Tidak Ada Ashabiyah dalam Islam

Posted: 9 Juni 2010 in Adat, Kepercayaan Dan Tradisi
Tag:

Pertama kali yang diperbuat oleh Islam dalam persoalan ini, iaitu: Islam tidak mengakui ashabiyah dengan segala macamnya, dan mengharamkan kaum muslimin menghidup-hidupkan setiap perasaan atau apa saja yang mengajak kepada ashabiyah.

Rasulullah sendiri telah mengumandangkan pernyataan, bahawa orang yang berbuat demikian tidak akan diakui sebagai ummatnya. Sabda Nabi: “Bukan dari golongan kami siapa saja yang mengajak kepada ashabiyah, bukan pula dari golongan kami orang yang berperang kerana ashabiyah, dan tidak juga termasuk golongan kami orang yang mati kerana ashabiyah.” (Riwayat Abu Daud)

Tidak ada keistimewaan khusus kerana warna kulit, kerana jenis dan kerana tanah air. Dan tidak halal seorang muslim merasa fanatik (ta’asshub) kerana warna kulitnya melebihi kulit orang lain, kerana golongannya melebihi golongan lain dan kerana daerahnya melebihi daerah orang lain.

Dan tidak halal pula seorang muslim membela golongannya kerana ta’asshub baik dalam kebenaran, kebatilan, keadilan dan kecongkakan.

Wailah bin al-Asqa’ pernah bertanya kepada Rasulullah: “Apakah yang disebut ashabiyah itu?” Maka jawab Nabi: “Iaitu kamu membela golonganmu pada kezaliman.” (Riwayat Abu Daud)

Dan Allah telah juga berfirman: “Hai orang-orang yang beriman! Jadilah kamu penegak keadilan sebagai saksi kerana Allah sekalipun terhadap diri-dirimu sendiri, atau terhadap kedua orang tua dan kerabatmu.” (an-Nisa’: 135)

“Dan jangan sampai kerana kebencianmu terhadap suatu kaum menyebabkan kamu tidak berlaku adil.” (al-Maidah: 8)

Rasulullah menterjemahkan mafhum kalimat ini yang sudah sangat popular di kalangan orang jahiliah dan diartikan menurut lahiriahnya. Maka sabda beliau: “Tolonglah saudaramu yang menganiaya ataupun yang dianiaya.”

Setelah Rasulullah menyampaikan terjemahan ini kepada para sahabatnya yang sesudah lebih dahulu meresapkan iman ke dalam hati mereka, kerana apa yang diucapkan oleh Rasulullah itu ada maksud lain, maka para sahabatnya merasa hairan dan tercengang. Justru itu mereka kemudian bertanya:

“Ya Rasulullah! Kami boleh saja menolong saudara kami yang dizalimi, tetapi bagaimana kami harus menolong saudara kami yang berbuat zalim?” Maka jawab Nabi: “Iaitu kamu tahan dia dari berbuat zalim. Yang demikian itu berarti suatu pertolongan buat dia.” (Riwayat Bukhari)
Dari sini kita dapat mengetahui, bahawa setiap anjuran di kalangan kaum muslimin kepada fanatik daerah seperti ajakan untuk fanatik chauvinisme, atau ajakan untuk fanatik kepada golongan sentris seperti nasionalisme, adalah propaganda jahiliah yang samasekali tidak diakui oleh Islam, oleh Rasulullah dan oleh al-Quran.

Islam samasekali tidak mahu mengakui setiap loyalitas yang di luar kepercayaan Islam. Tidak juga mengakui setiap perserikatan yang bukan ukhuwah Islamiah. Dan tidak pula mengakui setiap ciri yang membezakan manusia, selain ciri iman dan kafir. Oleh kerana itu setiap orang kafir yang menentang Islam adalah musuh orang Islam kendati dia bertetangga dan salah seorang dari anggota keluarga, bahkan kendati dia itu saudara kandung sendiri. Sebab Allah telah berfirman:

“Kamu tidak dapati kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhir itu menaruh cinta kepada orang yang ingkar kepada Allah dan Rasulnya sekalipun mereka yang ingkar itu ayah-ayah mereka atau anak-anak mereka atau saudara-saudara mereka atau keluarga mereka.” (al-Mujadalah: 22)

Dan firmanNya pula: “Hai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu jadikan ayah-ayah kamu dan saudara-saudara kamu sebagai kekasih (ketua), jika mereka itu lebih suka kufur daripada beriman.” (at-Taubah: 23)

Komentar
  1. […] sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar Rahman : […]

  2. […] Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuanny a dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat kode-kode genetika rantai kodon pada kromosome manusia yaitu; T, C, G, dan A. Masing-masing kode Nucleotida […]

  3. […] Khan kemudian menghimpun penemuan-penemuanny a dalam beberapa lembar kertas yang banyak memuat kode-kode genetika rantai kodon pada kromosome manusia yaitu; T, C, G, dan A. Masing-masing kode Nucleotida […]

  4. […] sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar Rahman : […]

  5. […] kepada orang laki-laki yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan memelihara kemaluannya; yang demikian itu adalah lebih suci bagi mereka, […]

  6. […] akhir zaman kelak, mengapa tidak..lihat saja pemurtadan sangat marak dan ada dimana-mana. Para missionaris kristen tidak henti-hentinya menawarkan uang dan sandang pangan secara gratis kepada targetnya, […]

  7. […] sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar Rahman : […]

  8. […] sopan, menundukkan pandangannya, tidak pernah disentuh oleh manusia sebelum mereka (penghuni-penghuni Surga yang menjadi suami mereka) dan tidak pula oleh jin.” (QS. Ar Rahman : […]

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s