aim (Hilyatul Aulia, III:101-102) dari Abu said. Pada sanad Ahmad ada rawi bernama Mathar bin Thuhman. Dia Shaduq (jujur), banyak salah (Tahdzibul Kamal XXVIII:54). Sedangkan pada sanad Abu Nu’aim ada rawi bernama Haudzah. Kata Yahya bin Ma’in: “Dia tidak terpuji (dalam periwayatan)” Ditanyakan kepadanya: “Kenapa ?” dia menjawab, “Tidak ada seorangpun yang meriwayatkan hadis-hadis ini sebagaimana yang dia riwayatkan, dan dia juga bisu.” (Tahdzibul Kamal XXX:323).
    3. Hadis ketiga dha’if, karena semua sanadnya melalui rawi bernama Yasin al-’ajli. Imam Al-Bukhari berkata, “fihi nazharun (dirinya perlu diteliti), dan saya tidak mengetahui satu hadispun riwayatnya selain ini (Tahdzibul Kamal XXXI:182). Syekh Ibnul Hammam berkata: “Bila Al-Bukhari mengatakan fihi nazharun pada seseorang, maka hadisnya tidak dapat dipakai hujjah, tidak dapat menjadi syahid, dan tidak pantas untuk i’tibar.” (Tuhfatul Ahwadzi III:528).
    4. Hadis keempat dha’if, karena pada sanadnya terdapat rawi bernama Muhammad bin Khalid al-Junadi, dia majhul (tidak dikenal) (Ta’liq ala Tahdzibul Kamal XXV:147). Dan Hasan al-Bishri, dia mudallis (pelaku hadis mudallas) (Silsilah Hadis-hadis Dhaif I:103).
    5. Hadis kelima dhaif, karena pada sanadnya terdapat rawi bernama muhammad bin
    Al-Walid, dia pemalsu hadis (Silsilah Hadis-hadis Dhaif I:108).
    6. Hadis keenam dha’if, pada sanadnya terdapat dua orang rawi bernama al-Jayyid bin Nazhief dan Ja’far bin Thariq. Nama keduanya tidak dikenal di kalangan ahli hadis. Dan Al-Jayyid tidak tercatat sebagai murid Abu Nadhrah.
    7. Hadis ketujuh dha’if, pada sanadnya terdapat dua orang rawi bernama Imran bin Dawar. Kata Ad-Daruquthni, “Dia sering menyalahi (rawi tsiqat) dan banyak waham.” (Ta’liq Tahdzibul Kamal XXII:330). Dan Sahl bin Tamam, Kata Ibnu Hajar, “Dia shaduq (jujur), (sering) keliru” (Ta’liq Tahdzibul Kamal XII:177).
    Selain itu hadis-hadis tentang Imam Mahdi diriwayatkan pula oleh:
    1. Ibnu Majah, Abu Nu’aim, dan Al-Bazzar dari Anas bin malik
    2. Ahmad, Abu Nu’aim, Abu Ya’la, At-Thabrani, Al-Hakim, Abu Daud, Ibnu Majah, dan At-Tirmidzi dari Abu Said.
    3. Ibnu Majah, Abu Nu’aim, dan Ahmad dari Tsauban.
    4. Ibnu Majah dan At-Thabrani dari Abdullah bin Al-Harits
    5. At-Tirmidzi, Ibnu Hiban, Al-Bazzar, At-Thabrani, Abu Ya’la dan Ad-Daruquthni dari Abu Hurairah.
    6. At-Thabrani dan Al-Bazzar dari Qurrah bin Ayas
    7. At-Thabrani dari Thalhah bin Ubaidillah
    8. Abu Nu’aim dan At-Thabrani dari Ibnu Umar
    9. At-Thabrani dari Ummu Habibah
    10. Abu Nu’aim dari Hudzaifah
    11. Abu Nu’aim dari Abdurrahman bin Auf
    12. Abu Nu’aim dan Al-Bazzar dari Jabir
    13. Abu Nu’aim dari Abdullah bin Amr
    14. Abu Nu’aim dan Ibnu Asakir dari Al-Husain
    15. Ad-Daruquthni dari Muhammad bin Ali
    16. Nu’aim bin Hammad dari Amr bin Al-Ash
    17. Nu’aim bin Hammad dari Abu Qubail
    18. Nu’aim bin Hammad dari Ammar bin Yasir
    19. Nu’aim bin Hammad dari Ka’ab
    20. Abu Ya’la dari Aisyah
    Namun semuanya tidak terlepas dari kedaifan.
    B. Matan
    Kemudian ditinjau dari segi matan, hadis-hadis tentang al-mahdi simpang-siur, tidak ada keserasian sehingga tidak dapat diambil kesimpulan. Ada yang menyebutkan dia keturunan Fatimah. Ada yang menyebutkan keturunan Al-Abbas paman Nabi. Ada pula yang menyatakan al-Mahdi itu Isa bin Maryam. Lalu tentang masa kekuasaan al-Mahdi, ada yang menerangkan lima tahun, tujuh tahun, sembilan tahun, bahkan ada yang menyebutkan dua puluh tahun.

