Seorang Akhwat Yang Beralih Kufur

Posted: 11 Juni 2010 in Renungan
Tag:,

Kisah nyata ini bermula ketika Aku (penulis blog) masih duduk di bangku kuliah semester 2 sekiranya, salah seorang sahabat lamaku sebut saja fulan bin fulan, iapun datang padaku lagi berkisah perihal ketertarikannya pada seorang gadis di kampung halaman orangtuanya disebuah desa.
ia berkata kepadaku “aduhai saudaraku, sesungguhnya aku menyukai si fulan binti fulan di desa kampung halaman orangtuaku,
ia seorang akhwat dan ahli agama, dan betapa beruntungnya ia beroleh beasiswa dari pemerintah untuk diberangkat ke negara arab guna memperdalam agama,lagi ia berperilaku baik jua dan aku telah hampir padanya dan dihadapan kedua orangtuanya untuk menyatakan keinginan hatiku padanya..!”. “lalu..!”, jawabku. “ia menjawab..hendaklah engkau menyelesaikan kuliahmu, kemudian lamarlah eku dengan yang haq..yah..layaknya jawab seorang muslimah yang suci hatinya demi ALLAH dan agamanya..!”, jawab sahabatku itu. sejenak aku terdiam mendengarnya dan melanjutkan pembicaraan kami ke arah yang lain kemudiannya.

Namanya kami bukan satu perkuliahan, ia hanya sahabat lamaku walau tinggal di kota yang sama diperantauan demi melanjutkan perkuliahan kami masing – masing dan cukup jarang bertemu.
Namun, beberapa tahun kemudian kami berjumpa kembali seusai libur panjang semester tahun itu. ia berkisah, bahwa selama libur semester ia berada dikampung halaman orang tuanya.
iapun berkisah kembali kepadaku perihal wanita ( Akhwat ) yang ia sukai dahulu, “naudjubillah..aku melihat wanita itu bersama pria yang lain ia memiliki kekasih seorang aparat TNI disana, yang dahulu ia berpakaian longgar..kini telah berpakaian
ketat dan mengenakan jeans..kemudian hijab ( jilbab ) yang seadanya yang melingkari wajahnya..!”, uangkap sahabatku itu.

Masya ALLAH, sungguh kisah ini nyata dari penuturan sahabtku. inilah suatu kisah yang menjadi peringatan bagi kaum yang tinggal sebelum sesatnya.
ia menggambarkan bahwa betapa rapuhnya iman manusia itu, seumpama pohon yang kita tanam bermula dari bibitnya dan kita jaga kecukupan makanan dan air baginya.
sedang jika tidak, maka pohon itu tiada akan tumbuh dengan baik atau layu setelah beberapa saat lamanya.

seperti Firman ALLAH dalam hadis Qudsy: “Sesungguhnya, iman itu adalah seumpama sebatang pohon, akarnya dengan kuat mencengkram tanah sedang pucuknya menjulang tinggi kelangit.
artinya : semakin akar kuat mencengkram tanah,jika ia dihempas oleh badai sekalipun niscaya tiadalah pohon itu akan tumbang lagi rubuh tak berdaya. sedang jika tidak, niscaya tiadalah daya dan upaya pohon itu melainkan lemah terjatuh tak berdaya di atas tanah.

Dan Firman ALLAH yang selain daripadanya : “Barangsiapa yang ingkar setelah ia beroleh petunjuk, maka sesungguhnya siksa ALLAH itu amatlah perih”.

Maka, akhi/ukhti sekalian..berbaik-baiklah engkau perihal dirimu ( iman dan agamamu ), adakalanya iman itu kokoh dan adakalanya iman itu rapuh, sedang sebaik – baik penjaga hanyalah dirimu sahaja sekaliannya.

Wallahu A’lam Bish Showab

Komentar
  1. […] diperlihatkan kepada Thalhah, bahkan dengan dibacakan sekaligus. Tanpa disadari dua orang itu sudah masuk perangkap Muawiyah. Dengan siasat itu Muawiyah hendak melemahkan posisi Imam Ali r.a. dan menghabiskan […]

  2. […] sepertinya Ahas pesimis terhadap apa yang disampaikan Yesaya tentang jaminan dari Allah tersebut, maka untuk meyakinkan Ahas Yesaya menyampaikan nubuat […]

  3. […] dengan adil di antara sesama manusia, dan janganlah engkau menuruti hawa nafsu, sebab hal itu akan menyesatkan engkau dari jalan Allah. Orang-orang yang sesat dari jalan Allah akan memperoleh siksa amat berat“ (As […]

  4. […] bergumam: “Yang jelek sebenarnya harus diambil juga bersama-­sama yang baik!” Ia pergi tanpa sekeping pun melekat di […]

  5. […] Ali r.a. merupakan orang yang paling tekun dan ba­nyak beribadah. Ia pun paling sering berpuasa. Kepadanya banyak orang yang minta petunjuk tentang cara-cara yang […]

  6. […] itu karena betapa banyak orang yang menyesal karena bicara, dan sedikit yang menyesal karena diam. Orang yang paling celaka dan paling besar mendapat bagian musibah adalah orang yang lisannya senantiasa berbicara, sedangkan pikirannya tidak mau […]

  7. […] Dzalim adalah Tabiat Manusia Allah Subhanahu wa Ta’ala […]

  8. […] menjadikan diantara mereka ada yang tersesat dan ada yang terbimbing, ada yang celaka dan ada yang bahagia. Ada yang dekat dengan rahmat-Nya dan ada yang jauh dari […]

  9. […] yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim dan Al […]

  10. […] dan sesungguhnya aku menganggap bodoh siapa yang tidak mengkafirkan mereka kecuali yang tidak mengetahui kekufuran mereka.” (Khalqu Af’alil Ibad hal. […]

  11. […] jika tidak mungkin tangan ini sudah berpindah ke pipimu yang putih mulus. Tegarnya watakmu, bahkan tak setetes airmata jatuh dari kedua matamu yang tajam […]

  12. […] oleh kedua rekannya dan mengetahui dengan pasti bahwa orang yang kehilangan kesadaran mereka kadar rasa takutnya akan lebih sedikit. Sejak saat itu, mereka selalu memohonkan ampunan untuk penghuni […]

  13. […] ternyata pemuda itu datang lebih awal. Dialah orang yang pertama kali kulihat. Dalam perjalanan ke medan perang pemuda itu kuperhatikan siang berpuasa dan malamnya dia bangun untuk beribadah. Dia rajin […]

  14. […] sebagai ilmuwan penting  di pusat keilmuwan yang paling bergengsi pada zamannya, yakni Bait al-Hikmah  atau House of Wisdom yang didirikan khalifah Abbasiyah  di metropolis […]

  15. […] yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim dan Al […]

  16. […] Dzalim adalah Tabiat Manusia Allah Subhanahu wa Ta’ala […]

  17. mahar | nashihin mengatakan:

    […] yang paling agung barakahnya, adalah yang paling ringan maharnya” (HR. Ahmad, Al Hakim dan Al […]

  18. […] seraya bergumam: “Yang jelek sebenarnya harus diambil juga bersama-­sama yang baik!” Ia pergi tanpa sekeping pun melekat di […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s