    Berdasarkan tinjauan sanad dan matan tersebu, kami berkesimpulan bahwa hadis-hadis di atas tidak dapat dijadikan hujjah tentang keberadaan Imam Mahdi karena semuanya dha’if. Dalam kitab Asnal Mathalib disebutkan:

    اَحِادِيْثُ الْمَهْدِى كُلُّهَا ضَعِيْفَةٌ لَيْسَ فِيْهَا مَا يُعْتَمَدُ عَلَيْهِ وَلاَ يُغْتَرُّ بِمَنْ جَمَعَهَا فِى مُصَنَّفَاتٍ (أسنى المطالب ص. 588)
    “Hadis-hadis tentang al-Mahdi semuanya dha’if, tidak ada satupun padanya yang bisa dijadikan pegangan (dalil). Dan jangan tertipu oleh orang yang menghimpunnya dalam berbagai kitab.” (Asnal Mathalib, hal. 588).

    • Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakaatuh..

      syuron atas rinciannya ukhti, memang tidak disebutkan didalam Qur’an tentang yang dimaksud dengan imam mahdi melainkan hanya al hadist yang memang sebahagiannya ke-dhoifan atau maudunya hadist tersebut patut dipertanyakan. syukron untuk komentar dan pernjelasannya..

  3. […] menyukai untuk terperdaya akan kecantikan wajah-wajah mereka sedang engkau lebih cenderung bergelut dengan hawa nafsumu yang buta lagi tiada mengetahui. Sekali-kali janganlah demikian, melainkan ambillah ia […]

  4. […] Sedang Parasnya Itulah Seburuk-Buruk Tipu Daya Bagimu « Tausiyah In Tilawatun Is pada Dalil-Dalil As-Sunnah Yang Menunjukkan Akan Kemunculan Al-MahdiWahai Akhi..Ambillah Wanita Sholehah Untuk Menjadi Istri Sholehah Disisimu, Dan Janganlah Kamu […]

  5. […] menyukai untuk terperdaya akan kecantikan wajah-wajah mereka sedang engkau lebih cenderung bergelut dengan hawa nafsumu yang buta lagi tiada mengetahui. Sekali-kali janganlah demikian, melainkan ambillah ia […]

  6. Muhammad Qasim berkata:

    Salam, my name is Qasim, from last 26+ years Allah and Muhammad s.a.w keep coming into my dreams, over 460+ times Allah comes in my dreams and 250+ times Mohammad s.a.w comes in my dreams, Muhammad S.A.W is the last Messenger of Allah and i am the Ummati of Prophet Muhammad S.A.W, many dreams related to Muslim Ummah, World and the Judgment Day, I have shared few dreams on my fb page,…

    https://www.facebook.com/pages/Allah-and-Muhammad-SAW-in-my-Dreams/324568321070386

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s